Popoy atau Tiara adalah gadis kampung yang sangat baik, cantik dan juga pintar. Dia lulus dengan meraih predikat terbaik di sekolahnya.
Tapi, modal itu saja tidaklah cukup untuk menjamin dirinya bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan. Apalagi, Tiara hanya lulusan SMA.
Ekonomi keluarga yang pas-pasan dan incaran rentenir yang ingin memperistri Popoy, membuatnya nekad pergi ke kota. Popoy tidak mau terikat pernikahan dengan bandot tua yang selalu menjerat petani dengan hutang, hingga para orangtua terpaksa harus merelakan anak gadisnya untuk dipersunting demi melunasi hutang mereka.
Namun, Popoy tidak pernah menyangka jika di kota, dirinya malah terlibat banyak masalah. Bekalnya dirampok dan dia hampir saja diperkosa oleh para preman.
Popoy berhasil keluar dari mulut harimau tapi akhirnya masuk ke mulut buaya. Dia bersembunyi di bagasi mobil seorang Miliarder yang terkenal suka bergonti-ganti wanita.
Bagaimanakah nasib Popoy selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24. ANCAMAN GIO
"Ayo Fatma, ajak putra manjamu itu ke depan. Kita harus menyambut para tamu bersama Gio dan Nadine. Ingat jangan ada yang membuat masalah selama pesta berlangsung, ini termasuk peringatan buat kamu Lex!"
"Asalkan tidak ada yang menyulut pertengkaran, akupun tidak akan mau mengotori tanganku!" jawab Alex ketus.
"Ayo Sayang," ajak Alex kepada Popoy.
Popoy bisa melihat bagaimana hubungan antara Papa dan anak yang masih memanas. Dan dia merasa iba melihat ibu Fatma tersisih dengan kehadiran istri lain di sana.
Popoy pun menggandeng tangan Alex, dia pun pamit kepada Bram dan Fatma untuk mengikuti Alex.
Bram yang kesal akan sikap Alex, tidak mempedulikan siapa Popoy dan meninggalkan Fatma sendirian di sana.
Fatma menyusul ke depan, dia ingin bergabung dengan anak-anaknya.
Andre juga baru saja tiba, lalu dia menyapa Gio dan juga Nadine.
"Selamat malam Kak!"
"Kamu kemana saja, hari gini baru sampai, sama saja dengan kesayangan mu itu!" ucap Gio.
"Siapa yang Kak Gio maksud, apakah Kak Alex sudah sampai? Maaf Kak aku akan mencari Kak Alex. Mari Kak Nadine!"
"Kamu dan Alex sama saja, tidak pernah menghargai aku!" ucap Gio kesal.
Nadine celingukan, dia masih penasaran dengan wanita yang bersama Alex. Nadine masih mencintai Alex, hatinya cemburu saat mengetahui Alex telah memiliki pengganti dirinya.
Gio yang melihat hal itu lalu memeluk pinggang Nadine dan berbisik, "Kamu jangan coba-coba mendekati Alex lagi, kalau masih ingin bersama putramu. Ingat keselamatan orangtuamu juga ada dalam genggamanku!" ancam Gio.
Nadine meronta, lalu berkata, "Kamu licik, beraninya cuma mengancam!"
Gio marah, lalu dia mengeratkan pelukannya, tapi dia pura-pura tersenyum manis saat Fatma berjalan mendekatinya.
"Lihat, ibu berjalan kesini. Awas jika kamu berani mengadu!"
Nadine pun pura-pura mesra, dia masih memikirkan keselamatan orangtuanya dan tidak ingin dipisahkan dari putranya. Hanya putranya lah yang menjadi penguat Nadine untuk tetap bertahan menjalani rumah tangganya yang seperti di neraka.
"Nak Nadine, kamu makan dulu, dimana putra kalian?" tanya ibu Fatma.
"Tadi bersama baby sitter Bu, dia merengek, tidak suka melihat keramaian."
"Oh, barangkali di bawa ke ruangan bermain."
"Kamu disini bersama ibu ya, aku akan menemui Papa," ucap Gio sambil mencium Nadine dan berbisik, "Ingat yang aku katakan!"
"Pergilah Gio, itu Alex dan Andre juga ada di sana."
Tanpa mendengarkan ucapan sang Ibu, Gio pun berlalu pergi menuju ke depan panggung untuk menghampiri sang Papa.
Namun, Gio mengurungkan niat, sebelum menemui sang Papa, dia ingin menyamperin Alex terlebih dahulu.
Gio tersenyum sinis, dia tidak akan membiarkan Alex lebih bahagia dari dirinya.
Melihat Alex terlihat mesra bersama Popoy, Gio merasa iri dan tertantang kembali untuk mengusik kebahagiaan Alex.
Andre sangat senang melihat Alex hadir dan dia ikut bergabung bersama Popoy dan Alex.
"Selamat ya Kak! inikah calon kakak iparku?" tanya Andre sambil mengulurkan tangan kepada Popoy.
Popoy menyambut uluran tangan Andre sambil memperkenalkan dirinya.
"Kak Alex selalu pandai memilih pasangan, dulu Kak Nadine dan kini Kak Tiara yang tidak kalah cantiknya."
"Kamu saja yang terlalu pemilih, hingga sampai saat ini belum ada wanita yang bisa kamu perkenalkan kepada keluarga."
"Bukan pemilih Kak tapi belum ada yang pas di hati. Jika ada yang seperti Kak Tiara, pasti aku mau," ucap Andre sembari menyeringai.
"Wah, aku lihat kalian sejak tadi asyik banget ngobrolnya, hingga tidak mempedulikan keluarga."
Hemm," cuma deheman yang terdengar dari mulut Alex, dia malas berbasa-basi.
"Eh, ini pacar barumu Lex? Ternyata nggak kalah cantik dari Nadine, bedanya dia masih bau kencur. Tapi seleramu bagus juga, beralih ke daun muda."
"Kenalkan Nona, aku Gio calon Kakak iparmu," ucap Gio sembari mengulurkan tangan.
Karena Popoy sudah mendengar cerita dari Alex mengenai siapa Gio, dia jadi ragu untuk membalas uluran tangan Gio.
Popoy memandang ke Alex dan Alex mengizinkan Popoy untuk membalas uluran tangan dari Gio.
"Wah, kamu hebat Lex, untuk membalas uluran tangan saja, gadis ini musti meminta persetujuan darimu!" ejek Gio.
"Maaf Tuan Gio, itu urusan kami, bukan urusan Anda!" jawab Popoy sambil membalas uluran tangan Gio.
Gio berlama-lama menggenggam, bahkan sempat hendak mencium tangan Popoy. Untung saja Popoy dengan refleks langsung menarik tangannya.
"Alex tersenyum puas, istrinya bisa mengimbangi permainan Gio."
"Eh, baru Anda wanita yang berani menolak niat baik saya," ucap Gio sedikit kesal.
"Anda sudah punya istri, jadi tidak pantas mencium tangan saya!"
"Oh hebat, saya senang dengan wanita seperti Anda, yang tidak gampang tergoda rayuan."
"Pelayan! Saya minta segelas jus!" seru Gio saat melihat pelayan melintas sambil membawa nampan.
Pelayan itupun bergegas mengambilkan apa yang Gio minta, dan ternyata Gio mengulurkan segelas jus tersebut kepada Popoy.
"Silakan Nona!"
Alex langsung menyambar gelas tersebut, dia jadi teringat saat kejadian beberapa tahun silam saat pertama kali Nadine dia kenalkan kepada Gio.
"Maaf, Tiara tidak suka jeruk! ya kan Sayang! Ayo kita ambil minuman lain," ucap Alex sambil memeluk pinggang Popoy dan membawanya ke tempat makanan serta minuman tersusun.
Popoy senang Alex membawanya menjauh dari Gio, dia saja yang baru kenal merasa jengah dengan sikap kakak iparnya itu.
Kebetulan saat itu Nadine juga sedang berada di area minuman, dia ingin mengambilkan minum untuk sang ibu.
Nadine kikuk, saat Alex menatapnya, walaupun masih ada getaran aneh di hati Alex, tapi setidaknya saat ini dia bisa lebih tenang saat bersitatap dengan mata orang yang pernah membuatnya menangis dan terpuruk.
"Apa kabar Nadine? Lama tidak berjumpa, kamu terlihat lebih kurus dan selamat ya, katanya kalian telah memiliki seorang putra."
"Eh iya Lex. Ini pacarmu Lex?"
"Oh ya kenalkan Dine, ini istriku."
"Hallo Mbak, salam kenal. Aku Tiara," ucap Popoy sambil mengulurkan tangan dan tersenyum manis.
"Oh, aku Nadine. Selamat ya atas pernikahan kalian," ucap Nadine dengan suara gemetar.
Terlihat matanya memerah, seperti hendak menangis, entah mengapa mendengar perkataan istri dari mulut Alex membuat hatinya sangat sedih.
"Aku duluan ya Lex, Tiara, selamat menikmati pesta."
Nadine pun bergegas tanpa menoleh, dia takut Alex akan melihat dirinya menangis. Nadine masuk ke dalam kamar dan dia menumpahkan rasa sedihnya di sana.
Sementara ibu celingukan mencari Nadine yang belum juga kembali untuk membawakannya minuman.
Gio yang tidak melihat Nadine bersama sang ibu pun mencari-cari, tapi dia lega saat melihat Alex masih berada ditempatnya bersama Popoy.
Kemudian Gio mendekati sang Papa yang sudah bersiap untuk mengucapkan kata sambutan di hadapan semua tamu yang hadir.
Bersambung......
smg sukses kedepannya ya author........ 🙏🙏
baru kali ini baca novel ngak di skip2
keren tetap berkarya semogga sukses selalu