NovelToon NovelToon
Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:66.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ang Hariyanti

kisah ini menceritakan seorang gadis bernama NEINA KHUMAIRA yang terjebak pernikahan atas dasar balas dendam antara dua orang bersaudara.

Neina mencintai kekasihnya , seorang duda beranak satu, mereka berencana akan menikah setelah Neina lulus Sekolah. Namun di hari pernikahan seorang yang mirip dengan kekasihnya menjadi mempelai pria.

Sanggupkah Neina mengubah hati seorang Tuan Muda yang Sombong dan keras kepala menjadi cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang Hariyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#tidak gratis

Setelah menyelesaikan pekerjaannya Rayhan pulang lebih awal. Saat sampai di rumah, Rayhan melihat Neina yang sedang makan sambil menaikkan sebelah kakinya.

"Sungguh kau ini tidak punya adab saat makan" ucap Rayhan sambil melepas jas dan membuka kancing lengan kemejanya. Sementara Pak Eko yang melihat majikannya hendak makan segera mempersiapkan makanan.

Neina memicingkan matanya " Memangnya kenapa? masalah?"

Rayhan memejamkan matanya kesal. "Mataku sakit melihatnya"

"Aneh sekali. "gerutu Neina.

"Mana makananku?"

"Makanan di depanmu masih bertanya ?"

"Astaga, kau kan istriku . Apa kau lupa kewajibanmu?"

Dengan wajah kesal Neina mengambilkan nasi dan lauk untuk Rayhan.

"Kau makan semua ini?" tanya Rayhan tak percaya saat melihat dua mangkuk sup iga dan sepiring nasi beserta lauknya tandas tak tersisa.

"Kenapa? apa kau keberatan?"

"Aku tidak keberatan, hanya saja aku tidak percaya tubuhmu kecil tapi makanmu bagaikan kerbau kelaparan"

"Apa katamu! kau menyamakan aku dengan kerbau, " Neina melototkan matanya.

"Atau orang tuamu tidak pernah memberimu makan"

"Kau ini sangat menyebalkan, bilang saja kau takut kehabisan uang untuk memberiku makan. Dasar pelit!" Neina menghentakkan kakinya lalu berlalu meninggalkan Rayhan.

Rayhan menggelengkan kepalanya. Selesai makan ia segera menuju kamarnya kemudian ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Biasanya sepulang bekerja ia membersihkan diri terlebih dahulu, tapi saat melihat Neina makan entah mengapa ia ikut duduk di meja makan.

Selesai mandi Rayhan memakai piyama tidur sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Ia kemudian meraih laptopnya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sengaja ia bawa pulang.

****

Pagi harinya saat Neina hendak menuruni tangga ia tanpa sengaja berpapasan dengan Rayhan yang menaiki tangga sehabis berolahraga. Tanpa basa basi Rayhan melemparkan handuk kecil bekas keringatnya ke wajah Neina. Sontak membuat Neina merah padam menahan amarah. Neina mengejar Rayhan sambil memegang handuk kecil hendak membalas perbuatan Rayhan.

Rayhan tertawa kecil sampai di kamarnya setelah berlari menghindar dari kejaran Neina.

Neina masuk kedalam kamar Rayhan. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Rayhan. Tapi tiba-tiba Rayhan muncul dari belakang Neina.

Neina yang terkejut seketika berbalik.

Deg. Pandangan mereka beradu. Rayhan menelan salivanya karena hidung mereka bertemu. Rayhan langsung menahan tengkuk Neina. "Lepaskan" Neina berusaha menjauhkan tubuhnya dari kungkungan Rayhan. Tapi tenaga Neina tidak cukup untuk mengimbangi kekuatan Rayhan.

Tanpa di komando Rayhan mengecup bibir Neina. Semakin lama kecupan berubah menjadi ******* kecil.

Neina yang baru pertama kali merasakan sentuhan bibir laki-laki terdiam. Ia merasa panas sekujur tubuhnya. Akal sehatnya tidak berfungsi ia hanya terdiam ikut menikmati permainan bibir Rayhan.

Rayhan yang merasa mendapat lampu hijau dari Neina semakin memperdalam ciumannya. Mereka sejenak terlena akan kenikmatan penyatuan bibir yang menggelora. Namun Neina segera mendorong dada Rayhan dengan kedua tangannya. Akal sehatnya kembali berfungsi.

Ciuman mereka terhenti. Sejenak rasa canggung menyelimuti mereka berdua. Namun dengan cepat Rayhan menetralkan suasana hatinya. "Kau sengaja berbalik agar bisa menciumku?"

"Hei... ! Tuan muda yang terhormat bukan aku yang menciummu tapi kau yang sengaja menciumku" teriak Neina kesal.

"Aku tidak merasa menciummu, justru kau yang sengaja menggodaku"

"Kau ini !" Neina hendak memukul Rayhan dengan handuk yang ia pegang, namun Rayhan telah berlalu memasuki kamar mandi.

Neina melempar handuk ke pintu kamar mandi sambil mengepalkan tinjunya. "Awas saja kau b******k" umpat Neina kesal. "Astagfirullahhalazim" Neina beristigfar sambil memukul mulutnya.

Di kamar mandi Rayhan mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk menidurkan juniornya yang memegang. Sambil memejamkan matanya ia mencoba mengusir pikiran kotor tentang Neina yang ada di otaknya.

Sementara itu Neina yang sangat kesal memakan sarapannya sambil mengomel. "Katanya tidak bernafsu padaku tapi dia menciumku. Dasar bunglon ! arrogant ! sinting" umpat Neina kesal. "Aku akan membalasmu lihat saja nanti"

Selesai menghabiskan sarapannya Neina segera mencari Beni untuk mengantarnya ke Kampus. "Kemana dia?" Neina mencari ke garasi mobil namun nihil. Dengan terpaksa Neina kembali masuk ke dalam rumah.

"Pak Eko dimana Beni?" tanya Neina pada Pak Eko yang sedang menyiapkan sarapan untuk Rayhan. "Maaf Nona, saya tidak tahu" Jawab Pak Eko.

"Lalu siapa yang akan mengantar ku ke kampus? apa kau tidak bisa mengemudikan mobil?"

"Saya tidak bisa Nona"

"Huh..." Neina menghentakkan kakinya di lantai. "Nona bisa menanyakannya pada Tuan muda" ucap Pak Eko tersenyum kemudian berlalu meninggalkan Neina.

Neina memijit pangkal hidungnya. "Maju kena mundur pun kena" ia mendesah panjang kemudian memutuskan menemui Rayhan di kamarnya. Semangat untuk bisa menjadi seorang sarjana membuatnya bisa mengalahkan rasa kesal di hatinya.

Sampai di depan kamar Rayhan. Neina mencoba mengetuk pintu. Karena tidak mendapat jawaban Neina membuka pintu kamar Rayhan. "Aaaaa... " teriak Neina sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Rayhan yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap Neina bingung. "Kenapa berteriak?"

Neina berbalik kemudian menutup pintu. "Pakai bajumu" teriak Neina.

Rayhan tersenyum kecil sambil mendekatkan lidahnya " ck ck ck baru melihatmu seperti ini sudah menjerit. Apalagi aku telanjang. Dasar bocah ingusan"

Selesai mengenakan pakaian formalnya, Rayhan membuka pintu dan ia terkejut langsung menangkap tubuh Neina yang terjengkang ke belakang. Karena Neina Bersandar di depan pintu.

Pandangan mereka kembali bertemu. Jantung Neina seakan melompat dari tempatnya. "Kau ini selalu berusaha menggodaku ya.. "

Neina langsung berdiri tegak ,sambil merapikan pakaiannya. "Aku tidak menggodaku. Tadi itu hanya kesalahan" ucap Neina tanpa menatap Rayhan. Ia berusaha menenangkan debaran jantung yang seakan melompat dari tempatnya.

"Kenapa sulit sekali bagimu berkata jujur?"

"Aku sudah jujur. Mana mungkin aku menggodaku.. Aku hanya mencintai Mas Rayyan" timpal Neina.

Rayhan mengeraskan rahangnya saat mendengar nama Rayyan. " Apa istimewanya dia? "

"Dia sangat istimewa. Dia seorang dokter, lembut dan penyayang. " Ucap Neina sambil tersenyum mengingat Rayyan.

"Cihhh... apa istimewanya menjadi seorang Dokter?"

"Dokter itu keren tahu... " balas Neina memajukan wajahnya. "Sudahlah jangan di bahas lagi.. aku ingin berangkat ke kampus. Dimana si Beni itu?"

"Dia sedang cuti. "

"Lalu siapa yang akan mengantarku?" tanya Neina cemas.

"Aku.Tapi tidak gratis" jawab Rayhan sambil melangkah meninggalkan Neina.

Neina segera mengejar Rayhan. "Kau kan suamiku seharusnya kau memberiku uang saku. Kenapa malah aku harus membayarmu?. aku tidak punya uang"

"Uangku banyak aku tidak butuh uang"

"Lalu aku harus membayarmu dengan apa?"

"Kau harus memijit ku setelah pulang bekerja"

"Aku bukan tukang pijit" sahut Neina kesal.

"Ya sudah tidak usah kuliah. "

"Baiklah akan aku lakukan. Puas!"

Rayhan tersenyum lalu melanjutkan sarapannya. "Cepatlah sedikit.. aku bisa terlambat. Kau itu makan seperti siput"

"Jangan mengatur ku. Kalau kau mau berangkat ya sudah berangkat saja sendiri"

"Menyebalkan.sangat sangat menyebalkan" gerutu Neina.

Selesai sarapan Rayhan menepati janjinya untuk mengantarkan Neina ke kampus.

"Duduk di depan, kau pikir aku ini supirmu" bentak Rayhan saat Neina mendaratkan tubuhnya di belakang kursi kemudi.

"Baik" ucap Neina kesal.

1
🎐jerry vos⚠️
Napa gak dilanjut
Erikha
lanjut thorrr..
mei_resta
Izin promote thor...

Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Saras Wati
lanjut Thor....semangat....jangan bikin cerita yg sedih ya
SuKa_PaRiS (Ig: suka_paris)
aku mampir Mak jgn lupa feedback yah
Naoki Miki
lanjutt smgatt🤗
🦄Nuii🦄
Next up thorr💪🤩
Tentang Kenangan💙 disini
udh up lohh
Hinata hyuga: siap mampir kk
total 1 replies
Joko Jokoo
ah, mamas reyhan🤗
Joko Jokoo
neina gk ad lembut2 ny sama suami ny. sama suami ny bilang kau2.
Joko Jokoo: 👍👍👍👍👍
total 2 replies
Joko Jokoo
olivia n subroto senjta mkan tuan
Hinata hyuga: hehhe iya
total 1 replies
Joko Jokoo
is neina ngeyel. gk ad nurut2 ny.
Umi Yan
Next kak, ditunggu lagi up terbarunya😊💪

Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
Hinata hyuga: selalu ya kak😊
total 1 replies
Joko Jokoo
trus gmna kabr olivia sama ayh ny di ats gedung. selmt atw senjta mkan tuan
Joko Jokoo
senjta mkan tuan olivia n ayh ny.
Susi Suparyati Ucik
kog gini sihh
Susi Suparyati Ucik
sipp
Joko Jokoo
kyk ny neina sengaja prgi cma dy bilng ny dijemput rayhan biar bsa kluar rumh
Umi Yan
Like untuk karyanya kak, ditunggu lagi up terbarunya😊

Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
Joko Jokoo
arsen sabar y🤣🤣

rayhan tegas x. olivi gk tau diri. rayhan hrus lbih waspada.
Joko Jokoo
di ulang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!