NovelToon NovelToon
SANG UTUSAN

SANG UTUSAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alenda

Selepas Kematian kedua orangnya, kehidupan yang lebih kejam harus dihadapinya. Namun tanpa disangka, Wira yang tak memiliki ilmu kanuragan sedikitpun, nyatanya dipilih oleh Dewata untuk melawan bangsa Iblis yang hendak menguasai Bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alenda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amarah Wira

Raden Sanjaya langsung berusaha menyerang Wira dengan pukulannya. Namun dengan santai pemuda itu menangkisnya.

"Raden! Apa kau sudah tidak punya rasa hormat lagi padaku!?" bentak Lesmana. Kesabarannya sudah habis buat lelaki 25 tahun itu.

Senyum mencibir terlihat jelas di bibir Raden Sanjaya, "Aku tidak pernah menaruh hormat padamu, Tuan Lesmana! Bagiku kau hanya pejabat biasa dan tidak ada yang istimewa darimu. Kau tidak punya prestasi apapun selama ini, bukan? Kau bisa menjadi seperti sekarang hanya karena pernah menjadi pengawal pribadi Putri Yang Mulia Raja, yang keberadaannya tidak pernah ditemukan sampai sekarang."

"Jaga mulutmu, Sanjaya!" bentak Lesmana.

"Lalu kau mau apa? Menjaga putri yang tidak tahu diuntung itu saja kau tidak bisa. Kalau kau memang punya kemampuan, kenapa kau tidak bisa menemukan teman biadabmu itu yang berani membawa Putri Yang Mulia?"

Hinaan Raden Sanjaya kepada kedua orang tua Wira membuat pemuda tampan itu langsung tersulut emosinya. "Jaga mulut kotormu itu, Raden Sanjaya!" bentaknya.

Seusai membentak Raden Sanjaya, Wira langsung teringat kata-kata gurunya, Arisuta, dan juga Ki Anom untuk tidak menggunakan emosi dalam mengambil tindakan. Apalagi dia juga harus menyembunyikan jati dirinya terlebih dahulu.

Raden Sanjaya tidak menduga pemuda itu berani membentaknya. Bukan hanya dia, tapi semua orang yang ada di tempat itu, termasuk juga Lesmana.

"Kau... Kau manusia rendahan berani membentakku! Apa kau tidak tahu aku siapa!?"

"Bagiku, kau hanya seorang laki-laki pikun dan pengecut yang beraninya hanya mengandalkan jabatan orang tua. Perlu kau tahu, Raden... hina tidaknya manusia itu dari sifat dan sikapnya. Bukan dari pakaian atau kehidupannya."

Raden Sanjaya semakin tidak bisa mengendalikan emosinya. Kembali dia menyerang Wira dengan kedua tangan dan kakinya. Namun pemuda itu bisa menghindari setiap serangannya dengan mudah.

"Jika kau memang lelaki sejati, kita selesaikan di atas panggung! Sekarang pun aku siap meladenimu!" ejek Wira.

Nafas Raden Sanjaya memburu tak beraturan. Emosinya yang meledak-ledak dan ditambah dengan keinginannya untuk membunuh Wira, membuatnya tidak bisa berpikir panjang.

"Hentikan!" teriak Patih Anggadharma dari belakang.

Lelaki tua itu kemudian berjalan mendekati Raden Sanjaya. "Kau jangan mempermalukan dirimu sendiri, Sanjaya. Ada saatnya nanti kau akan bertemu dia di atas panggung. Jika saat itu tiba, kau boleh menghajarnya, bahkan membunuhnya!"

"Tuan Patih, bukankah membunuh adalah melanggar peraturan turnamen ini?" sanggah Lesmana.

"Khusus pertarungan pemuda ini dengan Sanjaya, aku perbolehkan saling membunuh."

"Tapi, Tuan..."

"Tenang saja, Tuan Lesmana. Anak pejabat bermulut kotor ini nanti akan aku ajari bagaimana bersikap kepada orang yang lebih tua." Wira menyela ucapan Lesmana.

"Kau...!" Raden Sanjaya geram.

"Kau apa, Raden? Apa karena aku lebih tampan darimu sehingga kau iri padaku? Seharusnya kau ikuti kata beliau, ada saatnya nanti kita bertarung di panggung. Jika kau bisa, kau boleh membunuhku. Tapi aku tidak akan membunuhmu Raden, hanya kedua kakimu saja yang akan aku patahkan!"

Raden Sanjaya menahan kegeramannya. Andai Patih Anggadharma tidak mencegahnya, mungkin saat ini dia sudah merobek mulut pemuda itu.

"Ternyata Wira sangat pandai beradu argumen," gumam Lesmana. Dia semakin yakin jika pemuda itu menjadi Senopati, hubungan baik yang kini perlahan merenggang dengan beberapa kerajaan kecil yang berada di bawah kekuasaan Sanggawana akan kembali membaik.

"Ayo, Sanjaya! Sudah saatnya bagimu untuk bertanding," ucap Patih Anggadharma, setelah mendengar pembawa acara memanggil nama Raden Sanjaya.

"Lihat saja kau nanti!" ancam Raden Sanjaya menunjuk Wira, sebelum dia mengikuti langkah Patih Anggadharma.

"Aku takut... hahahaha!" ejek Wira.

Lesmana menggelengkan kepalanya melihat sikap Wira yang tidak ada sedikitpun rasa takut di wajahnya.

Setelah Lesmana kembali ke tempat duduknya, Wira segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Dia tidak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang yang melihat perseteruannya dengan Raden Sanjaya.

Tak seberapa lama, dia sudah berada di dalam kamarnya.

Sinta terlihat begitu cemas setelah melihat pakaian Wira yang terkoyak dan berlumuran darah di bagian dada. Dia langsung memeriksanya tanpa menunggu persetujuan pemuda tampan tersebut.

"Jangan kuatir begitu... Aku tidak apa-apa, Sinta. Ini hanya luka biasa saja buatku. Bisa jadi nanti aku akan mengalami luka yang lebih parah dari ini."

"Tunggu di sini dan jangan kemana-mana!" Sinta pergi sebentar dan langsung kembali membawa wadah kecil berisi air dan kain.

Dengan telaten gadis cantik tersebut membasuh darah yang sudah mengering di tubuh Wira.

Pemuda itu begitu bahagia dengan perhatian yang ditunjukkan Sinta kepadanya. Dia semakin berjanji tidak akan meninggalkan kekasihnya tersebut hingga titik darah penghabisan.

Waktu terasa semakin cepat berjalan. Tidak terasa malam sudah kembali menyapa bumi.

Lesmana dengan lemas berjalan memasuki kediamannya setelah kembali dari istana. Tanpa sengaja, dia melihat Wira yang duduk sendiri di kegelapan. Merasa mendapat kesempatan baik, Lesmana berinisiatif untuk mengajaknya berbicara tentang kejadian tadi siang.

"Kenapa kau duduk sendiri di sini? Sinta di mana?"

"Tidak apa-apa, Tuan. Aku hanya ingin merenung saja. Sinta sudah tidur dari tadi."

"Ayo ke ruanganku! Ada yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Lesmana.

Keduanya berjalan beriringan hingga sampai di ruangan pribadi Lesmana.

"Aku lihat kau tadi begitu emosi kepada Raden Sanjaya, ada apa?"

"Tidak apa-apa, Tuan. Aku hanya tidak suka melihat sikap yang ditunjukkannya kepada Tuan tadi," jawab Wira.

"Hanya itu saja?" tanya Lesmana lagi.

"Iya, Tuan. Hanya itu saja. Dan sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan. Benarkah Tuan dulu adalah pengawal pribadi Putri Yang Mulia?"

Lesmana mengernyitkan dahinya mendapat pertanyaan yang dilontarkan Wira. Dia menduga pasti ada sesuatu yang dirahasiakan pemuda itu darinya.

"Semua yang diucapkan Raden Sanjaya tadi siang itu benar adanya, Wira. Dari sorot matamu, aku juga tahu ada sesuatu yang belum atau tidak mau kau sampaikan padaku. Dan aku yakin bukan hanya karena sikap Raden Sanjaya saja yang membuatmu begitu emosi kepadanya."

"Karena dia sudah menghina kedua orang tuaku, Tuan!" Wira langsung menutup mulutnya karena telah salah bicara.

"Raden Sanjaya menghina kedua orang tuamu?" Lesmana bingung dengan pernyataan Wira barusan. Dia menduga ucapan Wira ada hubungannya dengan pertanyaan yang tadi diajukan pemuda tersebut.

"Tidak, Tuan. Aku tadi salah bicara saja!" sanggah Wira mengalihkan pembicaraan.

"Jika kau punya rahasia dan ingin mengatakannya kepadaku, katakan saja. Kau bisa mempercayaiku untuk menjaga rahasiamu."

Wira terdiam cukup lama. Dia menimbang segala kemungkinan yang akan timbul, jika dia mengaku kepada Lesmana. Tapi jika melihat ketulusan dan kebaikan yang ditunjukkan lelaki itu kepadanya, sepertinya Lesmana bisa untuk dipercaya.

"Kalau Tuan dulu benar pengawal pribadi Putri Yang Mulia, katakan siapa teman Tuan yang kabur dengan Putri Yang Mulia?"

Lesmana kembali mengernyitkan dahinya. Selain heran, dia juga mendapatkan suatu keyakinan bahwa pertanyaan pemuda tersebut pastilah sangat berdampak besar.

"Arga nama temanku itu, Wira."

Wira langsung lemas menyandarkan punggungnya. Dia tidak bisa percaya jika dia benar-benar cucu dari Raja Dharmawangsa.

Pemuda itu langsung merogoh ke dalam balik pakaiannya dan menunjukkan kalung ibunya kepada Lesmana.

 

1
Allian Author
alurnya bagus dan mengalir
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Gas🚬🗿
Vina Manis: belum🤣
total 3 replies
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Bagus lagi kalau namanya BAHLILudin 👍🏻☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!