Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4. Ridwan Mulai Berubah
Siang itu, di sekolah Desi sedang diadakan acara lepas sambut kepala sekolah yang baru. Dalam satu kecamatan diadakan rolling jabatan kepala sekolah oleh Dinas Pendidikan setempat yang bermaksud agar adanya penyegaran jabatan supaya tidak monoton menjabat di satu sekolah. Kegiatan ini sudah berjalan sejak dulu. Setiap 3 tahun sekali akan diadakan rolling jabatan seperti ini.
Desi yang kebagian tugas sebagai seksi konsumsi dengan cekatan mengatur semua yang diperlukan. Mulai dari menata snack ke dalam kotak-kotak kecil sampai mengatur kotak-kotak nasi yang kebetulan baru diantar oleh kurir tempat Desi memesan nasi kotak nya.
"Mila, bantuin dong sini. Supaya cepat selesai." , pinta Desi pada teman kantor nya.
"OK, ini mau ditaruh dimana Des ? " , tanya Mila.
"Disusun aja di belakang sini ya supaya mudah nanti membagikannya. " , jawab Desi.
"O iya. Bener itu Des, jadi nggak perlu bolak-balik nanti pas bagiin. " , jawab Mila lagi.
"Iya, makasih banyak ya Mil. " , ucap Desi.
"Sama-sama Des. Kita kan bestie. " , jawab Mila.
Setelah itu, mereka tertawa bersamaan.
Desi dan Mila adalah sahabat karib dan Mila lah yang merekomendasikan Desi, sehingga dia bisa bekerja sebagai guru di sekolah itu. Walaupun sekarang Desi masih menjabat sebagai guru honorer, namun tidak menutup kemungkinan dia bisa diangkat sebagai guru PNS ataupun P3K. Aamin ya rabbal 'alamiin, semoga saja, itu doa yang selalu Desi panjatkan sehabis solat. Karena Desi menguasai teknologi, terutama yang berhubungan dengan administrasi menggunakan komputer atau laptop, seringkali Desi dimintai tolong untuk membantu guru-guru terutama guru senior yang gaptek teknologi. Kadang-kadang sebagian dari guru-guru yang sudah dibantu oleh Desi memberikan sedikit rezeki nya untuk Desi. Alhamdulillah, itu sangat membantu buat Desi apalagi saat seperti ini, dimana Ridwan semakin seenaknya memberikan uang nafkah untuknya.
Selesai acara, guru-guru pun pulang satu persatu termasuk Desi dan Bagas. Sesampainya di rumah, mbok Muna langsung memberitahu bahwa ayahnya anak-anak belum pulang.
"Bu, bapak belum pulang. Biasanya kalau shift malam jam delapan pagi sudah pulang. " , ucap mbok.
"Masa sih mbok ? " , tanya Desi tidak percaya.
"Coba sy telpon dulu. " , jawab Desi.
Telpon tersambung tapi tidak diangkat. Desi tidak putus asa, mencoba terus berkali-kali. Akhirnya setelah sepuluh kali panggilan baru diangkat.
"Assalamu'alaikum mas. " , ucap Desi.
"Wa'alaikumsalam. Ada apa? Saya lagi kerja ini. Lembur. " , jawab Ridwan ketus.
"Lembur mas ? Kok tumben mendadak. Nggak bilang dulu. " , jawab Desi.
"Iya mendadak, gantiin teman sakit ini. " , jawab Ridwan.
"Ya sudah, hati-hati mas, jangan lupa makan. " , jawab Desi.
"Iya." , jawab Ridwan ketus.
Akhirnya, telpon terputus. Ridwan memutuskan telpon tanpa mengucapkan salam.
"Lembur katanya mbok, gantiin teman nya sakit." , ucap Desi ke mbok.
"Ya sudah, mbok pulang dulu ya bu. " , jawab mbok.
"Iya mbok, ini ada nasi mbok sama jajan dibawa mbok. Tadi ada acara lepas sambut di sekolah. Ada lebih buat mbok aja. " , ucap Desi.
"Makasih banyak bu." , jawab mbok.
"Sama-sama mbok." , jawab Desi.
"Anak-anak, mbok pulang dulu ya. Assalamu'alaikum." , ucap mbok Muna.
"Iya mbok, wa'alaikumsalam." , jawab anak-anak juga Desi.
Setelah mbok Muna pulang, Desi menyuruh anak-anaknya untuk tidur siang. Kebetulan semua sudah makan tinggal istirahat saja.
Di dalam kamar, Desi tidak bisa tidur. Ia masih saja memikirkan tentang suaminya. Apa benar lembur atau hanya alasan saja. Karena sudah sering suaminya bilang lembur. Desi jadi curiga.
"Semoga saja mas Ridwan tidak bohong." , gumam Desi lirih.
Keesokkan harinya seperti biasa, Desi melakukan rutinitas paginya sebelum berangkat sekolah. Hari ini Desi hanya memasak sedikit karena Ridwan tidak pulang. Jika lembur otomatis 3 hari baru pulang. Desi tidak mau pusing mikirin suaminya. Dia bawa enjoy aja. Daripada kepikiran malah sakit nanti, siapa yang rugi, begitu prinsip Desi.
Setelah 3 hari dinas, akhirnya Ridwan pulang. Tumben dia menjemput Desi dan Bagas di sekolah.
" Mas, tumben jemput. " , ucap Desi.
" Iya ma, mas kangen sama kamu dan anak-anak. " , jawab Bagas.
Desi hanya senyum-senyum mendengar bualan suaminya. Dia tahu itu hanya untuk menutupi kebohongannya. Firasat seorang istri biasanya selalu tepat.
Sesampainya di rumah, mereka disambut oleh Rafi dan Aqilla.
" Ayah pulang, ayah pulang. " , teriak Aqilla kegirangan.
" Ayah bawa apa ? " , Rafi ikut teriak.
" Ayah bawa martabak nie kesukaan Aqilla. " , jawab Ridwan.
" Acik, Qilla cuka. Makacih ayah. " , jawab Aqilla.
Setelah semua masuk ke dalam rumah, dengan tidak sabar Qilla dan Rafi segera membuka martabak nya dan langsung memakannya, Bagas tidak mau ketinggalan.
Mereka makan dengan lahap nya. Maklum, Ridwan ataupun Desi jarang membelikan mereka jajanan seperti itu. Hanya sesekali saja.
Setelah itu, Desi menyuruh anak-anak untuk tidur siang. Desi pun segera beristirahat disusul dengan Ridwan.
" Ma, kangen nie. " , ujar Ridwan.
" Iya mas, lihat dulu, anak-anak sudah pada tidur belum. " , jawab Desi.
Ridwan pun melihat ke kamar sebelah.
" Aman. " , ucap Ridwan sambil senyum-senyum dan mengunçi pintu.
Sore hari, Desi terbangun lebih dulu. Kemudian ia langsung mandi dan solat ashar. Setelah itu, dia bersiap-siap memasak untuk makan malam. Tapi sebelum itu, dia melihat anak-anak dulu.
" Anak-anak masih tidur semua. Lebih baik masak aja dulu. " , gumamnya.
Saat sedang asyik memasak, tiba-tiba ia dikagetkan dengan tangisan Aqilla.
"Mamaaa....mamaaaa...." , tangis Aqilla.
"Ya Allah Qilla, kebiasaan kalau bangun tidur pasti nangis. " , gumam Desi.
"Iya sayang, ini mama nak. Kok nangis, anak pintar nggak boleh nangis." , bujuk Desi sambil menghampiri Aqilla.
"Qilla takut mama pelgi...hiks...hiks...hiks..." , jawab Qilla masih sambil nangis.
"Nggak sayang, mama lagi masak. Kita mandi yuk, habis itu main sama ayah." , bujuk Desi.
"Iya mama." , jawab Qilla patuh.
Akhirnya, Desi memandikan Aqilla dulu baru nanti lanjut memasak. Setelah Qilla rapi, Desi menyuruh Qilla main sama ayahnya di depan.
"Ayah, Qilla cudah mandi dong. Cudah wangi." , kata Aqilla.
"Hmmm...anak ayah harum banget." , ucap Ridwan.
"Iya dong ayah. Ayah jalan-jalan naik motor yuk." , pinta Aqilla.
"Ok deh." , jawab Ridwan.
"Ayah tunggu, Rafi ikut." , ujar Rafi yang baru bangun tidur.
"Abang Rafi belum mandi, bauuu..." , kata Aqilla.
"Ya sudah, Rafi mandi dulu sana." , jawab Ridwan.
"Iya ayah, tunggu ya. Awas jangan ditinggal." , ucap Rafi.
"Iya...iya..." , jawab ayahnya.
Sehabis Rafi mandi, Ridwan mengajak anak-anaknya berkeliling naik motor.
"Mama, kita jalan-jalan dulu ya. Dadah..." , ucap Rafi dan juga Qilla.
"Iya sayang. Hati-hati ya. Bilangin ayah, jangan ngebut. " , nasehat Desi.
"Ok mama." , jawab mereka serempak.
Kemudian Desi melanjutkan kegiatan memasaknya. Saat hampir selesai, tiba-tiba Bagas datang.
"Mama, kok sepi ?" , tanya Bagas.
"Iya, adek-adekmu lagi jalan-jalan sama ayah. Sana mandi nanti kita makan sama-sama." , jawab Desi.
"Iya ma." , jawab Bagas.
Anak itu tidak terlalu sedih walaupun tidak diajak. Disamping Bagas merasa sudah besar, dia juga kurang dekat dengan ayahnya. Bagas lebih suka menghabiskan waktu dengan mamanya.
pulang juga desi masih mau di tiduri ma laki nya pdhl laki nya gk peduli ma mereka kerja jauh krn punya gundik. desi tau tp masih mau berarti desi yg kecintaan ma lakinya. pdhl anak anak juga dia ngurus sendiri masih hrs kerja juga.
kl aku juga ogah jd desi.
kl Aku mnding cerai toh anak juga gk di nafkahi. cerai lbih jos bhgia walau tanpa suami.