NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Penempaan di Toko Sepi

Setelah berjalan beberapa saat melewati deretan toko yang semakin jarang dikunjungi, Wang Hao akhirnya tiba di depan sebuah toko senjata di ujung lorong.

Tempat itu sepi, jauh dari keramaian jalan utama, dan bangunannya setengah menyempil di antara dua gedung batu tua yang sudah retak. Papan namanya hampir tidak terbaca, tetapi dari dalam terdengar bunyi dentuman palu tempa yang berirama, suara yang sangat dikenali Wang Hao.

Tempat ini bagus, sepi, tersembunyi, dan cocok untuk apa yang ingin ia lakukan tanpa banyak gangguan.

Wang Hao mendorong pintu kayunya dan melangkah masuk.

Di dalam, hawa panas dari tungku pembakaran langsung menyambutnya. Dua orang pemuda bertelanjang dada sedang bekerja dengan palu tempa masing-masing, satu sedang memukul bilah pedang yang masih merah menyala, satunya lagi sedang mengipasi bara di tungku dengan tiupan energi spiritual. Keduanya menoleh sebentar ketika Wang Hao masuk, lalu kembali melanjutkan pekerjaan tanpa banyak peduli.

"Tuan Muda, apa yang kau lakukan di sini? Ingin beli senjata atau sekadar melihat-lihat?"

Suara itu datang dari pintu belakang.

Seorang pria paruh baya bersandar di kusen pintu dengan tangan terlipat di dada, otot-otot lengannya masih kekar meskipun usianya sudah memasuki paruh baya, dan kultivasinya berada di Kondensasi Qi lapis delapan. Raut wajahnya datar, tetapi matanya mengamati Wang Hao dengan saksama.

Wang Hao berjalan mendekatinya, lalu menyipitkan mata ke arah ruangan di balik pria itu, sebuah ruang tempa pribadi yang lebih kecil tetapi dilengkapi peralatan yang lebih lengkap.

"Saya ingin menempah senjata saya sendiri. Dan saya akan membayar sewa tempat."

Pria itu memperhatikan Wang Hao dengan heran, lalu alisnya terangkat sedikit. Rupanya ia termasuk segelintir orang yang tidak tahu berita tentang pemuda misterius yang menyebabkan banyak rumor beredar di kota ini.

"Kau yakin? Aku tidak melihat kau memiliki keahlian tersebut," ucapnya dengan nada skeptis.

"Tindakan akan lebih berharga daripada penjelasan lewat kata-kata. Izinkan saya menyewa tempat dan peralatannya, maka anda bisa melihat sendiri hasilnya."

Pria itu tersenyum tipis, lalu berbalik masuk ke dalam. "Mari ikuti aku. Jarang-jarang ada orang datang menyewa tempat dan peralatan."

Ia berjalan menuju ruang tempa pribadinya, dan Wang Hao mengikutinya dari belakang sambil terus memperhatikan setiap sudut ruangan. Tungku di sini lebih kecil, tetapi terbuat dari batu bata tahan panas berkualitas baik. Di sampingnya tersusun rapi berbagai palu tempa dengan ukuran berbeda, tang penjepit, dan landasan besi yang permukaannya sudah penyok di banyak bagian karena digunakan bertahun-tahun.

Setelah mereka sampai, pria itu berhenti dan menoleh ke arah Wang Hao.

"Aku akan pinjamkan tempat ini. Jika kau berhasil menempah, bahkan jika senjatanya hanya berkualitas rendah, aku tidak akan meminta bayaran. Tapi jika kualitasnya buruk..." Ia menatap Wang Hao dengan sorot tajam, "...bayar dua ribu batu roh tingkat rendah sebagai sewa, dan sebagai ganti rugi karena telah membuang waktuku."

"Jika kualitasnya lebih baik dari rendah?"

Pria itu terkekeh, suaranya menggema di ruangan kecil itu. "Bocah, kau terlalu percaya diri. Tapi jika kau berhasil..." Ia menunjuk dadanya dengan ibu jari, "...aku, Tie Zhu, akan memberikan seluruh toko ini padamu."

Wang Hao hanya diam, dan berjalan ke sudut ruangan. Setelah itu dia mengeluarkan pedang biasa miliknya, yang hanya baja tempa biasa tanpa ukiran, lalu memasukkan ke dalam tungku. Tie Zhu melihat pedang itu langsung menggelengkan kepalanya.

"Hanya baja biasa. Paling tinggi kau hanya bisa membuatnya tetap di tingkat rendah, tidak peduli seberapa bagus teknik penempaanmu."

Wang Hao tetap diam, lalu mengeluarkan kotak kayu berisi benang naga dari cincin ruangnya, lalu membukanya dengan hati-hati.

Benang keemasan itu berkilau samar di bawah cahaya tungku. Wang Hao mengambil pedangnya, lalu mulai memotong benang itu dengan cara yang hanya ia ketahui, menggunakan energi spiritual yang dialirkan melalui ujung jarinya. Ia memotong sangat tipis, setipis lembaran kertas, hanya secuil yang hampir tidak terlihat oleh mata biasa.

Wang Hao sengaja melakukan ini. Karena akan sangat disayangkan jika membuang harta seperti benang naga ini untuk senjata tingkat rendah. Ia akan menyimpan sisanya, menunggu sampai nanti ia menemukan senjata tingkat tinggi di masa depan. Untuk saat ini, secuil saja sudah lebih dari cukup.

Setelah berhasil memotong, Wang Hao memasukkan kembali kotak itu ke dalam cincin ruang. Kemudian ia mengeluarkan pedang yang sudah merah menyala dari dalam tungku, meletakkannya di atas landasan besi, lalu dengan hati-hati meletakkan potongan benang naga di atas bilahnya.

Yang terjadi berikutnya membuat Tie Zhu terbelalak.

Benang itu tidak terbakar, tidak larut, tidak meleleh. Ia tetap tenang di atas besi panas, seolah-olah panas dari bilah pedang itu tidak berarti apa-apa baginya.

"Apa yang kau lakukan dengan benang yang dipotong kecil itu, dan kenapa benang itu tidak terbakar?" tanya Tie Zhu, suaranya kini kehilangan nada skeptisnya.

Wang Hao tidak menjawab. Ia segera mengambil palu tempa, mengalirkan energi spiritual ke telapak tangannya, lalu mulai melakukan proses penempaan.

Ting... Ting... Ting...!

Gerakannya terlihat sederhana, seperti amatiran pada umumnya. Hantaman palunya tidak terlalu keras, tidak terlalu cepat, dan ritmenya datar tanpa variasi.

Bagi Tie Zhu, yang ia lihat hanyalah seorang pemuda yang menempah dengan cara paling dasar, seperti seseorang yang baru belajar menempa selama beberapa bulan. Tidak ada yang istimewa, tidak ada teknik rahasia. Hanya pukulan demi pukulan biasa di atas landasan besi.

Tetapi yang tidak diketahui Tie Zhu adalah bahwa setiap pukulan Wang Hao mengandung pola getaran yang sangat presisi, mengirimkan gelombang energi spiritual ke dalam struktur logam pada tingkat yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.

Benang naga itu perlahan-lahan menyatu dengan bilah pedang, bukan sekadar melapisi permukaannya, melainkan meresap ke dalam setiap serat logam, mengubah strukturnya dari dalam.

Ini adalah Teknik Seribu Lipatan Halus, teknik penempaan tingkat tinggi yang Wang Hao ciptakan sendiri di kehidupan sebelumnya. Dari luar, gerakannya tampak seperti pukulan biasa. Tetapi di dalam logam, setiap pukulan melipat struktur baja pada tingkat mikroskopis, menciptakan ribuan lapisan yang saling mengunci, membuat bilah pedang menjadi jauh lebih kuat tanpa mengubah penampilan luarnya.

Satu jam berlalu.

Dua jam berlalu.

Peluh mengucur dari pelipis Wang Hao, tetapi tangannya tetap stabil. Pukulan demi pukulan terus menghantam bilah pedang dengan ritme yang tidak berubah.

Tie Zhu yang tadinya menonton dengan skeptis kini menyilangkan tangannya dan mengerutkan kening. Ia tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi, tetapi instingnya sebagai penempah selama puluhan tahun mengatakan bahwa ada sesuatu yang berbeda dari cara pemuda ini bekerja.

Pada jam ketiga, Wang Hao akhirnya menghentikan palu tempa. Ia mengambil pedang itu dengan tang penjepit, lalu mencelupkannya ke dalam bak air pendingin.

Sssssssst!

Uap panas mengepul ke seluruh ruangan. Ketika Wang Hao mengangkat pedang itu kembali, bilahnya tidak lagi berwarna merah menyala, melainkan abu-abu gelap dengan kilauan samar di permukaannya. Tidak ada yang berubah dari penampilannya, tetap terlihat seperti pedang baja biasa. Tetapi jika seseorang memperhatikan dengan saksama, ia bisa melihat pola-pola sangat halus di sepanjang bilahnya, seperti serat kayu yang membentuk alur yang nyaris tidak terlihat.

Wang Hao meletakkan pedang itu di atas meja dan menoleh ke arah Tie Zhu.

"Coba periksa."

Tie Zhu melangkah mendekat dengan alis masih berkerut. Ia mengambil pedang itu, menimbangnya di tangannya, lalu mengayunkannya perlahan ke udara beberapa kali. Tidak puas, dia segera mengambil sepotong besi tebal yang tergeletak di sudut ruangan, meletakkannya di atas landasan, lalu menebaskannya dengan pedang itu.

Sreeet!

Besi tebal itu terbelah menjadi dua bagian yang jatuh ke lantai dengan bunyi denting keras. Potongannya bersih, seperti tahu yang dipotong dengan pisau tajam.

Tie Zhu terpaku. Ia menatap pedang di tangannya, lalu menatap potongan besi di lantai, lalu menatap Wang Hao, lalu kembali menatap pedangnya.

"Ini... ini tidak mungkin," bisiknya dengan suara serak. "Bilahnya bahkan tidak bergerigi, dan tidak ada kerusakan sama sekali."

Ia meletakkan pedang itu dengan hati-hati, lalu berbalik menghadap Wang Hao dengan ekspresi yang benar-benar berubah. Tidak ada lagi skeptis, tidak ada lagi seringai meremehkan. Yang ada hanyalah rasa hormat yang dalam, bercampur dengan sedikit ketakutan.

"Kualitas ini... lebih tinggi dari senjata tingkat menengah. Bahkan mungkin setara dengan tingkat tinggi..." Ia menelan ludah. "Aku sudah menempa selama hampir empat puluh tahun, dan aku belum pernah melihat teknik seperti ini."

Wang Hao mengambil pedangnya dan memasukkannya ke dalam cincin ruang.

"Saya tidak butuh toko Anda."

Tie Zhu menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak, aku sudah mengatakannya. Jika kau berhasil, toko ini jadi milikmu. Kata-kata Tie Zhu tidak pernah diingkari."

"Saya tidak tertarik memiliki toko." Wang Hao berjalan ke arah pintu, lalu berhenti sejenak dan menoleh sedikit ke belakang. "Tapi jika Anda ingin membayar utang kata-kata Anda, saya butuh sesuatu yang lain."

"Apapun! Sebutkan saja!"

"Informasi."

Tie Zhu mengerutkan keningnya. "Informasi tentang apa?"

1
Jojo Shua
up
Jojo Shua
🥛
Jojo Shua
up
Jojo Shua
🙏
Jojo Shua
44
Jojo Shua
4
Agus Rose
Cerita yang cukup baik tapi update nya yg kurang.
Zerro One: Terimakasih penilaian nya.

saya ragu karena novel ini slow plotnya.
total 3 replies
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
✅️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!