NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Sepuluh

Mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Shen Ran, keheningan di aula Istana terasa semakin pekat. Genggaman tangan Shen Ran pada kain sutra roknya begitu kencang hingga buku-buku jarinya memutih. Di dalam kepalanya, Clara sedang memaki dengan ratusan kosakata sumpah serapah modern. Namun, sebagai seorang pengacara ulung, ia tahu kapan harus menuntut dan kapan harus melakukan retret strategis.

Jika ia terus menekan ego pria kekanak-kanakan yang memegang kuasa mutlak ini, Long Tianqi bisa saja membatalkan pengiriman pasukan ke selatan dalam kemarahannya, dan itu akan mengacaukan seluruh bidak catur yang sudah ia susun bersama Feng Muye.

“Sabar, Clara. Tarik napas,” batinnya menenangkan diri. “Anggap saja ini sedang mengalah di hadapan hakim yang bias, demi memenangkan eksekusi sita jaminan di akhir persidangan.”

Shen Ran perlahan menurunkan pandangannya. Ketegangan di bahunya mencair, digantikan oleh ekspresi penyesalan yang tampak begitu tulus dan rapuh, sebuah akting kelas satu yang langsung meruntuhkan atmosfer konfrontatif di ruangan itu.

"Maaf, Yang Mulia," ucap Shen Ran, suaranya kini melunak, bergetar tipis seolah menahan beban emosi yang berat. "Saya... saya hanya terlalu larut dalam kecemasan. Berhari-hari di Istana Dingin tanpa kehangatan membuat pikiran saya dipenuhi ketakutan akan pengkhianatan. Saya tidak bermaksud meragukan penilaian Anda."

Melihat perubahan drastis dari harimau yang siap menerkam menjadi wanita yang tampak rapuh dan menyesal, amarah Long Tianqi yang tadinya meluap-luap mendadak surut. Sifat protektif dan ego kelaki-lakiannya merasa menang. Kaisar mengembuskan napas berat, ketegangan di wajahnya perlahan mengendur.

"Sudahlah," ujar Long Tianqi, suaranya melembut meski masih terdengar kaku. Ia merapikan jubah naga hitamnya yang sempat berantakan karena emosi. "Aku tahu kau telah melalui banyak hal sulit. Namun, kau adalah Permaisuriku. Kau harus belajar menaruh kepercayaan pada keputusan suamimu."

"Saya mengerti, Yang Mulia," sahut Shen Ran menundukkan kepala, menyembunyikan kilat dingin di matanya yang sama sekali tidak mencerminkan kepatuhan.

"Istirahatlah yang cukup. Aku akan memastikan Jenderal Lin berangkat ke tambang selatan besok pagi seperti rencana awal," kata Long Tianqi dengan nada berwibawa, merasa otoritasnya telah sepenuhnya pulih. Dengan langkah tegap yang dipenuhi rasa puas karena telah menundukkan kembali sang Permaisuri, Long Tianqi berbalik dan melangkah keluar.

Begitu derap langkah barisan pengawal Kaisar benar-benar lenyap dari area paviliun, Shen Ran langsung menegakkan tubuhnya. Senyum penyesalan di wajahnya menguap dalam sekejap, digantikan oleh tatapan tajam nan dingin. Ia mengibas-ngibaskan rok sutranya yang sempat ia remas, seolah sedang membuang debu kotor.

Wusss.

Tirai sutra di sudut ruangan berayun. Feng Muye melangkah keluar dari balik bayangan. Kali ini, ia tidak bisa menahan tawa rendahnya yang terdengar sangat geli sekaligus kagum.

"Sungguh akting yang sangat memukau, Permaisuri Shen. Saya hampir mempercayai air mata dan penyesalan Anda," goda Feng Muye, berjalan mendekat dan bersandar di pilar dekat meja rias.

Shen Ran meliriknya dengan malas sembari menuangkan kembali teh krisan yang baru. "Dalam bisnis dan perang, Pangeran, meminta maaf adalah mata uang termurah untuk membeli kelengangan musuh. Long Tianqi terlalu bodoh. Dia mengira permintaan maafku adalah tanda menyerah, padahal itu adalah tiket gratis bagi pasukannya untuk berjalan lurus menuju pembantaian di selatan."

Feng Muye tersenyum misterius, kilat berbahaya melintas di matanya yang gelap. "Pasukanku sudah bersiap di perbatasan selatan. Begitu Jenderal Lin dan pasukan elit kekaisaran tiba di tambang garam dan mulai melakukan transisi kekuasaan, kami akan memotong jalur logistik mereka sepenuhnya. Dalam waktu dua minggu, mereka akan terisolasi tanpa makanan dan bantuan."

"Bagus," ujar Shen Ran, mengetukkan jarinya ke meja kayu pernis. "Dan saat berita kekalahan pasukan elit itu sampai ke ibu kota, krisis kepercayaan terhadap Kaisar akan mencapai puncaknya. Di saat itulah, kita akan menyeret Selir Agung Chu dari istananya untuk terakhir kali."

1
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!