Naima dan Nayara adalah kaka beradik yatim piatu dua bulan yang lalu ayahnya yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di susul ibunya pergi meninggalkan kedua putri cantiknya yang masik kecil harus berjuang sendiri dalam kehidupan getir di dunia ini.
Bi Ira yang merupakan adik kandung ayah Naima dan Nayara dengan tega menjual kedua keponakannya pada mucikari. Mereka yang tidak tahu sudah di jual oleh bibi Ira tanpa rasa curiga ikut dengan Mucikari.
Tanpa mereka sadari jika mereka sedang di giring masuk dalam penderitaan yang akan mencabik jiwa dan raga.
Naima adalah kakak dari Nayara. Naima berusia 14 tahun sedangkan Nayara berusia 7 tahun saat di jual oleh Ira.
Naima di paksa menjadi pelacur, demi melindungi Nayara ia rela mengorbankan dirinya.
Naima menyuruh Nayara untuk melarikan diri dari tempat jahanam itu.
Nayara berhasil pergi namun Ia tidak tahu harus kemana?
Hingga di pertemukan dengan seorang CEO tampan dan baik hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Like Father Like Son
Abidzar mendorong kursi roda Nayara menuju Ruangan Radiologi untuk melakukan rontgen pada bahu Kiri Nayara.
" Pak Abi tidak perlu repot seperti ini, biar perawat saja yang mengantar,bukankah Pak Abi ada rapat penting." Nayara merasa tidak enak pada Abidzar yang sedang mendorong kirsi roda Nayara padahal di belakang Abi ada 2 perawat mengikuti mereka.
" Tidak apa-apa, sekalian jalan pulang." Abi menjawab dengan tenang, padahal Ayahnya Ibrahim sedang menunggunya di kantor.
" Naya, Aku pergi, nanti perawat akan mengantarkanmu ke kamar, istirahatlah nanti siang aku kembali." Abi pamit, seperti seorang suami pada istrinya.
" Iya Pak, anda tidak perlu khawatir." Jawab Nayara.
Yang merubah panggilan dari tuan baik hati menjadi Pak Abidzar, Ia masih belum terbiasa memanggil Abidzar dengan sapaan Mas.
Semua para karyawan rumah sakit berbisik-bisik membicarakan Tuan muda Malik yang mendorong kursi ruda seorang wanita cantik.
Mereka tahu jika Abidzar tidak pernah dekat dengan perempuan lain setelah dengan Ayesha mantan tunangannya.
" Siapa gadis cantik beruntung itu, bisa membuka hati tuan muda Malik." Ucap perawat bernama Ayu.
" Iya Kau benar beruntung sekali dia." ucap teman ayu.
Setelah berpamitan dengan Nayara Abidzar segera menuju Perusahaan Malik Group.
Gedung Tinggi Pencakar langit milik MG ( Malik Group) berdiri kokoh.
Abidzar sampai di basement MG , Keamanan MG menyapa Abidzar dengn hormat.
" Selamat pagi Pak Abi." Ucap Yosep Petugas keamanan paling muda menyapa Abidzar.
" Pagi, tolong parkirkan mobilku." Abidzar menyerahkan kunci mobil pada Yosep. Setelah itu Ia langsung masuk.
" Pak Abi itu orangnya baik ya Bang, Gak sombong. Beda dengan Adik sepupunya Pak Devan kebangetan sombongnya." Ucap Yosep.
" Jangan keras-keras kalau di dengar Pak Devan bisa di pecat kamu." Jawab Senior Yosep.
Yosep langsung menutup mulutnya sambil memarkirkan mobik bosnya.
Abidzar menaiki Lift khusus presdir, Saat Lift terbuka disana terlihat Devan adik sepupu Abidzar yang selalu iri pada Abi.
" Wah Calon Presdir kita telat datang!" Devan menyindir Abi.
" Hanya telat lima belas menit, tidak sampai berjam-jam." Abidzar balas menyindir adik sepupunya.
" kau_" Pintu lift terbuka. Membuat Devan tidak bisa membalas Abidzar.
Devan berjalan di belakang Abi dengan kesal, ingin rasanya Ia memukul Abi namun tidak bisa.
Rapat sudah di mulai lima belas menit yang lalu Ibrahim sudah memulainya tanpa menunggu Abidzar.
Ia mengetahui Jika Abidzar baru pulang dan tidur di rumah sakit, demi menjaga seorang wanita, Saat Ia tahu Abidzar mendadak pulang , Ibrahim meminta Baskoro untuk mengikuti Abidzar.
Pintu ruang Rapat terbuka , Abidzar dengan gagah masuk ke ruang rapat , aura kepemimpinannya sudah terpancar.
" Maaf saya terlambat karena ada urusan penting yang tidak bisa saya tinggalkan." Abidzar menunduk hormat pada Ibrahim dan dewan direksi.
" Calon presdir Telat, bagaimana nan_" Cibir Wisnu adik dari Ibrahim, dan merupakan Ayah Devan.
" Duduklah Pak Abidzar."
Ibrahim memotong ucapan adiknya Ia mempersilahkan Abi duduk di sebelah pamannya Wisnu Ayah Devan.
Rapat kembali di lanjutkan , Ibrahim meminta Abidzar untuk menjelaskan laporan Malik Group Di Malaysia.
Abidzar menjelaskan dengan jelas kendala , yang menghambat perkembangan Malik Group di Malaysia, Ia juga sudah memperbaiki kesalahan di sana dengan mengembangakan keamanan siber untuk menjaga data penting Perusahaan dengan baik.
Abidzar sudah menyiapkan ahli IT untuk mengawasi keamanan siber dan bertanggung jawab dalam pengembangan serta peningkatan sistem informasi dan teknologi perusahaan Malik Group.
Setelah Abidzar meningkatkan keamanan IT di MG perusahaan di Malaysia sekarang sudah stabil kembali.
Tepuk tangan kebanggan para dewan Direksi memuji kepiawaian Abidzar dalam memimpin perusahaan.
" Pak Ibrahim, saya seperti melihat anda ketika muda."
Ucap Pak Arif sambil.menatap Abidzar.
Mendengat pujian sahabatnya itu Ibrahim tersenyum bangga pada putra semata wayangnya.
Semua orang menyalami Abidzar mereka memuji Abidzar, Menurut para dewan Direksi Abidzar sudah cocok menggantikan Ibrahim Malik sebagai Presdir Malik Group.
Tapi bagi beberapa orang ,ada yang tidak menyukai keberhasilan Abidzar , siapa lagi kalau bukan Devan , wisnu dan para antek antek pendukung mereka yang tidak menginginkan Abidzar menjadi Presdir menggantikan Ibrahim.
" Ini Bahaya , Jika Abidzar terpilih habis sudah kita! Ayah lakukan sesuatu." Devan memanasi ayahnya.
Wisnu mengepalkan kedua tangannya, Ia harus segera bertindak untuk bisa terpilih menggantikan kakaknya di MG. Tanpa menjawab anaknya Wisnu pergi keluar.
Di ruangan Rapat hanya tersisa Ibrahim, Abidzar dan Baskoro, yang lain sudah keluar ruangan.
" Kau lihat Bas Like Father Like son!" Ucap Ibrahim bangga pada putranya.
" Aku yang mendapat pujian mengapa papih yang menjadi sombong." Abidzar menggeleng-gelengkan kepalanya, dengan kesombongan ayahnya pada Baskoro.
Sedangkan Baskoro hanya tertawa melihat keakraban anak dan ayah itu.
" Tuan besar apa ada hal lain lagi." Tanya Baskoro
" Tidak ada, kau bisa keluar." Baskoro pamit pergi
" Abi kenapa kau tidak langsung pulang ke rumah." Tanya Ibrahim
" Saat sampai di Jakarta ada urusan penting yang harus abi bereskan."
" Menjaga seorang wanita. Itu urusan penting." Goda Ibrahim
" Papih, masih suka mengawasiku. Ini pasti Ulah om Bas." Abidzar merasa kesal.
" Abi, tentu saja Papih akan mengawasimu. "
" Papih abi bukan anak kecil lagi."
" Iya, iya Jadi siapa wanita itu." Ibrahim menggoda Putranya.
" Dia hanya seorang teman yang membutuhkan bantuan."
" Teman? Atau ?"
" Pih."
" Ha.... Ha...ha ha.."
" Tapi Kau harus berhati-hati saat bertindak semua orang sedang menyorotmu sebagai penerus papih."
" Papih tidak perlu khawatir Abi tahu apa yang harus Abi lakukan."
" Lalu kapan kau akan pulang, ibumu sejak semalam, menggerutu."
" Ia nanti sore Abi pulang."
Abidzar dan Ibrahim masih asyik mengobrol di ruang kerja, mengenai hubungannya dengan Jihan, Ibrahim tidak memaksakan Abi untuk menikah dengan Jihan. Ia lebih bisa memahami putranya dari pada Shofia.
Bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
yang banyak up nya