Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Pertanyaan yang dilontarkan Dimas pun membuat Yang Yang menoleh.
"Ayah aku bisa, percayalah padaku" balas Yang Yang dan kembali melakukan pengobatan untuk Devin.
Pengobatan itu pun selesai. Devin tidak bergerak sama sekali.
"Aku mau pergi, aku tidak bisa bertanggungjawab untuk ini" ucap dokter Arya dan melangkah keluar dari kamar Devin.
Devin tiba-tiba saja bangun.
"Ayah!" panggil Devin.
"Devin" Ayahnya kaget.
"Ayah, kaki ku rasanya sudah tidak sakit lagi" ucap Devin.
Langkah dokter itu pun terhenti. Ia berbalik dan melihat kondisi Devin. Ia memeriksa denyut nadinya.
Sementara itu, Yang Yang merasa sangat pusing dan hampir saja terjatuh.
"Aku lupa kalau tubuh ini masih anak-anak dan memaksa melakukan pengobatan seperti ini yang membuatnya kehabisan tenaga" Batin Yang Yang sambil memijat sebelah kepalanya.
"Apa? Ini tidak mungkin!" dokter Arya tercengang.
"Kenapa Paman? Apa dia tidak bisa diselamatkan? Apa dia sudah mati?" ucap Lu Xie asal dan lagi-lagi tersenyum licik.
"Tidak, justru kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya" ucap Dokter Arya.
Dokter Arya pun menarik tubuh Yang Yang dan mendudukkannya di atas ranjang.
"Nak, entah teknik apa yang kamu lakukan? Akupuntur ini sangat sulit dilakukan, sementara kamu masih anak-anak. Ini benar-benar keajaiban di dunia kedokteran" jelas Dokter Arya memuji.
"Bagaimana mungkin? bagaimana mungkin anak ini bisa melakukan akupuntur sesempurna ini?" Dokter Arya bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Aku,,Aku,,!" Yang Yang tiba-tiba saja pingsan.
"Yang Yang!!"
"Adik!!" teriak Devin cemas melihat adiknya jatuh pingsan.
"He,," Dimas sangat panik dan langsung menggendong putrinya itu.
"Tidak mungkin, anak ini tidak mungkin mengerti tentang dunia pengobatan. Dia datang dari kampung, mana mungkin punya kemampuan seperti ini. Ini hanya kebetulan saja" batin Lu Xie meremehkan.
"Dokter Arya, tolong periksa putriku" ucap Dimas panik.
Dokter Arya langsung memeriksa denyut nadi Yang Yang.
"Bagaimana, dokter?" tanya Dimas.
"Tuan tidak usah khawatir, Nona Yang Yang hanya kecapean saja, dia hanya butuh istirahat sebentar untuk memulihkan tenaganya" jelas dokter Arya.
"Syukurlah" ucap Dimas.
"Tuan, tunggu sebentar. Metode pengobatan ini sangat sulit dilakukan, tapi Nona Yang Yang bisa melakukannya. Dia sangat jenius. Putri anda punya bakat jenius di dunia medis. Boleh ka saya mengangkat Yang Yang menjadi murid saya?" tanya dokter Arya.
"Mengangkat Yang Yang menjadi Murid mu?" tanya Dimas lagi.
"Iya Tuan, anak ini sangat jenius" balas Dokter Arya.
"Paman Tua ini, dulu aku yang merengek untuk di jadikan muridnya, malah dia ingin mengangkat anak kampung itu buat jadi muridnya" Batin Zhuzhu dengan wajah kesal.
"Paman Arya, Zhuzhu anak yang terdidik, dia punya sopan santun dan juga pintar. Bagaimana kalau Paman mempertimbangkan Zhuzhu buat jadi murid Paman?" ucap Lu Xie memuji putrinya.
"Maaf jika saya lancang Nyonya Lu, putri anda tidak berbakat di dunia medis. Suruh saja dia belajar hal yang lain" balas Dokter Arya yang berhasil membuat Lu Xie dan Zhuzhu merasa kesal.
"Bagaimana Tuan?" Tanya dokter Arya kepada Dimas.
"Kita tunggu Yang Yang sadar dulu, biar dia yang memutuskan" ucap Dimas dan membawa Yang Yang ke kamarnya.
Dimas meletakkan Yang Yang di atas tempat tidurnya. Yang Yang begitu kelelahan. Di dalam tidurnya itu, Yang Yang bermimpi aneh lagi.
Suasana yang begitu mendebarkan, di dalam sebuah ruang operasi yang dipenuhi beberapa peralatan medis canggih. Disana terlihat Dokter Cantik bernama Yue Xu bersama dengan beberapa perawat sedang melakukan operasi jantung pada seorang wanita.
tit tit tit...
Suara itu terdengar menggema di dalam ruangan operasi ini.
"Tensi darahnya drop di bawah 60" ucap seorang perawat laki-laki.
"Transfusi darah bertekanan" ucap Dokter Yue Xu.
"Kasih klem pembuluh darah cadangan" lanjutnya lagi.
Tiba-tiba saja darah pasien itu menyembur keluar sampai mengenai wajah dokter Yue Xu.
"Arteti Pulmonalis pecah" ucap perawat wanita dengan panik.
Dokter Yue Xu tetap tenang dan fokus pada operasinya ini. Ia berusaha keras untuk menyelamatkan pasiennya.
"Siapkan Autotransfusi darah" ucap dokter Yue Xu.
"Mulai sirkulasi ekstrakorporal sekarang" Perintah dokter Yue Xu.
Perawat laki-laki itu pun segerah melakukan sesuai arahan dari dokter Yue Xu.
Tiba-tiba saja lampu darurat menyala. Suaranya terdengar memenuhi ruang operasi itu, sehingga membuat para perawat yang berada di dalam sana begitu sangat panik.
"Listrik cadangannya mati" ucap perawat wanita itu.
"Pasien tidak bisa bertahan lebih dari tiga menit" lanjut perawat lainnya.
Dokter Yue Xu mendorong lampu kecil yang ia pakai tadi sebagai penerangan.
"Kasih aku lampu" perintahnya.
Dua lampu besar segerah di arahkan di atas pasien yang kritis itu. Dokter Yue Xu kembali melakukan operasinya dengan dengan tenang dan penuh ketelitian. Langkah terakhir yang ia lakukan adalah menjahit bekas operasi tadi.
"Operasinya Berhasil" ucap dokter Yue Xu.
Mereka keluar dari dalam ruang operasi itu. Dan benar saja ada banyak perawat yang menunggu di luar.
"Yue Xu kamu berhasil" ucap Arya salah satu dokter di rumah sakit itu.
"Ini kasus sukses pertama di dalam Negeri. 9 jam 18 menit. Operasi perbaikan jantung ketiga di dunia" ucap seorang perawat wanita.
"Dokter Yue Xu, kamu hebat sekali" lanjut perawat lainnya.
"Dokter Yue Xu, Live operasimu viral di internet" Ucap seorang perawat laki-laki sambil memperlihatkan layar ponselnya kepada dokter Yue Xu.
"Aaa,,," Yang Yang begitu sangat gelisah, wajahnya sangat berkeringat akibat mimpi aneh itu lagi.
"Yang Yang,,, Yang Yang, kamu kenapa?" Dimas sangat panik.
Yang Yang pun tiba-tiba bangun.
"Mimpi ini lagi, Arya? Arya? Dia Paman Arya yang tadi itu? Kenapa dia tampak tua sekali? Tidak seperti Arya yang ganteng itu" Gumam Yang Yang.
"Sayang, kamu kenapa? Kamu mimpi buruk?" tanya Dimas dengan wajah cemas.
"Tidak, tidak Ayah. Yang Yang cuman mimpiin ibu" Yang Yang berpura-pura.
"Yang Yang, sudah, disini ada Ayah, Nenek dan juga Kakak Devin. Kami semua sayang sama Yang Yang" Dimas memeluk putrinya.
"Nggak nyangka aku adalah dokter jenius" Batin Yang Yang.
"Oh iya, Ayah mau tanya, Kamu belajar akupuntur dimana?"
Yang Yang berpikir sejenak.
"Dulu waktu di kampung, ibu sakit parah. Kami tidak punya uang untuk ke rumah sakit. Jadinya Yang Yang meminta orang pintar untuk mengajari Yang Yang teknik akupuntur. Tapi ibu tetap meninggalkan kami" ucap Yang Yang asal.
"Tidak, aku tidak boleh menjelaskan yang sebenarnya kepada Ayah. Kalau aku bilang aku ini Dokter Jenius termuda, bisa mati berdiri dia" batin Yang Yang.
"Makam ibu mu dimana? Maukah Yang Yang menemani Ayah pergi siarah di makam ibumu?" Tanya Dimas pada putrinya.
"Tentu Ayah" balas Yang Yang.
"Ayo sekarang kita berangkat" ucap Dimas.
Akan tetapi tiba-tiba saja ponsel Dimas berbunyi.
lanjut up lagi thor