Alana Novela gadis cantik berkacamata yang terlihat cupu di hadapan orang-orang yang selalu memandangnya dengan spele, Alana seorang anak yang selalu dibeda-bedakan oleh ibu tirinya.
Semula kehidupan Alana yang terlihat bahagia dan manis bersama kedua orang tuanya sirna saat Alana harus menghadapi kenyataan bahwa ia terlah kehilangan sang ibu untuk selamanya, dan itu pula yang menjadi awal mula perubahan hidup Alana karena sang ayah yang ingin menikah lagi dengan seorang wanita beranak satu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon r_nnadilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Ada apa mama dan daddy kesini?" Tanya Regan duduk di hadapan orang tuanya dengan santai.
Sementara Alana menunduk dalam, ia ingin sekali menghilang dari bumi saat ini ketika melihat tatapan mama Amanda dan Renata.
"Tunggu, kenapa Renata juga menatapku seperti itu? Apakah dia juga melihat kelakuan g*la Regan tadi?" Batin Alana.
"Apakah kami mengganggu kalian nak?" Tanya daddy Tomi membuat Renata dan mama ingin tertawa.
"Ti-tidak daddy." Bukan Regan yang menjawab pertanyaan daddy, melainkan Alana.
"Kami kesini karena khawatir dengan Alana Regan, dia pasti terkejut dan merasa terluka oleh perlakuan oma, opa, dan juga tante mu." Ucap daddy Tomi.
Regan melirik Alana sekilas, ya istrinya itu memang terluka dan Regan sadar akan hal itu. Terlihat jelas dengan Alana yang lagi dan lagi meminta untuk berpisah, sementara Regan ia tidak ingin kehilangan Alana.
Regan sendiri tahu wanita seperti Alana yang mandiri tidak akan takut kehilangan lelaki yang tidak bisa melindungi nya, karena itu Regan akan berusaha untuk selalu melindungi Alana.
"Alana baik-baik saja dad," jawab Alana dengan tulus.
"Kak kau sungguh baik-baik saja?" Tanya Renata ikut khawatir.
Selain itu adik Regantara juga merasa heran bagaimana bisa Alana dan Regan seperti orang asing di hadapan mereka, padahal tadi Renata melihat jelas bagaimana sang kakak yang menyerang Alana dengan brutalnya. Namun kini keduanya terlihat biasa saja, apakah Regan war*s bersikap datar kepada istrinya? Begitulah isi pikiran Renata.
"Aku baik-baik saja," jawab Alana.
Jujur ia merasa segan untuk bertemu dengan Amanda, karena dulu wanita yang kini menjadi mama mertua nya adalah pelanggan toko kue Alana yang paling royal.
"Al mama mau bicara dengan kamu boleh?" Tanya mama, Alana mengangguk dan mengikuti langkah mama Amanda.
Kini keduanya duduk di kursi dekat kolam renang, Alana menatap mama Amanda yang juga sedang menatapnya dengan lembut.
"Al," panggil mama Amanda.
"Iya ma," balas Alana.
Mama menarik kedua tangan Alana dan menggenggam nya, mama menatap mata indah menantunya.
"Tetaplah di samping Regan apapun yang terjadi," ucap mama Amanda.
"Mah Alana," lirih nya.
"Al, mama percaya Regan dan mama yakin benar-benar bukan Regan yang menghamili Alma. Daddy juga Regan sudah menyelidiki semuanya, dan benar-benar bukan Regan nak." Ucap mama.
"Tapi bagaimana jika mbak Alma tetap menginginkan Regan?" Tanya Alana.
"Itu bukan masalah besar, karena yang Regan inginkan saat ini bukan Alma Al. Melainkan kamu, mama lihat cinta Regan kini untuk kamu." Ucap mama, saat mereka sedang berbincang Renata datang dan duduk disana.
"Kak Regan baik kok kak, melihat perlakuan kak Regan untuk kakak aku yakin jika sekarang kakak adalah satu-satunya wanita yang dicintai kakakku." Ucap Renata.
"Regan rapuh Al jika kamu pergi darinya, dan mama mohon kuatkan diri kamu untuk menghadapi Alma dan keluarga daddy ya." Ucap mama.
"Mama benar, saat kak Alma kembali nanti kakak harus bisa melawannya. Kak Regan milik kakak jadi kakak berhak mempertahankan apa yang sudah menjadi milik kakak." Ucap Renata.
"Kami disini untuk kamu sayang percaya sama mama ya." Ucap mama Amanda, akhirnya Alana pun mengangguk dan meyakinkan dirinya jika ia bisa benar-benar menaklukan seorang Regantara Davis.
...
"Ngobrol apa tadi sama mama?" Tanya Regan, kini kedua sejoli itu sudah berada di kamar mereka.
"Gak ada," jawab Alana bohong.
"Benar?" Curiga Regan.
"Eumm, kamu cinta gak si sama aku?" Tanya Alana yang kini menatap Regan, pertanyaan Alana membuat Regan tertawa.
"Kenapa nanya gitu, hmmm?" Tanya Regan menarik Alana hingga wanita itu duduk di atas pangkuan nya.
"Pengen nanya aja si, kalau gak cinta juga gak masalah." Jawab Alana enteng, Regan benar-benar gemas melihat Alana hingga ia menggigit pipi Alana.
"Assh, Regan sakit." Pekik Alana.
"Kalau gak cinta ngapain saya setuju buat nikahin kamu si Al, ngaco aja kalau ngomong." Ucap Regan.
"Tapi dulu kita belum saling kenal loh ya, kamu juga pas awal nikah gak ada tuh manis-manis nya sama aku." Ucap Alana membuat Regan menatap Alana dengan lembut.
"Memang nya harus gimana, hmmm?" Tanya Regan membuat Alana mendengus.
"Ck, sudahlah aku ingin tidur." Ucap Alana merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
"Yakin mau tidur?" Tanya Regan, tak ada jawaban dari Alana hingga membuat Regan tersenyum.
Pagi hari Revan sudah berdiri di samping mobil Regan, Alana berjalan menghampiri Revan dengan wajah yang terlihat ceria.
"Pagi pak Revan," ucap Alana yang langsung masuk kedalam mobil.
"Pagi nona," balas Revan tersenyum manis kepada Alana.
"Gak usah senyum-senyum, mau saya jahit bibir kamu?" Ucap Regan membuat Revan gelagapan.
"Maaf tuan." Ujar nya.
"Buset sejak kapan tuan Regan sentimen menyangkut nona muda? Ah, apa hubungan mereka semakin membaik?" Batin Revan.
"Pak Revan sudah sarapan belum? Ini saya bawain sarapan untuk pak Revan." Ucap Alana meletakan kotak bekal di samping Revan.
"Terimakasih nona," ucap Revan.
Sikap manis Alana terhadap Revan membuat Regan kebakaran jenggot, bukan apa-apa Alana melakukan itu. Ia ingin tahu sebesar apa Regan tertarik kepadanya.
Saat sedang dalam perjalanan menuju kantor tiba-tiba saja ponsel Revan berdering menandakan panggilan masuk, Revan menjawabnya dan mengatakan oke.
Hingga mobil putar arah bukan menuju kantor, melainkan menuju bandara membuat Alana dan Regan mengernyit heran.
"Kita mau kemana?" Tanya Alana.
"Maaf nona tuan Aldi meminta saya untuk menjemput nona Alma." Balas Revan.
Deg... Jantung Alana berdegup kencang, ia menatap Regan yang ada di samping nya dengan tatapan nyalang.
"Saya tidak tahu jika Revan akan menjemput Alma," ucap Regan tiba-tiba.
"Awas kau." Ancam Alana mengerucutkan bibirnya.
"Revan bonusmu bulan ini tidak akan turun!" Ucap Regan.
"A-apa? Kenapa saya tuan," panik Revan.
"Kau pikir sendiri," balas Regan.
"Tuan," mohon Revan.
"Kau membuatku dalam masalah besar bo*oh," sengit Regan hingga membuat Revan menatap Alana yang juga menatapnya dengan tajam.
"Nona," bujuk Revan.
"Bukan urusan saya," santai Alana dengan tatapan sinis nya.
Revan menelan saliva nya ini kali pertama Alana menatapnya dengan sinis, biasanya Alana hanya akan bersikap ketus dan sinis kepada Regan.
Sesampainya di bandara Revan melihat Aldi yang berjalan diikuti oleh seorang wanita, ya dia adalah Alma Naira kekasih tuan nya.
"Honey," panggil Alma berjalan cepat hedak memeluk Regan.
Namun Regan menghindar dan berdiri di belakang Alana, Alma mengerucutkan bibirnya kesal dengan sikap Regan.
"Gak lagi-lagi gue terima tugas dari lo re kalau akhirnya tetep kebobolan," keluh Aldi membuat Revan tertawa.
"Aldi," rengek Alma.
"Bener kan, udah lah Al gue nyerah jalanin tugas dari Regan. Sebaiknya lo bicara dulu sama Regan." Ucap Aldi.
"Si*l, kenapa Regan harus minta Aldi terus mata-matain gue si. Kalau kaya gini gue gak akan bisa nipu Regan kalau anak yang gue kandung benar-benar bukan anak nya, Louis bo*oh udah gue bilang keluarin di luar juga." Batin Alma, ia menatap Regan yang menatapnya dengan dingin.
.
.
.
.
.
N: Si Alma agak lain🤸
A: Dia ingin semuanya Uun😅
N: ya gak gitu dodol 😌
A: ya mana kutahu 😅
N: Hilih 😌