NovelToon NovelToon
Diantara Mereka

Diantara Mereka

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:245.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deodoran

karya ini terdapat alur maju mundur ya, baca beberapa bab baru baru bisa mengerti jalan ceritanya.😁

Garina Jelita, gadis malang yang telah disia siakan selama 10 tahun, ia berada dititik terendahnya saat suami yang ia percaya mampu melindunginya justru mengusirnya dari kehidupannya.

percayalah penyesalan akan selalu ada bagi mereka yang berbuat kesalahan, namun waktu belum tentu memberi kesempatan bagi mereka untuk menebusnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deodoran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Hari keberangkatan Keluarga kecil yang selalu nampak harmonis dikalangan tetangga dekat itu sudah tiba.

Seperti tahun tahun sebelumnya setiap kali El harus menjalani Operasi Di Jakarta, Arif pasti mengambil cuty panjang demi menemani sang putra, ia bahkan Rela tidak libur dihari raya tiap tahun hanya demi menemani El. pantas saja jika Selama ini Garina merasa begitu berterima kasih kepada Arif.

Namun kali ini ada yang berbeda, jika pakaian Garina dan El berada didalam sebuah koper besar maka tidak dengan Arif, pria itu hanya membawa sebuah ransel.

"Mas hanya bawa baju sedikit?" cicit Garina melihat Ransel berukuran sedang yang bertengger dipunggung Arif. Pria itu memutar kunci untuk yang terakhir kalinya, memaskitan pintu benar benar terkunci sebelum ditinggalkan.

Entah mengapa firasat Garina mengatakan jika waktu mereka akan segera tiba.

"Dijakarta Byan akan menempatkan orang orang terbaik disisi kalian, aku hanya akan memantau sesekali"

"Aku akan bolak balik Jakarta Kalimantan" Lanjut Arif menjawab segala tanya dibenak Garina.

Wanita 27 tahun itu menghela nafas lalu tersenyum memandang punggung Arif, benar! Ia dan El memang harus belajar sedikit demi sedikit lepas dari Arif bagaimanapun pria itu pasti ingin memiliki kehidupannya tersendiri.

Tapi tinggal dengan Byantara? Entahlah. sekujur tubuh Garina terkadang masih menggigil jika nama pria yang sebenarnya tidak bersalah apapun padanya itu disebutkan.

Sebuah mobil Pajero dengan dominasi warna hitam menjemput keluarga kecil Arif. kendaraan kokoh itu dikemudikan Erick seorang diri.

"Anda tenang saja, Tuan Byantara tidak akan muncul dihadapan Nona Garina demi kesehatan mentalnya" Erick lekas menjawab arti tatapan Arif yang lekas menghampirinya.

Arif sedikit menghela nafas lega, ia kemudian memanggil El dan Garina untuk ikut masuk kedalam mobil menuju Bandara.

El tak henti hentinya menunjukkan rasa kagumnya pada mobil yang ia kendarai, ditambah lagi saat mereka justru dibawa ke salah satu Bandara milik sebuah Perusahaan BUMN yang ada di Kalimantan, Yah Byan bahkan menyewa privat Jet milik perusahaan tersebut untuk menerbangkan Garina dan El ke Jakarta.

Arif tetiba merasa sangat kecil,lagi lagi ia malu pernah menolak tawaran Byan diawal.

"Kamu suka nak?" Bisik Arif ditelinga El ketika bokong mereka sudah mendarat disebuah kursi pesawat super empuk.

"Suka, makasih ayah" Sahut El lalu memeluk Arif. Sementara Garina memilih duduk di kursi paling pojok dengan tatapan yang tidak tenang.

Ia tengah mempersiapkan diri jika sewaktu waktu Byan muncul dihadapannya. Garina tengah berperang dengan dengan batinnya, menyatakan dengan suara lantang jika dirinya sudah sepenuhnya sembuh ia bukan lagi Garina si wanita Depresi seperti dulu.

Bukan Byan yang menyakitiku

Byan sahabatku

Byan paman anakku

Byan pria baik hati yang akan membantuku merawat El

Byan, Byan, Byan.

"Byan tidak ada dipesawat ini" Ujar Arif yang seketika membuat Garina menoleh kearahnya.

"Ka-kapan aku bisa bertemu dengannya mas?" Tanya Garina gugup.

Arif dan Erick yang tengah membaca majalah saling bertukar pandangan, mereka bersusah payah menjaga kesehatan mental Garina namun wanita itu justru yang menanyakan keberadaan Byan duluan.

"Segera mungkin Nona! Tuan Byan kini sudab berada di Jakarta" Jawab Erick begitu antusias, sedangkan Arif tersenyum bahagia melihat Garina yang sudah mulai menerima kebradaan Byan.

Pria itu ingat Byan pernah berkata padanya jika Garina adalah satu satunya wanita yang tak pernah hilang dalam ingatannya. Itu artinya tugasnya mungkin sebentar lagi akan selesai.

Pesawat pribadi yang ditumpangi Garina dan keluarga mendarat sempurna di bandara Halim Jakarta.

Keluarga kecil itu diboyong Erick kesebuah Kondomimium mewah yang letaknya tidak jauh dari Rumah Sakit x tempat El akan menjalani perawatan dan terapy.

.

.

.

'Yatim piatu tak berguna' Garina mengumpat dirinya sendiri memandangi pria yang dengan gagahnya bisa meyakinkan ibunya jika ia akan bertanggung jawab dengan anak gadis pak Ahmad yang sudah menyelamatkan nyawanya dengan menikahinya.

Awalnya Nyonya Elisa ragu, bukan karena Garina hanya sekedar anak supir yang tak pantas menjadi bagian keluarga Ganendra.

Namun karena usia Garina masih terbilang muda, buku nikahpun tak akan terbit jika mereka menikah sekarang.

namun Sagara berhasil membujuk ibunya, ia berjanji tak akan menyentuh Garina hingga usianya genap 19 tahun dan pernikahan mereka sah secara Negara.

Tapi nyatanya semua hanya omong kosong, kucing mana yang tidak tergoda dengan ikan segar didepan mata.

"Aku tak apa apa" jawab Garina Datar, tatapannya kosong melihat Sagara yang terus berlutut dihadapannya sambil terisak. Pria itu baru saja mengakui jika sekertarisnya tengah mengandung anaknya dan Bella tak ingin menjadi istri kedua. Ia mau menjadi satu satunya. Dan demi status anak yang tidak bersalah Sagara harus rela melepaskan Garina.

"Ucapakanlah Tuan, jangan ragu"

Sagara tak berani mengangkat wajahnya, bibirnya bergetar saat mengucap kalimat talak untuk gadis muda yang telah ia hancurkan masa depannya.

'Semua akan baik baik saja, Garina bisa bertahan dengan uang itu'.Sagara mencoba menguatkan dirinya sendiri seakan ingin lari dari rasa bersalah.

...*****...

"Dimana dia?" Tanpa basa basi Byan bertanya pada wanita paruh baya yang baru saja membuka pintu Apartemen. Wanita itu adalah bi Asih.

Byan sudah begitu sibuk dengan perusahaannya, kemudian para pemegang saham Ganendra group menghubunginya agar bertemu dengan Sagara yang beberapa minggu seakan lepas tangan dengan perusahaan sehingga berdampak dengan kondisi perusahaan yang sedikit terpuruk. Mereka takut harga saham Ganendra akan mengalami penurunan. Beruntung Jhon dan para Direksi masih bisa menghandle beberapa pekerjaan.

"Tuan Sagara sudah 3 hari tidak keluar kamar Tuan" Jawab Bi Asih khawatir, beruntung ia masih bisa mendengar rintihan Sagara sehingga bisa memastikan pria itu masih hidup didalam sana. Bahkan Jhon tak bisa membujuk Sagara untuk keluar.

"Ck menyusahkan"

"Brengsek! Buka pintunya!" Byan sampai menendang pintu kamar beberapa kali agar pintu kokoh itu rusak dan terbuka.

Didalam Sagara bergeming ia tidur meringkuk di atas kasur persis seperti bayi dalam kandungan sambil memeluk tas ransel milik Garina yang ia tinggalkan.

Saat masuk Byan mencium bau alkohol yang begitu menyengat, karena ada beberapa kaleng bir kosong yang berhamburan serta sekotak roti yang masih ada setengah isi.

"Setidaknya kalau kau ingin bunuh diri jangan membawa makanan!" cibir Byan membuang bungkusan roti hingga mengenai punggung Sagara yang enggan menoleh.

"Ambil semuanya Byan!" Maksud Sagara adalah semua kekayaan Ganendra yang ia miliki, dan tentu saja Byan paham maksud saudaranya.

"Aku akan mengambilnya dengan cara yang menyakitkan, ini terlalu mudah. Aku harap kau tidak bunuh diri demi memperingkas segalanya" Byan tidak rela Sagara mati dengan mudahnya setelah apa yang ia lakukan kepada Garina.

"Namun jika kau ingin mati kuharap kau memilih mati yang menyakitkan." Byan tersenyum smirk," srperti menenggelamkan diri dilaut mungkin"lanjutnya lagi dengan sorot mata tajam seakan membelah punggung pria 35 tahun dihadapannya.

"Urusi perusahaanmu, berhenti memikirkan Garina karena sejak awal kau yang membuangnya"

Sagara yang mendengar setiap perkataan tajam adiknya yang dulu begitu hormat kepadanya hanya bisa memejamkan mata dalam.

Seharusnya Byan begitu emosi hari ini namun entah mengapa kemarahannya tak bisa maksimal kepada Sagara karena terus terngiang pesan yanv dikirimkan Erick Asistennya.

Nona Garina menanyakan keberadaan Tuan

1
Rasidah Ny Kamri
karya yg sangat memukau 🥰
Lucy Toruan
bagus...
Lili Herlina
bagus syukaaa
Lena Sari
kok lucu banget seh garinaaaaa...
Vivi Zenidar
kereeeeeeeen..... karya yg nano nano..... menguras emosi krn sedih dan campur bahagia.... aq baca marathon...... sudah 2 karya mu yg aq baca.. dan akan lanjut ke karya mu yg lain.... terima kasih kasih untuk karya mu yg luar biasa ini
Deodoran: sma2 kak. mkasih udh mampir :)
total 1 replies
Vivi Zenidar
/Sob//Sob//Sob/
Vivi Zenidar
bagus banget cerita nya
Vivi Zenidar
nyesek aq
Vivi Zenidar
karya yg bagus.... kenapa yg baca sedikit????
siti salamah
sya baru baca sampai bab ini,, baca nya hrus pelan" ini mah cerita nya aga berat ,, dan ber isi.. ada Rasa ikan terbang nya tapi lbih ke Drakor sya ke sini dari jingga.. dan senjaa
siti salamah
ibu Elisa jahaaraa andaa ,, Biyan yang malang. bpa ibu nya betingakh ank nya kena getah..
Idha Mamanya Afwa Idhan
karya yang sangat luar biasa....
Terimakasih thor tuk karya hebatnya
Hani Ekawati
Menyesakan dada 😭
Hani Ekawati
Owh ternyata pendingin ruangan itu bantuan dari perusahan Sagara dengan perantara Jhon sang asisten
Hani Ekawati
Peluk jauh untuk Garina 😭
Hani Ekawati
Garina yang malang 😭😭😭
Hani Ekawati
Sedih banget Thor 😭😭😭😭😭😭
Hani Ekawati
Nyesek banget Thor 😭😭😭
Hani Ekawati
Akupun yg baca ikut nangis 😭
Padahal novel ini udah ku baca berulang kali 😭
Hani Ekawati
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!