NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.

Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.

Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.

Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembunuh Bayaran

Langkah Lin Jia terayun tanpa suara. Kakinya terus menyusuri setiap pepohonan di sekitar, sementara mata tajamnya waspada melirik ke segala arah, mencari keberadaan Hewan Roh lainnya. Tepat di samping kirinya, Mei Mei sempat melirik sekilas ke arah sang Nona.

"Nona, kira - kira... siapa pria yang Nona tolong tadi? Wajahnya terasa tidak asing bagiku," tanya Mei Mei memecah keheningan.

Rupanya, ia masih dihantui rasa penasaran yang mendalam terhadap pemuda misterius yang sempat Nonanya selamatkan itu.

Lin Jia sedikit menghentikan langkahnya, membiarkan angin sejuk hutan menyapa helaian rambut panjangnya. "Entahlah, tapi sepertinya dia bukan bagian dari kelompok perburuan ini," jawab Lin Jia datar, sorot matanya menerawang.

"Aku seperti pernah melihatnya... tapi di mana, ya?" Mei Mei bergumam sambil mengetuk-ngetuk dagunya, mencoba menggali kembali ingatannya, namun ia tetap tidak bisa mengingatnya.

"Sudahlah, Mei Mei, jangan dipikirkan lagi," potong Lin Jia dengan nada sedikit kesal. Kedua pipinya memanas kala mengingat kejadian beberapa saat lalu. "Hampir saja aku membunuh pria itu karena dia tiba-tiba menarik tanganku dan hampir menciumku!"

Tiba-tiba, percakapan mereka terputus. Tubuh Lin Jia mendadak menegang, insting nya menangkap getaran suara yang tidak wajar.

Serigala Hewan Roh yang berada di sisi kanan nya pun ikut merespons. Bulu-bulu di tengkuk binatang buas itu berdiri tegak, menggeram rendah seolah menyadari bahaya mematikan yang tengah mendekat.

Tanpa diperintah, Mei Mei langsung memasang kuda-kuda, menghunus senjatanya dan bersiaga penuh untuk melindungi sang Nona.

Dan benar saja. Hanya dalam hitungan detik, enam sosok misterius berpakaian serba tertutup melompat dari balik pepohonan tinggi dan mengepung mereka dari berbagai penjuru.

Mata Mei Mei menyipit tajam. "Pembunuh bayaran," gumamnya pelan, menatap tajam mereka.

Berbeda dengan Mei Mei yang tampak tegang, Lin Jia justru bersikap tenang. Ia menyilangkan lengannya di dada, tatapannya menyapu keenam sosok di hadapannya tanpa sedikit pun rasa gentar.

"Mungkin... memang ada yang ingin menyingkirkanku dari perburuan ini... atau, mereka berpikir ini adalah kesempatan mereka," gumam Lin Jia. Bersamaan dengan itu, sebuah nama melintas di kepalanya, memberikan tebakan yang cukup kuat tentang siapa dalang di balik semua ini.

Ting!

Suara jernih bernada dingin tiba-tiba berdengung di dalam pikirannya.

(Misi Kelima: Kalahkan para pembunuh bayaran yang mengepung Anda) kata Sistem dengan nada mekanisnya yang khas.

(Hadiah Misi: Cermin Ilusi dan Elemen Petir Aktif) lanjut Sistem, memberikan penawaran yang terlalu sayang untuk dilewatkan.

Sebuah senyum tipis, nyaris seperti seringai dingin, terukir di bibir Lin Jia. "Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Mei Mei dengan suara tajam dan mengintimidasi."Tidak mungkin kalian datang tanpa di undang, kan?"

Namun, keenam pembunuh itu bergeming. Mereka tidak membuang waktu untuk berbasa-basi. Jawaban mereka justru berupa tindakan mematikan.

Secara serentak, mereka melompat dari berbagai arah, mengalirkan energi kultivasi elemen ke arah pedang mereka yang kini memancarkan cahaya dingin mematikan, menebas lurus ke arah Lin Jia dan Mei Mei.

Lin Jia melompat lincah ke belakang menghindari tebasan awal. Pada saat yang bersamaan, Serigala Roh meraung buas dan langsung menerjang salah satu pembunuh bayaran di sisi kanan.

Crang!

Dua bilah pedang berbenturan keras di udara, menciptakan percikan api yang menyilaukan mata di tengah redupnya hutan.

Pertempuran itu pun pecah!

Mei Mei yang sedang menahan gempuran musuh berteriak memperingatkan, "Hati-hati, Nona! Mereka memiliki lebih dari tiga elemen. Mungkin empat!"

Lin Jia tidak menjawab. Konsentrasinya kini terfokus sepenuhnya pada aliran energi di dalam dantiannya.

Alih-alih gentar, Lin Jia mulai menggerakkan jarinya secara ritmis. Dia menyatukan ketiga elemen dasar yang sudah dia kuasai—Air, Udara, dan Tanah—menjadi satu titik energi yang sangat padat di bawah telapak kakinya.

Dengan kecepatan penuh, kaki Lin Jia bergerak lincah dan bergeser di udara, menciptakan teknik pergerakan bayangan yang begitu mistis.

Kecepatannya benar-benar tidak bisa dilihat oleh mata telanjang manusia biasa. Empat orang pembunuh bayaran tingkat tinggi langsung mengepung dan mengeroyok Lin Jia dari empat mata angin, sementara sisa anggota kelompok lainnya, sibuk bertarung sengit melawan Mei Mei dan Serigala Roh.

Namun, menggapai ujung pakaian Lin Jia ternyata jauh lebih sulit daripada yang mereka bayangkan. Para pembunuh itu cukup kesulitan hanya untuk sekadar menggapai kulit Lin Jia. Gadis itu bergerak sangat cepat, meliuk-liuk di antara sela-sela serangan bahkan kecepatannya jauh melebihi laju tebasan pedang mereka.

"Sial, gerakannya sangat cepat!" kata salah satu pembunuh bayaran dengan napas yang mulai memburu frustrasi.

"Bukankah informasi darinya mengatakan bahwa dia adalah gadis tidak berguna yang tidak memiliki elemen sama sekali?!" timpal temannya yang mulai panik sambil menangkis kibasan angin dari pergerakan Lin Jia.

"Mungkin kita ditipu... atau... dia sengaja menyembunyikan kekuatan elemennya selama ini!" kata yang lain, suaranya bergetar penuh kewaspadaan sambil fokus menatap tajam ke arah bayangan Lin Jia yang berkelebat.

Crash!

Tanpa mereka sadari, sebuah tebasan angin tajam melesat cepat. Satu sayatan berdarah mengenai punggung pembunuh bayaran pertama.

Crash!

Satu sayatan lagi mendarat telak mengenai kaki pembunuh kedua hingga membuatnya berlutut mengerang kesakitan.

Crash!

Dan satu serangan kilat kembali mengenai lengan pembunuh ketiga hingga pedangnya nyaris terlepas.

Tampak jelas gurat wajah marah, bercampur malu dan terhina dari para pembunuh bayaran tersebut karena dipermainkan sedemikian rupa.

Menyadari target mereka bukan lawan sembarangan, keempatnya mundur beberapa langkah dan membentuk formasi lingkaran. Mereka mulai melakukan kombinasi elemen tingkat tinggi antara elemen Api yang membara dan elemen Petir yang menyambar gila-gilaan.

Udara di sekitar seketika memanas dan bergemuruh hebat. Namun, Lin Jia sama sekali tidak gentar sedikit pun saat serangan kombinasi berskala besar itu mengarah tepat ke arah tubuhnya.

Dia justru merentangkan satu tangannya ke depan dengan gerakan santai. Pedang di tangan kanannya tiba-tiba memancarkan pijaran putih yang luar biasa murni.

Lin Jia menggunakan Elemen Cahaya. Cahaya itu meledak seketika, mematahkan dan menelan seluruh serangan kombinasi api dan petir milik musuh tanpa sisa. Pancaran energi yang terlampau terang itu seketika membutakan mata para pembunuh bayaran, membuat mereka menjerit kesakitan sambil menutup wajah.

Memanfaatkan momentum emas tersebut, pedang di tangan Lin Jia bergetar hebat. Bentuk logamnya mencair dan bertransformasi secara magis, berubah wujud menjadi sebuah busur besar berukir kristal, lengkap dengan anak panah yang terbuat dari bongkahan es yang siap dilepaskan.

Jleb! Jleb! Jleb!

Suara tajam itu terdengar beruntun memutus aliran udara. Anak-anak panah es yang melesat dengan kecepatan supersonik itu menembus dada keempat pembunuh bayaran di depannya tanpa ampun, membekukan darah dan organ dalam mereka dalam hitungan detik.

Di saat yang sama, Mei Mei dan Serigala Roh yang sejak tadi tidak diam---- tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Memanfaatkan kondisi musuh yang masih buta dan panik akibat kilatan cahaya suci, mereka bergerak bagai badai.

Dengan gerakan seringan angin, pedang tipis milik Mei Mei meluncur ke depan, menembus lurus tepat di ulu hati pembunuh bayaran yang berada di depannya.

Sementara itu, Serigala Roh yang energinya belum terkumpul semua karena bekas pertarungan nya melawan Lin Jia, menerjang dari arah berlawanan.

Sambil melolong, hewan suci itu menerkam dua pembunuh bayaran lainnya, mengatupkan rahangnya yang sekuat baja, lalu menggigit dan mencabik tubuh mereka hingga hancur tak bersisa di atas tanah.

Pertempuran itu pun berakhir.

1
Cty Badria
up lg ni hadiah /Rose/
Mydar Diamond
lanjuutt upnya mungkin calon suami masa depan telah di temukan🤔
Dewiendahsetiowati
apakah ini calon imam Lin Jia
Hendri Wirawan
bagus....lanjutkan
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Anonim
ceritanya bagus, masih awal tapi menarik buat dibaca. lanjut semangat yaaa/Determined//Rose/
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. semangat✍️👈😍☺
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Dania
semangat tor di tunggu upnya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak bgus crita'y😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!