NovelToon NovelToon
Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:267.9k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.

Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.

Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Good night, dek...

Gelap, bahkan rasanya Ivy ingin mengeratkan pelukan di badan hangat nan sandarable di depannya itu, tapi tidak! Lelaki di depannya itu, ck!

Lo sengaja ya! Tadi dilambat-lambatin!

Si alan deh!

Mereka sampai jam 10 malam, pendar cahaya lampu dari beranda menyirami Bumi dan yang lain yang kini justru tengah duduk dan rebahan bersama, Bumi masih dengan log book, Nanda dengan perhitungan di sketsa proker mereka bersama Made, lalu Arsa tentu saja menyesap vape yang kemudian ia matikan kala sinar lampu sorot motor Panji mulai datang.

"Haelahhhh, lama kemana dulu Vy?! Dia nyusahin ya bang?!"

"Ape Lo!" sanggah Ivy yang baru saja turun dan langsung diserbu oleh yang lain termasuk Imel, Gege dan Raudhah yang keluar.

"Gue kira Lo nyasar ke pulau komodo."

"Tanya nih orang, ngapain dulu..." tunjuk Ivy pada Panji yang tersenyum.

Tapi tak satupun mereka yang berani bertanya sampai Panji yang buka suara, "maaf tadi saya minta Ivy buat antar saya cari makan dulu."

Huuuu!

Sorakan langsung mendarat untuk Ivy dari Bumi, Nanda dan Gabriel.

"Ihhhh! Gue mah ditraktir ayo ayo aja!"sewot Ivy tak terima teman-temannya ini seolah menyalahkannya, pasti Ivy yang minta.

"Wah, tau gitu tadi gue yang belanja ..." bukan Gabriel melainkan Imel.

"Mana masker sama pencuci wajah Vy?" Gege mulai mengacak-acak barang belanja.

"Vy, ini yang gede kan?"

Ivy mengangguk kala Made mengangkat barang dari dalam, "gue ngga tau Lo butuh segimana, jadi beli dua buat cadangan."

"Aman, sip.." Made mengokei.

"Vy, sempet ngomong sama bang Panji belum? Gue udah ngomong sama Arsa sama yang lain tadi?"

Panji masih disana hendak pamit tapi ucapan Tami justru membuatnya diam sejenak.

"Ngomong apa?!" tanya nya lupa.

Tuk!

Gabriel mengetuk kepala Ivy, "dong-dong...masih muda kaya nenek-nenek pelupa."

"Ihhh ngga usah ngetok ngetok kepala gue, bukan pintu nih!" salak Ivy.

"Ngomong apa?" tanya Panji.

"Begini bang..." Arsa menjelaskan maksud dan tujuan dari mereka, mengajak Panji untuk sekedar healing setitik disana.

Dan Panji, tentu saja mengokei sembari melirik Ivy yang kepergok tengah melihatnya lalu melengos bergegas masuk.

"Boleh...boleh..." Panji menyunggingkan senyum tipis.

Masih menatap langit-langit kamar, diantara mata yang mulai berat Gege sudah menyelam ke alam mimpi, begitupun Raudhah yang seharian ini merasa sangat lelah.

"Vy," ia hampir terbuai jatuh, tapi panggilan lirih Imel justru membuatnya kembali terjaga dan menoleh ke samping kiri, hanya terhalang Raudhah, "hm."

Wajah Imel itu, bagaimana ia menjelaskannya senyum tersungging malu-malu gemas, tatapannya jauh dengan sorot penuh excited dan harapan ke arah atas lalu padanya, "tadi Lo sama bang Panji kemana aja? makan dimana?"

"Ngapain Lo nanya-nanya?" Ivy dengan alis mengernyitnya mencoba menuntaskan rasa penasaran.

Alih-alih menjawab, Imel justru menahan tawanya geli, "menurut lo bang Panji baik ngga?"

"Hah?" yang benar saja, apa maksudnya itu?

"Iya, menurut Lo yang lebih sering interaksi sama bang Panji ketimbang yang lain...kecuali Arsa, bang Panji itu orangnya gimana?"

Sejenak Ivy terdiam mencoba mencerna ucapan Imel, kemudian ia menyadari sesuatu, jika Imel sedang meminta pendapatnya tentang seorang lelaki dari kacamata perempuan.

Ia memandang ke atas kembali dimana nyamuk nyamuk segede gajah itu terbang kesana kemari mencari mangsa, ia tidak akan berani menggigitnya yang sudah mengoleskan lotion anti nyamuk maka sasarannya hinggap di dinding kayu. Lucu sekali, mata yang semula mengantuk itu tiba-tiba bisa sebegitunya teliti memperhatikan nyamuk.

"Lo suka sama----" ada rasa tak percaya dan aneh sekali...kenapa ia harus merasakan deru panas di dadanya seperti baru memakan makanan pedas level setan sekarang, seperti ada bisikan di dalam hatinya yang bicara, ngga boleh! Lalu---bilang aja kalo dia galak, sarkas, jutek, pelit, bukan pribadi humoris, pokoknya bapak-bapak dan tentu saja punya kekasih, oh bukan--bukan, calon istri! Yeahhh ide bagus.

Biar apa, Ivy?!

"Gimana ya...ya gitu." Jawab Ivy membuat Imel tertawa kecil, "gitu gimana, Vy?"

"Yaaa...ngga tau lah, baik mungkin karena dia profesional bantu. Tapi juga...ngga tau ah! Ngapain sih tanya-tanya cari tau aja sendiri." Ujar Ivy malas sekali, jika harus menjadi perantara dan Mak comblang begitu, sebal!

Imel kembali tersenyum, *dih gila?! Pasien RSJ*...cebik Ivy.

"Gue kayanya suka sama bang Panji."

Ivy tak bisa untuk tak menoleh dengan beliakan horor.

"Gue emang kepengen sih punya pacar atau kelak pasangan abdi negara, hallo dek. Kalo Lo Vy?"

Alisnya naik keduanya, "gue? Mmhhh gue pengen punya cowok, pasangan kaya raya! Gue mau kalaupun gue kerja ya murni uangnya buat gue pribadi. Dari pasangan gue, tetep kasih jor jor-an lah. Gue pengen punya pasangan yang tiap harinya bisa gue gelendotin."

Imel tertawa kecil, "kriteria idaman Lo modelan batang pohon, catat."

Tapi Ivy tak peduli dengan cibiran Imel, ia justru membayangkan sosok pria kriteria nya dalam otak sekarang, sketsa yang tiba-tiba tergambar begitu saja dengan jelas.

"Gagah banget, sampai dada sama punggungnya bisa gue jadiin sandaran, gue jilatin tiap hari."

Imel kembali tertawa, "oke catat, kaya bahu jalan juga es krim iya..."

"Yang jelas ganteng, biar ngga malu-maluin dibawa ke acara reunian, yang bisa bikin gue jatuh cinta setiap hari."

Kali ini Imel mengangguk, "oke."

"Soleh juga sih. Gue mengakui kalo gue agak agak menyebalkan, jadi butuh cowok yang Soleh karena Soleh itu include sifat sabar, mau memanjakan."

Imel mengangguk, "Arsa dong."

Ivy justru terkejut Imel menyebut nama Arsa karena jauh dari bayangan otaknya yang justru menggambarkan sketsa, *Panji*.

"Kok Arsa?"

Imel terkekeh renyah, "cuma nebak sesuai gambaran Lo aja sih..."

"Lah Arsa mah gue gelendotin ikut ambruk."

Hihihi, Imel tertawa, "udahlah...yang penting gue udah cerita sih, lega ..bantuin gue lah, biar deket sama bang Panji. Lo tau ngga bang Panji udah punya seseorang belum?"

Hah! "Ngga tau Mel, gue ngga tau, karena yang gue tau Panji pernah jalan sama Mayra..."

Imel mengernyit setengah tak percaya, syok dan mungkin kecewa, "Mayra?"

"Iya. Mayra temen gue..." ex...

Ivy benar-benar men-skip hubungan berakhir Panji dan Mayra.

"Asli seriusan?"

"Tau ah. Ngantuk gue gara-gara Lo nih ah ganggu!"

Ivy membalikan badannya menyamping memunggungi Imel yang masih memanggil-manggilnya tapi Ivy tak menggubris, ia justru. ..

Bibirnya mrengat-mrengut tak jelas sebal sekali, sleep talk dengan Imel justru bikin jengkel, hatinya panas.

Ivy mencoba memejamkan matanya dimana, ia langsung membuka kembali kelopak matanya sebab....bayangan Panji seolah melambai-lambai padanya dan berkata, *Vy...good night, dek*.

/

Panji telah merebahkan dirinya di kasur, menatap langit-langit kamarnya, "good night Vy..."

.

.

.

.

1
isni afif
lanjut tehhh....
isni afif
aahhhh ivy....kamu harus berteman dengan mbekkk....wajib🤣🤗😂😂🤗
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
filmi ini perempuan??
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
untung gak kena seruduk embek vi🤣🤣🤣🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
bukan masalah kampungan atau kotaan.. sama aja Lo.
org desa ke kota terlihat excited karena belum pernah lihat gedung tinggi, sama juga org kota matahari nya sering kehalang gedung jadi lihat sunset , pemandangan yg indah tu terpukau
novel destiny
ngeliat keindahan itu, terus lagunya laskar pelangi. ya allah.. nikmat mana lagi yg kau dustakan
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
jadi pengen liburan di tempat yg kayak gini🥰🥰🥰
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
filmi dari tadi aku bacanya Filma terus🤣🤣
ieda1195
aku sampe searching bukit tinggi tanjung komodo,
gk tau yg bukit yg ku searching sama yg digambarkan teteh atau bukan, tapi yg jelas itu indah bangettt 😍😍
jumirah slavina
d'seruduk kambing🤣🤣🤣
sweet escape
Ecieee udah otomatis banget ya vy
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
emosi kamu ya gab, tenangin diri dulu, mandi² sana ...takutnya kamu kesambet setan alas tanjung komodo
isni afif
🤩🤩😍😻😘🤩😍😻
isni afif
lanjut tehhh...
lestari saja💕
unian kkn
Attaya Zahro
Di KKN 21 ada Arlan ma Jovi yang berantem..di KKN 78 si Ivy ma Gabriel yang berantem..
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
tenang tenang
aku tau kamu khawatir Gabriel tapi gimana ya, jiwa nya Ivy tuh disini , jiwanya tergugah karena ada anak2 yg butuh perhatian, butuh pendidikan yg layak.
andai Ivy itu aku, mungkin aku iyakan ajakan mu, aku emoh ruwet , emoh golek musuh pilih aman
Attaya Zahro
Semangat berjuang ya Vy..semoga niatmu membuahkan hasil yang membanggakan 💪🥰
lestari saja💕
om njie sibuk,kan kemaren dah bilang
lestari saja💕
akhirnya butuh juga kan???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!