Audry Federica, Gadis berusia 16 tahun, ia harus pindah sekolah, mengikuti kemana kedua orang tuanya pergi, karna sang ayah yang di pindah tugaskan ke kantor pusat yang terletak di kota.
Daffa Wijaya, 16 tahun, seorang ketua Osis, tampan, tinggi dan cerdas.
Daffa seorang most wanted, playboy yang di juluki Casanova.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hartiena_19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu?
"Gue dengar sendiri waktu itu elo telponan sama pacar elo!" Teriak Audry akhirnya, membuat sang tunangan terkejut.
"Kapan?" Ucap Daffa mengernyit bingung. Karena setahunya, jika dia keluar bersama Audry, maka ponsel khusus gadis gadis kencanannya tidak akan aktif, malah tidak pernah dibawah.
"Hari kita tunangan" Audry menatap Daffa sinis.
"Gue dengar sendiri elo nelpon sama dia ditoilet hotel waktu itu!"Sinisnya lagi. Ups ia segera membekap mulutnya karena keceplosan,bisa bisa si Ketos Resse ini akan besar kepala batinnya mengumpat. Sementara itu Daffa tersenyum penuh arti mendengar penuturan sang tunangan.
"Cemburu?" Ucapnya dengan nada menggoda. Tuh kan!!! Membuat muka sang tunangan memerah antara malu dan juga kesal.
"ngak, kenapa harus cemburu?" Ujarnya ketus dan segera membuka pintu mobil beranjak keluar.
"Aku akan jel-"Ucapan Daffa terpotong oleh Audry yang tiba tiba membuka pintu mobil sambil berkata.
"gue masuk dulu. Makasih tumpangannya." Ucapnya lagi segera menutup pintu mobil dan setelahnya berlalu masuk tanpa mendengar ucapan dari Daffa.
"Menggemaskan." Monoloq Daffa saat melihat punggung Audry yang sudah tertutup oleh pintu pagar. Ia terkekeh geli mengingat muka menggemaskan sang tunangan.
☆☆
Keesokan harinya, Audry terlihat menghindari Daffa. Pagi pagi sekali ia sudah berangkat kesekolah menggunakan Ojek Online. Jika melihat Daffa masuk kekelas, ia akan pura pura sibuk dengan ponselnya. Dan waktu istirahat, jika Daffa datang menyapanya, dia akan beranjak dari tempatnya dengan berbagai alasan.
Waktu belajar mengajar sudah usai. Sekolah sudah mulai sepi. Di kelas XII IPA 1 terdengar ada sebuah perdebatan antara pasangan tunangan. Pasangan? Bagi orang lain mungkin mereka pasangan kekasih. Tapi ntah bagi mereka berdua.
" Mau apa sih elo?" Ucap Audry jengah.
"Kita perlu bicara Hon." Ucap Daffa tegas
"Han, Han!! Nama gue Audry bukan Han!!" Ucapnya ketus. Daffa mengulum senyum melihat betapa menggemaskan gadis mungil dihadapannya saat merajuk seperti ini.
"Ayo ikut aku." Ucap Daffa menyeret Audry keluar kelas menuju parkiran.
" Lepas!!!" Ucap Audry memberontak. Daffa akan menuruti? Big No!!!! Bukan Daffa Wijaya namanya jika mau mendengar ucap orang lain. Ia terus melangkah tanpa mau melepas genggamannya pada gadis itu.
Sampai diparkiran, ia mendekati pajero sport hitamnya. membuka pintu jok penumpang bagian depan, dan mendorong pelan tubuh mungil sang tunangan. Ia bisa mendengar dengan jelas sumpah serapah yang dilontarkan oleh sang tunangan untuknya.
Setelahnya ia masuk ke mobil. Baru saja ia mendudukkan bokongnya sebuah cubitan yang cukup keras mendarat dilengannya.
"Aww, sakit tau." Adu Daffa
"Kok kamu nyubit aku sih?." Ucap Daffa meringis sambil mengusap lengannya yang panas karena
cubitan sang tunangan.
" Rasain.. Gue benci sama elo." Ucap Audry menatap singit pada Daffa.
" Yakin benci?" Tanya Daffa dengan aksen menggoda, membuat Audry jengah.
" Kamu tau kan sayang arti dari benci itu adalah Benar Benar Cinta."Ujarnya memainkan kedua alisnya naik turun. Terkesan menggoda.
"Awww... Sakit Hon." Aduh Daffa dengan suara dibuat semanja mungkin. membuat gadis disampingnya melotot geram.
" Bodoh amat!" Mengalihkan pandangan ke depan, tanpa mau menatap Daffa yang tengah tersenyum manis kearahnya.
"Gimana kalau kita ke Apartement aja dulu baru pulang?" Sarannya hanya untuk mengoda sang tunangan. Dan lihat Audry sudah murka..
Bugh..Tas punggung yang sejak tadi berada dipangkuan Audry melayang tepat dimuka tampan dan mulus Daffa.
lemah
Daffa juga plin plan,gk punya pendirian
jadi kak berkesan