NovelToon NovelToon
LUNA & THE ALPHA

LUNA & THE ALPHA

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Vampir / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

"Aku akan menjadi perisaimu, meski seluruh dunia menentang kita."
Menjadi satu-satunya manusia di antara kawanan serigala membuat hidup Luna selalu terancam. Tapi berada di dekapan sang Alpha tampan berhati dingin, dia menemukan perlindungan yang tak pernah ia duga. Akankah cinta mereka bertahan di tengah kutukan dan perebutan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sinar Mentari Sebelum Badai

Pagi berikutnya datang dengan ketenangan yang menipu. Sinar matahari menembus jendela kamar Yudha, menyinari kamar luas itu dengan kehangatan yang lembut. Luna terbangun dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Untuk pertama kalinya sejak ia menginjakkan kaki di kastil ini, tidurnya terasa begitu lelap tanpa dihantui mimpi buruk tentang kota atau kejaran makhluk bermata merah.

Saat Luna duduk di tepi ranjang, dia menyadari Yudha sudah tidak ada di dalam kamar. Namun, di atas meja kecil dekat perapian, sebuah jubah bulu tebal berwarna pink lembut telah disiapkan untuknya, lengkap dengan sepiring buah-buahan segar dan secangkir teh madu yang masih mengepulkan uap tipis.

Sebuah senyuman tanpa sadar terukir di bibir manis Luna. Perhatian kecil dari sang Alpha muda yang terkenal kejam itu selalu berhasil membuat dadanya menghangat.

Setelah membasuh wajah dan mengenakan jubah bulu tersebut, Luna memutuskan untuk keluar kamar. Yudha tidak melarangnya keluar lagi, asalkan dia tetap berada di dalam area kastil yang dijaga ketat. Maya menyambutnya di koridor dengan senyuman ramah yang tulus.

"Selamat pagi, Nona Luna. Anda terlihat jauh lebih segar hari ini," sapa Maya, membungkuk hormat.

"Pagi, Maya. Di mana... Yudha?" tanya Luna agak ragu saat menyebut nama pria itu tanpa gelar 'Alpha'.

"Alpha sedang berada di lapangan pelatihan bersama para prajurit, Nona. Beliau meminta saya untuk menemani Anda jika Anda bosan di dalam kamar," jawab Maya riang.

"Apakah Anda ingin melihat-lihat area taman dalam kastil? Udara pagi ini sangat bagus."

Luna mengangguk setuju. Berada di dalam kamar terus-menerus memang membuatnya sedikit jenuh.

Maya menuntun Luna menuju taman dalam kastil sebuah area terbuka yang dikelilingi oleh dinding batu tinggi. Tempat itu sangat indah, dipenuhi oleh bunga-bunga liar berwarna-warni dan sebuah kolam air mancur kecil di tengahnya. Dari sudut taman, Luna bisa mendengar suara dentingan senjata dan sorak-sorai rendah dari arah lapangan pelatihan yang terletak tidak jauh dari sana.

Didorong rasa penasaran, Luna melangkah mendekati pembatas batu taman yang menghadap langsung ke lapangan terbuka di bawahnya.

Di sana, di tengah-tengah puluhan prajurit serigala bertubuh kekar, Yudha berdiri tanpa mengenakan jaket kulitnya. Pria itu hanya mengenakan kaus dalam hitam yang ketat, mencetak dengan jelas lekuk otot tubuhnya yang atletis dan kokoh. Keringat membasahi kulit kecokelatannya, berkilau di bawah sinar matahari pagi.

Yudha sedang mengajari beberapa prajurit muda teknik pertarungan jarak dekat. Gerakannya begitu cepat, tangkas, dan sarat akan kekuatan yang mematikan. Setiap serangannya tampak begitu efisien, menunjukkan jam terbangnya sebagai seorang pemimpin yang tidak hanya memberi perintah, tapi juga bertarung di garis depan.

Saat Yudha berhasil menjatuhkan lawannya ke tanah dengan satu gerakan kuncian yang bersih, para prajurit lain bersorak kagum.

Tiba-tiba, seolah memiliki insting yang tajam, Yudha menghentikan gerakannya. Pria itu membalikkan badan dan mendongak ke arah pembatas batu taman lantai atas. Mata elangnya langsung mengunci sosok Luna yang sedang memperhatikannya dari kejauhan.

Kilatan dingin di wajah tampan Yudha seketika mencair saat melihat gadis itu mengenakan jubah bulu merah muda pemberiannya. Sebuah senyuman tipis yang sangat menawan terbit di bibirnya. Yudha memberikan isyarat anggukan kecil kepada Luna, seolah meyakinkan gadis itu bahwa semuanya aman terkendali.

Luna merasakan pipinya mendadak merona merah. Dia membalas anggukan itu dengan senyuman canggung sebelum buru-buru memalingkan wajahnya karena salah tingkah. Di sampingnya, Maya terkekeh pelan melihat interaksi manis tersebut.

Namun, di balik keindahan momen pagi itu, Luna tidak menyadari bahwa dari sudut koridor yang gelap di seberang taman, sepasang mata tajam milik Rina sedang mengawasi mereka dengan kepalan tangan yang meremas kuat pembatas dinding.

Rina menyeringai licik. Jalur rahasia kastil telah dibuka semalam oleh Tetua Malik. Ketenangan yang sedang dinikmati gadis manusia itu tidak akan bertahan lebih lama lagi. Badai besar akan segera datang menghancurkan segalanya.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!