NovelToon NovelToon
Gairah Yang Dibayar Mahal

Gairah Yang Dibayar Mahal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Demi membiayai operasi ayahnya, Natalie nekat menjual keperawanannya pada seorang pria yang tidak ia kenal. Namun pria yang datang ternyata seorang dokter berhati baik yang justru ingin menyelamatkannya dari jalan buntu itu.

Setelah melewati malam yang penuh gairah, Drake malah kecanduan dengan tubuh Natalie, padahal dia tahu kalau wanita itu hanya mengejar uang.

Saat rahasia tergelap mereka terbongkar, mampukah hubungan rapuh dan terlarang ini tetap bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Drake duduk di balik meja kerjanya yang lebar di dalam ruang praktik dokter yang nyaman namun steril. Cahaya lampu neon putih menerangi ruangan, sementara aroma obat-obatan samar-samar tercium di udara. Ia sedang memeriksa berkas rekam medis pasien terakhirnya pagi ini, alisnya sedikit berkerut saat membaca hasil lab yang kurang menggembirakan. Tangan kokohnya mengetik cepat di laptop, mencatat catatan penting untuk tindak lanjutnya.

Tok

Tok

Ceklek....

Tak lama kemudian, pintu ruangan diketuk pelan. Seorang wanita dokter berusia sekitar dua lima tahun masuk dengan senyum ramah. Regina, rekan sejawatnya di rumah sakit itu, mengenakan jas dokter putih yang rapi, rambutnya yang baru dipotong sebahu tergerai lembut. Ia membawa sebuah kotak bekal berwarna pastel di tangan.

"Dokter Drake, kamu sudah makan belum? Kebetulan aku bawa bekal lebih hari ini," ucap Regina dengan suara lembut, sedikit gugup.

Drake mendongak, senyum lebar langsung menghiasi wajah tampannya yang tajam. Matanya yang dalam menatap Regina dari atas ke bawah sekilas. "Mana? Kebetulan aku juga belum sempat sarapan. Pagi ini terlalu sibuk," balas Drake sambil bangkit sedikit dari kursinya.

Regina tersenyum bahagia. Ia melangkah mendekat, meletakkan kotak bekal di meja Drake. "Ini, ayo kita makan bersama. Aku masak nasi goreng spesial tadi pagi" ajaknya penuh harap.

Mereka pun duduk berdampingan di sofa kecil di sudut ruangan. Regina membuka kotak bekal, aroma nasi goreng yang harum langsung memenuhi ruangan. Mereka makan bersama dalam suasana yang terasa hangat. Sesekali Drake menggoda Regina dengan kata-kata manis, membuat wanita itu tertawa kecil dan tersipu malu. Tatapan Drake penuh perhitungan, meski senyumnya terlihat tulus.

"Kamu terlihat cantik hari ini. Aku suka gaya rambutmu yang baru," puji Drake tiba-tiba, suaranya rendah dan menggoda sambil menyuap sesendok nasi.

Wajah Regina langsung memerah. Ia menunduk, jari-jarinya memainkan sudut kotak bekal. "Makasih, Dokter Drake. Aku baru memotong rambutku kemarin," jawabnya malu-malu, suaranya hampir berbisik. Hatinya berdegup kencang.

Sejak dulu Regina memang menyimpan perasaan lebih terhadap Drake. Ia selalu memperhatikan pria itu, berusaha mendekat dengan berbagai cara, membawakan kopi, membantu pekerjaan, bahkan memasak seperti hari ini. Namun sayang, Regina tak pernah tahu bahwa Drake tidak pernah benar-benar menyukainya. Bagi Drake, Regina hanyalah salah satu wanita yang mudah dimanfaatkan untuk membantu pekerjaannya, menjadi teman curhat saat ia bosan.

Drake tersenyum dalam hati. Ia menatap Regina yang sedang tersipu, tangannya sesekali menyentuh lengan wanita itu dengan ringan. "Kamu selalu perhatian sekali padaku. Aku senang ada kamu di sini," katanya lembut, tapi matanya menyimpan maksud lain.

Di benaknya, ia menganggap semua wanita sama saja. Mendekati dirinya hanya karena uang atau kedudukan. Seperti Regina, dia sengaja mendekatinya agar posisinya aman di rumah sakit ini.

Mereka melanjutkan makan sambil mengobrol ringan tentang pasien dan jadwal operasi. Regina tertawa lepas setiap kali Drake melemparkan lelucon, hatinya penuh harapan yang sia-sia.

Sementara Drake, di balik sikap ramahnya, tetap dingin dan penuh perhitungan. Bagi pria seperti dia, hubungan hanyalah permainan, dan ia selalu memenangkannya.

*

*

Saat sedang asik mengobrol dan menikmati nasi goreng buatan Regina, suasana ruangan dokter Drake terasa hangat dan ringan. Regina tertawa kecil mendengar lelucon Drake pada dirinya, pipinya masih merona merah karena pujian pria itu tentang rambut barunya. Drake sendiri duduk santai, sesekali menyentuh lengan Regina dengan gerakan yang di sengaja. Ia menikmati bagaimana wanita di depannya begitu mudah tersipu dan berusaha menyenangkannya.

Tok

Tok

Tiba-tiba, pintu ruangan diketuk dengan cepat. Seorang perawat muda bernama Dina masuk dengan wajah tegang, napasnya sedikit tersengal.

"Dokter Drake! Maaf mengganggu, ada pasien gawat darurat yang harus segera ditangani," ucap Dina buru-buru.

Drake langsung meletakkan sendoknya. Ekspresi santainya berubah menjadi serius dalam sekejap, seperti saklar yang dibalik. "Dimana pasiennya?" tanyanya sambil bangkit dari sofa dengan gerakan tegas, jas dokternya yang putih sedikit tersingkap.

"Di IGD, Dok. Pasien mengalami kecelakaan. Katanya jatuh di kamar mandi rumahnya. Usianya sekitar enam puluh tahun, ada luka di kepala dan kemungkinan patah tulang pinggul. Kondisinya sudah mulai tidak stabil saat dibawa ke sini. Dia juga menderita lumpuh" terang Dina dengan cepat sambil menyerahkan tablet berisi data awal pasien.

Regina ikut berdiri, wajahnya tampak kecewa karena momen bersama mereka terpotong begitu cepat. "Aku ikut ya, Dok?" tawannya pelan.

"Tidak usah, Regina. Kamu lanjutkan saja istirahatmu. Biar aku yang tangani," jawab Drake tegas namun sopan. Ia sempat menoleh sebentar ke Regina, memberikan senyum tipis yang membuat wanita itu kembali tersipu meski hatinya sedikit kecewa.

Drake segera mengikuti Perawat menyusuri koridor rumah sakit yang panjang. Langkahnya cepat dan penuh wibawa, sepatu kulitnya menimbulkan suara ritmis di lantai ubin yang mengkilap. Pikirannya sudah beralih total ke mode profesional. Meski ia sering memanfaatkan wanita di sekitarnya untuk kesenangan pribadinya, Drake adalah dokter yang kompeten dan dihormati di rumah sakit ini. Tangan dingin dan keputusan cepatnya sering menyelamatkan nyawa pasien kritis.

Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), suasana langsung terasa chaotic. Beberapa perawat lain sedang sibuk memasang infus, memantau tanda vital, dan membersihkan luka pasien. Seorang pria tua bernama terbaring di atas brangkar, wajahnya pucat, darah mengering di sisi kepalanya. Napasnya tersengal-sengal.

"Beritahu saya kronologi lengkapnya," perintah Drake sambil memakai sarung tangan steril dan mendekati pasien. Ia memeriksa pupil matanya, lalu meraba denyut nadi dan tekanan darah yang rendah.

"Pasien ditemukan keluarganya tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi sekitar satu jam lalu. Kemungkinan terpeleset saat mandi pagi. Ada riwayat hipertensi dan lumpuh kaki," jelas salah satu perawat.

Drake mengangguk sambil memerintahkan serangkaian tindakan. "Siapkan CT scan kepala dan panggul segera. Berikan oksigen dan cairan intravena. Kita harus stabilkan dulu sebelum memutuskan operasi." Suaranya tenang tapi penuh otoritas, membuat seluruh tim IGD bergerak cepat mengikuti instruksinya.

Sambil bekerja, Drake sesekali melirik jam di dinding.

Regina yang masih berdiri di ambang pintu IGD mengamati dari kejauhan. Ia menghela napas pelan, iri sekaligus kagum dengan ketenangan dan keahlian Drake. Bagi Regina, Drake adalah pria sempurna, dokter hebat, tampan, dan perhatian. Sayangnya, ia tak tahu betapa dingin dan manipulatif hati pria itu sebenarnya.

Drake terus bekerja tanpa henti, memimpin tim medis dengan tangan terampil. Bau antiseptik dan suara monitor bip-bip memenuhi ruangan.

Hari yang dimulai dengan goda-menggoda Regina berubah menjadi pertarungan melawan waktu untuk menyelamatkan nyawa seorang pria paruh baya yang tak dikenalnya. Itulah sisi ganda Drake, penuh nafsu dan perhitungan di luar tugas, tapi mematikan serius saat mengenakan jas dokter putihnya.

1
Mita Paramita
akhirnya Nathalie bisa nolongin ayahnya , walaupun imbalan nya harus jadi pemuas nafsu drake.
merry yuliana
semoga drake jatuh cinta dan menghargai natalie sebagai wanita yang berharga bukan cuma barang ....crazy up.kak
Mita Paramita
cuma drake yang peduli sama Natalie 😭 Thor itu Natalie udah diperkaos sama Andreas?🤨
Mita Paramita
lanjut drake bawa kabur Natalie dari ibunya yang laknat 🤣🤣🤣
Oma Gavin
pasti drake yg datang wah andreas bisa dihabisin drake jgn lupa bu dyah sekalian dibikin sekarat ibu kok ngga ngotak malah seneng dan bangga anaknya laku mahal
Oma Gavin
apa bener nathalie anak kandung dyah kenapa setega itu menjual anaknya demi rupiah selama ini ua g yg diberikan nathalie dikemanakan buktinya ayahnya masih sekarat
Mita Paramita
drake datang dong 😭 selametin Natalie
Mita Paramita
Natalie bodoh kali cari yang lain di club...tau gitu sama drake aja atau pak dosen
Mita Paramita
lanjut drake 🔥🔥🔥
Mita Paramita
Drake pasti kaget liat Natalie 🤨
merry yuliana
crazy up kak 💪💪💪
Mita Paramita
pasti nih pasien bapaknya Natalie yg jatoh di kamar mandi 🤨
Mita Paramita
lanjut Thor 😭😭😭 mending Natalie jujur aja sama drake minta bayarin berobat bapaknya daripada dia nanggung beban sendirian 🤨
Oma Gavin
dokter psikopat gila segitu brutal nya dia sama nathalie
mama
kok iki jijik ya sama dokter ny.. kelakuan ny gk mencerminkan seorang dokter.. bukan ny ngasiih solusi buat masalah nathali
Oma Gavin
jujur sama drake biar dihabisin itu andreas dan bandot tua hadi bila perlu ibumu sekalian itu pasti ibu tiri ngga mungkin ibu kandung rela jual anaknya
Mita Paramita
kasian Nathalie nanggung beban sendirian 😭😭😭
Oma Gavin
pasti drake ini yg nolong
Oma Gavin
buang drake malah dijual ke laki" tuer bau tanah udah gitu gendut menjijikan lagi
mama
dokter oh dokter..kok mau2 tidur dgn perempuan yg bukan istri ny🤭..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!