NovelToon NovelToon
MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Rumah Tangga
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Alena menikah dengan Hendra meski tak direstui keluarganya karena dianggap miskin. Selama lima tahun ia dihina, dianggap mandul, dan hanya diberi satu juta rupiah sebulan untuk kebutuhan rumah. Saat Alena mulai berusaha bangkit, tekanan ibu mertua membuat Hendra akhirnya berselingkuh. Alena memilih bertahan, hingga ia menemukan jalan untuk membuktikan dirinya dan membalas semua perlakuan yang menyakitkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN TAMU

Pagi itu Alena sedang menyapu halaman, tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. namun Belum sempat ia melihat siapa yang datang, Ibu Sari sudah keluar dengan wajah sangat gembira.

"Wah, Siska sudah datang! Ayo masuk Nak, jangan sungkan," seru Ibu Sari ramah sekali.

Alena menoleh, melihat seorang wanita cantik berpakaian rapi dan mahal turun dari mobil. Itu pasti wanita yang sering dibicarakan.

"Terima kasih ya Bu sudah menyambut saya," jawab wanita itu sambil tersenyum manis.

Mereka masuk ke ruang tamu. Alena terpaku di tempat, tidak tahu harus berbuat apa.

"Lena! Cepat ambilkan minum untuk Siska! Jangan melamun saja!" bentak Ibu Sari dari dalam rumah.

Alena segera berlari ke dapur. Ia menuangkan air putih ke gelas, lalu membawanya dengan tangan gemetar.

"Ini airnya," ucapnya pelan sambil meletakkan gelas di meja.

Siska menatap Alena sekilas dari atas sampai bawah dengan pandangan meremehkan.

"Jadi ini istri Kak Hendra ya? Baiklah," katanya singkat.

Ibu Sari langsung tertawa kecil. "Iya, ini Lena. Dia memang begini, pendiam sekali."

Tak lama kemudian Hendra pulang kerja. Saat melihat Siska ada di sana, wajahnya tampak terkejut namun tidak marah.

"Kamu sudah datang rupanya," ujar Hendra pelan.

"Iya Kak, aku izin mampir sebentar. Kebetulan lewat sini," jawab Siska sambil tersenyum manis.

Alena berdiri di sudut ruangan menatap mereka bertiga. Rasanya seperti orang asing di rumah sendiri.

"Mas, aku siapkan makan siang ya," pamit Alena pelan.

"Tunggu dulu Lena," panggil Ibu Sari tiba-tiba. "Hari ini kita makan bareng Siska. Kamu masak saja di belakang, nanti makan sendiri saja. Biar Siska duduk dekat Hendra."

Hati Alena terasa disayat sembilu. Ia menatap suaminya memohon pembelaan.

"Mas... kenapa aku nggak boleh ikut makan bersama?" tanyanya pelan.

Hendra malah membuang muka. "Ikuti saja kata Ibu. Siska tamu kita,kita harus melayani nya dengan baik."

"Tapi Mas... aku ini istrimu," suara Alena mulai bergetar menahan tangis.

"Kamu jangan banyak menuntut! Sudah sana pergi!" bentak Hendra sedikit meninggikan suara.

Alena tak sanggup berkata lagi. Ia berjalan lunglai menuju dapur, air mata mulai menetes membasahi pipi.

Siang itu ia makan sendirian di dapur, mendengar suara tawa ceria mereka bertiga dari ruang tengah. Hatinya perih sekali.

Sore harinya saat Siska sudah pulang, Alena memberanikan diri bertanya pada Hendra yang sedang duduk di teras.

"Mas... kenapa Mas begitu sama aku? Aku ini istri sah Mas," ucapnya pelan.

Hendra menghela napas kasar.

"Kamu kenapa sih jadi begini? Siska itu hanya teman kerja. Ibu yang terlalu menyukainya. Kamu jangan berpikiran macam-macam," jawabnya ketus.

"Tapi Mas... tadi Ibu menyuruhku makan sendiri. Mas membiarkan aku dihina begitu," elak Alena.

"Itu kan hanya hal kecil saja. Kamu jangan bikin masalah besar. Aku sudah lelah bekerja, jangan tambah pusing," ujar Hendra lalu berdiri dan masuk ke kamar.

Tidak lama kemudian Ibu Sari datang menghampiri Alena yang sedang mencuci piring.

"Kamu jangan berharap terlalu tinggi ya Lena. Hendra perlahan pasti akan sadar siapa yang lebih pantas mendampinginya. Kamu itu hanya beban buat anakku," ucap Ibu Sari dingin.

Alena membalas tanpa menoleh. "Bu, saya sudah berusaha menjadi istri dan menantu yang baik selama lima tahun."

"Baik? Di mana kebaikanmu? Kamu nggak punya uang, nggak bisa kasih anak, apa yang bisa kamu banggakan?" ejek Ibu Sari lalu pergi begitu saja.

Malam itu Alena menangis sepuasnya di dalam selimut. Hendra pura-pura tidur memunggunginya, tak satu pun kata penenang yang keluar dari mulutnya.

BANTU LIKE DAN KOMENT YA

 

1
Thewie
jangan keluarkan airmatamu buat suami keparat itu ya alena
Thewie
terlalu lemah kau Alena. jadi agak gak suka lihat otor🤣🤣
Thewie
kapan Alena bahagia thorrrrr...
Nuna_Pena: ditunggu aja ya hehe,
total 1 replies
Thewie
5 tahun Alena... salut buatmu hidup dengan caci maki keluarga mertua .. luarbiasa kamu Alena..
Nuna_Pena: sprti diriku 7 tahun lbih bertahan dn sekarang menjauh dulu dri mereka😌😌😌.. hehe ngemeng2 makasi sudah mampir
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Cha Libra
jngan biarkan s alena d tindas mlu thour scpetnya cerai..semoga ja ada karma buat keluarga dajjal
Nuna_Pena: 😁😁😁... sabar sayang...
total 1 replies
Cha Libra
thour klo bsa hruf kapitalnya yg biasa ja jdi enak bacanya..
Nuna_Pena: makasi sudah mampir, nanti saya buat huruf biasa aja
total 1 replies
..
keren!
..
Hai kak, semangat yah. aku sudah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah. mari saling dukung!
Himna Mohamad
lanjut
..
semangat, kak. jangan lupa like balik dan saling dukung yah💪💪💪
SRIANA
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!