Warning !! Kalau nggak suka sama cerita ini bisa langsung SKIP saja yaa..
Attarazka Desta Firmansyah menikah dengan gadis yang berprofesi sebagai Dokter bernama Clara Adelin. Setelah enam tahun menikah mereka belum di karuniai keturunan.
Sikap Clara mulai berubah saat diri nya kembali bertemu dengan mantan kekasihnya yang berprofesi sebagai dokter juga di Rumah Sakit tempat dia bekerja.
Dalam gejolak Rumah Tangganya , Attar di pertemukan dengan Gendhis Anindita Nastiti yang menjadi sekretaris barunya.
Dalam konflik rumah tangga nya Attar membuat keputusan untuk menikahi Gendhis dengan sebuah kesepakatan.
Bagaimana akhir nya jika pernikahan Attar dan Gendhis di ketahui Clara dan nyatanya dua istri Attar adalah sahabat dari masa SMA.Apa Gendhis akan mundur setelah tahu jika kakak madunya adalah orang yang dulu dia anggap sahabat namun nyatanya pernah mengecewakan dia di masalalu?
ikuti kisahnya ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harus Menikah Lagi??
"Siapa dia Attar?" tanya Tari menatap sang putra.
"Lebih baik kita bicara di ruang keluarga ma,Ayo !" ucap Attar pada Gendhis guna mengikuti nya.
Sampai di ruang keluarga terlihat papa Damar sedang duduk dengan tab nya di tangan.
"Attar, kamu kesini..siapa dia?"tanya Damar dengan menunjuk ke arah Gendhis.
"Namanya Gendhis."ucap Attar dan Gendhis pun menyalami tangan Damar dengan takzim.
Damar sedikit terperanjat saat Gendhis mencium tangannya. Seperti Tari yang tadi sempat terkejut juga dengan sikap Gendhis.
"Jadi, kamu kesini dengan bawa perempuan ini, kamu punya maksud apa sebenarnya?" desak Tari.
"Sebenarnya Attar ingin melanjutkan niatan Attar untuk berpoligami dan Attar memilih Gendhis menjadi istri kedua Attar." ungkap Attar membuat kedua orang tuanya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan.
Attar mengernyitkan dahinya melihat respon kedua orang tuanya.Lalu dia melemparkan pandangan nya pada Gendhis yang juga sedang menatapnya.
"Papa sama mama nggak ingin melarang mu tapi, apa Gendhis mau menjadi istri kedua mu dengan ikhlas tanpa memandang status ,dab juga harta yang Attar punya?" tanya Damar tertuju pada Gendhis.
Gendhis terlihat yang tadi nya menunduk, sekarang dia beranikan diri untuk menatap kedua orang tua Attar.
"Maaf om ,tante, Gendhis memang baru kenal mas Attar belum genap sebulan ini, itu pun karena Gendhis yang saat ini menjadi sekretaris mas Attar. Lalu beberapa hari lalu mas Attar mengutarakan keinginannya untuk menjadikan saya istrinya. Namun memang mas Attar mengatakan jika saya akan di jadikan istri keduanya.Beliau pun sudah memberitahu apa yang sebenarnya terjadi sampai beliau menempuh jalan ini. Saya nggak bisa memutuskan untuk setuju atau tidak makanya beliau meminta saya pada orang tua angkat saya.Karena saya anak yatim piatu yang sedari kecil di asuh di sebuah panti asuhan. Lalu saya juga meminta syarat untuk mas Attar meminta ijin pada istri pertama nya juga kedua orang tuanya.Sekarang saya serahkan keputusan terbaik pada Tante dan Om. Perlu Tante dan Om ketahui jika saya akan meminta mas Attar membuat surat perjanjian pernikahan yang isinya saya tidak berhak atas harta yang mas Attar dapat dari pernikahan pertamanya."ungkap Gendhis pada kedua orang tua Attar.
Tari dan juga Damar saling pandang mereka menatap kedua orang yang saat ini ada di depan mereka.
"Apa kamu yakin akan menikahi Gendhis Attar, kamu tidak masalah jika Gendhis hanya seorang yatim piatu? Attar, pernikahan bukan sekedar untuk tujuan memiliki momongan dan bahagia bersama, tapi..kalian harus sejalan dalam menyatukan visi misi tujuan Rumah Tangga kalian.Papa nggak mau adanya perceraian jika memang kedua belah pihak masih bisa memperbaiki nya."ungkap Damar pada sang putra.
Drrrt drrrt drrrt
Ponsel Attar tiba-tiba berdering dan ternyata itu adalah Clara.
"Angkat jika itu istri mu Tar," ucap Damar meminta Attar mengangkat panggilan dari menantunya.
Attar pun langsung mengangkat panggilan itu dan mulai bicara pada Clara.
"Hallo, ada apa?"tanya Attar dengan nada datar nya.
"Kamu dimana, kok belum pulang. Aku mau bilang sama kamu soal keberangkatan ku ke Korea."ucap Clara dari sebrang sana.
Mendengar ucapan Clara barusan membuat Damar dan juga Tari saling pandang. Sedangkan Gendhis mengernyitkan dahinya saat mendengar suara Clara di telpon. Dia merasa familiar dengan suara perempuan yang sedang menghubungi Attar.
Attar pun langsung menatap ketiga orang yang ada di sana dengan sekilas. "Kenapa memangnya, apa ada masalah?" tanya Attar dengan suara datar nya.
"Tidak, bahkan sangat lancar. Aku cuma mau ngobrol sama kamu , besok aku akan berangkat , semua yang aku perlukan untuk ke Korea sudah beres semua. Aku berangkat Flight siang, kamu bisa anterin aku kan?"
"Aku nggak janji, tapi apapun itu aku harap kamu jangan menyesal dengan keputusan kamu memilih pergi tanpa memikirkan perasaan aku."ucap Attar membuat Clara terkekeh dan hal itu membuat Tari meradang.
Hahaha..
"Kamu ngomong apa sih, perasaan kamu hanya untuk aku Attar. Aku sangat percaya bahwa kamu nggak berani untuk macam-macam."ucap Clara dengan percaya diri.
"Kamu yakin sekali perempuan, kamu bahkan tidak pernah menghargai suamimu,anak ku, jika anak ku nanti bertindak jauh bahkan sampai dia berpoligami, kamu nggak akan menyesal kan?"
"Mama, mas Attar di rumah mama..aku...
"Nggak perlu lagi kamu kesini,saya baru tahu kalau kamu yang sudah melangkah terlalu jauh dari apa yang seharusnya, jadi jangan pernah menyesal kalau anak saya memiliki istri selain dirimu..
Tut.. Tut..Tut..
Tari benar-benar kesal dengan sikap menantunya itu dan bahkan Tari yang mematikan' panggilan telpon milik Attar secara sepihak.
"Mah kenapa..
"Kenapa apanya, kamu masih mau diskusi sama istri mu yang nggak guna itu, sebaiknya besok kamu harus menikah, dia berangkat siang, sore nya kamu menikah sama Gendhis. Biar mama sama papa yang uruskan. Kamu cukup bawa maskawin sama cincin. Jangan lupa kamu ingetin waktu ijab qobul nya." ucap Tari tak mau lagi buang waktu untuk orang yang tidak pernah menghargai pasangan nya.
"Tapi Tante...
"Mulai sekarang, kamu panggil mama, nggak ada tante-tante-an.Malam ini kamu tidur di rumah ini dan kamu Attar, kamu urus semuanya sampai kamu mendapatkan tanda tangan Clara untuk perijinan nikah. Sudah sana pulang !!"
"Mama ngusir Attar?"
"Iya mama usir kamu, sudah sana kamu pulang, sebelum istri sinti*g mu ngamuk disini. Mama malas dengar drama dia."ungkap Tari.
"Mama....
"Mama kali ini nggak mau kamu membantah Attar !!" suara tegas Tari pun membuat Attar terdiam lalu dia menatap Gendhis yang sepertinya syok dengan ucapan mama yang memintanya untuk menikahi Gendhis besok.
"Dis, kamu nggak papa kan? Kamu disini dulu, aku pulang."ujar Attar
"Gendhis akan tetap di sini sama mama, dan kamu persiapkan apa yang mama suruh, jangan mengada-ada untuk datang kesini besok. Urus semuanya dengan baik, kamu itu pintar tapi, but* sama namanya cinta.Percaya sama mama kamu nggak akan menyesal menikahi Gendhis dan pilihan kamu kali ini benar."ujar Tari lalu mendorong tubuh Attar untuk keluar dari rumahnya.
Dengan terpaksa Attar pun kembali ke kediamannya untuk menyelesaikan tugas nya dari sang ibu.
Saat di dalam mobil, Attar mendapatkan pesan dari ibunya dan matanya memicing saat ibunya menulis point-point yang harus Attar cantumkan di surat perjanjian buat meminta ijin Attar menikah kembali.
Tari sepertinya punya rencana yang pastinya membuat Attar cemas di buatnya.
Bersambung