NovelToon NovelToon
I'M Not Gay

I'M Not Gay

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Sejak lahir, Varren Kaelor tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Di balik wajah tampan yang dikagumi banyak orang, tersembunyi sebuah rahasia yang bahkan tidak boleh ia akui pada dirinya sendiri. Setiap langkah, setiap senyum, bahkan setiap hubungan yang ia jalani hanyalah bagian dari sandiwara yang dipaksakan oleh seseorang.

Ketika harus memasuki sekolah paling bergengsi di negeri itu, Varren yakin ia hanya perlu bertahan seperti biasanya.

Namun, semuanya berubah saat seseorang mulai menembus tembok yang selama ini ia bangun.

Semakin dekat orang itu, semakin sulit Varren membedakan mana kebohongan yang harus dipertahankan, dan mana perasaan yang tidak seharusnya pernah tumbuh.

Lalu... apa yang sebenarnya disembunyikan oleh keluarga Kaelor?


"Aku tidak takut jika dunia membenciku. Aku hanya takut... saat dunia mengetahui siapa diriku sebenarnya." — Varren

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran..

Varren meregangkan tubuhnya. Sudah dua minggu terlalu sibuk dalam belajar debat. Bahkan ia sampai pulang hanya untuk makan dan mandi, dan tidur lalu kembali pergi belajar lagi semakin membuat Reja dan teman-temannya menatap Varren prihatin.

Hanya hari ini, Varren melakukan lombanya. Tidak sia-sia. Mereka juara satu lomba debat, dan membawa pulang piala.

Varren menatap Shena yang tak jauh dari dirinya yang memegang piala. Shena merekahkan senyumnya menatap Varren yang berdiri di sana dengan wajah kuyu dan lelah. Varren mendecih mual melihat senyum merekah pada ibunya. Di sana juga ada Amel, wanita yang busuk hati, sering kali menghasut ibunya untuk menghukumnya.

"Selamat yah Varren." Pundak Varren ditepuk pelan oleh Shena. Varren tidak tau kapan keduanya berada di depannya tapi yang Varren bisa lihat wajah ibunya yang tersenyum lebar. "Besok kamu akan ikut lomba matematika dan juga Fisika juga yah kata guru. Soalnya nilai kamu bagus di matematika." jelas Shena dengan Varren tenang.

Varren mendengarnya menatap ibunya tak suka. "Nggak mau. Varren capek, Varren mau istirahat." jelas Varren dengan kesal kepada Shena di hadapannya.

Shena menatap Varren datar dan tak suka. "Kamu harus ikut pokoknya. Nggak bisa nolak Varren." jelasnya dengan penekanan kepada Varren.

Varren menatap Shena tidak percaya. "Mah, Varren udah dua minggu ini harus belajar ini itu buat lomba yang mama bikin tanpa sepengetahuan Varren. Varren nggak mau ikut lomba matematika lagi." Varren memberikan piala miliknya di tangan Shena. "Tu buat mama sekalian ambil." jelasnya bengis melangkah menjauh.

"Kalo kamu nggak mau, terpaksa mama bakal bunuh anak pembantu itu!" jelas Shena kepada Varren yang berjalan tegas.

Varren menghentikan langkahnya. Tubuhnya membeku. Kepalanya berputar perlahan menatap ibunya dengan mata menyala.

Ferdinand. Bocah kecil berusia tujuh tahun, anak dari pembantu setia di mansion Kaelor. Bocah polos dengan senyum manis yang selalu memanggilnya "Kak Varren" setiap kali bertemu. Varren sudah menganggapnya seperti adik sendiri. Ferdinand satu-satunya orang di rumah itu yang membuat Varren masih bisa tersenyum.

"Kamu berani?" bisik Varren, suaranya bergetar menahan amarah.

Shena tersenyum sinis. "Coba aja. Kamu tahu aku bisa melakukan apapun untuk membuatmu patuh."

Varren mengepalkan tangannya. Kuku-kukunya menusuk telapak tangan. Darah hampir keluar dari genggaman itu. Tapi ia tidak menjawab. Ia hanya menatap ibunya dengan kebencian yang tak terbendung, lalu berbalik dan melangkah pergi.

Shena menatap Varren lebih dingin dari sebelumnya.

"Lihat tu. Gara-gara kamu terlalu lembek, dia jadi ngelawan. Kamu harusnya nggak usah deh manis-manis sama dia. Harus dikasih pelajaran dia tu." jelas Amel menghasut Shena dengan sinis.

Amel wanita sosialita yang gila harta. Memiliki satu anak perempuan yang usianya tak jauh dari Varren, bahkan ia lebih tua dua tahun menjabat sebagai kakak tingkat Varren.

Sedangkan Shena hanya diam memandang Varren menjauh datar. Anak sialan.

---

Varren menghela napas pelan menuju markas Kings of Asphalt dengan tenang. Varren menghela napas pelan menatap keseluruhan dari yang ada di sana yang juga terkejut melihatnya datang menggunakan baju sekolah. "Wehhhh Bos ngapain kesini tengah malem pakek baju sekolah." jelas salah satunya.

Dia adalah Hiro salah satu yang paling suka bicara dan cerewet. Perawakannya yang tinggi dan berkulit gelap, rambut keriting dan bibir tebal. Dia salah satu benteng pertahanan dari geng Kings of Asphalt.

Varren meliriknya dan memijit pelipisnya pelan. "Malam ini ada racing nggak? Gue capek banget." ujar Varren dengan lirih. "Gue rasanya mau kabur aja dari rumah bawa Ferdinand sama ibunya." jelasnya dengan sendu dan lirih.

Ferdinand. Bocah kecil yang selalu membuatnya tersenyum. Dan ibunya, Mbak Rini, pengasuh yang selalu merawatnya sejak kecil. Satu-satunya dua orang di rumah itu yang membuat Varren masih bertahan. Satu-satunya alasan Varren masih mau pulang ke mansion sengsara itu.

"Kan udah gue bilang dari awal. Loe nggak mau denger kita Bos." jelas Hiro tersenyum miring mendekati Varren yang duduk di sofa dekatnya.

Di samping Hiro ada Alvino Putra Abimayu, ketua dari geng Alaska—geng mafia yang terkenal kejam. Alvino tersenyum miring menatap Varren. "Loe Cuma perlu masuk ke kelompok mafia gue. Menguntungkan, loe bakal jadi ketua pimpinan kelompok yang bisa loe pilih sendiri." jelas Alvino.

"Loe bisa ikut tim kita Ren. Gue yakin loe bakal bisa mimpin kita." jelas salah satu yang lain. Bernama Haikal. Haikal ini salah satu lelaki yang paling putih dan berbadan kekar. Sangat banyak yang menyukai dirinya yang terlihat sangat strong dan juga berwibawa. Dia lebih pendiam ketimbang yang lain, jika bicara pasti itu adalah hal penting baginya.

Alvino terkekeh pelan mendengarnya menatap Varren yang diam menatap mereka rumit.

Varren sudah sejak dulu diajak masuk ke dalam grup mafia mereka. Hanya saja Varren selalu menolak karena dia bukan orang yang gampang membunuh orang tanpa alasan. Atau Varren ingin hidup tenang saja. Tapi tekanan Shena semakin lama semakin membuat dirinya tertekan dan tidak bisa bernafas lega di hidupnya sendiri.

"Btw berapa keuntungan yang gue dapet?" tanya Varren kepada Alvino.

Alvino terkekeh mendengarnya. Alvino adalah anak salah satu mafia terbesar di dunia, bahkan beberapa polisi dan juga negara takut kepada dirinya dan anggotanya yang terkenal bringas dan sulit untuk ditemukan. Jarang pula mereka tahu dimana mereka tinggal dan siapa saja keturunannya. Alvino dan keluarga adalah musuh negara sesungguhnya.

"Gue bisa kasih loe 90 persen keuntungan dan gue cuma 10 persen aja," ujar Alvino dengan tenang. "Gua juga bakal siapin rumah dan uang buat keluarga loe tinggal buat dua bulan kedepan seusai loe nyelesaikan misi loe terlebih dahulu." jelas Alvino dengan tenang tapi penuh pembujukan kepada Varren.

"Varren kerja kita kotor tapi gue jamin hidup loe bakal jaya dan loe bisa dilindungi dari nyokap loe yang selalu ngekang loe itu." jelas Alvino tenang.

Varren menatapnya penuh minat semakin membuat Alvino membasahi bibir bawahnya.

"Coba loe jelasin apa aja kerja dan misi yang gue jalanin." jelas Varren tenang.

Alvino tersenyum miring. "Kerja kita sederhana. Menyelesaikan masalah orang."

Varren menaikkan alis. "Masalah kayak gimana?"

"Kadang menjaga seseorang. Kadang mengambil sesuatu. Kadang..." Alvino tersenyum tipis. "...menghilangkan seseorang."

Alvino dan Hiro berseru senang berbeda dengan Haikal yang tenang dan diam menata Varren rumit. "Hehe bagus. Artinya loe mau gabung kan?? Gue bakal jelasin sama loe. Keuntungan tergantung sama misi yang loe ambil, semakin sulit misi maka semakin besar keuntungan buat loe." jelas Alvino tersenyum lebar.

"Keuntungan paling kecil berapa yang paling besar berapa? Dan misi paling kecil apa dan paling besar apa?" tanya Varren detail kepada Alvino. Varren tidak pernah bertanya sedetail ini dan juga seminat ini dalam organisasi gelap. Ia masuk geng motor sekalipun hanya agar ibunya melihat dirinya ini sudah menjadi laki-laki seutuhnya.

"Misi paling mudah adalah membunuh orang yang dituju, biasanya beberapa pejabat yang main politik, atau loe bisa menculik anak orang. Tergantung type dari besarnya kekuasaan orang. Kalo dia anak konglomerat atau yang memiliki pengaruh besar maka misi loe semakin berat. Dan yang paling berat dan paling menguntungkan......" ia membisik di telinga Varren membuat Varren diam mencerna ucapan Alvino.

Alvino tersenyum miring menjauhi bibirnya dari telinga Varren. Varren mendengarnya mengerjap pelan.

"Keuntungannya paling kecil seratus juta dan paling besar tak terhingga. Varren gue nggak akan main-main sama yang gue bilang." jelas Alvino lagi tenang.

Alvino sudah lama mengincar Varren untuk masuk kelompoknya, selain Varren orang yang manipulatif ulung. Siapa yang mengenal Varren pasti akan jatuh hati akan kebaikan dirinya tapi mereka tidak tahu jika Varren adalah orang yang sulit untuk mereka tebak.

Varren juga sangat kuat, tidak terkalahkan, dia juga penembak jitu yang handal. Tidak heran jika dia menjadi pemimpin dari geng Kings of Asphalt sekarang.

Alvino bahkan mungkin tidak akan menjadi ketua geng Alaska jika dia bukan anak dari Abimayu karena kalah saing dengan Varren.

Alvino mengulurkan tangannya.

"Jawabannya?"

Bersambung...

1
Anime aikō-kā
p
Alia Chans: 🤔🤔🤔🤔🤔🤔.
total 3 replies
ẜᮦ࿆ᷗhimboy
semangat
Alia Chans: Thank you kk/Smile//Smile/
total 1 replies
Nelson Sihombing
berarti dia gk cewek? atau gk cowok?
Alia Chans: Gak tau lupa gw🤭🤭
total 1 replies
Kak Umi
Jangan lupa baca cerita aku juga ya 🙏🙏😍😍
Kak Umi
Cerita asyik dan enak untuk dibaca
Kak Umi
Ikut baca ya😍😍
Alia Chans: makasih kk dah mampir. semoga suka ya😉
total 1 replies
𝑊𝑎𝑤𝑎ᵃᵈʳⁱᵃⁿ
menurut ku diam bukan cara penyelesaian trbaik
_r: kak baca novel ku juga dong, judul nya tower of souls
total 2 replies
Nemicca˃ 𖥦 ˂
seru banget sukak
Nemicca˃ 𖥦 ˂: hehe pasti lah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!