NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

"Dinzy, saya bisa jemput kamu? Saya perlu diskusi tentang departemen kamu" - Luca

 

Dinzy tertegun membaca pesan tersebut, karena saat ini dia tinggal bersama Siska. Dan ia pun bingung harus mengatakan apa kepada Siska tentang Luca.

 

"Pak, tapi saya tinggal bersama dengan Mbak Siska. Senior saya di kantor. Bagaimana kalau Mbak Siska tahu?" - Dinzy

"Oh, memangnya kenapa kalau Siska tahu?" - Luca

 

Dinzy menggaruk dahinya yang tidak gatal, dia semakin dibuat bingung oleh Luca. Bagaimana bisa dia bertanya hal seperti ini.

 

"Din, kamu baik-baik saja?" tanya Siska yang melihat keanehan sikap Dinzy

 

"Baik kok Mbak, ini cuma bingung aja sama temanku" jawab Siska

 

"Astaga, aku kira kenapa din. Mau berangkat sekarang?"

"Mbak Siska duluan aja deh, ini temanku mau mampir dulu"

"Ya sudah, kamu hati-hati ya. Jangan sampai telat"

"Siap Mbak"

 

Siska tanpa curiga sedikitpun meninggalkan Dinzy yang sedang menunggu kedatangan temannya. Sementara Dinzy segera membalas pesan Luca setelah Siska meninggalkan rumah.

 

Tidak lama Siska berangkat, mobil Luca sampai di depan kontrakan Dinzy. Ia pun segera keluar untuk menemui Luca.

 

"Pagi Pak" sapa Dinzy

 

"Pagi. Sudah sarapan?"

"Belum Pak"

"Sarapan dulu ya"

"Baik Pak"

 

Dinzy begitu gugup, karena Luca bukanlah seorang teman namun juga atasan dan investor di kantornya. Dinzy tidak ingin membuat kesalahan dengan Luca apalagi mengecewakannya.

 

Dalam perjalanan, mereka membahas pekerjaan, namun dominasi obrolan hari ini adalah seputar kehidupan pribadi.

 

"Pak Luca sering makan disini?" tanya Dinzy basa basi.

 

"Kalau waktunya pendek, iya. Tapi kalau ada waktu saya makan bubur di samping kantor kamu"

"Oh iya..."

"Maaf ya kita makan di mobil"

 

DEG!

 

"Maaf ya" batin Dinzy mengulangi kalimat Luca.

 

"Pak Luca gak salah ngomong kan" batinnya.

 

"Gak apa-apa kok Pak, terimakasih sudah di traktir makan lagi"

"Hahaha... ini gak seberapa Dinzy. Suka?"

"Suka Pak"

"Bagus, kita bisa jalan ke kantor bersama setelah ini karena saya da perlu dengan Pak Adam'

 

"B-bersama Pak?" tanya Dinzy

 

"Iya, saya ada perlu dengan CEO kamu" jawab Luca enteng tanpa beban

 

"P-pak..."

"Tenang Dinzy, semua akan baik-baik saja. Percaya sama saya"

 

Dinzy semakin terpojok. Dia berhasil menghindari Siska, tapi dia tidak akan berhasil menghindari semua staff yang ada di kantornya.

 

"Jalan sekarang ya, sebelum kamu telat"

"Baik Pak"

 

Luca mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor Dinzy. Dan bukan menuju parkiran, melainkan berhenti di depan Lobby.

 

Dinzy semakin pucat, karena kondisi kantor sangat ramai karena waktu menunjukan pukul 8.45 yang artinya jam kerja akan segera di mulai.

 

Dinzy turun dari mobil Luca, beberapa petugas keamanan dan staff menatap Dinzy dengan tatapan heran karena ia keluar dari mobil Luca.

 

Sementara Luca dengan santainya menghampiri Dinzy dan mengajaknya masuk ke kantor tersebut. Dinzy tersenyum kaku, lalu mengikuti perintah Luca.

 

"Pak, lift khusus Pak Luca ada di sebelah sana" ucap Dinzy

 

"Saya? Saya kan datang sama kamu"

"Iya Pak, t-tapi saya staff biasa disini"

"Hahaha... Relax Dinzy saya hanya bercanda, saya tidak akan membuat kamu dalam kesulitan. Terimakasih sudah menemani pagi saya, sarapan bersama saya dan ke kantor bersama saya"

 

"Tidak ingin membuat aku dalam kesulitan?? Tapi Pak Luca sudah melakukannya" batin Dinzy

 

"Sama-sama Pak. Saya permisi dulu"

"Oke Dinzy, enjoy your work ya"

"Pak Luca juga"

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!