NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Cadangan

Bukan Pengantin Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.

Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"

Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"

Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aruni salah tingkah

“Setelah makan es krim, sikat gigimu sebelum tidur!” ucap Sena sambil lalu meninggalkan Arunika –menuju kamarnya sendiri yang ada di lantai satu.

Aruni mencebik, “memangnya aku anak kecil!” kesalnya. Namun dia segera berlari ke dapur untuk menikmati es krim yang dibelikan suaminya.

Awalnya Sena ingin mengajak Aruni ke kedai es krim, atau gelato tapi ternyata semua toko sudah tutup. Akhirnya, Sena mengantar Aruni ke mini market untuk membeli es krim yang dia mau. Dan Sena membelikannya banyak sekali. Seperti stok untuk makan seminggu.

Aruni  menumpahkan isi tas kresek putih itu dan tumpahlah semua es krim yang tadi dibeli di minimarket -di atas meja makan. Ada es krim stik, es krime cone, es krim cup kecil sampai cup besar bahkan ada es krim yang berbentuk mochi. Dengan berbagai rasa dan Sena membeli masing-masing dua piece untuk setiap varian.

“Gila! Ini sih stock es krim buat seminggu! Atau dua minggu ya?” gumam Aruni. Dia memandangi es krim yang berlimpah di atas meja makan dan mulai bingung mau makan yang mana.

“Ah! Mau es krim bentuk ikan ini ah!” pekiknya riang, lalu memasukkan yang lainnya ke dalam kulkas supaya tak mencair.

Saat Aruni sedang menikmati es krim di meja makan sambil membaca novel online di ponselnya, tiba-tiba ponselnya berdering. Nama Vivi muncul menghiasi layarnya.

Aruni mengangkat panggilan telpon itu, lalu menekan tombol loudspeaker karena tangannya sedang sibuk memegang es krim. Dia meletakkan ponselnya di atas meja, lalu mulai bicara. “Halo Vi? Ada apa?”

“Lu udah sampai rumah?” tanya Vivi dari sebrang.

“Iya, baru aja, nih. Kenapa? Pestanya masih ramai? Kamu mau pulang jam berapa? Jangan malam-malam loh, pulang sendirian juga.”

“Hais! Itu nggak penting. Ada yang lebih penting di sini. Eh, apa bener Mario tadi ketemu suamimu?”

“Iya, kenapa?”

“Mulutnya ember banget gila! Dia bilang ke orang-orang kalau lu udah nikah sama Om-Om tua. Dia juga bilang kalau lu nolak dia karena Mario Cuma naik motor bebek, sedang suamimu walaupun tua, naiknya BMW. Secara tidak langsung dia lagi ngehina lu dan nganggep Lu itu cewek matre!” gerutu Vivi dari sebrang.

Aruni terkekeh, “ya udah si, biarin aja,” jawab Aruni santai sambil melahap es krimnya.

“Lu, nggak marah? Gua aja kesel bukan main. Hampir saja gua gampar pipinya itu. Hargh! Nyesel gue dulu sempat ngejodohin Lu sma Dia! Ternyata mulutnya kayak tai! Laki apa bo*i si dia! Brengsek banget! Asli gue gedeg banget!”

Mendengar sahabatnya meluapakan emosi dengan kata-kata kasar dan sumpah serapah, Aruni malah makin tergelak.

“Heh! Lu jangan ketawa-ketawa aja! Masa lu diem aja di ledek begitu!”

“Aku nggak ngerasa diledek. Memang kenyataannya suamiku lebih tua, dan kaya. Terus masalahnya di mana?  Dia kan bilang yang sebenarnya. Ada bagusnya juga, aku jadi nggak perlu repot-repot nolak cowok-cowok yang deketin aku. Mereka bakal mnyingkir dengan sendirinya karena sudah tau info akurat dari Mario,” Aruni tergelak lagi lalu makan es krimnya lagi.

“Ebuset! Sok kecakepan amat Lu! Emang siapa yang deketin Lu selain si bo*i Mario itu? lagak lu…”

Aruni tergelak semakin kencang. Namun tawanya seketika dia bungkam ketika Sena keluar dari kamarnya dan berjalan melewati Aruni menuju kulkas besr di sudut ruangan.

Dia hanya memakai singlet hitam ketat yang kontras sekali dengan kulit putihnya dan celana training panjang berwarna abu-abu. Rambutnya sedikit basah -mungkin baru saja keramas. Beberapa helai menempel di dahinya.

Aruni tidak bisa bergerak. Sesaat menahan napas.

Matanya tanpa sadar menjelajahi tubuh Sena. Singlet hitam itu benar-benar memancing banyak imajinasi. Kainnya yang tipis dan ketat membentuk setiap lekuk otot di tubuhnya membuat Aruni tanpa sadar menelan saliva..

Bahu Sena bidang dan tegap -terlihat jelas karena singlet tanpa lengan. Otot deltoidnya membulat sempurna, membentuk garis tegas dari leher ke lengan. Lalu tangannya... lengannya besar dan berotot degan porsi yang pas tak terlalu besar, dan bisep yang menonjol setiap kali dia bergerak. Bahkan saat diam sekalipun, otot bisep itu terlihat padat dan kokoh, seperti diukir dari batu.

Dari lengan ke dada, singlet hitam itu membentang di atas bidang dadanya yang lebar. Otot dadanya terlihat jelas -berisi, tegap, dan membentuk kontur yang sempurna di balik kain hitam. Aruni bisa melihat dengan jelas garis-garis otot itu walaupun tertutupi kain hitam, dari atas dada hingga ke bawah, tempat perut mulai terlihat.

Perutnya. Perut Sena... Aruni hampir menarik napas dalam-dalam. Singlet hitam itu berakhir tepat di atas pusar, memperlihatkan bagian bawah perut yang rata dan keras. Ada garis otot yang samar di sana -tanda six pack yang tersembunyi di balik kain tipis. Perutnya tidak kekar berlebihan, tapi padat dan atletis. Ingin rasanya Aruni menaikkan tali pinggang celana training itu, agar bayangan samar di dalamnya tak membuatnya berimajinasi ke langit ketujuh.

Dan lengan bawahnya... otot-otot panjangnya tampak setiap kali jari-jarinya bergerak. Urat-urat biru tipis terlihat di kulitnya yang putih bersih, menunjukkan tubuh yang terbiasa dengan aktivitas fisik berat.

Sena menggerakkan lengannya untuk mengambil botol air mineral -dan Aruni melihat otot bisepnya menegang, membulat seperti bola kecil di bawah kulit. Ya Tuhan...

Aruni sadar dia sudah menahan napas.

Tubuh Sena... sungguh... sempurna.

Dia mencoba mengalihkan pandangan, tapi matanya tidak patuh. Matanya tak mau beralih dari celana training abu-abu berbahan jatuh yang menunjukkan dengan jelas bok*ng seksi dan sebuah tojolan di bagian depan. Lagi –Aruni menelan ludah kasar.

Sena menoleh. Matanya bertemu dengan Aruni.

"Kenapa?" tanyanya datar.

Aruni tersentak. Wajahnya langsung memerah.

"Nggak... aku... nggak..," jawabnya cepat, gugup. Buru-buru mengambil ponselnya yang tergeletak dimeja dan mematikkan sambungan telponya dengan Vivi.

Sena mengangkat alis. "Kenapa mukamu merah?"

Aruni sontak menangkup pipi, “Ng-nggak.. mungkin kedinginan karena makan es krim..."

Sena mengerutkan alisnya –bingung. Sejak kapan es krim bikin kulit merah? “Kamu ada alergi?” tanya Sena lagi sambil mendekati Aruni yang masih duduk kaku di kursi makan.

"Aku...nggak, aku balik ke kamar sekarang!" Aruni segera bangun, bergegas keluar dari kursinya, tapi kakinya malah tersangkut di kaki meja membuat Aruni Oleng dan hampir terjatuh. Untunglah dengan sigap Sena menagkapnya –dengan satu tangan –yang kekar dan berotot itu.

Aruni merasakan sesuatu yang keras menahan perutnya, itu lengan kekar Sena dengan tonjolan otot warna hijau. Aruni tanpa sadar  megusap lengan kekar itu sambil terkagum dan menelan ludah kasar. Bisa dibayangkan jika lengan kekar ini memeluknya, dirinya pasti merasa menjadi wanita paling terlindungi sedunia.

“Kau.. mau kugendong ke kamar?” tanya Sena dengan suara datar. Memandang Aruni yang masih bergelanyut di lengannya -menempel dan tak mau lepas.

“Eh? Apa!” Aruni langsung sadar dari lamunan, lalu bangkit dan menjauh dari Sena. “Maaf –aku balik ke kamar dulu!” lalu berlari secepat yang dia bisa menuju lantai dua.

Dia menutup pintu dengan agak keras, lalu menekan dadanya yang berdebar kencang.

Dasar Aruni, kenapa sih kamu tuh gugup begini hanya karena lihat suamimu sendiri?

Tapi di dalam hatinya, ada satu pemikiran yang tidak bisa dihilangkan:

Tubuh Mas Sena... ya Tuhan, Mas Sena seksi banget. Aaaaakkhh..!!

1
hiro_yoshi74
bisa galon juga mas brooot kk 🤭🤣🤣🤣
Tamie: wkwkwk.. sementara masih galon kadang, ntar pasti uis lali blas.. 🤣🤣
total 1 replies
Hiro Yoshi
ih bahaya ta Lina sama bikin sahabatan
pantes kalo malem suka kluyuran 🤭🤣🤣🤣
Tamie
gaes... yuk like dan komen sebanyak-banyaknya, biar novel ini rame dan othor-nya semangat nulisnya ya.. hehehe... love you to the bone.. eh to the moon...🤭🤭
Hiro Yoshi: gabut kk hiburan ku cuma bc nopel
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
hiro_yoshi74
ciiiie ...... yg mulai peka terhadap rangsang .....
hiro_yoshi74
wes lumayan run ngo samgu merem ......
hiro_yoshi74
nah kan malah treveloka ru .....🤣
hiro_yoshi74
aku tau otak mu mas brott..... pasti mau perpanjang dari setahun jadi selamanya .
tak tunggu bgt ms brot bucin akut sama runi kk tam
hiro_yoshi74: he e.... yang pasti posesip bngt dah
total 2 replies
hiro_yoshi74
wk wk ..... macam guguk bae vi di rantai .

emang mas brot ngeri juga vi kalo mode posesip .....
hiro_yoshi74
patik🔥 terus dit sampe mas brott tebakar api cembokur 🔥
sampe ngaku kalo do'i jelose kalo perlu🤭🤣🤣🤣
Tamie: Adit lg jd kompor mbleduk 🤣😅
total 1 replies
hiro_yoshi74
nass jangan bilang idenya sesat modelan vivi kk tam ?


kayake adit sama vivi satu frekuensi dah kk


..... asbun 🤭🤣🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: jangan bilang mau cekokin 🥂 pulang" jadi es teler 🤭
total 2 replies
hiro_yoshi74
rejeki nomplio0k vi ......
kpn lagi numpak mobil mahal .......
trik mu emang siiip lah...👍
dalam benak mas broot ....
mbok yo kira kira lah vi . mosok macak cantik . mbahenol secara lo kan milih dress merah menyala ada belahanya dandan cetar membahana kok naik motor awut awutan loh nanti pas turun 🤭
hiro_yoshi74
kalah telak .. selamat menjilat ludah sendiri 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
tak kirain vivi tepi lebih kalem dari runi ehhhhhhh kok modelan bisikan setan yg terkutuk kk 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
semangat kk tam aku
padamu
bnyak tiponya
Tamie: iya ngerti bgt lah..... pokoke i lop u pull...
total 6 replies
hiro_yoshi74
cieee ms broot mulai posesip 🤭💃
hiro_yoshi74
wah sesat vi.
berasa godaan setan yang terkutuk itu run 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
yg pwnting kenyang dulu run malunya no 2 in aja🤭
hiro_yoshi74
wk ,,,, kejawab sudah penasaran nya .....
ternyata diam " jutek" ada rasa yang mulai menjalar tumbuh di hati mas brot..... gass lah mas brot runi kan hallal🤭
Tamie: 🤭🤭🤭🤭.....
total 1 replies
hiro_yoshi74
kok nyesal ????....
mungkikah.. mas brot jatuh cinta dgn runi ....?????
kk tam iki pie .......?
🤭🤭
hiro_yoshi74: nah kan bikin penasaran ........
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!