NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Siang itu langit terlihat cerah ketika Azalea mendorong kursi roda Mami Elsa keluar dari ruang terapi rumah sakit. Angin yang sejuk bertiup menyelinap masuk dari pintu kaca besar, membuat suasana terasa lebih segar.

Sesi terapi hari itu berjalan cukup lama, tetapi hasilnya membuat Azalea merasa lega.

“Alhamdulillah ....” Azalea tersenyum lega sambil memijat lembut bahu mertuanya. “Tangannya sudah normal kembali, Mi. Tadi waktu latihan menggenggam bola juga sudah kuat.”

Mami Elsa menggerakkan jari-jarinya perlahan. Tidak ada rasa sakit seperti sebelumnya.

“Iya,” jawabnya pelan. “Sekarang Mami sudah bisa makan sendiri. Tidak perlu kamu suapi lagi.”

Nada suaranya terdengar biasa saja, tetapi di dalam hatinya sebenarnya ada rasa sungkan.

Selama berminggu-minggu Azalea menyuapinya, membersihkan tubuhnya, bahkan merawatnya seperti seorang anak merawat ibunya sendiri. Hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Azalea tersenyum hangat. “Kalau begitu bagus, Mi. Berarti perkembangan Mami sangat cepat.”

Mami Elsa menatap wajah menantunya itu sekilas.

Wanita muda itu tampak sedikit kurus, mungkin karena kelelahan mengurus rumah, anak-anak, dan dirinya. Namun, wajahnya tetap lembut dan selalu tersenyum.

“Kita pulang, Mi,” lanjut Azalea sambil mulai mendorong kursi roda menuju pintu keluar. “Elora sudah memasang muka cemberut sejak tadi pagi.”

Mami Elsa mengangkat alis. “Kenapa?”

Azalea tertawa kecil. “Dia marah karena tidak diajak ikut ke rumah sakit.”

“Ah, anak itu memang sangat menempel denganmu.”

Mereka berjalan menuju parkiran. Di sana mobil sudah menunggu. Sopir pribadi keluarga mereka segera turun dan membuka pintu.

Azalea membantu Mami Elsa duduk dengan hati-hati di kursi belakang. Setelah kursi roda dilipat dan dimasukkan ke bagasi, mobil pun mulai berjalan pulang.

Beberapa menit suasana di dalam mobil terasa tenang. Kemudian Mami Elsa berkata pelan, “Anak-anak terlalu menempel sama kamu.”

Azalea menoleh sedikit. “Maksud Mami?”

“Bahkan tidur pun kamu bersama Elora.”

Azalea terdiam.

“Tidak baik seorang istri pisah ranjang dengan suaminya,” lanjut Mami Elsa. Baru kali ini mengomentari hal itu.

Wajah Azalea langsung memerah. Ia menunduk cepat-cepat agar tidak terlihat.Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat. Sebenarnya bukan ia tidak mau tidur bersama Enzo. Namun, sejak awal pernikahan mereka terjadi begitu cepat dan penuh situasi yang rumit. Ia tidak pernah berani mengambil langkah itu sebelum Enzo sendiri yang memintanya.

“Mungkin kalau Elora sudah bisa ditinggal tidur sendiri, Mi,” jawab Azalea hati-hati.

Mami Elsa memandangnya. “Kenapa?”

“Mami tahu sendiri kalau tengah malam Elora bangun dan tidak melihat aku ... ” Azalea tersenyum kecil. “Dia bisa menangis keras.”

Mami Elsa menghela napas. “Anak itu memang manja.”

Beberapa detik ia terdiam, lalu berkata lagi,

“Besok lusa ulang tahun Elora yang keempat.”

Azalea langsung menoleh. “Empat tahun?”

Tidak terasa waktu cepat berlalu. Bagi Azalea, kematian Jasmine ketika melahirkan terasa baru terjadi kemarin.

Mami Elsa mengangguk. “Selama ini Enzo tidak pernah merayakan ulang tahun anak-anaknya.”

Azalea terkejut. “Kenapa?”

“Mungkin karena terlalu banyak kenangan dengan Jasmine.”

Suasana di dalam mobil mendadak sunyi. Nama itu masih terasa seperti bayangan yang sesekali muncul di tengah kehidupan mereka.

“Terutama Elora,” lanjut Mami Elsa pelan. “Hari dia lahir adalah hari Jasmine meninggal.”

Azalea menunduk. Ia sangat sedih. Bahkan Elora sendiri tidak pernah benar-benar merasakan ulang tahun seperti anak-anak lain.

“Coba kamu bicara dengan Elora,” kata Mami Elsa. “Mungkin kita bisa merayakannya kecil-kecilan.”

Azalea tersenyum lembut. “Baik, Mi.”

Sore hari rumah kembali ramai oleh suara anak-anak. Erza dan Elora sedang menggambar di ruang keluarga. Kertas dan pensil warna berserakan di meja.

“Mommy! Lihat ini!” seru Elora sambil mengangkat gambarnya.

Azalea yang baru masuk langsung menghampiri. “Wah, ini gambar apa?”

“Ini Mommy, Daddy, aku, Kak Erza, sama Oma!”

Azalea tersenyum melihat gambar sederhana itu. Lima orang berdiri sambil berpegangan tangan.

Sementara Erza memperlihatkan gambar kerbau yang besar. “Ini kerbau yang di kampung dulu.”

“Bagus sekali,” puji Azalea.

Tidak lama kemudian suara pintu depan terdengar.

Enzo pulang dari kantor. Seperti biasa, begitu sampai rumah ia langsung menuju kamar untuk mandi.

Sementara itu Azalea masuk ke kamar mereka untuk menyiapkan pakaian suaminya. Ia meletakkan kaus dan celana santai di atas tempat tidur.

Suara air dari kamar mandi terdengar jelas. Biasanya setelah selesai menyiapkan pakaian, Azalea langsung keluar kamar. Namun, kali ini ia tetap berdiri di sana. Ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Enzo. Tentang ulang tahun Elora.

Beberapa menit kemudian pintu kamar mandi terbuka. Azalea refleks menoleh.

“Astaghfirullah!” Wanita itu langsung membalikkan badan dengan wajah merah padam.

Enzo yang baru keluar juga ikut terkejut. Saat itu ia hanya memakai handuk pendek yang dililitkan di pinggang. Rambutnya masih basah. Tangannya sedang mengusap rambut dengan handuk kecil.

“Lea?” panggilnya heran.

Azalea berdiri membelakangi sambil menutup wajahnya. “I-iya…”

“Ada apa?”

“Sebenarnya ... ” Azalea berusaha menenangkan suaranya. “Ada yang mau aku bicarakan sama Mas.”

Enzo mengerutkan kening. “Sekarang?”

Azalea mengangguk cepat walau Enzo tidak bisa melihatnya. “Aku tunggu di gazebo saja. Kita bicarakan sesuatu yang penting.”

Tanpa menunggu jawaban, Azalea langsung berlari keluar kamar. Langkahnya cepat sekali. Pipinya masih panas. Baru saja ia melihat sekilas dada bidang Enzo dan perutnya yang berotot. Pemandangan itu membuat jantungnya berdebar tidak karuan.

Saat melewati ruang keluarga, Erza dan Elora masih duduk di lantai sambil menunjukkan gambar kepada Mami Elsa. Azalea melintas begitu cepat.

“Lea?” panggil Mami Elsa.

Namun, Azalea sudah keburu keluar menuju taman belakang. Belum sempat rasa penasaran Mami Elsa hilang, Enzo juga melewati ruang keluarga dengan langkah panjang. Rambutnya masih sedikit basah, sekarang sudah memakai kaus rumah.

“Mau ke mana?” tanya Mami Elsa.

“Ke belakang sebentar, Mi.” Enzo terus berjalan menuju taman.

Mami Elsa menatap ke arah pintu belakang dengan alis terangkat. Di dalam hatinya muncul rasa penasaran. “Mereka kenapa?” batinnya.

Sementara di gazebo belakang rumah Azalea berdiri sambil memegang dadanya yang masih berdebar. Ia mencoba menenangkan diri. Tidak lama kemudian langkah kaki Enzo terdengar mendekat. Dan perasaan Azalea kembali berdebar tanpa alasan yang jelas.

1
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢτἅ⁵ ⊰≽
cieee mulai tumbuh bunga bunga cinta 🤭💃💃
мєσωzα
good job lea. melawan tanpa berteriak 👏🏻👏🏻👏🏻
мєσωzα
ku masih belum bisa ngebayangin posisi tidur mereka berempat 😅
Nur Aulia
waalaikum salam,,smg Husnul khotimah buat uwanya ya bun
🌸 Sunshine 🌸: waalaikumsalam. Aamiin 🤲
Terima kasih untuk doa nya, Kak.
total 1 replies
Wirly Pena
Semangat thor, karya awal yang bagus 👍

halo temen2, jangan lupa mampir di " aku istrimu bukan babumu "

terimakasih 🙏
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢτἅ⁵ ⊰≽
Dari martabak turun kehati uhuyyy🤭☺
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢτἅ⁵ ⊰≽
good job Azalea lawan ajalah nene sihir bisanya cuma komplain dan menghina terus biar kena mental tuch kalo ngerasa pintar jadi nene harusnya ajarin cucu2 mu
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢτἅ⁵ ⊰≽
laki laki lacknat masa istri disebut beban lagian kamu orang kaya juga bukan yang ada nanti jadi cwo susah n melarang😤😂
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢτἅ⁵ ⊰≽
mulai menyesal Reza udah membuang berlian kayak Azalea malah mungut wanita murahan yang bisanya hanya memamerkan tubuhnya 🤭😂
Soumena Mishy
jangan2 Jasmin meninggal Krn mertuax sendiri
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢτἅ⁵ ⊰≽
seiring waktu pasti Enzo menikahi Azalea bukan hanya karena anaknya tapi juga untuk dirinya ehhh 🤭😅
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢτἅ⁵ ⊰≽
lahh kenapa tuch Nenek sihir datang datang maen bentak aja, bukannya senang cucumu ada yang mendidik dan mengenalkan agama 🙄🙄
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢτἅ⁵ ⊰≽
koq mamahnya Enzo gitu ya, apa jangan-jangan Jasmine meninggal karena ngebatin atau tertekan karena sikap mamah mertuanya dan Enzo juga kaya cuek banget kurang perhatian 🤔🤔
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢτἅ⁵ ⊰≽
udah duga si Reza pasti udah punya selingkuhan ditempat kerjanya alasan aja dia mentalak Azalea karena mandul😤😡
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢτἅ⁵ ⊰≽
wahh sepertinya Azalea kenal sama papanya Elora
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢτἅ⁵ ⊰≽
Lelaki lacknatt tega bener jatuhi talak pas masih berduka, tunggu saja karmamu Reza😤
mampir ya Thor 🙋
Sania
❤️❤️❤️❤️❤️
Yasinta Niken
bingung bacanya separuh2 🤭
Yasinta Niken
seru lanjut
Yasinta Niken
ya balas yang lebih elegan dan segera bangkit kemuning masih banyak yang lebih baik 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!