NovelToon NovelToon
SANG NAGA PURBA

SANG NAGA PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

SANG NAGA PURBA (Garis Darah yang Terbuang)

​Di Benua Canglan, garis darah adalah segalanya. Terlahir dari pasangan prajurit kuat Klan Chi, bayi Chi Tian justru dibuang ke kasta terendah karena Altar Naga tidak memberikan respon sedikit pun. Dianggap sampah tak berguna, ia ditinggalkan untuk mati.

​Belasan tahun berlalu, Chi Tian kembali menyamar di balik jubah hitam dan zirah perak, siap membalas dendam di Arena Penyisihan.

​Namun, empat klan agung tak pernah menyadari kebenaran mengerikan ini: Altar Naga hari itu bukannya mati, melainkan darah Chi Tian terlalu tinggi dan agung untuk dijangkau oleh altar biasa.

​Mereka pikir telah membuang sebuah sampah, tanpa tahu telah melepaskan seekor Naga Purba yang siap meruntuhkan seluruh takhta kesombongan benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GADIS BARBAR DAN PIL PENYEMBUH

​WUUUHHHH... CRAKKK!

​Angin malam menjerit saat Harimau Tanduk Purba meluncur deras di udara.

​Dua cakar depannya yang berukuran raksasa dan setajam bilah pedang menebas lurus, mengincar dada Tian Xue dengan kecepatan yang mematikan.

​Tian Xue sama sekali tidak mundur.

​Ia menyilangkan kedua lengannya yang telah dilapisi sisik naga kusam tepat di depan dada, memasang kuda-kuda pertahanan paling kokoh yang bisa ditopang oleh fisiknya.

​BAM!

​Benturan keras itu menghentak permukaan tanah berpasir di bawah kakinya.

​Daya hancur dari Beast Peringkat 4 itu memaksa kaki Tian Xue terdorong mundur hingga menciptakan dua parit kecil di tanah, tetapi tubuh pemuda itu tetap berdiri tegap tanpa goyah sedikit pun.

​"Hanya inikah kekuatan murni dari Peringkat 4, hah?" bisik Tian Xue sedingin es.

​Tanpa memberikan jeda sedetik pun bagi sang Beast untuk menarik kembali cakarnya, tangan kiri Tian Xue meluncur cepat.

​Ia melayangkan tinju mentah berlapis kekuatan penuh yang mengincar rahang bawah monster tersebut.

​BAM!

​Dampak pukulan itu memicu dentuman udara yang nyaring.

​Namun, rahang Harimau Tanduk Purba itu ternyata begitu tebal, sekeras batu gunung purba. Beast itu hanya menyeringai liar, sama sekali tidak terpengaruh oleh pukulan fisik Peringkat 3.

​ROAARRR!

​Taring panjang bertabur racun hijau pekat mendadak terbuka lebar dari jarak yang sangat dekat, hendak meremukkan lengan dan kepala Tian Xue sekaligus.

​Refleks tempur Tian Xue yang ditempa di dasar tambang bekerja secara instan.

​Dalam hitungan milidetik, ia memiringkan tubuhnya, memutar tumpuan kakinya secara presisi, dan lolos dari gigitan maut tersebut hanya dengan selisih sehelai rambut.

​‘Menarik... Kau bukan hanya mengandalkan otot, tapi insting berburumu sangat tajam,’ batin Tian Xue menganalisis.

​Bentrokan kedua tidak terelakkan.

​Merasa mangsanya terlalu licin, Harimau Tanduk Purba itu kembali melompat, kali ini menumpahkan seluruh bobot tubuh raksasanya untuk menindih dan mengunci pergerakan Tian Xue.

​Tian Xue menatap tajam ke arah bayangan raksasa yang menutupi cahaya bulan di atasnya.

​Gelombang energi kusam Peringkat 3 bergejolak hebat, memadat di kedua lengannya yang kini menghitam pekat oleh sisik naga.

​BRAKKK!

​Di tengah hempasan angin yang brutal, jemari cakar Tian Xue melesat ke atas, berhasil mencengkeram erat leher tebal sang Beast dan menahan laju serangannya tepat di udara!

​Namun, bahaya sejati dari Beast Peringkat 4 baru saja dimulai.

​Meski lehernya tertahan, cakar belakang Harimau Tanduk Purba yang tersembunyi bergerak liar menendang ke depan, menggores dalam di sepanjang bahu dan lengan atas Tian Xue.

​SRRR-CRACH!

​"Ukh!" Tian Xue meringis pelan saat rasa sakit yang menusuk menembus jaringan dagingnya.

​Darah segar seketika merembes membasahi pakaian kasarnya, sementara sensasi panas mulai menjalar dari titik luka tersebut.

​Meski begitu, mundur tidak pernah ada dalam kamus pertarungannya.

​Rasa sakit fisik tidak akan pernah sanggup menghentikan target yang telah ia kunci matanya. Menggunakan rasa sakit itu sebagai bahan bakar, Tian Xue memusatkan seluruh sisa daya dorong fisik Peringkat 3 ke ujung cakar naganya.

​Ia menancapkan jemarinya lebih dalam, menembus kulit tebal sang Beast!

​KREKKKK!

​Cakar naga pemuda itu merobek leher Harimau Tanduk Purba secara paksa!

​ROOOOOORRRRRR!

​Raungan kesakitan menggelegar memecah keheningan Hutan Purba. Darah hitam beracun menyembur keluar seperti air mancur dari leher monster raksasa itu.

​Melihat celah maut akhirnya terbuka lebar, Tian Xue memanfaatkan tolakan tubuh sang Beast yang sedang meronta untuk melompat tinggi ke udara.

​Kedua tangannya terkepal rapat, menyatukan seluruh bobot kekuatan puncak yang ia miliki.

​Hantaman Gempa Naga!

​BOOOOOOM!

​Tengkorak Harimau Tanduk Purba itu hancur berantakan dihantam dari atas.

​Ledakan debu membubung tinggi saat tubuh raksasa Beast itu menghantam tanah berpasir, tewas seketika dengan kepala yang melesak ke dalam tanah.

​Pertarungan usai. Namun, bayaran dari kemenangan itu datang dengan sangat cepat.

​Bruk!

​Tian Xue ambruk berlutut. Racun hijau dari cakar belakang Beast tadi telah merembes masuk ke dalam aliran darahnya melalui luka robek di bahunya.

​Urat-urat di lehernya mulai menghitam. Rasa panas yang merajam membakar nadinya, membuat pandangan matanya perlahan gelap dan berputar.

​‘Sial... Racun ini bereaksi terlalu cepat...’ batin Tian Xue ringis, kesadarannya mulai menipis bak tertiup angin.

​‘Apa aku akan mati semudah ini di sini? Maafkan aku, Bu...’

​Sebelum sepasang matanya terpejam sepenuhnya ke dalam kegelapan, dari balik samar-samar pandangannya, bayangan seorang wanita melangkah mendekat dari sela-sela pepohonan.

​Langkah wanita itu anggun. Siluet wajahnya di bawah temaram cahaya bulan tampak sangat cantik dan mempesona.

​‘Aaaaah... Malaikat maut pun terlihat sangat cantik saat aku hendak mati,’ pikir Tian Xue dengan sisa kesadarannya yang linglung.

​BRAKKK!

​Namun bukannya sentuhan lembut seorang malaikat, sebuah tendangan keras mendadak menghantam lambung Tian Xue tanpa ampun!

​Tubuh pemuda itu terpelanting deras menyapu tanah hingga punggungnya menabrak batang pohon besar.

​"Apa kau bodoh?! Bertarung dengan ceroboh dan mengorbankan tubuh seperti itu!"

​Sebuah suara nyaring, merdu namun bernada sangat ketus dan kasar, menggema menembus telinga Tian Xue.

​Gadis berparas anggun yang mengenakan pakaian ringkas khas pengembara itu berjalan santai mendekati tubuh Tian Xue yang tak berdaya.

​Tanpa basa-basi atau belas kasihan sedikit pun, jemari lentiknya mencengkeram rahang Tian Xue secara kasar, memaksa mulut pemuda itu terbuka lebar.

​"Telan ini!"

​Gadis itu menjejalkan sebutir pil merah menyala ke dalam tenggorokan Tian Xue, mendorongnya masuk secara paksa tanpa memedulikan pemuda itu yang tersedak hebat.

​SLUUP!

​Sebuah sensasi hangat yang instan langsung menyebar, membungkus jantung dan menetralkan racun ganas di dalam dada Tian Xue.

​Namun, keletihan fisik yang ekstrem dan benturan keras dari tendangan tadi membuat kesadaran Tian Xue akhirnya padam total.

​Saat sinar matahari pagi yang hangat menembus celah-celah dedaunan raksasa Hutan Purba, Tian Xue perlahan membuka sepasang matanya.

​Bau aroma daging panggang yang sangat gurih dan kaya akan energi spiritual menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya, membangunkan perutnya yang keroncongan.

​Ia menoleh ke samping. Di hadapannya, tak jauh dari sebuah perapian kecil yang menyala terang, tampak sosok gadis semalam.

​Gadis itu sedang duduk santai dengan sebelah kaki diangkat, memutar tusukan kayu raksasa yang menancap pada potongan paha Harimau Tanduk Purba yang dibunuh Tian Xue semalam.

​Merasakan pergerakan dari arah pohon, gadis itu melirik dingin ke arahnya.

​"Kau sudah bangun, Lelaki Bodoh?"

​Usai mengucapkan sapaan kasar itu, ia kembali memfokuskan pandangannya pada daging panggangan seolah Tian Xue hanyalah tumpukan batu yang kebetulan bisa bernapas.

​"Bodoh...?"

​Tian Xue tertegun, mendudukkan tubuhnya perlahan.

​Sepanjang dua belas tahun hidupnya di tambang belerang, ia telah dipanggil dengan berbagai macam makian kotor.

​Tapi baru kali ini, setelah bertarung mati-matian, ia terbangun dan langsung dipanggil bodoh secara blak-blakan oleh seorang wanita asing yang tak dikenalnya.

​"Siapa kau...?" tanya Tian Xue seraya memegangi bahunya yang telah diperban dengan kain bersih.

​Gadis itu menoleh, menyunggingkan senyum sinis yang entah mengapa tetap terlihat menawan.

​"Siapa aku? Harusnya aku yang bertanya, siapa kau? Dengan bodohnya memicu pertarungan terbuka melawan Beast Peringkat 4 saat dirimu baru menyentuh Peringkat 3!"

​Gadis itu mengibaskan tangannya dengan gaya acuh tak acuh.

​"Apa kau begitu kebal dengan kematian? Beruntunglah Beast itu memang sudah terluka parah di bagian perutnya gara-gara bertarung dengan kelompok Beast lain sebelumnya. Kalau ia dalam kondisi prima, kau sudah jadi kotoran binatang itu pagi ini!"

​Tian Xue terdiam.

​Ia memutar kembali ingatan visualnya tentang pergerakan dan tumpuan kaki Harimau Tanduk Purba semalam.

​Otak analitisnya seketika menyadari bahwa pengamatan gadis ini sangat akurat. Beast liar Peringkat 4 tidak mungkin bisa dieksekusi secepat itu jika berada dalam kondisi utuh.

​"Namaku... Tian Xue," jawab pemuda itu pelan, sengaja menyebutkan nama penyamarannya.

​Gadis itu mendengus pelan. Ia tidak terlalu memedulikan dari mana asalnya atau apakah nama itu asli. Bagi para praktisi yang mengembara di Hutan Purba, menyembunyikan identitas adalah hal yang sangat lumrah.

​CRAK!

​Dengan menggunakan belati kecil, gadis itu memotong sepotong besar daging panggang bernutrisi tinggi yang masih mengepul panas.

​Tanpa aba-aba, ia melemparkannya lurus ke arah wajah Tian Xue.

​"Namaku Lu Shi," ucapnya lugas memperkenalkan diri. "Kau tidak perlu memaksakan diri memberi tahu asal-usulmu padaku jika memang tidak mau. Aku tidak peduli."

​Chet! Tangan Tian Xue melesat, menangkap potongan daging hangat tersebut tepat di udara. Tanpa ragu, ia langsung menyantapnya untuk memulihkan daya fisik dan asupan energinya.

​"Terima kasih atas bantuanmu semalam, Lu Shi," ujar Tian Xue tulus di sela-sela kunyahannya.

​"Hah? Terima kasih untuk apa, Bodoh?"

​Lu Shi mendadak terkekeh nyaring. Suara tawanya renyah namun bergema liar.

​"Kau yang membunuh Beast ini dengan susah payah, seharusnya aku yang berterima kasih! Karena bagian paling besar, paling empuk, dan paling bernutrisi dari Beast Peringkat 4 ini jadi milikku semua! Hahaha!"

​Tanpa memedulikan keanggunan wajahnya, Lu Shi langsung menggigit sepotong daging raksasa di tangannya dengan sangat rakus. Minyak daging membasahi sudut bibir dan jemarinya.

​Tian Xue menggelengkan kepalanya pelan, hampir tidak percaya dengan pemandangan absurd di depannya.

​Wajah dan penampilan gadis di hadapannya ini begitu anggun, sejelita putri dari klan agung, namun sifatnya kasar, ceplas-ceplos, dan cara makannya jauh lebih barbar dari para kuli tambang.

​"Ya, terserah apa katamu," Tian Xue mengembuskan napas pelan.

​Pemuda itu menghentikan kunyahannya, lalu menatap Lu Shi dengan binar mata yang amat serius.

​"Tapi aku tetap harus berterima kasih karena pil penyembuhmu yang mahal itu. Jangan khawatir... aku pasti akan membalas budi ini suatu saat nanti. Karena aku... tidak pernah suka berutang nyawa pada siapa pun

1
Arni Arlinawati pratiwi
waas eusi na ngaburial peujit hungkul.. /Sweat/
Arni Arlinawati pratiwi: mangga leb ok! 🤣🤣🤣
total 6 replies
Jumadil
jangan lupa mcnya ambil itu hartanya
Kausafiksi.id: 😁 tentu pasti
total 1 replies
Day Chuk
visual gambar nya coooy
Kausafiksi.id: 😁 selanjut setiap bab kedepan di usahain ada 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
hahaha mending l3nyap kan sajah dapat harta nya juga
Kausafiksi.id: tian xue seperti itu memang
total 1 replies
Day Chuk
tian xue mengerikan🫢
Kausafiksi.id: sangat dingin iya kan
total 1 replies
Day Chuk
wih sekarang ada visual gambar nya thor😁
Day Chuk
aku suka karakter lu shi, tetap bar bar
Kausafiksi.id: bayangin cantik anggun tapi bar bar😁
total 1 replies
Day Chuk
semoga menarik😁
helena
?? pasangan kh Thor?
helena: ilang deh image CEO ganteng.. 🤣 jadi CEO Kekar💪
total 7 replies
Anonim
seperti nya tian xue adalah keturuan naga agung
Kausafiksi.id: Mungkin iya mungkin tidak
total 1 replies
Anonim
apa kah mereka akan menjadi pasangan thor
Kausafiksi.id: bisa iya bisa tidak 😁
total 1 replies
Anonim
keputusan uang tepan tian xue, masa bawa bawa ibu kan repot juga kalau ada musuh 🫢
Kausafiksi.id: 😁 benar sekali kaka
total 1 replies
Anonim
Saya menyuka
Kausafiksi.id: terimakasih 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
siap thor 🙏👍 otw
Firmahadi
izin mampir bg😄
Day Chuk
sangat seru, di tunggu updete selanjut nya 🙏
Kausafiksi.id: terimakasih, di tunggu ya 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
karya luarbiasa
Day Chuk
Gokil thor, menantikan bab selanjutnya
Kausafiksi.id: sip bang👍
total 1 replies
Day Chuk
buset 🤣
Day Chuk
hahahaha mau mati malah halusinasi
Day Chuk: ia emang barbar banget😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!