NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:508.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

"Mereka sepertinya benar-benar menganggapmu sebagai dewi yang dilindungi langit," ujar Ji Yu dengan puas.

Li Zie yang baru saja bangun dan meregangkan tubuh di bawah selimut bulu rubahnya hanya menyeringai puas.

"Baguslah kalau mereka pintar. Setidaknya aku tidak perlu membuang energi untuk mengurus lalat-lalat itu lagi dan fokus untuk mencari emas," ujar Li Zie.

Li Zie bangkit, mengambil paha ayam dan mengunyahnya dengan nikmat dan berkata, "Biarkan mereka hidup dalam ketakutan. Dan kita dalam kebebasan."

 Li Zie benar-benar hidup seperti ratu di dalam pengasingannya. Paviliun reot yang dulunya dihina, kini menjadi area terlarang yang ditakuti semua penghuni kediaman Menteri Li. Li Mei sendiri sibuk mengurung diri, merawat wajahnya agar kembali mulus, namun hatinya selalu diliputi rasa takut.

Matahari siang itu bersinar terik, tapi suasana di paviliun reot Li Zie terasa sangat sejuk berkat Air Spiritual yang ia percikkan ke sekeliling ruangan. Li Zie berdiri di depan cermin pecah, namun pantulan wajahnya kali ini benar-benar berbeda.

Setelah bosan memakai hanfu tambalan dan baju curian pengawal, tadi malam ia menyelinap ke kamar Li Mei. Hasilnya? Sebuah hanfu sutra berwarna biru langit dengan sulaman benang perak berbentuk bunga plum, lengkap dengan satu set perhiasan giok putih yang masih tersegel rapi di dalam kotak beludru.

"Guru, Anda benar-benar terlihat seperti dewi yang turun dari khayangan," puji Ji Yu yang kini juga sudah bertransformasi. Ia mengenakan jubah pelayan kualitas tinggi berwarna navy, rambutnya tertata rapi dengan ikat kepala kain satin. Wajah Ji Yu yang bersih dan cantik justru telihat mirip Nona muda daripada seorang pelayan.

Li Zie memutar tubuhnya, membiarkan kain sutra itu berkibar anggun. Kulitnya yang glowing alami, hasil rutin meminum air spiritual terlihat kontras dengan warna biru hanfunya. Matanya yang jernih dengan bulu mata lentik mampu membuat pria mana pun lupa cara bernapas.

"Guru, kita mau ke mana hari ini?" tanya Ji Yu antusias.

Li Zie langsung melotot tajam, matanya berkilat galak. "Apa kubilang tadi?! Di luar sana, jangan panggil aku Guru!"

"Ah, maaf... Gu—"

"Panggil aku Nona Muda Shen!" potong Li Zie dengan nada otoriter namun tetap elegan.

Ji Yu langsung membungkuk hormat dengan gaya yang sedikit berlebihan dan berkata, "Baik, Nona Muda Shen yang cantik jelita sejagat raya."

Keduanya pun melangkah keluar dari paviliun reot yang kontras dengan penampilan mereka, mereka melompat keluar dari pagar pembatas kediaman Li yang biasa mereka gunakan untuk kabur ke pasar gelap.

Kali ini gerakan mereka terlihat begitu elegan, melompat dari dahan kedahan menjauh dari kediaman Li.

...****************...

Li Zie melangkah anggun memasuki restoran Lentera Langit restoran paling elit di ibu kota. Hanfu biru langit milik Li Mei itu melekat sempurna di tubuhnya yang sintal, membuat lekuk tubuhnya terlihat berkelas tanpa cela.

Di tambah Satu set perhiasan kalung dan anting-anting, dan hiasan rambut dari batu Giok putih, membuat penampilannya semakin mempesona

 Di sampingnya, Ji Yu yang sudah melepas penyamaran pria-nya, tampil segar dengan hanfu pelayan tingkat tinggi. Wajah Ji Yu yang biasanya garang dan arogan saat menjadi pengawal Tabib Agung, kini terlihat manis namun tetap memiliki tatapan tajam yang waspada.

Restoran Lentera Langit sedang ramai-ramainya saat dua sosok asing melangkah masuk, langsung membungkam semua obrolan di lantai dasar.

Di depan, Li Zie berjalan dengan keanggunan yang membuat orang sangsi kalau dia manusia. Kulitnya yang terkena Air Spiritual itu bercahaya tipis, membuat hanfu biru muda curian milik adiknya tampak seperti pakaian dewi langit.

Li Zie berjalan dengan elegan, tatapan matanya sangat misterius. membuat orang ragu untuk mendekat. Li Zie mengibaskan kipas cendananya perlahan, aromanya harum semerbak

Tepat satu langkah di belakangnya, Ji Yu beraksi. Dia tidak lagi terlihat seperti pelayan yang suka ngomel, melainkan pengawal yang berkelas yang justru gayanya sangat mirip dengan pengawal seorang putri dari istana.

Punggungnya tegak, wajahnya dibuat sekaku batu karang, dan matanya menyisir ruangan dengan tatapan tajam. Ji Yu sebenarnya sedang menahan geli setengah mati melihat manajer restoran lari tergopoh-gopoh menyambut mereka.

"Nona.... eh, Nona Besar, selamat datang! Mau meja di mana?" tanya si manajer sambil membungkuk berkali-kali karena melihat penampilan Li Zie bak seorang putri dari Kekaisaran.

 Ji Yu melemparkan koin emas ke atas meja resepsionis.

Tak!

"Meja terbaik. Yang paling jauh dari kerumunan manusia biasa," ucap Ji Yu dengan ekpresi angkuh yang di buat-buat, seakan ia tidak punya kesabaran. Ji Yu sangat menikmati perannya, "Nona saya benci kebisingan yang tidak bermutu."

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!