NovelToon NovelToon
Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Ketika suaminya berselingkuh hingga menghamili wanita lain, tak ada lagi kata maaf yang tersisa di hati Nadia.

Dengan tekad yang bulat, ia mengajukan gugatan cerai. Tanpa menoleh ke belakang, Nadia memilih meninggalkan rumah megah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, beserta segala kemewahan yang pernah ia nikmati.

Baginya, harga diri dan ketenangan batin jauh lebih berharga daripada hidup bergelimang harta bersama seorang suami yang telah mengkhianati kepercayaan dan cinta yang selama ini ia jaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Di antara begitu banyak luka yang mereka lalui bersama, akhirnya ada kabar yang benar-benar membawa kebahagiaan. Bagi Nadia, kehamilan Dila terasa seperti hadiah dari Tuhan setelah penantian panjang sahabatnya. Dan saat itu, ia berjanji dalam hati bahwa mulai sekarang, giliran dirinya yang akan menjaga Dila, sebagaimana Dila selama ini tanpa lelah selalu menjaganya.

Suasana kamar kembali hening setelah tangis keduanya perlahan mereda. Nadia masih menggenggam tangan Dila dengan erat, seolah takut sahabatnya kembali menyimpan sesuatu sendirian.

Perlahan Nadia tersenyum, lalu mengusap perut Dila dengan penuh kehati-hatian. "Nanti kalau bayi kamu lahir, aku akan minta Kian menjaga dan sayang sama adiknya ini. Ibunya sudah begitu sayang sama aku, jadi sekarang giliran Kian yang sayang sama anakmu."

Mata Dila kembali berkaca-kaca. "Jangan bilang begitu, nanti aku nangis lagi."

Nadia justru tersenyum lebih lebar. "Biar. Hari ini kita nangis karena bahagia." Tanpa berkata apa-apa lagi, Nadia memeluk Dila dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu kondisi sahabatnya yang masih menjalani perawatan. Dila membalas pelukan itu sambil terisak pelan.

Di dalam pelukan tersebut, tidak ada lagi rasa sungkan, rasa bersalah, ataupun beban yang selama ini memenuhi hati mereka. Yang tersisa hanyalah rasa syukur karena dipertemukan sebagai sahabat yang saling menguatkan di masa-masa tersulit.

Nadia menutup matanya sejenak. Dalam hati, ia memanjatkan doa agar bayi yang sedang dikandung Dila lahir dengan sehat dan selamat. Ia juga berjanji pada dirinya sendiri, sebagaimana Dila selama ini tanpa pamrih selalu hadir di sisinya, kelak ia pun akan menjadi "Bunda Nadia" yang selalu siap membantu menjaga dan menyayangi anak sahabatnya seperti keluarga sendiri.

Pelukan itu terasa begitu hangat, seolah menjadi awal dari babak baru persahabatan mereka bukan lagi hanya tentang saling menemani melewati luka, tetapi juga saling merayakan setiap kebahagiaan yang Tuhan titipkan.

Setelah berbincang cukup lama dan memastikan kondisi Dila mulai membaik, Nadia akhirnya berpamitan pulang. Sebelum keluar, ia kembali mengingatkan sahabatnya agar benar-benar mematuhi semua anjuran dokter dan tidak memikirkan hal-hal lain selain kesehatan dirinya serta calon bayinya. Dila hanya mengangguk sambil tersenyum, meski tampak berat melepas kepergian Nadia.

Di lorong rumah sakit, Bima sudah menunggu. Melihat Nadia menghampiri, ia langsung berdiri. "Maaf ya, Nad. Saya tadi mungkin terdengar terlalu keras. Saya cuma... benar-benar takut kehilangan mereka. Jadi, untuk sementara, saya harus membuat persahabatan kalian sedikit berjarak."

Nadia menggeleng pelan sambil tersenyum penuh pengertian. "Nggak apa-apa, Mas. Memang seharusnya begini." Nadia melanjutkan dengan tulus, "Dila harus banyak istirahat. Sekarang yang paling membutuhkannya bukan aku, tapi bayi yang sudah lima tahun kalian tunggu."

Mata Bima tampak berkaca-kaca mendengar jawaban itu. "Terima kasih sudah mengerti."

Nadia mengangguk. "Selama ini Dila sudah terlalu banyak menjagaku. Sekarang giliran Mas yang menjaganya, dan aku akan mendukung itu."

Bima mengembuskan napas lega. Untuk pertama kalinya sejak kecelakaan itu, beban di hatinya terasa sedikit berkurang. Ia khawatir Nadia akan salah paham atau merasa dijauhi, tetapi ternyata perempuan itu justru memahami posisinya sebagai seorang suami yang ingin melindungi istri dan calon anaknya.

Nadia pun melangkah meninggalkan rumah sakit dengan senyum tipis. Meski tahu ia akan lebih sering menghadapi hari-harinya tanpa ditemani Dila, ia tidak merasa kehilangan. Justru ia ikut merasa bahagia karena sahabatnya kini memiliki alasan yang jauh lebih penting untuk dijaga. Baginya, persahabatan yang baik bukanlah tentang selalu bersama setiap saat, melainkan tentang saling memahami kapan harus saling mendekat dan kapan harus memberi ruang demi kebaikan orang yang disayangi.

***

Meski telah berjanji kepada Bima untuk tidak lagi terlalu sering melibatkan Dila dalam urusannya, Nadia tahu itu bukan perkara mudah. Setelah semua kejadian yang mereka lalui bersama, Dila pasti akan terus mengkhawatirkan dirinya. Sahabatnya itu bukan tipe orang yang bisa diam jika tahu orang yang disayanginya sedang menghadapi masalah.

Karena itulah, Nadia mengambil inisiatif. Setiap pagi sebelum mulai bekerja dan setiap malam sebelum tidur, ia selalu mengirimkan pesan singkat kepada Dila. Isinya sederhana. Kadang hanya foto secangkir teh hangat yang baru ia buat, foto Kian yang sedang belajar, atau hasil jahitan yang baru selesai. Di bawahnya selalu ada kalimat yang hampir sama.

"Aku baik-baik saja."

"Hari ini aman."

"Jangan khawatir, ya."

Rutinitas kecil itu sengaja dilakukan Nadia agar Dila tidak terus-menerus diliputi rasa cemas hingga nekat datang ke kontrakannya. Ia ingin sahabatnya fokus menjalani kehamilan dan mematuhi anjuran dokter untuk banyak beristirahat.

Awalnya Dila masih sering membalas dengan pertanyaan panjang, memastikan Nadia benar-benar tidak menyembunyikan apa pun. Namun lama-kelamaan, setelah melihat kabar baik yang datang setiap hari, hatinya mulai lebih tenang. Ia belajar mempercayai bahwa Nadia kini mampu menjaga dirinya sendiri.

Bagi Nadia, mengirim kabar setiap hari bukanlah sebuah beban. Itu adalah cara sederhana untuk membalas semua perhatian yang selama ini telah diberikan Dila. Jika dulu Dila selalu memastikan Nadia tidak merasa sendirian, kini giliran Nadia yang ingin memastikan sahabatnya menjalani masa kehamilan dengan hati yang tenang, tanpa dihantui kekhawatiran yang tidak perlu.

Beberapa hari kemudian, seperti biasa Nadia mengirimkan kabar kepada Dila. Kali ini ia mengirim foto Kian yang sedang mengerjakan pekerjaan rumah sambil ditemani segelas susu hangat. Tak lama kemudian, balasan dari Dila langsung masuk.

[Huaaaa... Nad, sebenarnya aku kangen kamu sama Kian. Aku ke sana ya. Plese.]

Membaca pesan itu, Nadia langsung tersenyum geli. Ia sudah bisa membayangkan wajah Dila yang sedang merajuk di balik layar ponselnya. Dengan cepat Nadia membalas,

[Lahirkan dulu keponakanku. Nanti baru boleh ke sini.]

Tak berhenti di situ, ia menambahkan satu pesan lagi.

[Kalau sudah akhir pekan, aku sama Kian saja yang ke sana.]

Dila mengirim stiker menangis sambil tertawa.

[Janji?]

[Janji]

Nadia terkekeh. Percakapan singkat itu membuat keduanya sama-sama tersenyum. Meski untuk sementara mereka tidak lagi sesering dulu bertemu, persahabatan mereka tetap terasa hangat. Jarak hanya mengurangi frekuensi pertemuan, tetapi tidak pernah mengurangi rasa sayang yang telah tumbuh di antara mereka selama melewati begitu banyak suka dan duka bersama.

***

Hari demi hari berlalu, kehidupan Nadia berubah dengan sangat cepat. Wajahnya semakin sering menghiasi katalog busana muslim, promosi media sosial berbagai brand, hingga papan iklan di beberapa pusat perbelanjaan. Meski belum bisa disebut sebagai model papan atas, namanya mulai dikenal sebagai sosok yang anggun, sederhana, dan memiliki pembawaan yang alami di depan kamera. Banyak orang menyukai citranya sebagai seorang ibu yang tetap rendah hati meski mulai meraih kesuksesan.

1
falea sezi
knp jd bertele tele thor😒 kayak ikan terbang🤣
falea sezi
kenapa Fachri jd goblokk🤣🤣 niat bantuin. g sih
Iffanaya 😽
kk aku ikutan mewek...pls Thor bikin kian balik ke ibunya trs bongkar kebusukan karin Thor gk tega liat kian tertekan 😭😭
Muji Lestari
lanjutt thorrr
falea sezi
lanjut
falea sezi
makanya jd istri jangan bego wkt jd istri nabung yg banyak kuras harta sembunyikan klo suami selingkuh qm cerai g susah 😒
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk 🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!