NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 ( Cemburu Yang Menyebalkan )

Alena masih bersandar di pundak Arven..

Sedangkan Arven, ia masih diam belum menjawab pertanyaan Alena..

Jantungnya terus berdebar dengan kencang.

" Gue bukan cuma mau ketemu sama lo "

Jawab Arven setelah cukup tenang

Alena mengangkat kepalanya, dan beralih menatap Arven

" Tapi lo bilang, kalau misi ini gagal kita ga bakal ketemu lagi dan akan seperti orang asing lagi kan ? "

Arven menatap Alena dengan lekat, mengusap kening perempuan itu dengan lembut.

Jantung Alena berdebar tak karuan, bahkan kini jarak keduanya sudah sangat dekat.

" Gue kan udah bilang, kalau misi lo berhasil Alena. Terus misi yang mana yang gagal ? "

Alena terdiam tanpa Alena sadar ia hampir saja mengatakan kalau ia jatuh cinta kepada Arven

" Ya tapi kan masih ada waktu, bisa aja lo berubah? "

Alena pun melepas rangkulannya, dan mencoba untuk berdiri.

" Mau kemana ? "

Tanya Arven yang ikut berdiri

" Mau pulang "

" Tiba-tiba? "

" Udah sore juga, yuk "

Arven pun mengangguk, mereka pun meninggalkan pantai itu.

....

Malam hari Arven pun memberikan laporan kepada kedua sahabatnya itu.

[Arven : Misi selesai]

Kedua temannya itu langsung merespons dengan cepat

[Bayu : Pegangan Tangan ga ? ]

[Reza : Pelukan lah pasti]

[Bayu : Ciuman ga sih ? ]

[Arven : Ga ada]

[Bayu : Terus ngapain ? Ngobrol doang ?]

[Reza : Kita kayaknya lupa, kalau CEO satu ini kaku]

[Arven : Tapi Alena hampir bilang kalau di jatuh cinta sama gue ]

[Bayu : Kemajuan yang bagus itu]

[Reza : Terus misi besok apa ?]

[Arven : Nanti gue pikir dulu ]

Disaat Arven sedang membalas pesan temannya, satu pesan masuk dari Alena.

[Alena : Online terus ?]

[Alena : Kayaknya lagi chattan sama seseorang ya]

Arven tersenyum dan langsung membalas pesan Alena

[Arven : Enggak, kan seseorang nya baru ngechat ]

[Alena : Siapa ? ]

[Arven : Alena]

Arven menunggu beberapa detik, hingga akhirnya Alena pun membalas.

[Alena : Nilai gue hari ini berapa ? ]

[Arven : 10/10 ]

[Arven : Tapi sayang...]

[Alena : Kenapa sayang ?? ]

Arven pun membalas sambil tersenyum.

[Arven : Ga apa apa, sayang]

Arven yang mencoba menggombal tapi ia sendiri yang juga salah tingkah.

[Alena : ARVEN..!!! ]

Arven memilih tidak membalas, ia pun meletakkan ponselnya dan tersenyum menatap layar ponselnya.

" Dikit lagi Alena dikit lagi " ucap Arven

....

Pagi hari saat Alena bangun, Alena langsung membuka ponsel miliknya.

Namun tak ada pesan masuk dari Arven, bahkan pesan semalam pun Arven tidak balas.

Alena pun mengabaikan, ia segera mandi dan bersiap-siap ke kampusnya.

..

Begitu di kampus Alena langsung menghampiri Nabila yang sedang duduk sendirian.

" Kenapa sih tuh muka, asem banget " kata Nabila menggoda

" Ga apa apa "

Alena membuka ponselnya namun belum satupun Arven mengirimkan ia pesan.

" Ohh nunggu chat Arven "

" Udah mulai jatuh cinta ya ? "

Alena meletakkan ponselnya dan menatap Nabila.

" Menurut lo sekarang gue harus apa ? "

" Ya bilang aja kalau lo jatuh cinta"

" Ga bisa dong, gagal kalau gitu misi gue "

" Milih gagal misi atau gagal bersama orang yang kita cinta ? "

Alena terdiam ia pun tidak bisa menjawab pertanyaan Nabila.

...

Siang hari Arven datang menjemput Alena..

Dengan kemeja hitam panjang yang ia gulung, dan tangan yang ia masukkan kedalam celana bahannya membuat penampilan Arven semakin mempesona.

Bahkan beberapa mahasiswi yang melihat ada yang diam-diam mengambil gambar Arven.

Senyum Arven mulai mengembang, ia sudah melihat Alena saat ini.

Namun untuk detik selanjutnya senyum itu hilang karena ia melihat Raka yang menghampiri Alena.

" Cowok itu lagi " ucap Arven kesal

Arven tidak tau keduanya berbicara apa..

Tapi Arven melihat Raka yang memberikan sesuatu kepada Alena.

Alena nampak tersenyum bahagia begitu juga dengan Raka.

Setelah selesainya dengan Raka, Alena yang menyadari kehadiran Arven langsung berlari menuju Arven.

" Lo ngapain kesini ? "

Tanya Alena sambil mengatur nafasnya

" Iseng doang "

Arven pun langsung masuk kedalam mobil dan disusul oleh Alena.

Arven melihat sebuah kotak ditangan Alena.

" Dari siapa ? "

" Dari Raka.. "

" Apa isinya ? "

" Rahasia "

Alena pun mulai memiliki ide untuk membalas Arven

" Baik banget kan Raka, ngasih gue hadiah padahal bukan siapa-siapa."

" Gimana kalau jadi siapa-siapa yah "

Arven yang sedang menyetir hanya fokus menatap lurus kedepan

" Cocok ga kalau gue sama dia ? "

" Kayaknya sih cocok deh, ya ga sih Ar ? "

Arven masih diam, ia tak menjawab ucapan Alena

" Menurut lo dia suka ga sama gue ? "

Arven masih diam dan enggan menjawabnya

" Kalau lo ga jawab yaudah gue turun aja deh, gue pergi sama Raka aja "

Arven pun menepikan mobilnya, ia berhenti sejenak.

" Alena "

" Arven "

" Gue serius Alena "

" Gue juga serius Arven "

" Lo suka ya sama Raka ? Daritadi Raka terus "

" Gue kan nanya, emang salah ya ? "

" Salah "

" Salah kenapa ? "

" Ya karena gue bukan Raka, gue Arven "

Alena tertawa melihat Arven yang sedang cemburu

" Arven cemburu ? "

" Engga "

" Cemburu ? "

" Engga "

" Cemburu ? "

" Dikit "

Alena semakin puas menertawakan Arven

" Lo ga pandai berbohong Arven "

" Lo suka sama dia Alena ? "

" Engga.. "

" Lagian kalau gue suka juga apa urusannya sama lo ? "

" Kan lo sendiri yang larang gue buat jatuh cinta sama lo "

Arven tak bisa menjawab..

Namun muncul rasa sesal pada dirinya saat ini.

" Ya kecuali.. "

" Kecuali apa ? "

" Engga.. "

" Udah ayo jalan lagi, nanti disangka kita macem macem lagi berenti di pinggir jalan "

" Macem-macem apa ? Macem-macem gimana ? "

" Ya gitu lah "

" Ciuman maksudnya? "

Alena membulatkan matanya, dan langsung menutup mulut Arven

" Mulut lo Arven "

" Nyebelin "

Arven senang melihat Alena yang salah tingkah saat ini

..

Malam hari Arven mengirim beberapa pesan kepada Alena.

[Arven : Alena..]

[Arven : Kalau peraturan itu gue ubah]

[Arven : Lo bakal gimana ? ]

Arven menunggu balasan dari perempuan itu.

[Alena : Gimana apanya ?]

Arven segera langsung membalas

[Arven : Ga.. Lupain aja.. ]

[Arven : Tidur, udah malam Alena ]

[Alena : Oke ]

Arven mulai menyesal mengenai perjanjian yang sudah ia buat.

Tapi Arven sendiri pun masih ragu untuk melanjutkan semaunya

" Lo udah suka kan sama gue, Alena ? "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!