Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 PENASARAN!!
"Luna!". Jawab Rajab gugup satu langkah mendekat
"ada apa?kenapa kamu ada di sini?". Tanya Luna bingung
"aku kesini hanya ingin bicara". Ucap Rajab dengan hati yang lapang
"ok! Lalu apa yang kamu ingin bicarakan padaku?". Tanya Luna rasa penasaran
"aku tidak bisa mengikuti keinginan Oma, yang hanya menginginkan anak laki-laki ". Rajab berkata dengan raut wajah murung
mendengar nada bicara pria gagah yang ada di hadapannya membuat Luna terdiam kaku seakan - akan perjodohan mereka tidak di lanjutkan, pikiran Luna langsung terguncang merasa dirinya tidak di inginkan.
"maksudnya, kamu mau menolak keinginan Oma. Yang artinya kamu juga menolak, saya". Suara nada Luna menjadi berat merasa sedih, padahal dirinya sudah mulai menyukai pria gagah di depannya itu.
"bukan itu. Maksud ku. Saya tidak bisa yakin akan bisa mengabulkan keinginan Oma. Bila mana suatu saat yang ternyata kita tidak bisa memberikan anak laki-laki atau ternyata di antara kita berdua belum siap untuk memiliki anak, oma akan memaksa ku untuk menceraikan kamu, dan aku bukan tipe orang mempermainkan wanita seperti itu, datang hanya di pakai lalu di buang tidak di inginkan ". Jelas Rajab merasa bersalah atas keinginan Oma yang membuat menambah beban pikiran untuk Luna
Luna menghela nafas berat, melirik ke arah lain dengan hati yang luka setelah mendengar penjelasan Rajab barusan. Luna mengerti arah tujuan Omanya Rajab itu, sekarang dirinya bingung harus bagaimana, apa yang harus di lakukan, jalan terus hanya membuat menderita dan sakit hati. Kalau mundur bisa menyelamatkan hidupnya karir, masa depan dan mungkin menemukan kebahagiaan yang lain, tanpa harus mengorbankan diri sendiri.
"lalu...mau bagaimana?aku sendiri saja , bingung dengan pola pikir oma kamu. Aku harus apa?". Tanya Luna dengan berkaca-kaca merenung sedih
Rajab tertunduk murung sangat menyesal dan bersalah dengan semua yang di lakukan Oma. Rajab sejenak terdiam melihat kebawah lantai dengan ekspresi wajah bingung di sertai merenung, lalu kembali angkat kepala menghadap Luna.
"maafkan aku, Luna. Keputusan ada di tangan kamu, aku tidak akan memaksa kamu untuk lanjut. aku kesini hanya membicarakan itu, agar kamu tidak menyesal di kemudian hari. Hidup berumah tangga dengan ku hanya akan membuat mu hancur". Rajab berkata menatap wajah Luna penuh kepedulian terhadapnya
"saya minta pikirkan matang-matang sebelum ambil keputusan yang tepat. selain itu, aku minta maaf waktu kemarin, saya sudah kurang ajar terhadap mu dan tidak menjaga sikap dengan baik". Ucap lagi Rajab
"kamu sudah minta maaf sebelumnya. Tidak masalah. Hufffff. Baiklah. Saya akan pikirkan lebih matang ". Jawab Luna ekspresi wajah yang tidak suka untuk di bahas.
"kalau gitu, saya permisi". Rajab pamit melangkah jalan pergi meninggalkan Luna sendirian.
Luna hanya terdiam memperhatikan Rajab pergi
******
******
******
Vendra sedang berjalan di lorong shi show tempat kerjanya Luna di tangan kanan membawa sebuah bungkus makanan untuk Luna, dirinya menyusuri lorong sambil Bungkus makanan yang ia pegang mengoyakkan. Vendra mengeluarkan ponsel di saku jas kemeja hitam mengecek di layar ponsel____saat Vendra sibuk main ponsel ____?
Bruk
"aduuuhh!". Vendra merasakan sakit seperti menabrak sebuah benda yang keras di hadapannya. Saat melirik ke atas ternyata yang ia terbrak seorang pria gagah dengan badan nya cukup cool dia adalah Rajab
"kamu!?". Sapa Rajab merasa tidak asing melihat wajah wanita di hadapannya itu
"ehhh...permisi". Vendra bergegas melangkah pergi, dirinya tidak ingin lama-lama interaksi pada pria yang pernah berhubungan dengan saudara nya sendiri.
Rajab yang melihat wajah wanita itu merasa ada sesuatu yang ia rasakan. Entah mengapa wanita itu sedikit mirip dengan mantan calon istrinya yaitu Sofia yang sudah lama tiada. Rajab menggeleng kepala dengan ringan membuang pikiran yang aneh -aneh, yang rasanya tidak mungkin. kemudian Dirinya melangkah jalan
terlihat Vendra lagi berjalan pergi berbalik melihat pria yang tertabrak barusan sambil berjalan mundur, ia berbalik lagi sambil berjalan
Di dalam ruang rias
Tok
Tok
Tok
suara ketokan pintu di dengar oleh Luna
"iya masuk!". Minta Luna sambil memoles bibir dengan berwarna merah muda
Vendra melangkah masuk menghampiri Luna yang lagi sedang berkaca cermin yang besar itu.
"aku membawakan sarapan untuk mu". Ucap Vendra memberikan bungkusan makanan pada Luna
"terimakasih" jawabnya mengambil makanan di tangan Vendra
Luna membuka bungkus san makanan. Vendra melangkah mundur duduk di sofa sambil memperhatikan Luna yang sedang makan. Vendra tersenyum manis melihat Luna yang begitu lahap yang sedang makan.
"eummm!kamu mau". Luna menawarkan pada Vendra. Vendra menggeleng kepala sambil tersenyum senang
Tidak lama saat Luna lagi lahap makan seorang wanita rias datang
"maaf, nona Luna sudah saatnya nona ke atas panggung". Minta nya.
Belum selesai habis kan makanan, Luna bergegas bersiap untuk ke atas panggung. Gaun dress yang di kenankan Luna sangat indah dan sexy. Vendra yang melihat keindahan gaun itu terkesima melihat nya.
*****
*****
*****
"Rajab sayang!! ". Tiba-tiba saja Elisa datang merangkul pergelangan tangan Rajab samping kiri dengan meluk erat. Saat hendak memasuki kantor langkah kakinya terhenti oleh kedatangan Elisa.
" kamu kenapa kesini? ". Tanya Rajab dengan raut wajah kesel.
"Aku kan kangen sama kamu. memang nya tidak boleh aku berkunjung? ". Elisa berubah cemberut
" LEPASKAN!! ". Minta Rajab sambil paksa melepas tangan Elisa darinya.
" AH... RAJAB! RAJAB ". Elisa merengek seperti anak kecil yang di tolak.
Rajab berhasil melepaskan ikatan tangan dari Elisa, ia melangkah jalan memasuki kantor.
" IIIHHHHH" Kesel Elisa di sertai bete merasa di jampakan oleh Rajab begitu saja.
Di dalam kantor Rajab duduk di kursi depan meja kerja nya. sambil buka leptop dan menyalakan layar leptop.
Tok
Tok
Tok
...... tidak lama kemudian sebuah pintu ada yang mengetok Rajab pun melirik ke arah pintu itu.
"Iya". Jawab nya mempersilahkan masuk
Seorang karyawan wanita datang membawakan sebuah berkas hitam di tangan nya di peluk dengan erat
" Pagi bos! ". Sapa nya senyum
" iya! pagi". Jawab Rajab datar
"ada apa? ". Tanya lagi Rajab
" Ada berkas yang harus bos tanda tangani ". Sambil menyerahkan berkas di atas depan nya
Rajab pun buka lembaran berkas lebih dulu sebelum di tanda tangani.
" Bos! tahu, teman bos!? ". Tanya nya gugup
" Siapa? tanya Rajab balik sambil melihat berkas
"hemmm!! itu! Zurich! ". Jawabnya gegep
Sontak Rajab menoleh tajam pada karyawan nya
" Ada apa dengan nya? ". Tanya Rajab panik
"Bukan apa-apa sih Bos. apa bos tahu hubungan Teman bos sama karyawan di dalam kantor ini?? ". Tanya nya rasa penasaran.
Rajab menghela nafas panjang____" saya tidak tahu ". Jawab Rajab singkat
Ekpresi wajah karyawan itu berubah menjadi cemberut, merasa gagal mendapatkan informasi yang ia ingin kan.