NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap keluarga mantan yang lembut

Aza melotot syok, refleks berdiri. Menatap bulat-bulat Dewa di depannya.

"Kamu? Bagaimana bisa?!" seru Aza syok.

Ia akui Dewa memang sudah kaya raya sekarang, namun ia tak menyangka Dewa juga memiliki kendali atas nasib karyawan di perusahaan lain. Apa benar pengaruhnya sebesar itu?

"Tapi—tapi bagaimana bisa?! Mas Ramdan sebentar lagi di angkat jadi supervisor, berarti sekarang dia—!"

Aza tak mampu melanjutkan kata katanya, ia tak mengira Ramdan akan kehilangan pekerjaan yang paling ia sukai dan ia tekuni, jika sudah seperti ini, ia sendiri pun tak bisa melakukan apapun.

Dewa lirik Aza yang murung di sampingnya. Rahangnya mengetat, tangannya mengepal erat, "Bahkan dia masih tidak rela."

Seraphine menoleh saat mendengar pintu ruang tamu adiknya berderit. Azka yang berada di pangkuannya langsung turun dan berlari mendekati Dewa, memeluk kaki pamannya itu erat.

Tatapan Seraphine tertuju pada sosok Aza yang berdiri merunduk di belakang Dewa, seolah menghindari kontak mata dengannya. Keningnya mengerut kecil. Ia seperti merasa tidak asing, tapi siapa?

"Apa—kita pernah bertemu?" tanya Seraphine ke arah Aza.

Wanita itu terjingkit kecil. Ia lirik Dewa yang juga menatapnya di samping, lalu tersenyum tipis seolah memberitahu dirinya bahwa tidak apa-apa menjawab.

"Sa-saya belum pernah bertemu anda, maaf."

Seraphine tertegun, pandangannya beralih ke arah Dewa yang menatap Aza dengan tatapan yang dalam itu. Keningnya refleks mengerut, sebelum akhirnya pandangannya melebar, melongo syok.

"Ohhh jadi—!"

Ucapan Seraphine terhenti tatkala adiknya melirik ke arahnya dengan bibir tersenyum, namun menyiratkan ancaman.

Seraphine lantas tersenyum lebar, lalu menghampiri mereka berdua, menarik tangan Aza untuk berjalan bersamanya duduk di sofa. Aza tertegun, ia melongo saja, namun ia sendiri pun tak bisa menolak ajakan kakaknya Dewa.

"Haihhh....kamu pasti perempuan yang diselametin Dewa ya?" kekeh Seraphine membuat suasana senyaman mungkin.

Dewa segera menyusul dengan Azka di gendongannya, duduk di depan dua wanita yang saling mengenal itu. Tersenyum tipis melihat interaksi kecil mereka.

Aza tampak gugup di depannya, Seraphine menyadari itu. Ia lirik Dewa dengan senyuman miring.

"Cih, ternyata seleranya yang polos-polos gini." batin Seraphine.

Dewa mengalihkan pandangan, memilih bermain dengan Azka di sampingnya.

"Jadi, siapa namamu?" tanya Seraphine menyapa lebih dulu, tersenyum manis.

Aza yang sedari tadi merunduk sembari memilin jemarinya sendiri itu menoleh, menatap ragu-ragu wanita yang begitu cantik dan modis di sampingnya. Ia tidak mengira, kakaknya Dewa akan langsung mengajaknya mengobrol dan menyamankan diri dengannya.

"Namaku Azalea, kak."

Ia jadi teringat respon pertama kali saat Ramdan membawanya ke rumah orang tuanya. Tatapan sinis Bu Ratna, serta sikap cuek Rara padanya. Benar-benar berbanding terbalik dengan sikap kakak Dewa padanya.

Seraphine tersenyum lagi, wanita itu lantas meraih tangan Aza. Melongo kecil karena merasakan tangan Aza sangat lembut, selembut sutra. Dan lemah sekali. Lagi-lagi ia dibuat tertegun dengan pilihan adiknya ini. Apa adiknya ini tipe pengendali? Ia benar-benar baru menyadari ini.

Selama ini ia selalu mendekatkan Dewa dengan wanita sosialita yang pandai berbicara dan bersikap lebih dewasa. Cocok menjadi pasangan Dewa yang seorang pewaris perusahaan ternama di kota mereka. Namun ternyata pria itu lebih membutuhkan wanita berjiwa feminim. Yang hanya bisa bergantung padanya tanpa ada pemikiran berlari ke pria lain.

Oho....ini benar-benar jackpot, Seraphine jadi tidak sabar memberitahukan kabar ini pada orang tuanya di luar negeri.

"Aku seperti pernah bertemu kamu lho, tapi dimana yah?" Seraphine berfikir sejenak.

Aza hanya menatapnya polos, melongo kecil. Ia sendiri pun tak pernah merasa bertemu dengan kakak Dewa. Meski dulu Dewa sering mengajaknya jalan-jalan, pria itu belum pernah mengenalkannya pada keluarganya. Berbeda dengan Ramdan yang disitu kenal, disitu langsung dibawa ke keluarga. Hal itu membuat Aza merasa ia lebih di seriusin oleh Ramdan daripada Dewa.

"Saat aku ke pinggir sungai. Kakak liat anak SMA yang meringkuk, itu dia."

Melongo langsung bola mata Seraphine, menatap Dewa yang tersenyum maskulin di depannya itu syok. Lalu beralih menatap Aza di depannya yang juga menatapnya dengan polos.

Seraphine tepuk bahu Aza melongo, "Jadi kamu gadis Lily yang Dewa incer itu?!"

Seraphine benar-benar dibuat syok se syoknya. Ia kira adiknya ini bukan tipe pria setia. Namun ternyata ia masih menyimpan masa lalu di hatinya meski sudah menjadi milik orang lain. Pantas saja ia sering melihat Dewa merenung di taman rumahnya dahulu sembari menatap bunga lili dengan pot yang ia ukir nama Lea. Ternyata adiknya itu begitu setia, dan menunggu hingga sekian lamanya demi bersatu kembali.

"Sudah kak, kau terlalu banyak kaget. Kau membuat Lea kebingungan." sela adiknya itu.

Seraphine terkekeh tipis, meraih tangan Aza lembut.

"Ahhh...aku baru ingat sekarang, kamu mantannya Dewa kan? Pantasan aku tidak asing dengan mukamu, ternyata benar kita pernah bertemu." kekehnya.

Aza hanya tersenyum tipis, mengangguk kecil. Meski ia tak merasa pernah bertemu, ia iyakan saja. Daripada nanti jadi masalah.

Kini pandangannya beralih ke arah anak kecil yang setia di pangkuan Dewa sembari bermain rubik itu. Tersenyum tipis.

Betapa indahnya memiliki seorang anak. Bayi yang lahir dari rahim sendiri. Pandangannya luruh ke bawah, tepat di perutnya yang menjadi saksi bisu perjuangannya selama ini.

Dewa yang menyadari itu lantas mengode Seraphine untuk meninggalkan mereka berdua. Seraphine tersenyum lalu berdiri, berjalan memutari meja lalu mengajak Azka menuju kamar mereka.

"Kalian mengobrol lah, aku sudah ngantuk. Aku tinggal dulu yah, Lea...Babay..." sapanya tersenyum sembari melambai lembut.

Aza mengangguk kecil, "Mimpi indah, kak."

Tatapan Seraphine langsung berbinar. Refleks tak mengedipkan matanya sebelum akhirnya ia menggeleng cepat, membalas senyuman Aza. Lalu berbalik meninggalkan mereka berdua.

Kini hanya tersisa Dewa dan Aza di ruang tamu. Aza tatap ragu-ragu Dewa di depannya. Lalu merunduk cepat setelahnya. Sementara Dewa tak pernah sekalipun memalingkan pandangannya di depan Aza.

"Lea." panggil Dewa lembut.

Azalea lantas mendongak, menatap polos Dewa di depannya, "Saya?"

"Kamu diam terus, ada yang kamu fikirkan?"

Aza dengan cepat menggeleng, lalu merunduk lagi setelahnya. Dewa tau itu. Pria itu lantas bangkit. Berjalan memutari meja lalu duduk di samping Aza. Membuat wanita itu terkejut, merunduk cepat.

"Kamu masih belum mempercayaiku, Lea." bisik Dewa tepat di samping telinga Aza.

Wanita itu langsung terjingkit, menggeleng cepat. Ia lantas menoleh, mendongak untuk menatap Dewa yang justru membuat wajah mereka bertemu. Dan bibir mereka bersentuhan sekilas. Membuat Aza terjingkit, nyaris terjatuh ke depan, buru-buru Dewa raih pinggangnya.

Pipi Aza memerah, wajahnya langsung bersemu. Padahal ketidak sengajaan, kenapa jantungnya bisa berdebar sekencang ini.

Sementara Dewa dekatkan wajahnya di telinga Aza, menarik tubuh mungil itu semakin rapat dengannya.

"Jangan sedikitpun meragukanku, Lea. Aku sudah bertahan sejauh ini bukan untuk membuang-buang waktu memilikimu."

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!