tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
member blake heart
Di belakang sekolah tampak delapan pemuda, empat laki-laki dan empat perempuan. Mereka tampak sedang berpamitan.
" Yaudah kalo gitu kami pulang dulu ya" pamit Milenia sudah melepas masker nya.
" Thanks semuanya" sahut salah satu teman Milenia. Nama gadis itu adalah Lucivera, biasa di panggil Luci. Dan satunya lagi bernama Ellarika, biasa di panggil Ella. Mereka semua termasuk Tivane adalah member Blake heart. Yah.. seperti yang di bilang Milenia. Mereka datang karena di suruh oleh seseorang. Dulu saat di Kalimantan Tivane juga ikut dalam kegiatan itu.
" Yah.. masih kangen.." rengek Tivane.
Milenia terkekeh pelan dan memeluk sahabatnya itu.
" Besok kita main oke?" Ucap Milenia. Sebenarnya ia juga masih ingin berlama-lama dengan sahabatnya itu. Tapi ia harus mengantar Ella dan Luci kembali ke penginapan mereka.
" Yaudah deh. Besok kita ketemu di taman" ucap Tivane sambil melihat ke arah Rigecherta seolah meminta izin.
" Iya.. besok ketemu. Aku yang ngantar. Sekarang kita juga harus pulang." Ucap Rigecherta memberi pengertian sambil mengelus rambut Tivane .
" Apaan dah mesra-mesraan depan orang jomblo" sungut Luci yang memang mulutnya blak-blakan.
" Tau tuh. Liat tempat dikit kek" Skyler ikut mendecih sinis ke arah Tivane dan Rigecherta.
Semua kepala sontak menoleh ke arah Luci dan Skyler.
" Serasi banget. Sama-sama julid." Goda Ella pada Luci membuat Luci melotot.
" Eak.. si Sky ada temen julid" sahut River tak kalah heboh. Sepertinya Ella dan River sama. Sama-sama tukang rusuh.
" Kalian udah pada cocok tuh. Mending pada nge date aja." Suruh Veros dengan wajah datar dan kalemnya.
" Iya tuh. Dari pada nge julid sama nge rusuh. Mending kalian pacaran gih" ucap Milenia.
" Khem. Kalo kata gue sih udah pada punya pasangan " goda Tivane melirik mereka satu persatu.
" Heh! Bucin diem!" Sungut River padahal aslinya malu karena di pasangkan.
" Udah-udah! Kalo gitu kami pamit dulu ya. Salam Blake heart!" Pimpin Milenia berjalan ke arah mobil mereka yang terparkir tak jauh dari tempat mereka. Ya itu adalah gerbang belakang sekolah yang sudah jarang di pakai. Mungkin hanya akan di lewati oleh murid yang bolos atau terlambat tapi malas di hukum.
" See you guys!" Riang Ella melambai saat mereka sudah masuk ke dalam mobil hitam yang terdapat logo bunga mawar hitam di body mobil itu.
" Bye-bye! Sehat sehat member Blake heart!" Semua melambai saat mobil itu melaju pergi.
" Keren ya mereka." Puji Skyler saat mobil itu sudah pergi dan mereka juga berjalan ke arah parkiran dimana motor mereka tadi terparkir.
" Iya keren." Jawab Veros membuat mereka menoleh kaget karena Veros itu tipe orang yang susah memuji.
" Gue juga bagian dari mereka." Ucap Tivane membuat mereka manggut-manggut paham.
" Yaudah byee!" Rigecherta dan ketiga temannya berjabat tangan ala mereka sebelum ke motor masing-masing.
Tivane langsung naik ke boncengan motor Rigecherta dan Rigecherta melajukan motornya menuju rumah Tivane.
" Makasih Cherta" ucap Tivane saat ia turun dari motor Rigecherta dan memberikan kembali helm itu pada Rigecherta.
" Sama-sama my princess. Sana kamu masuk!" Suruh Rigecherta kalem.
" Kamu aja duluan pulang." Tivane malah menyuruh Rigecherta balik.
" Kamu mau masuk atau mau aku antar sampai pintu?" Tanya Rigecherta membuat Tivane langsung menggeleng.
" E-eh nggak usah." Ucap Tivane namun tak di hiraukan Rigecherta.
Pemuda itu menarik tangan Tivane lembut dan mengantarnya sampai depan pintu.
" Om. Anaknya udah pulang nih!" Lapor Rigecherta saat melihat Aliandra duduk di ruang tamu.
" Oh udah pulang. Rige mau nginap kah?" Tanya ayah Tivane membuat Tivane melotot kecil.
" Ih papa apaan sih?!" Decak Tivane malu.
" Ya emang kenapa sih? Waktu kecil juga sering tidur bareng kok" ucap Aliandra hanya bercanda membuat wajah Tivane memerah.
" Ya itukan dulu pah" rengek Tivane membuat Aliandra terkekeh.
" Nggak dulu deh om. Kasian mama sendirian di rumah" ucap Rigecherta sopan.
" Yaudah hati-hati ya" pesan Aliandra membuat Rigecherta mengangguk.
" Aku pulang dulu. Sana kamu masuk" ucap Rigecherta membuat Tivane mengangguk.
" Hati-hati nyetirnya" ucap Tivane.
Rigecherta mengangguk dan melambai sambil berjalan kembali ke motornya. Sebelum melajukan motornya Rigecherta sempat-sempatnya mengedipkan sebelah mata pada Tivane membuat Tivane mengangguk malu-malu dengan wajah merah.
* Besoknya *
Tivane sedang bersiap-siap di kamar nya untuk bertemu dengan Milenia.
" Tivane ada Rige di depan!" panggil ayah Tivane dari ruang tengah.
" Iya pah. Ini Tivane turun" sahut Tivane langsung turun dan melihat ke depan. Ternyata tak hanya Rigecherta. Veros, Skyler, dan River juga sudah standby di atas motor masing-masing.
" Kalian mau ngapain?" Tanya Tivane mengambil sepatu di rak sepatu.
" Kita mau ikut" jawab Veros santai.
" Lah?" Tanya Tivane bingung.
" Iya. Katanya anak-anak Blake heart juga pada ikut" jawab River membuat Tivane mengangguk dan langsung menghampiri Rigecherta.
Rigecherta dengan sigap langsung memasangkan helm dan mengaitkan helm.
" Makasih" ucap Tivane langsung naik ke boncengan Rigecherta.
" Yok lah. Lo di depan Rige." Ucap Skyler membuat Rigecherta melaju lebih dahulu di ikuti mereka di belakang.
* Di taman *
" VANE.." ucap Milenia riang dan berhambur ke pelukan Tivane.
" Aaa.. kangen.." rengek Tivane juga memeluk Milenia dengan erat dan berputar-putar.
" Lucu. Nggak nyangka kalian member Blake heart" ucap Veros terkekeh kecil melihat Tivane dan Milenia yang berpelukan seperti bocah.
Luci curi-curi pandang ke arah Veros yang terkekeh kecil membuat Luci sedikit terpana dan ikut tersenyum.
' ganteng juga dia' ucap Luci dalam hati dan terkekeh pelan.
" Kita makan yok" aja River.
" Kuy lah" semua langsung mengiyakan dan mereka berjalan ke arah penjual nasi.
" Yok biar kami yang teraktir" ucap Milenia membuat para cowo mendelik.
" Nggak lah. Biar kami aja yang bayar." Tolak Skyler.
" Nggak papa. Hitung-hitung makasih kami karna kalian bantu kami tadi malam" ucap Ella.
" Nggak perlu. Justru kalian yang jalanin misi dengan baik. Jadi acara kami nggak kayak tahun kemarin" ucap River.
" Udah lah biarin aja mereka yang bayar" ucap Tivane merangkul Milenia dan memilih duduk terlebih dahulu.
Milenia ikut duduk di sebelah kiri Tivane dan Rigecherta di samping kanan Tivane.
" Tapi lain kali kami yang traktir" ucap Milenia.
" Iya.." jawab Skyler dan River bersama.
" Kalian pesen aja apa yang kalian mau" sambil merangkul bahu Tivane santai.
" Lo yang bayar?" Tanya Veros membuat Rigecherta mengangguk.
" Asik.. makasih pak ketu" seru River dan Skyler semangat.
" Makasih. Kamu baru gajian ya?" Tanya Tivane. Rigecherta hanya mengangguk pelan.
Veros dan Skyler langsung memesan makanan mereka dan kembali duduk.
" Ekhem..." Dehem River dan Ella tak sengaja bersamaan. Semua mata langsung menatap keduanya.
" Cie..." Kini mereka yang digodain.
" Udah pacaran aja kata gue mah" celatuk Milenia ringan membuat mereka semua tertawa.
" Udah sehati bangat keliatannya" Veros juga ikut bersuara. Suasana semakin heboh karena melihat River dan Ella menunduk malu.
" Kita punya couple baru guyss.." heboh Skyler.
" Nggak! apaan sih." Decak Ella melotot namun river malah berkata santai.
" Orang udah jadian kok" iseng River membuat suasana kembali rusuh.
" Anjay.. jangan lupa PJ ya" semua langsung bertepuk tangan heboh.
Ella dengan geram langsung menabok kepala River membuat River cengengesan.
" Bercanda elah. Galak amat dah" bukannya kapok River malah kembali menggoda.
" Bacot lo" sembur Ella galak.
" Ini semua ya pesanannya" ucap dua pelayan datang mengantar pesanan mereka.
" Makasih..." Ucap mereka serempak.
Karyawan itu langsung pergi setelah selesai mengantar pesanan mereka.
Mereka mulai mekan dengan damai.
" Kalian udah pacaran berapa lama?" Tanya Luci penasaran karena melihat Rigecherta sangat lengket pada Tivane.
" Hm... Baru satu tahun ini sih" ucap Tivane lalu tersenyum ke arah Rigecherta.
Rigecherta mengelus pelan kepala Tivane membuat yang lain meleleh iri.
" So sweet " rengek Ella gemas.
" Noh minta sama si River " sahut Milenia pada Ella dengan enteng.
" Ogah." Tolak Ella tajam.
" Uh.. kit heart" ucap River dengan alay nya memegang dadanya.
Semua langsung kembali tertawa bahkan Skyler sampai menabok lengan Veros.
" Eh.. bayaran kita udah masuk!" Info Milenia membuat anak Blake heart langsung berbinar.
" Asik.." heboh anak Blake heart. Padahal mereka awalnya hanya iseng ingin membantu. Namun seiring orang memakai jasa mereka. Itu sudah seperti masukan uang jajan bagi mereka. Padahal orang tua mereka juga lumayan. Itu bisa di bilang hanya hobi mereka.
" Ayo kita main.. kali ini kamu yang neraktir" riang Luci menyeret tangan Milenia dan Veros tak sengaja.
" Eh maaf. Gue kira tangan Ella tadi" ucap Luci gugup.
" Hm" dehem Veros sebagai jawaban singkat.
" Ayo lah. Hari ini kita main rame-rame" riang Tivane juga mengandeng tangan Rigecherta.
Rigecherta membayar semua pesanan mereka dan ikut bersama.