NovelToon NovelToon
A REAL DREAM

A REAL DREAM

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Romansa / Transmigrasi / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Calandra langit aizen adalah wanita manis dan cantik keturunan jepang-indonesia yang baru saja lulus kuliah, namun belum bekerja di luar. Untuk sementara waktu, pekerjaan yang di tekuni adalah menulis dengan suka-suka. Selalu menonton drama Korea setiap malam atau harinya, bercita-cita memiliki pasangan seperti orang Korea yang sering ia lihat, tapi bisakah dirinya memiliki pasangan seperti yang diinginkan? Sementara dirinya malas untuk merawat diri.

Mimpi yang ia inginkan menjadi kenyataan, ia berpindah ke tubuh artis Korea bernama song ha jin, hanya karena gelang yang di berikan oleh kakaknya. Wajah dan tubuh yang sangat mirip dengannya, namun dengan kulit yang lebih sehat karena terawat.
Apakah Calandra menyesal karena telah berpindah dan jauh dari keluarga? atau bahagia bisa bertemu dengan laki-laki yang selama ini ia impikan?

Baca ceritanya disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan percaya orang dekat!

Ha jin bangun dengan rasa berat di atasnya, ia melihat Hwan hee masih setia berada di pelukan nya.

"Hwan hee, bangunlah! Aku harus ke kamar mandi sekarang." Ha jin membangunkan Hwan hee dengan menggoyangkan tubuhnya.

Hwan hee terbangun dan mendongak melihat ke arah Ha jin.

"Kamu minggir dulu cepat!" Ha jin membenarkan bajunya dan berlari ke mandi. Hwan hee hanya menatap Ha jin yang buru-buru itu, lalu menunggu di depan kamar mandi.

"Lega banget rasanya gak kembung lagi, sakit banget nahan buang air kecil." Ha jin merasa lega karena sejak tadi ia menahan karena malas untuk ke kamar mandi dan bersentuhan dengan air yang dingin.

"Kamu kenapa?" Tanya Hwan hee.

"Eh? Kenapa kamu disini?" Ha jin terkejut ternyata Hwan hee berada di depan pintu.

"Kenapa sampai lari-lari seperti itu? Kalau kamu terjatuh lalu terluka bagaimana?" Hwan hee berkata serius membuat Ha jin terbengong, ia merasa khawatir nya Hwan hee seperti saat belum lupa ingatan.

"Aku hanya tidak mau saat aku belum mengingat apapun, kamu juga terluka." Ha jin yang tadinya mengira Hwan hee sudah ingat langsung berjalan ke ranjang melewati nya.

"Kenapa tidak menjawab ku?" Tanya nya mengikuti Ha jin dari belakang.

"Apa yang harus aku jawab? Kamu belum mengingat apapun tentang ku atau dirimu sendiri. Aku juga akan hati-hati menjaga diriku sendiri, lagipula hanya oppa Ha joon yang akan menjagaku sekarang." Ha jin langsung naik ke ranjang dan memiringkan tubuhnya untuk kembali tidur, Hwan hee merasa bersalah karena belum mengingat apapun, ia ikut membuka selimut dan tidur di sebelah Ha jin sambil terus melirik Ha jin yang miring, ia tidak berani untuk sekedar memeluk nya sekarang.

"Mianhae," ucapnya tanpa bersuara. Sebab ini juga bukan keinginan nya tidak mengingat apapun, ia hanya menunggu keajaiban itu datang.

Ha jin tidak tidur, ia hanya diam saat air matanya tiba-tiba turun dengan sendirinya. Mereka berdua sama-sama hening tidak saling berbicara dengan mata yang masih belum bisa terpejam, Hwan hee merasa bersalah atas dirinya yang belum mengingat apapun, Ha jin juga merasa sedih tunangan nya sama sekali tidak mengingat nya.

Ha jin akhirnya berbalik karena dirinya merasa bersalah, harusnya dirinya tidak seperti itu disaat tunangan nya tidak mengingat apapun. Ternyata Hwan hee juga menoleh dan mereka saling pandang, Hwan hee melihat mata dan juga pipi Ha jin berair membuat tangannya tergerak untuk menghapus nya.

"Aku minta maaf,"

"Tidak, harusnya aku yang minta maaf karena bersedih kamu tidak mengingat ku. Harusnya aku juga harus sabar seperti kamu membantu ku kemarin mengingat semuanya." Hwan hee memeluk Ha jin, ia merasa sangat dekat dan ikut sedih jika Ha jin menangis karena nya.

"Tidak perlu meminta maaf lagi, sekarang tidur lagi." Hwan hee mencium kening Ha jin, entah mengapa rasanya memang dia suka di dekat Ha jin dan selalu mencium nya.

"Jangan memaksa untuk mengingat, maaf karena aku seperti selalu membuat kamu tidak nyaman berada di dekat ku." Hwan hee menggelengkan kepalanya sambil terus mengusap rambut Ha jin.

"Tidurlah! Kita masih ada banyak waktu untuk bicara besok dan hari lainnya. Sekarang kamu tidur supaya tidak pusing besok apalagi saat kamu syuting." Ha jin juga nyaman berada di pelukan Hwan hee, jadi tidak berapa lama tanpa membalas ucapannya sudah terlelap.

"Aku harus mencari tahu dengan siapa, selain temannya ataupun teman-teman ku." Hwan hee berpikir akan pergi ke dorm besok dan mencari tahu bersama teman-temannya.

Hwan hee menatap wajah cantik di pelukannya saat ia melihat nya terasa tenang, ia mengecup kening Ha jin lalu ikut terpejam memeluk nya.

Pagi-pagi sekali Ha jin bergegas untuk pulang ke rumahnya tanpa membangunkan Hwan hee lebih dulu, ia pamit dengan Min Jia dan appa Lee.

Hwan hee bangun meraba sebelahnya sudah tidak ada orang, ia membuka matanya ternyata memang tidak ada Ha jin.

"Ha jin," panggil nya sambil duduk dan mengucek matanya. Tidak ada Ha jin dimana pun, ia berjalan menuju kamar mandi namun juga tidak ada.

"Ha jin," panggil nya keluar dari kamar mencari keberadaan tunangan nya.

"Eomma, apa Ha jin di dapur?" Tanya Hwan hee.

"Ha jin tidak memberitahu mu? Dia sudah pamit pada eomma dan appa jika akan pulang, mungkin dia bersiap untuk syuting sudah di hubungi manager nya." Hwan hee kembali lesu ternyata Ha jin tidak izin dengan nya, walaupun dirinya tidak ingat setidaknya harus tetap memberitahu nya.

"Apa kamu marah dengan Ha jin?" Tanya eomma Min Jia.

"Tidak, aku hanya mencari nya. Aku hari ini akan pergi ke dorm untuk menemui teman-teman."

"Kamu yakin? Perlu appa yang mengantar mu?" Tanya appa Lee.

"Aku tahu agensi nya, walaupun tidak tahu tepat dimana letak nya." Eomma dan appa nya saling pandang, mereka seperti khawatir dengan Hwan hee namun jika terus berdiam di rumah dan di antar, tidak akan pernah pulih ingatan nya yang hilang.

"Terserah kamu saja kalau begitu, hati-hati jika akan keluar dari rumah. Kamu harus ingat kalau kamu itu seorang artis, jadi harus tetap menggunakan masker dan kacamata." Hwan hee mengangguk, ia juga akan berjaga-jaga jika misalnya ada yang membencinya akan dibalas saat dirinya sedang tidak ingat apapun seperti sekarang.

Hwan hee berjalan sambil melihat sekeliling untuk kembali ke agensi, ia memang tidak ingat sama sekali hanya saat melihat jalan yang ia lewati terasa pusing karena tiba-tiba terlintas dipikiran nya.

"Hwan hee ssi," panggil seseorang.

Hwan hee menoleh ke arah orang yang memanggil nya sambil celingukan apakah dirinya yang di panggil atau orang lain.

"내가(nega)" Hwan hee menunjuk dirinya yang bertanya pada orang tersebut apakah benar memanggil dirinya.

"Iya, aku memanggil kamu, oppa. Kamu lupa dengan ku?" Tanya nya.

Hwan hee menggelengkan kepalanya tidak mengenal orang tersebut, ia juga berpikir kenapa orang ini bisa mengenali nya dengan penyamaran sekarang.

"Maaf aku tidak bisa ingat siapa kamu."

"Tentu oppa tidak mengingat ku, apalagi sekarang ditambah ada orang yang dekat dengan oppa."

Hwan hee bingung siapa yang dekat dengan nya, keluarga atau teman-teman nya.

"Aku tidak mengerti apa maksud mu, siapa orang dekat yang kamu maksud? Kamu siapa?" Hwan hee ingin tahu siapa wanita ini, dan apa maksud nya.

"Nanti aku akan menemui oppa lagi ketika waktu nya tepat, yang jelas jangan terlalu percaya dengan orang yang mengaku dekat dengan oppa!" Ucapnya membuat Hwan hee semakin bingung.

"Aku harus ke agensi, bertemu teman-teman untuk latihan." Hwan hee mengatakan akan berlatih, padahal dirinya hanya ingin menemui teman-teman nya untuk mencari tahu semuanya.

"Aku akan menemui oppa ketika sudah selesai dengan urusan ku. Aku hanya ingin berpesan agar tidak mempercayai orang terdekat, mereka bisa saja membuat oppa melupakan sesuatu yang berharga."

Hwan hee hanya mengangguk, lalu meninggalkan wanita itu yang masih terus menatap nya.

Hwan hee sampai di agensi masih mengingat ucapan wanita tadi, ia mencari dimana letak dorm grupnya.

"Hwan hee hyeong,"

"Hwan hee." Teman-temannya sedang melakukan live streaming namun melihat Hwan hee langsung menyambut nya.

"Aku minta maaf mengganggu kalian."

"Tidak, kita hanya sedang melakukan live karena sudah lama tidak menyapa fans." Mereka mengajak Hwan hee untuk menyapa fans, tapi Hwan hee tidak mau dan karena takut dianggap sombong ia menyapa walaupun dari belakang layar.

"Maaf semuanya, Hwan hee sedang di mode malu jadi tidak mau menampakkan dirinya." Banyak fans yang kecewa, namun juga mengerti privasi idol nya. Hwan hee menunggu teman-temannya selesai untuk menceritakan semuanya, jika orang tuanya percaya dengan teman-teman dan juga Ha jin berarti dirinya juga harus percaya menurut nya. Tapi ia juga harus cari tahu siapa yang benar, karena wanita tadi membuat nya berpikir dua kali untuk percaya dengan orang terdekat.

Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...

Baca juga cerita bebu yang lain 😘

IG : @istimatiellaahmad98

See you...

1
Isti Mariella Ahmad
/Kiss//Kiss//Kiss/ Hai-hai sobat semua, semoga suka dengan cerita bebu yang biasa saja namun mungkin bisa diambil apa yang terdapat di dalam cerita
nowitsrain
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!