NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Suasana ruang rapat utama Kincaid Group London di lantai 40 terasa begitu mencekam. Meja elips raksasa menjadi pembatas antara dua kekuatan besar yang siap berseteru. Di satu sisi, Alfie Kincaid duduk di kursi kepemimpinan, didampingi oleh Willa Kincaid yang tampak tegang serta Nadia yang duduk anggun sembari memperbaiki tatanan rambutnya.

​Alfie menatap pintu ganda berbahan kayu yang masih tertutup. Jantungnya berdegup tidak karuan. Hari ini adalah hari yang paling ia tunggu-tunggu, hari di mana ia akan bertatap muka secara langsung dengan sosok Chief Creative Director sekaligus perwakilan utama Ellis Corporation.

​Pintu terbuka lebar. Xavier Ellis melangkah masuk terlebih dahulu sambil mengibaskan mantelnya sebelum memberikan ruang bagi sosok di belakangnya.

​Emma melangkah masuk dengan ketenangan yang menghipnotis seluruh ruangan. Ia mengenakan setelan blazer abu-abunya. Wajah anggunnya terpampang jelas di bawah pendar lampu kristal ruangan.

​Willa secara refleks berdiri dari kursinya hingga kursi yang ia duduki bergeser keras ke belakang. Matanya membelalak sempurna dan wajahnya mendadak pucat bagaikan mayat.

​"F-Flossie?!" pekik Willa dengan suara gemetar hebat.

​Nadia menahan napasnya dan tangannya mencengkeram tepi meja hingga kuku akriliknya melengkung.

"Tak mungkin. Wanita di bandara kemarin. Wanita ini Flossie?!"

​Alfie tersentak berdiri dan matanya memerah penuh guncangan emosi. Seluruh sel di tubuhnya berteriak histeris saat menatap wajah yang begitu ia kenali hidung mancung itu dan bentuk bibir itu. Namun, detik berikutnya kenyataan menghantamnya.

​Wanita di hadapannya memiliki tahi lalat halus di bawah mata kirinya yang tak pernah dimiliki Flossie. Kulitnya memancarkan warna dan tekstur yang jauh berbeda, hasil perawatan estetika medis Eropa kelas atas, serta sorot matanya yang sangat dingin, percaya diri, dan dipenuhi dominasi keangkuhan sama sekali tidak menyisakan sedikit pun jejak Flossie yang lembut, naif, dan pemalu.

​"Flossie sudah mati empat tahun lalu di tengah badai, Nyonya Kincaid," potong Xavier dengan tawa sinis yang memecah pembekuan ruangan.

"Sungguh penghinaan besar bagi tim kami jika Anda menyamakan perwakilan utama Ellis Corporation dengan wanita malang yang gagal dalam sejarah keluarga Anda."

​Emma terkekeh pelan, sebuah nada suara yang renyah namun begitu merendahkan. Ia duduk di kursi utama rombongan Ellis, merapikan ujung blazernya dengan keanggunan seorang bangsawan.

​"Tampaknya rasa bersalah masa lalu membuat keluarga Kincaid menderita halusinasi berat," ujar Emma dalam bahasa Inggris beraksen Prancis kental.

Ia menatap Willa dan Alfie bergantian tanpa getaran sedikit pun.

"Jika wajah saya mengingatkan Anda pada seseorang dari masa lalu, itu hanyalah kebetulan biologis yang tidak menguntungkan bagi saya. Nama saya Emma Ellis dan saya datang ke sini untuk urusan bisnis bukan terapi psikis keluarga Anda."

​Alfie perlahan terduduk kembali dan napasnya memburu. Rasionalitas Alfie mencoba mencerna keadaan. Flossie tidak bisa berbahasa Prancis dengan fasih dan Flossie tak pernah punya keberanian menatap matanya dan yang paling utama Flossie tak pernah memiliki koneksi darah dengan dinasti Ellis.

​"Maafkan ketidaksopanan ibu saya, Madame Ellis," ujar Alfie dengan suara parau yang ditahan dan matanya masih tak bisa lepas dari tiap inci wajah Emma.

"Wajah Anda memang sangat mirip dengan mendiang mantan istri saya."

​Nadia yang berusaha menguasai kepanikannya menatap Emma dengan tatapan benci. Sebagai wanita yang bercita-cita menguasai Kincaid Group, ia merasa terancam oleh aura Emma yang begitu dominan.

​Nadia berdehem keras dan menyilangkan kakinya dan melemparkan berkas analisis proyek ke tengah meja.

​"Sangat mengagumkan melihat seorang desainer Eropa begitu percaya diri," sindir Nadia dengan senyum sinis.

"Tapi mari kita realistis, Madame Vance. Kincaid Group memiliki sejarah panjang dalam penguasaan rantai pasok industri busana di Asia. Anda mungkin memiliki nama besar ELLIS, tetapi tanpa pengalaman praktis di pasar lokal yang rumit, draf ekspansi yang Anda ajukan ini hanyalah angan-angan teoretis yang amat riskan. Jangan sampai dana suntikan Anda justru terbuang percuma karena ketidakpahaman Anda atas medan pertempuran."

​Alfie mengerutkan kening hendak menegur Nadia karena bertindak di luar wewenang, namun Emma sudah lebih dulu merespons.

​Emma menyandarkan punggungnya dan menatap Nadia seolah sedang melihat seekor serangga kecil yang mencoba mengganggu jalannya.

​"Nona Nadia, benar?" tutur Emma tenang, jemari lentiknya mengetuk-ngetuk permukaan meja kayu.

"Sangat menarik mendengar wejangan bisnis dari seorang wanita yang rekam jejak utamanya hanyalah mengandalkan dana perwalian keluarga Kincaid untuk menyelesaikan kuliah di Belanda."

​Wajah Nadia seketika memerah padam.

"Apa katamu?!"

​"Mari kita bicara angka," pangkas Emma, suaranya berubah menjadi teramat dingin dan tajam.

"Laporan analisis yang Anda banggakan itu mengabaikan inflasi bahan baku tekstil di Asia Timur sebesar empat koma delapan persen untuk kuartal depan. Efisiensi rantai pasok yang Anda sebutkan justru bocor di divisi logistik Kincaid Group hingga dua belas persen akibat manajemen internal yang amat amatir."

​Emma melempar sebuah berkas tablet digital yang langsung menampilkan grafik merah menukik tajam ke layar utama ruangan.

​"Dua tahun terakhir, di bawah pengawasan finansial yang disarankan oleh orang-orang tak berkompeten seperti Anda, efisiensi modal Kincaid Group mengalami kemunduran terburuk sepanjang sejarah," lanjut Emma dengan analisis mematikan.

"Jadi, Nona Nadia, ketimbang memberi saya kuliah tentang risikonya pasar, saya sarankan Anda belajar membaca laporan arus kas dengan benar terlebih dahulu sebelum berani membuka suara di meja negosiasi Ellis Corporation."

​Seluruh jajaran direksi Kincaid Group di dalam ruangan menunduk malu. Argumentasi Emma begitu tajam, dan tak terbantahkan, mematahkan Nadia hingga tak bersisa.

​Nadia mengepalkan tangannya rapat-rapat, bibirnya gemetaran karena malu dan marah yang membakar dada. Ia dilucuti dan dipermalukan secara terbuka di depan Alfie dan seluruh dewan komisaris.

​Sementara itu, Willa yang duduk tak jauh dari Emma hanya bisa terdiam dengan mata melebar.

​"Baiklah," sela Alfie.

Ia memutus ketegangan yang semakin mencekam. Pria itu menatap Emma penuh dengan intensitas obsesif yang tak lagi bisa disembunyikan.

"Kincaid Group menyetujui seluruh draf kemitraan darurat ini. Kami bersedia menyerahkan hak monopoli penuh divisi mode kami kepada Ellis Corporation demi amannya suntikan likuiditas."

Xavier menggeser berkas dokumen perjanjian resmi ke hadapan Alfie dan Emma.

​Emma mengambil pena mewahnya dan membubuhkan tanda tangan anggun di atas lembaran kesepakatan yang secara legal mulai mencengkeram leher Kincaid Group.

​"Pilihan yang sangat bijak, Mr. Kincaid," ujar Emma pelan sembari menutup berkas dokumen.

"Suntikan likuiditas akan segera dicairkan, dan mulai detik ini, divisi mode Kincaid Group resmi berada di bawah kendali penuh Ellis Corporation."

1
Diana Silaen
penyesalan yang tiada ujung
Quinza Azalea
next thor💪
Diana Silaen
mantaap lanjut Thor 👍👍🌟🌟🌟
Diana Silaen
sungguh luar biasa kamu Emma wanita hebat
Diana Silaen
👍👍👍🌟🌟
Diana Silaen
tolong selamatkan ibu dan bayinya, pliis😭
Miarosa: /Sob/
total 1 replies
Diana Silaen
aduh,takut ngak ada yg nolongin
Diana Silaen
semoga suamimu dan mertuamu menerima perbuatan mereka
Ma Em
Kasihan sekali kamu Alfie makanya jgn langsung percaya pada orang lain meskipun itu ibumu sendiri selidiki dulu kebenaran nya sekarang Alfie baru menyesal dan itupun penyesalanmu sdh terlambat .
Juli Restiarini
𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
Icha Arlita
makanya di pikir dulu, mampus
siti Syamsiar
👍lanjut thor
Miarosa: Bab 29 sdh dilanjut
total 1 replies
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!