NovelToon NovelToon
Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Status: tamat
Genre:CEO
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rie2611

WARNING: DALAM PROSES REVISI PENULISAN DAN PERGANTIAN NAMA TOKOH AGAR TAK TERKESAN FANFIC.


Emy seorang gadis desa yang cantik, pintar dan ceria memiliki masa kelam yang ingin dilupakannya. Meraih prestasi yang luar biasa di bidang akademik dan karier tak sepenuhnya membuat Emy melupakan masa kelamnya. Hatinya dingin tak ingin lagi mengenal cinta.

Kim Tae Sang, seorang CEO tampan berhati dingin di Negara K. Karena paksaan sang kakek, ia menikah dengan Emy.

" Maafkan aku, aku tidak tahu kalau..."

langkahnya terhenti dan memandang tajam kearah Emy.


" Aku benci dan muak melihat wajahmu!" jawabnya sinis.


" Saya berjanji, anda tidak akan melihat wajah memuakkan saya lagi. Dan maafkan saya, karena saya telah membuat anda sangat membenci saya."



Season 1 & Season 2.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rie2611, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malpraktek (2)

Kepala Perawat mencoba menghubungi dr. Cha lewat ponselnya, dan ternyata hasilnya nihil.

“ Kepala Perawat, tolong bantu saya panggil perawat Na ke ruang OPE. Perawat Park, siapkan darah B+ dan panggil dr. Lee dan dr. Ma suruh ke OPE! “ Perintah Emy lalu keluar ruang IGD.

Melihat pintu IGD terbuka, seorang gadis datang mendekati Emy dengan menangis. Sedang seorang wanita paruh baya dituntun oleh seorang laki laki yang seumur mendekati Emy. 

“ Nona Kim So Yin mengalami syok hipovolemik berat (pendarahan dalam) dan harus segera di operasi. Tolong Anda tanda tangani surat persetujuannya. Terima kasih. Saya permisi.” Kata Emy cepat, sebelum sempat gadis itu bertanya.

Mendengar penjelasan Emy, ibu So Yin menangis histeris, ayah Sohee langsung memeluk istrinya dan berkata pada asisten di belakangnya. 

“ Segera urus surat-suratnya. Sekarang!” Perintahnya dan diangguki laki-laki berkacamata dibelakangnya. Gadis yang mirip So Yin itu mendekat dan memanggil ibunya.

“ Eomma..” Panggilnya lalu memeluk ibunya itu.

Emy menunduk dan pergi dari sana, ia mau segera bersiap untuk operasi. Beberapa menit setelah Emy berlalu, dr. Cha datang dengan tergopoh gopoh. 

“ Tuan Kim... Maafkan saya, saya terlambat. Banyak sekali yang harus saya kerjakan. Jadi, pagi ini saya...”

“ Apa yang lebih penting dari anakku, hah?!” bentakan ayah So Yin membungkam mulut

dr. Cha

“ Maafkan saya, Tuan. Saya tidak mendapat panggilan dari IGD karena ini bukan shift saya...” kilah dr. Cha masih tetap dengan posisi menunduk hormat

Ayah So Yin mendengus dan mengibaskan tangannya ke udara. Ia menuntun istrinya menuju lift dan menyuruh asistennya menelepon dr. Kang Hyun Kwan, sahabat sekaligus direktur Rumah Sakit milik kakaknya ini. 

Dokter Cha menghela nafas dan tanpa rasa bersalah ia melangkah ke IGD dan meminta hasil pemeriksaan So Yin. 

“ Apa kau bilang? Nona Kim adalah pasienku. Kenapa anak kecil itu berani mengambil pasienku, hah?!” bentak dr. Cha pada Kepala Perawat.

Dengan tenang Kepala Perawat Moon menjawab, “ Maaf dokter, tapi keadaan Nona Kim sangat gawat dan harus segera di operasi. Seperti yang anda lihat dari hasil rekam disini.” 

Dokter Cha tak melihat hasil USG dan segera berlari ke ruang operasi. Ia berlari menuju anjungan pantau ruang operasi. Sedang didalam, Emy  dan seorang dokter yang akan menjadi asistennya sedang memakai apron medis yang dibantu seorang perawat. Dan juga, seorang dokter menyuntikkan cairan kedalam sebuah tabung. Dokter Cha menekan tombol speaker yang bisa menghubungkannya dengan ruang bedah.

“ Dokter Sie! Nona Kim adalah pasien saya. Berani-beraninya kau merebut pasienku. Keluar! Keluar dari sana!” seru dr. Cha dengan geram. Wajahnya sudah memerah menahan emosi.

Sementara diruang bedah, Emy dan kru bedah lainnya melihat ke anjungan kemudian saling berpandangan . Emy menarik nafas lalu menatap dr. Cha tajam. Emy mau menjawab namun dr. Lee menepuk pundaknya dan menggeleng. Emy mengangguk pelan dan melangkah ke meja bedah. 

Melihat itu, dr. Cha naik pitam, ia menggebrak-gebrak kaca dan berteriak. Namun, tak ada yang mendengarnya di ruang bedah, karena dr. Ma memutus saluran komunikasi itu. Emy telah siap di posisi kepala bedah, ia melihat keatas anjungan. Dokter Cha masih berteriak entah apa yang dikatakannya, lalu berlari keluar. 

Emy sudah mulai membuat insisi atau sayatan yang dulu dibuat dr. Cha. Ia kembali membuka rongga dada dengan cepat dan akurat. Dokter Lee dan dr. Ma mengangguk melihat kelihaian Emy. Ketika Emy selesai dengan itu, dan meminta bipolar (pisau bedah elekrik untuk jaringan), dr. Cha tiba-tiba masuk ruangan dengan seragam scrub dan masker yang hanya dia pegang didepan hidung dan mulutnya.

“ Hentikan ini sekarang juga!” Teriak dr. Cha

Perawat dan seorang dokter residen yang menjadi asisten Emy, tampak takut dan ragu untuk melakukan tugasnya. Dokter Cha sangat terkenal dengan sikap kasar dan tanpa ampun. Emy dan dr. Lee masih tetap pada tugasnya demikian juga dr. Ma sebagai dokter anestasi.

Seperti tak terpengaruh, Emy tetap meminta peralatan bedah pada suster disebelahnya, tak menghiraukan teriakan dan bentakan, yang akhirnya berhasil membuat dr. Cha pergi dan meninggalkan ruangan. Ia membuang masker dengan kasar ke tong sampah, tapi tak terlempar tepat, namun dr. Cha tak memperdulikannya. Ia melangkah pergi dengan wajah merah dan langkah besar. 

Di ruang tunggu, keluarga So Yin dan dr. Kang Hyun Kwan ada disana. Mereka sedang berbicara serius. Entah apa yang dibicarakan mereka. Dokter Cha menarik nafas lalu menghampiri Kim Myung Suk (Ayah So Yin) dan dr. Kang.

“ Tuan Kim, Direktur.” Sapanya sambil membungkuk.

Keduanya hanya menganggukan kepala mereka. 

“ Tuan Kim, Direktur, maaf. Tapi, Nona Kim adalah pasien saya. Seharusnya sayalah yang harus merawatnya. Tapi, dokter ingusan itu datang dan merebut pasien saya bahkan tanpa persetujuan ataupun ijin dari saya. “

dr. Cha mulai dengan kicauannya.

Dokter Kang menghela nafas dan melihat dr. Cha dengan tatapan yang tak bisa diartikan, “ dr. Cha, apa benar dr. Sie merebut pasien Anda? “ 

“ Benar, Direktur! Dia seenaknya saja mengoperasi pasien saya..hmmph!” Jawabnya sebal dan muka merah.

“ Dokter Cha, saat anakku masuk IGD, dimana Anda? “ tiba tiba Kim Myung Suk bersuara dan menatap dr. Cha dengan tajam

“ Tuan Kim, ini bukan shift saya. Dan seharusnya jika pasien masuk IGD, maka dokter yang merawat dia sebelumnya yang harus bertanggung jawab dan merawatnya kembali hingga sembuh. Tapi saya sama sekali tidak ditelepon oleh dokter ingusan itu ataupun pihak IGD. Jadi...saya tidak tahu. Saya tahunya, ketika saya melihat sopir anda saat parkir, lalu memberitahu saya.”

Pembelaan dr. Cha bukannya membuat

dr. Kang dan Kim Myung Suk menerimanya, tapi malah disambut wajah kedua orang petinggi itu memerah dan kertakan gigi.

Bahkan, Nyonya Chae, ibu So Yin seketika menghentikan tangisnya dan mendatangi dr. Cha

Plakk..

Suara echo tamparan menggema di ruang tunggu yang nampak lenggang itu. Mata

dr. Cha membulat sempurna tak percaya. Ia memegang pipinya yang terasa panas. Memejamkan matanya dan berbalik namun tak berani melihat Nyonya Chae. 

“ Bertanggung jawab? Huh?... Kau bilang bertanggung jawab?... Apa ini yang kau maksud tanggung jawab?!” teriak Nyonya Chae sembari menunjuk pintu ruang operasi.

Dokter Cha memberanikan diri melihat Nyonya Chae sekilas, lalu berlutut. “ Nyonya, ini bukan kesalahan saya. Mereka tidak memberitahu saya soal Nona So Yin yang masuk IGD. Saya sungguh tidak tahu Nyonya. Dan, dokter ingusan itu juga tidak memberitahu saya kalau dia akan membedah putri nyonya. Nyonya...saya tidak bersalah!”

1
H0534 Rh3m4 Liman
emynya kemana kok tdk ada kabarnya itu?
H0534 Rh3m4 Liman
semangat thor
H0534 Rh3m4 Liman
lanjut thor
H0534 Rh3m4 Liman
bikin gemes aja si bocahnya....😘😘😘😊😊😊
H0534 Rh3m4 Liman
nomer 1 ya
Erni Kusumawati
kalo di dunia nyata mungkin gak ya ada anak yg seperti Emi.. sdh di siksa, di buang lalu tiba2 datang minta pertolongan.. njirrr kayanya gak ada deh
Erni Kusumawati
sumpah kalo gak! baca dg jeli dan mengikuti dr awal bab dijamin nih Reader. bakalan keder dg nama2 tokoh dj dlm cerita ini.. mana nama2 tokohnya adalah nama2 luar negeri bukan lokal lagi😁😁
Erni Kusumawati
hadeuhhh gak kelar2 nya konfliknya, ada aja seperti pepatah hilang sepuluh tumbuh seratus juta musuh baru..
Erni Kusumawati
ya msh aja ada musuhnya di season 2 ini.. kirain tinggal yg manis2nya aja ternyata msh ada pahit2 nya jg
Erni Kusumawati
kalo gak baca dg jeli bisa lieur saya..
Erni Kusumawati
curiga nih kak Author calon nakes atau mmg sdh nakes krn bs paham ttg istilah 2 kedokteran yg rumit.. 😊
Erni Kusumawati
butuh konsentrasi tinggi utk membaca cerita ini.. ceritanya berat kak..
Erni Kusumawati
apakah Emy juga mengidap kanker otak sama seperti orang tua angkatnya dulu..
Erni Kusumawati
ironi sekali ya hidup Emy.. menderita terus deh..
Erni Kusumawati
kerenlah visualisasi tokoh2 nya kak.. cocok☺☺🥰🥰🥰
Erni Kusumawati
sepertinya cerita ini berjenis misteri tp alurnya kurang rapi.. mungkin next bs diperbaiki lagi ya kak..
ttp semangat dlm berkarya kak☺
Sulati Cus
dr td cm bisa mewek sp g komen
Sari Handayani
pemeran utama yg sangat menyedihkan bahkan sad ending
Sari Handayani
terbuat dari apa hati seorang emy. dilukai baik fisik dan hatinya tp tetap sabar
mpooh
maaf ya thor.....cerita y....org jenius yg dibodohi.......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!