NovelToon NovelToon
Avonturir Dua Deputi

Avonturir Dua Deputi

Status: tamat
Genre:Mafia / Dunia Lain / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Teriablackwhite

Ellena Celestia Baskara adalah gadis pewaris tahta keluarga Jarzam, pemilik perusahaan berlian terbesar di negara itu. Tetapi dia harus mengalami peristiwa buruk saat para mafia merampas seluruh hartanya, dan membunuh kedua orangtuanya, dia melarikan diri dan tenggelam di lautan tempat tinggalnya dewa laut, sang dewa menolongnya dan membalik kehidupan Ellena menjadi seorang bayi lagi yang kemudian ditemukan oleh seorang wanita tua.

Para Mafia itu mengejarnya sampai menemukan sebuah kristal biru sumber kekuatan terbesar seluruh lautan di muka bumi ini, dan mereka merampasnya juga, sang dewa murka dan mengirim titisan setengah kekuatannya dalam kristal kapsul kecil bersamaan dengan Ellena yang juga sengaja di masukkan ke dalam sebuah kapsul kristal, lalu apakah yang akan terjadi dengan kedua kristal itu?

Saksikan kisah selanjutnya hanya di sini, happy reading semuanya ...

Jika membaca tolong tinggalkan jejak ya ges, like, komen, dan vote-nya, thankyouu---haturnuhun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Teriablackwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADD Eps 22

    "Tutup mulutmu dan jangan ada yang mengetahui apa yang saya lakukan hari ini," celetuk Kano berputar ke arah pelayan itu bergeming. "Jika mulutmu berbicara maka kau akan mati saat itu juga," tambahnya kemudian.

    Pelayan itu lekas mengangguk dengan punggung yang membatu, nampan yang ada dalam genggamannya seketika bergetar karena tubuh pelayan itu yang bergetar ketakutan. "Ba-ik tuan ...," sahutnya dengan nada suara yang juga bergetar.

    Tanpa menjawab titik lidah dari pelayannya, Kano berlalu pergi meninggalkan tempat itu, dan dinding hitam itu telah tertutup rapat, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dari dinding itu.

    Bahkan pelayan yang dua puluh empat jam bekerja di rumah itu tidak ada yang bisa membuka dinding misterius itu. Dan pelayan wanita tua itu dan pelayan yang lainnya telah Kano tanamkan sebuah tanda kematian yang dia ciptakan lewat racikan kerang Montana yang dia campur butiran kristal kecil yang di dapat dari tangisannya.

    "Apapun yang kalian lihat tentang diri saya maka lupakan, jika satu ucapan saja keluar dari mulut kalian, maka kematian akan segera datang," tegas Kano di hadapan semua pelayannya yang telah meminum cairan bening menyerupai air mineral, tetapi memiliki rasa yang sedikit manis.

    Setelah hari itu para pelayan benar-benar tidak bicara pada siapapun yang berhubungan dengan rumah itu dan Kano sang pemilik rumah besar itu, tetapi ada satu pelayan yang melanggar aturan yang sudah di tetapkan oleh lelaki bertubuh kekar itu.

    "Keluar dari sini lewat dinding ini dan jangan sampai bertemu aku dengan anggota Atlantis Aodra lagi, keluar dari kota ini," pungkas Kano saat itu, tepatnya di markasnya yang ada di Bar pusat kota kelahirannya.

    Pelayan wanita yang melihat aksi Kano itu bertemu dengan salah satu anggota Atlantis Aodra dan dia memberitahu segalanya pada pria yang diberi tanggungjawab untuk menjaga Bar.

    "Wanita itu kemana?" tanyanya pada sang pelayan.

    "Dia melarikan diri di bantu oleh ketua Kano," terangnya tanpa rasa takut sedikit pun.

    Perkataan itu mampu terbaca oleh air mata Kano yang tertidur di kelopak matanya, detik itu juga pelayan tersebut langsung tergeletak dan tak bernyawa, membuat pria yang ada di hadapan pelayan itu bergeming, dia tidak melakukan apapun tetapi wanita itu tewas di hadapannya.

    Dari sudut kanan Kano bergerak. "Jika berbohong maka dia akan tewas," celetuk Kano yang memutarbalikkan faktanya.

    Begitulah pelayan-pelayan yang bekerja di rumah besar di kota Sirevina, mereka memiliki ketakutan yang kuat jika melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh Kano pada mereka.

    "Mbak ... Mbak melihat ketua Kano lagi?" tanya salah satu pelayan setelah Kano beranjak naik ke lantai dua.

    Pelayan wanita tua itu menoleh kaku, lalu dia mengangguk dengan tatapan yang mengeras takut. "Lupakan, kita kembali bekerja," sarannya yang segera menepis semua yang telah dia lihat.

    "Benar mbak ...," sahut pelayan tadi yang segera mengikuti langkah wanita tua itu.

...***...

    Pagi bertandang sangat cepat dari biasanya, anggota Atlantis Aodra sudah tidak ada di rumah itu, mereka berpencar mencari keberadaan Kalea dan Ellena yang sudah tidak ada di rumah itu bahkan mereka tidak bisa menemukan kedua gadis itu di sekitar rumah tersebut.

    Semuanya kalang kabut, dirundung ketakutan jika kemarahan Kano akan membuncah lagi jika mengetahui kedua sanderanya telah melarikan diri. Salah satu anggota Atlantis Aodra segera menghadap pada Kano saat dia menyadari jika pimpinannya itu telah terbangun dari tidurnya.

    "Ketua ...," sapanya pelan di hadapan Kano yang baru saja turun dari tangga panjang penghubung lantai satu dengan lantai dua rumah berlantai lima itu.

    "Kenapa?" sahut Kano dengan suara paraunya yang tegas.

    "Kedua gadis itu tidak ada di tempat, padahal pintu kamar terkunci dengan rapat, entah bagaimana mereka bisa melarikan diri tanpa meninggalkan jejak," terangnya panik dengan wajah yang menunduk lemah.

    Mendengar hal itu sudut bibir kanan Kano merekah, dia lega jika Ellena dan Kalea telah enyah dari wilayah gelap itu. "Cari ke semua sudut daerah ini?" titahnya kemudian untuk mengelabui apa yang telah dia lakukan.

    Kaki panjang milik lelaki itu berayun ke meja makan, di atas meja itu telah tersaji roti bakar hangat dengan olesan selai coklat kesukaannya, coklat yang diproduksi oleh perusahaan K. Chocolate.

    "Kami sudah berusaha mencarinya, bagaimana ini ketua, jika mereka mengatakan semua ini pada hadapan publik, kita tidak bisa meredam kemarahan publik. Mungkin kita bisa membungkam petinggi negara dengan uang, tapi kemarahan publik? Tak ada yang bisa meredamnya," beber panjangnya lagi mengekori langkah Kano.

    Lelaki bertubuh atletis itu terperenyuk di atas kursi sambil menggenggam roti bakar kesukaannya. "Mereka tidak akan mengatakan apapun, jadi tenanglah ... Saya sudah menghapus ingatan mereka," jawab Kano mencoba meredam kepanikan yang tercipta di benak salah satu anggotanya.

    Cepat-cepat pria itu mengangkat dagunya lega. "Ketua sudah menghapus ingatan kedua gadis itu?" tanyanya memastikan apa yang dia dengar adalah kebenaran.

    "Ya," sahut Kano sambil melahap roti bakarnya.

    "Baiklah ketua, saya akan menginformasikan hal ini pada semua anggota."

    "Euum ...," gumam Kano mengunyah roti isi selai coklat itu dengan tenang bersamaan dengan pria itu enyah dari dekat Kano.

    Gadis cantik itu satu-satunya orang yang tidak bisa terpengaruh dengan ilmu yang aku miliki, sungguh aneh. Dia manusia atau bukan manusia.

    Batin Kano mengurai rasa heran yang sempat menjadi butiran keheranan saat pertama kali bertemu dengan Ellena.

    Dari posisi yang berbeda Ellena dan Kalea kembali bekerja seperti biasa, Kalea telah kehilangan ingatannya kembali seperti pada malam mencekam yang terjadi di kota sebelah, dan Ellena kini mengerti mengapa Kalea melupakan kejadian itu.

    Gadis bermata pipih yang indah itu terdiam memikirkan segala hal yang terjadi tadi malam. Sembari menghitung belanjaan pelanggannya, dia mengutarakan pertanyaan-pertanyaan itu ke udara, pada dinding hati dingin yang tak memiliki jawaban apapun.

    Kenapa dia bisa melakukan hal itu, dia ... Manusia bukan sih, atau jangan-jangan dia bukan manusia, tapi ... Makhluk apa yang bisa melakukan hal itu semua, aneh.

    Batin Ellena bergaung, sehingga dia salah memasukkan angka ke total belanjaan salah satu pelanggan.

    "Duh Lena kenapa jumlah belanjaan saya kelebihan banyak begini, kan saya cuman beli roti satu bungkus harganya 21.000 sama kue bolu karamel harganya 45.000, totalnya 66.000 kenapa totalnya jadi 126.000," protes salah satu pelanggan tersebut membuat lamunan Ellena merewak.

    Wajah cantik Ellena mengarah ke pelanggan tersebut dan memeriksa struk belanjaan yang telah dia berikan pada pelanggan tersebut, dan benar saja total belanjaan dari pelanggan itu salah. Gadis itu terbelangah yang segera meremas kertas struk itu dan membuangnya e tong sampah yang ada di dekatnya.

    "Maaf Kak ... Maaf ya, bukan mau korupsi ini, tapi jujur ini gak sadar," tangkas Ellena sambil dia mengetikkan struk baru untuk pelanggan tersebut, wajahnya meringis malu karena melakukan kesalahan yang terbilang fatal untuk seorang kasir.

    "Iya Lena ... Biasanya kamu gak gini lo, kenapa sih?" tanya pelanggan tersebut yang memang sudah lama berlangganan di toko tersebut.

    Paras gadis cantik itu mendongak, ingatannya kembali tenggelam pada memorinya yang mengukir jelas paras tampan Kano. Setelah selesai mengulang pekerjaannya lagi, Ellena segera memberikan struk belanjaan milik pelanggan itu.

    "Maaf ya Kak ... saya akan lebih teliti lagi," papar Ellena yang masih merasa bersalah dengan kesalahannya tadi.

    "Tidak apa-apa Lena, lain kali jangan diulangi lagi," pungkas pelanggan itu berlalu pergi meninggalkan antriannya tadi.

    "Iya maafkan saya kak ...," ucap Ellena dengan wajah yang mengerut, lalu dia tepuk dahinya sendiri berulang kali.

     Netra Ellena berputar ke arah kiri di mana Kalea yang baru saja tiba menyimpan roti baru yang keluar dari panggangan langsung, melihat Ellena yang termenung, gadis itu gegas mengayuh langkahnya ke dekat sahabatnya itu.

    Kalea bekerja di bagian dapur membantu para pembuat roti dan kue dalam pekerjaannya, bisa dibilang gadis itu adalah asisten koki roti dan kue yang ada di dalam toko tersebut, sedangkan Ellena memang ditugaskan sebagai kasir karena gadis berambut panjang hitam legam itu pandai dalam berhitung dan wajahnya yang cantik akan menarik banyak pelanggan.

    "Len ... Kamu kenapa? Kok bengong begitu?" tanya Kalea heran dengan tingkah sahabatnya yang bersikap tak biasanya.

   "Euum ...." Gadis itu bergumam.

    Kalau aku jelaskan apa yang aku pikirkan, pasti Kalea tidak mengerti, apalagi mengungkit kejadian malam tadi, kata lelaki itu ingatan Kalea sudah hilang karenanya.

    Batin Ellena melanjutkan gumamnya yang sempat terhenti.

    "Enggak papa Kal ... Aku nitip kasir dulu bisa gak? Aku mau ke toilet dulu bentar," izin Ellena beranjak dari kursi kasirnya.

    "Oke ... Ya udah sana, biar aku yang jaga kasir." Kalea segera duduk di kursi kasir.

    Sementara Ellena berlari kecil ke sudut kiri ruangan di mana toilet khusus karyawan berada, dia berjalan kecil di dalam kamar mandi dengan pikirannya yang masih dijerat oleh masalah semalam yang tak pernah bisa dia lupakan.

    Gadis bertubuh tinggi nan ramping itu berdiri tegak di hadapan kaca besar yang ada di dalam kamar mandi, wajah cantiknya tertunduk lemah. "Semoga aku tidak bertemu dengan lelaki itu dengan geng-nya, mereka seperti titisan setan, membunuh orang kayak membunuh nyamuk," cibir Ellena geram dengan semua tindakan Kano dan geng motor Atlantis Aodra.

    Detik berikutnya nama Kano tiba-tiba saja melambung tinggi di benaknya, bola matanya melebar dan punggungnya membeku. "Kano! Ya! Lelaki itu namanya Kano, Kalea pernah bilang dia adalah pimpinan sebuah geng motor, tapi geng motor apa ya?!" sambung Ellena mengurai pikiran-pikirannya.

...----------------...

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ditunggu novel baru nya kak
Teriablackwhite: Terima kasih telah membaca Kak 🥰 ditunggu ya ...
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
fighting kak 💪
Teriablackwhite: Terima kasih 🥰 semangat juga ya
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
semangat kak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
makin seru kak cayoooo 😁 💪
Teriablackwhite: Terima kasih akak 🥰🥰
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
seru banget kak

jangan lupa mampir di novel pertama qu


🙏
Teriablackwhite
Selamat membaca ya semuanya, semoga suka, jika ada kekurangan silakan berkomentar /Smile/
La
Semangat thorr
Qy ࿐
Tulisan nya rapih, dan bikin baper nih
Qy ࿐
luar biasa, jangan lupa mampir juga ya kak "Dibalik Pesona Dahlia"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!