NovelToon NovelToon
TIRAKAT 4

TIRAKAT 4

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

SERI KE 4 DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Menceritakan tentang perjalanan kehidupan anak gadis bernama Gendis, yang hidup dalam sebuah keluarga miskin. Namun, seiring berjalannya waktu, kekayaan datang dalam kehidupan keluarganya karena orang tua Gendis melakukan pesugihan.

Dan, karena pesugihan itu, justru menjadikan Gendis sebagai "wadah" pencari tumbal agar kekayaan keluarganya tetap bertahan.

Ritual pesugihan apa yang dilakukan orang tua Gendis?
Bagaimana penderitaan Gendis selama menjadi "wadah" pencari tumbal?
Dan, seperti apa perjalanan hidup Gendis sampai ia ditakdirkan bertemu dengan Nisa?

Selamat membaca...
.
.
.
DISCLAIMER!!!

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, budaya, laku tirakat tertentu, dan kepercayaan tertentu dengan para pembaca semua, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 NASIHAT MAS ANTO

Mas Anto yang mendengar sayup-sayup suara tipis dari celah daun pintu dan kusen itu, seketika merinding pundaknya.

Ia sampai mengernyitkan dahi, mencoba memastikan apakah suara itu benar-benar berasal dari Gendis di dalam kamar?

Saking penasarannya, kembali dibuka pintu kamar Gendis yang belum sempat ia tutup rapat itu.

Namun, saat ia buka...

Gendis sudah posisi berbaring dengan memakai selimutnya...

"Pakde?" tanya Gendis, masih dengan posisi berbaring.

Mas Anto sejenak tak menjawabnya...

"Pakde? Pakde masuk kamarku lagi kah?" tanya Gendis lagi.

"Emm... Iya Gendis." jawab Mas sambil terheran-heran.

"Ada apa Pakde?"

"Ah, enggak, gak ada apa-apa kok Gendis. Pakde cuma mau pastikan kalo kamu beneran istirahat aja kok." jawab Mas Anto, tapi jawaban itu adalah sebuah kebohongan.

"Oh gitu... Iya Pakde, aku beneran istirahat kok. Pakde gak usah khawatir ya..." ucap Gendis.

"Iya Gendis... Maaf ya..."

Mas Anto melihat Gendis hanya tersenyum. Dan akhirnya, ia tutup pintu kamar Gendis dengan perlahan, dan kali ini pintu itu sampai tertutup sempurna.

Dengan sedikit ragu bercampur bingung, Mas Anto akhirnya meninggalkan kamar Gendis. Ia kembali ke lantai bawah untuk menaruh ke dapur apa yang sudah ia belikan untuk Gendis.

.....

.....

Mas Anto akhirnya kembali menelepon Bu Fitri, adik kandungnya itu. Untuk memberikan kabar bahwa dirinya telah sampai.

"Tuuut... Tuuut... Tuuut..."

Suara dering nada tunggu di HP Mas Anto yang memanggil adiknya itu...

Tak lama, diangkatlah oleh Bu Fitri...

"Halo Mas..." suara Bu Fitri diujung telepon sana.

"Assalamu'alaikum, iya Dek..."

"Eh iya, Wa'alaikumsalam Mas... Udah sampai rumah?"

"Iya, udah... Udah dari sejam yang lalu kok." jawab Mas Anto lembut.

"Oh ya udah kalo gitu Mas..."

"Kamu sama Diki masih sibuk di warung?"

"Iya Mas, jam-jam segini tuh lagi rame-ramenya. Soalnya jam istirahat makan siang. Jadi banyak banget yang beli." jelas Bu Fitri.

Dan memang bisa didengar oleh Mas Anto melalui telepon itu, banyak suara orang-orang yang sedang memesan, dan juga suara-suara piring yang beradu dengan sendok.

"Oh gitu..." respon singkat Mas Anto.

"Iya Mas... Kamu mau makan di sini atau di rumahku aja Mas?" tanya Bu Fitri.

"Gampang kalo urusan makan Dek, gak usah kamu pikirin." jawab Mas Anto.

Kemudian terdengar beberapa saat, Bu Fitri meminta tolong pada karyawannya untuk membantunya memasak.

"Mas..." panggil Bu Fitri setelah beberapa saat itu.

"Iya Dek?"

"Gendis gimana di rumah?" tanya adiknya itu.

Seketika, Mas Anto jadi menjauhkan HP nya dari telinga, lalu memandanginya dengan mengernyitkan dahi.

"Aduh... Kamu tuh gimana sih? Kan kamu yang jadi orang tua. Masa iya malah nanya gitu sama aku sih Dek?" gumamnya dalam hati, sambil memandangi HP nya itu.

"Mas? Mas? Halo?"

"Iya... Gendis udah makan barusan, udah minum obat juga. Sekarang anakmu itu lagi istirahat di kamarnya." Jawab Mas Anto.

"Oh, ya udah kalo gitu Mas..."

"Lagian kamu tuh gimana sih Dek? Tega banget kamu ninggalin anak yang sakit sendirian di rumah?" tanya Mas Anto, dengan nada mencoba menasihati adiknya itu.

"Ya gimana toh Mas? Kan aku udah sibuk dari pagi-pagi buat urus warung makanku ini..." jawab adiknya itu.

"Iya, Mas tau, tapi emangnya gak bisa kamu luangkan waktu buat urus Gendis? Minimal kamu pastikan dulu dong, anakmu bisa makan, bisa minum obat, sama bisa istirahat nyaman." nasihat Mas Anto kemudian.

"Iya-iyaaa..." respon Bu Fitri dengan terdengar terasa sedikit kesal.

"Gendis itu kan anakmu, apa iya kamu sampe tega biarin dia sakit sendirian di rumah begini?" tanya Mas Anto lagi.

"Kamu sama Diki tuh jangan kayak gitu lah... Kasian sama Gen---" belum sempat Mas Anto selesai bicara, Bu Fitri langsung memotong,

"Mas, udah dulu ya, ini lagi rame banget warungku. Titip Gendis dulu di rumah ya Mas. Assalamu'alaikum."

Dan langsung dimatikan saja telepon itu oleh Bu Fitri...

"Astaghfirulloh..." gumam Mas Anto pelan, sambil menarik napas dan menatap HP nya itu.

1
🔵🌹Widian,🧕🧕🌹
ini 2 anak yang berbeda kah ?
Deni Komarullah: Tokoh Gendisnya sama Kak... Korbannya yang berbeda...
total 1 replies
SecretS
Merinding juga, kepala sampai hancur. Lanjut kak, memang sampai berapa tumbal? Kalau dihitung pasti lebih dari 5 sebab bertahun tahun loh sebelum ketemu nisa?
Deni Komarullah: Iya Kak...
total 1 replies
SecretS
😰😰menegangkan kak pas gendis mojokin sinta 😆😆, lanjut kak gimana cerita nya gendis kok bisa di pondok dan ketemu nisa 😃
SecretS
Ini kisah pesugihan ya
😆😆 lanjut kak👍👍👍
Yeni Yeni: lanjut dah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!