Raya Salsabila wanita yang memiliki IQ di bawah rata-rata, membuat nya menjadi Bully-an teman-temannya, Ia jatuh hati pada seorang Elvano yang memiliki IQ di atas rata-rata, sehingga ia membuat dirinya merasa seakan seperti langit dan Bumi, siapa sangka ia akan menikah dengan pria idamannya itu karena perjodohan , Pernikahan yang sama belum Elvano bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Devan yang sudah selesai dengan perbincangan Papanya hanya bisa selalu mensupport Papanya, Devan mengerti ... Papanya sudah lama hidup sendiri, Ia juga kasihan saat Papanya kesulitan dalam merawat dirinya sendiri, mungkin Renan menikah lagi, itu akan menjadi jalan yang bagus untuk kebahagiaan Papanya.
Setelah itu, Devan pergi dan menuju ke kamarnya, Ia ingat ... besok adalah hari dimana ia dan teman-temannya akan melihat keputusan lulus tidaknya mereka, Devan sangat cemas, takutnya ... Raya tak lulus.
'Kau sekarang sedang hidup seatap dengan El, aku harap kau bahagia, Raya ... ' bathin Devan, Seraya menatap gambar Raya yang tertawa lepas di ponselnya.
...----------------...
Sedangkan di sisi lain El melihat Raya yang tertidur di sofa, Lalu El menuju ke meja makan, Di sana sudah tersedia beberapa saat masakan dan kue yang tertulis 'Selamat Untuk El' Namun ... sayangnya ... El telat pulang.
El kembali keruang tamu dan duduk di bawah, menatap wajah yang sekalu bikin hidup nya. sulit namun penuh warna.
"Hai, bangunlah! aku sudah datang," El mengelus pipi Raya untuk pertama kalinya, Setelah bibirnya menyentuh pipi lembut itu, kini beralih tangannya. namun tidak ada reaksi sama sekali dari Raya.
"Hai, bangunlah! Ayo kita makan malam bersama," Ucap lagi El dengan lembut
Kini sudah ada gerakan dari Raya , saya terlihat mengerjapkan matanya.
"Kau sudah pulang ? Maaf ... aku ketiduran, dan ... ah ... " teriak Raya saat ingat masakan nya pasti sudah dingin.
Saat Raya hendak berlari, El menahan nya dan memeluk nya.
"Jangan terburu - buru, maaf ... aku telat," ucap lembut El yang nerasa bersalah.
"Kau pasti sangatlah lapar kan, Biar aku hangat kak dulu makanan nya," ucap Raya yang merasa nyaman berada dalam pelukan El.
'Apakah aku boleh berpikir bahwa El juga mencintaiku,' batin Raya
'Pelukan yang selama ini aku inginkan, kehangatan yang selama ini aku impikan, Malam ini aku sudah merasakannya, Tuhan ... jika bisa aku meminta bolehkah waktu berhenti sejenak,' batin Raya
Setelah El dan Raya merasa sudah lama berpelukan, akhirnya mereka sadar dengan apa yang sudah mereka lakukan saat ini.
"Apakah sudah puas memelukku,?" ucap dengan nada ketusnya lagi. seketika Raya langsung melepas kan pelukannya.
"Biar aku hangat kan makanannya dulu," ucap malu Raya seraya berlalu, tentu El tersenyum melihat tingkah Raya, dia pun melepaskan jaket yang ia pakai lalu mengikuti langkah Raya. dia menatap raya yang sedang berputar dengan alat masak.
'Aku tahu di setiap kekurangan manusia pasti ada kelebihannya, begitu juga sebaliknya. Dan inilah kelebihan mu, Raya, kau memiliki masakan yang luar biasa enaknya, aku akui kau sangat pintar dalam memasak dan kuharap aku bisa membahagiakan mu dengan kekurangan ku,' bathin El
"Perlu bantuan ?" tanya El
"Gak usah, ini sudah selesai , duduklah!" ucap Raya seraya menghidangkan masakannya di meja makan.
Terlihat Raya sering menguap, bertanda bahwa ia sangatlah ngantuk. Setelah menyajikan masakannya Raya meletakkan kepalanya di atas meja ia sangatlah mengantuk,
"Eh, kau tak makan?" tanya El
"Aku ngantuk sekali, El. Aku tidur aja deh,"ucap Raya Seraya memejamkan matanya
Namun dengan cepat El melarang Raya.
"Gak boleh, kau harus makan malam," ucap El yang kini sudah menarik kursi nya agar berada di samping kursi Raya.
"Ayo, aku suapi," ucap El seraya mengulurkan sesendok nasi kearah mulut Raya. benar saja Raya membuka mulutnya dan mengunyah makanannya meski matanya masih terpejam.
"Bagaimana, Pakah enak ?" tanya El
"Makan dari tangan orang lain sangatlah beda rasanya," ucap Raya dengan masih memejamkan matanya.
"Kalau begitu ... makanlah yang banyak," ucap El yang terus menyuapi Raya
"Jangan, kalau malam jangan banyak-banyak makannya, nanti aku gemukan," ucap Raya seraya membuka matanya dengan lebar
"Tapi kau sudah mau menghabiskan nasi sepiring, " goda El yang kini sudah berhenti menyuapi Raya
"Kau gak bercanda kan, El ... pantesan aku kekenyangan," ucap Raya seraya memegang perut nya.
El mamin geli melihat tingkah Raya. Dia oun akhirnya menyantap masakan istrinya itu dengan lahap, Karena dia sendiri sebenarnya sangat lah lapar.
Malam ini begitu membuat Raya bahagia, Rasa yang sederhana namun ... sangat berarti bagi Raya.
"El, Apakah kau membenciku ?" tanya Raya seraya menatap langit-langit kamarnya
"Tidak," jawab El
"Apakah kau benci dengan ikatan ini,?" tanya Raya lagi
"Tidak," jawab El
"Lalu, kenapa kau selau ketus dan cuek pada ku?" tanya Raya seraya menoleh kearah El yang berada di samping nya. El pun menoleh dan memiringkan tubuhnya sehingga kini berhadapan dengan Raya.
"Aku tidak pernah membencimu, aku juga tidak pernah benci dengan ikatan ini, hanya saja aku kecewa. Mengapa kita menikah di usia kita yang masih dini, menikah bukan lah hal mainan, tapi banyak tanggung jawab yang harus kita lakukan, tapi aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik, bertanggung jawab akan dirimu, jadi aku mohon ... kau jangan mempersulit hidupku lagi," ucap El Seraya tersenyum pada Raya
"Apakah itu berarti, kalau kau juga mencintaiku?" tanya Raya tanpa malu.
Sejenak El terdiam, Tidak ada jawaban yang bisa ia keluarkan untuk wanita di depannya ini.
"Tidurlah, Ini sudah sangat malam, Besok adalah penentuan kita lulus apa tidak, awas saja kalau kau tidak lulus, akan aku hukum kau,!" ancam El mengalihkan pembicaraan serius itu
"Ah iya, aku lupa, semoga aja aku lulus, biar gak mengecewakan mu," ucap Raya seraya menarik selimutnya hingga ke dadanya. El tersenyum karena Raya begitu muda di alihkan perhatiannya
El bukannya tidak ingin menjawab hanya saja ... ia tak tahu akan perasaan yang ia rasakan. Ia masih berusaha meyakinkan hatinya, bahwa ia juga menginginkan Raya dalam hidup nya.
Malam telah berlalu, Raya dengan terbiasa selama.menikah dengan El sekalu bangun terlebih dahulu, Namun ... kali ini ia bangunnya kesiangan.
"O ... My Good, Udah jam 6, aku juga harus masak buat El," ucap Raya seraya bangun dengan terburu-buru, membuat hal yang tidur di sampingnya pun terbangun..
"Buatlah nasi goreng, Masih ada sisa nasi tadi malam," ucap El yang masih memejamkan matanya, tentu itu berhasil membuat langkah kaki Raya berhenti , Lalu Raya menatap El yang masih nyenyak dalam tidurnya.
"Nasi goreng, baiklah ... let's go !" ucap Raya memberi semangat pada dirinya sendiri. dan ia pun keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur ia menyiapkan semua bahan-bahan yang diperlukan.
Raya memasak Seraya bersenandung, hingga kini nasi goreng ala raya yang menjadi makanan favorit El di pagi hari sudah selesai, bersamaan dengan itu El turun dengan sudah memakai seragamnya.
walaupun sakit hati saat saat raya
mengabaikan perasaan Devan
tapi ujung-ujungnya El menjadi suaminya/Wilt/
walaupun sakit hati saat saat raya
mengabaikan perasaan Devan
tapi ujung-ujungnya El menjadi suaminya
Lanjutkn thor
Jangan lama ya thor
aku tunggu setiap hari,tp gk kunjung update