NovelToon NovelToon
Suami Mafia Sang Polwan

Suami Mafia Sang Polwan

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / Menyembunyikan Identitas / Action
Popularitas:115.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Chantika Rahardja adalah putri dari keluarga pebisnis yang memilih menjadi polwan. Saras, adik tirinya selalu iri dengan prestasi dan kecantikannya. Apalagi sang ayah selalu membandingkan mereka dan lebih membanggakan Chantika.

Saras menjebak Chantika untuk menemani pebisnis yang terkenal playboy agar mendapatkan investasi.

Tapi siapa sangka Chantika malah terlempar ke ranjang Enzo Arkan Pradana, bos mafia yang terkenal tak pernah menyentuh wanita. Pria yang akhirnya bisa tidur tanpa menelan obat saat bersama Chantika.

Kesalahan semalam itu membuat keduanya menikah, tanpa Chantika tahu siapa sebenarnya suaminya. Di balik identitasnya sebagai CEO sebuah perusahaan, pria itu menyembunyikan kekuasaan yang tak seorang pun berani menentangnya.

Seorang penegak hukum menikahi penjahat?

Bagaimana rumah tangga mereka jika Chantika tahu sang suami adalah seorang mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Wanita yang Diakui Sang CEO

Manajer Hotel dan Kepala Keamanan akhirnya keluar dari ruang kontrol cctv setelah semalaman tidak tidur karena mengawasi pintu kamar Enzo.

Namun saat tiba di depan lift, Manager Hotel menoleh kepada Kepala Keamanan.

"Minta tangkapan layar wajah wanita itu dari CCTV."

"Baik, Pak."

"Bagikan hanya kepada supervisor, front office, butler, dan keamanan. Jangan sampai bocor keluar."

Kepala Keamanan mengangguk. "Instruksinya, Pak?"

"Mulai hari ini," kata Manager Hotel. "jika beliau datang, perlakukan seperti memperlakukan Tuan Enzo sendiri. Tidak perlu bertanya terlalu banyak. Jangan meminta identitas berulang kali. Berikan akses sesuai instruksi Tuan Enzo."

Ia berhenti sejenak.

"Dan satu lagi..." Tatapannya berubah serius. "Kalau sampai ada yang bersikap tidak sopan kepada beliau, urusannya langsung denganku."

"Baik, Pak."

Kepala Keamanan menekan tombol lift. Setelah Manager Hotel masuk dan pintu lift tertutup, ia berbalik kembali ke ruang kontrol cctv.

Tak sampai lima menit, supervisor, petugas front office, butler, dan tim keamanan telah menerima tangkapan layar wajah Chantika yang dikirim oleh Kepala Keamanan melalui grup internal.

Mereka mengamati wajah wanita itu dengan saksama, sementara kepala masing-masing dipenuhi tanda tanya.

"Siapa wanita ini?"

Sayangnya tak ada seorang pun yang tahu jawabannya.

Di depan lift, seorang supervisor sedang menunggu pintu terbuka sambil sesekali melihat ponselnya.

Ting.

Pintu lift terbuka perlahan. Supervisor itu spontan mengangkat wajahnya dari layar ponsel. Tiba-tiba matanya sedikit membesar.

Wanita yang akan keluar dari lift itu adalah sosok yang beberapa detik lalu ia lihat di tangkapan layar.

Refleks ia melangkah ke samping untuk memberi jalan, lalu menundukkan kepala dengan hormat.

"Selamat pagi, Nona."

Chantika sedikit terkejut. Tatapannya bergantian melihat supervisor itu dan name tag yang terpasang rapi di seragamnya.

Meski bingung, ia tetap membalas dengan senyum tipis dan sedikit menundukkan kepala.

"Pagi."

Lalu ia melangkah pergi meninggalkan area lift.

Supervisor itu menatap punggungnya hingga menghilang di tikungan koridor.

"Lebih cantik daripada di foto," gumamnya tanpa sadar. Sesaat kemudian ia buru-buru menggeleng. "Jangan cari penyakit."

 

Tak jauh dari sana, beberapa staf hotel saling berpandangan heran. Mereka jelas melihat supervisor, petugas keamanan, bahkan resepsionis memperlakukan wanita itu dengan penuh hormat.

"Siapa perempuan itu?" bisik salah seorang staf. "Kenapa Supervisor dan yang lain menghormatinya seperti menghormati Tuan Enzo?"

"Entahlah," sahut rekannya pelan. "Kita ini cuma staf biasa. Ikuti saja apa yang dilakukan atasan. Jangan sampai melakukan kesalahan."

"Iya, sih... tapi aku tetep penasaran."

"Hati-hati. Rasa penasaran bisa bawa kamu ke pemakaman."

"Heh! Jangan sembarangan. Amit-amit."

"Makanya jangan banyak bertanya."

Mereka pun kembali bekerja, meski rasa penasaran masih membayang di benak masing-masing.

 

Sementara itu, Chantika berjalan perlahan menuju area parkir hotel. Tatapannya langsung mencari mobil Saras.

Namun, tempat parkir yang semalam ditempati mobil itu kini telah diisi kendaraan lain.

"Mobil Saras sudah gak ada..." gumamnya lirih.

Ia masih menyapu seluruh area parkir dengan pandangan, memastikan mobil itu benar-benar telah pergi.

Setelah yakin, Chantika mengeluarkan ponselnya dan memesan taksi.

Beberapa menit kemudian, sebuah taksi berhenti di depan lobby hotel.

Chantika masuk ke dalamnya. Mobil itu perlahan meninggalkan hotel bintang lima yang, hanya dalam satu malam, telah mengubah jalan hidupnya.

***

Di ruang tengah keluarga Rahardja, Rahardja duduk di sofa sambil membaca majalah bisnis. Ia mengangkat wajahnya ketika mendengar suara langkah kaki memasuki ruangan.

Dahinya sedikit berkerut saat menyadari langkah putri keduanya tampak tidak biasa.

"Saras," panggilnya.

Saras menghentikan langkahnya, lalu menoleh. "Iya, Pak?"

"Kenapa jalanmu kayak gitu? Apa kamu sakit?"

Wajah Saras seketika berubah. Namun, hanya sepersekian detik kemudian ia berhasil mengendalikan ekspresinya.

"Tidak apa-apa, Pa. Tadi kakiku agak keseleo sedikit," dalihnya sambil tersenyum tipis.

Rahardja mengangguk pelan. "Kalau begitu istirahat saja. Lain kali hati-hati kalau berjalan."

"Iya, Pa."

Saras kembali melangkah menuju lantai dua.

"Untung saja semalam aku sempet nelpon Papa dan bilang nginep di rumah temen, jadi beliau gak banyak nanya," batinnya lega.

Namun, sesaat kemudian wajahnya kembali diliputi kegelisahan.

"Ke mana sebenarnya Kak Chantika? Apa dia sudah pulang?"

Setibanya di lantai atas, pandangannya langsung tertuju pada pintu kamar Chantika yang berada tepat di sebelah kamarnya. Ragu-ragu, ia melangkah mendekat.

"Aku harus bicara dengannya."

Tok! Tok! Tok!

Saras mengetuk pintu beberapa kali, tapi tak ada jawaban. Pintu itu tetap tertutup rapat.

"Belum pulang..." gumamnya lirih.

Akhirnya ia masuk ke kamarnya sendiri, lalu menjatuhkan tubuh di atas ranjang.

Pikirannya kembali pada kejadian semalam. Ia masih ingat jelas bagaimana dirinya membuang ponsel Chantika ke sungai demi menghilangkan jejak.

"Moga gak ada yang curiga."

 

Tak lama kemudian, taksi yang ditumpangi Chantika berhenti di depan rumah keluarga Rahardja.

Obat oral dan salep yang diberikan Enzo benar-benar bekerja dengan baik. Kini ia sudah bisa berjalan hampir normal, meski rasa perih itu masih sesekali muncul.

"Sepertinya dia memang bisa diandalkan," katanya pelan.

Tanpa sadar bibirnya bergerak samar saat mengingat perhatian Enzo.

Chantika menarik napas panjang sebelum melangkah masuk ke dalam rumah.

"Chantika."

Suara Rahardja menghentikan langkahnya begitu melewati ruang tengah.

Chantika menoleh. "Iya, Pa?"

Rahardja menutup majalah yang sejak tadi dibacanya, lalu menatap putri sulungnya dengan serius.

"Kamu dari mana? Semalaman gak pulang, gak ngasih kabar."

Chantika terdiam. Tenggorokannya mendadak terasa kering.

"Gimana aku jelasin soal semalam? Jujur? Memalukan. Tapi kalau gak jujur..."

 

...🔸🔸🔸...

..."Satu malam mungkin mampu mengubah jalan hidup seseorang. Namun, yang paling sulit dihadapi bukanlah perubahan itu, melainkan keberanian menghadapi konsekuensinya."...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Anitha
Pak Raharja tidak sebodoh itu Bryan
Beliau sudah mempersiapkannya sejak dulu,jadi jangan pernah mimpi permainanmu akan berhasil,di samping itu ada Menantu yang sangat berkuasa yang di takuti semua orang yaitu Enzo...

Lihat nanti rumah tangga Saras dan Bryan bakal seperti apa.

Pak Raharja Ayah yang sangat bijak dalam bersikap terhadap putrinya.
Siti Jumiati
lanjuuuut kak nana💪🙏
asih
selagi ada Enzo kayaknya mimpimu g bakal terwujudkan Bryan jangan terlalu PD kau akan kecewa nanti ..di saat kekecewaanmu kalau kau menyakiti laras saat itu juga mimpimu hancur
Puji Hastuti
semakin menarik,Bryan dg pasti kalau rencananya akan berhasil,sedang Raharja sudah siap dg strategi nya.
Oma Gavin
kepedean banget bryan jgn harap mudah raharja bukan orang bodoh apalagi enzo ada di pihak Raharja jgn terlalu percaya diri bryan takutnya ngga sesuai ekspektasi mu dan nyungsep
Anonim
Setelah mendengar jawaban Chantika yang sudah mengajukan izin menikah ke institusinya. Enzo mau ikut pulang bersama Chantika. Mau melamar.

Kalau lamarannya ditolak - Chantika pasti tidak menyangka jawaban dari Enzo 😄.

Kalau ngomong aneh-aneh lalu dihajar Papanya Chantika, Enzo gak apa-apa. Asal setelahnya, putri kesayangannya diserahkan padanya.

Mas kawin dari Enzo untuk Chantika masih rahasia.

Kejutan apa yang akan diberikan Enzo untuk seluruh keluarga Chantika sehubungan dengan mas kawin nanti di saat lamaran.

Sampai segitu yakinnya Enzo setelah acara lamaran dan mas kawin yang diberikan. Sampai berkata - tidak akan ada jalan lagi untuk membiarkan Chantika lepas darinya.

Pastinya, keselamatan Chantika akan aman apabila bersama Enzo.
Anonim
Enzo tidak selalu ada di dekat Chantika. Jadi Chantika punya kesempatan melindungi diri sendiri dengan perhiasan-perhiasan dan jam tangan yang dipakainya.

Chantika pasti sangat terharu, Enzo benar-benar memikirkan semuanya.

Enzo sempat terkejut ketika Chantika langsung memeluknya, dan mengucap terima kasih.

Enzo mengatakan - jangan berterima kasih. Karena tugasnya sebagai suami adalah memastikan istrinya selalu pulang dengan selamat.

Chantika bergumam - masih saja bilang aku istrimu. Dan berkata seperti biasanya - kita belum menikah 😄.
Anonim
Enzo melarang Chantika menemui Bryan sendirian.

Enzo menawarkan bantuannya. Sekelas Ezo saja merasa tidak tenang kalau Chantika berhadapan dengan Bryan. Enzo tahu sepak terjang Bryan - investor playboy.

Enzo benar-benar ingin melindungi Chantika. Ia memberi Chantika perhiasan serta jam tangan yang dirancang sedemikian rupa, terpasang alat untuk melindungi Chantika yang seorang polisi.
Puji Hastuti
aduh kayak buah simalakama
asih
gara² kebodohan satu orang seluruh keluarga jadi susah ..

q juga curiga kekayaan Bryan itu muncul Dari mana .. atau jangan² dia dalang Dari semua barang selundupan atau illegal itu Dan victor atau siapa itu hanya kaki tangannya saja
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Nay, itu kau tau! 😂😂😂 Kenapa kau malah melakukan itu, ha? Dasar Bodoh! Otak dangkal! 😁😁😁 Mikirn6a cuma untuk saat ini doang. Nggk mikirin juga apa, kedepannya. 😂😂😂 Kalau kau lumpuh Selerti Ryuhan Kai Zander, gimana Coba? ha? Makin susah lagu, hidupmu tau! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Kaulah yang bodoh! 😂😂😂 Demi menggugurkan janinmu, kau malah menyakiti dirimu sendiri. 😂😂😂 Dasar Bodoh! Kenapa nggk mengakhiri hidup saja sekalian? ha? 😂😂😂 jelas pula kau masuk ke neraka... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Nah kan! 😂😂😂 Aku sudah menduganya sedari awal. Soalnya, pertanyaan kamu oada dokter tadi itu sudah aneh tau... 😂😂😂 Ternyata, memang kau sengaja ya, menggugurkan kandunganmu sendiri? 😂😂😂 Dasar! Kau tidak bisa mengibuli aku tau... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Yaaah, sudah Capek-capek mencelakai diri sendiri, eh... Bayi sialan itu nggk juga keguguran... 😂😂😂🙏
Fadillah Ahmad
Kok, aku merasa pertanyaan kamu ini agak aneh ya, Saras? 🤔🤔🤔 Kayak, seolah-olah kamu sengaka gitu loh, menyelakai dirimu Sendiri! 🤔🤔🤔 Sedikt aneh deh Perranyaanmu itu... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Hahaha, tepat sekali! Aku berpik8ran sama seperti kau Ranti! Aku curiga kalau Saras sengaja menumpahkan sqmbun itu, untuk menggugurkan kandungannya... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Benarkah? 😂😂😂 Kok, aku nggk percaya ya? 😂😂😂 Aku malah berpikiran, kalau kau sengaja melakukan itu, untuk menggugurkan kandunganmu, iya kab? Kamu sengaja bukan? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Waaah, apakah Saras akan ke guguran dengan sendirinya? Di karenakan tertekan oleh keadaa 🤔🤔🤔
Anitha
Nunggu keputusan dari Pak Raharja apakah Saras akan di nikahkan sama Bryan atau tidak,jadi serba salah...

Enzo saat ini hanya perlu mengawasi saja tidak ikut campur dulu selagi Pak Raharja bisa mengatasinya...

jika nanti Saras nikah dengan Bryan..
tentu saja Enzo dan Chantika bakal pindah ke Apartement Enzo yang lebih nyaman tidak ada parasit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!