"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 04. Tersangka
Sampai pagi datang dan sama sekali masih tidak ada kabar dari Taufik bahwa pria itu pergi entah ke mana, Revan sudah bingung mencari ke sana kemari karena dia tidak tahu sang adik pergi ke mana, ada rasa bingung dan juga panik namun dia berusaha untuk tetap tenang agar Bu Warti tidak semakin takut juga.
Yang paling penting saat ini dia telah melaporkan hal itu kepada Pak RT agar mendapat bantuan juga mencari keberadaan Taufik yang entah ada di mana, Aisyah juga sudah turun tangan karena dia memiliki keluarga besar sehingga memiliki power yang cukup tinggi untuk bergerak dan mencari keberadaan Taufik tersebut.
Jelas Desa kembali heboh namun sebagian warga masih tidak peduli karena beranggapan Taufik adalah seorang laki-laki dan Kemungkinan dia hanya pergi ke sebuah tempat untuk mencari hiburan, namun sebagian warga justru mengira bahwa bisa saja Taufik telah mengalami nasib yang begitu buruk seperti nasib Auzar yang malang itu.
Ada sebagian memang berpikir demikian namun sebagian berusaha untuk cuek saja, Revan yang paling panik Karena dia sudah tahu bahwa Aisyah tidak ada bertemu dengan Taufik dan kenapa sang adik bisa menghilang begitu saja tanpa ada kabar berita sama sekali, Jadi sekarang seluruh orang berusaha mencari keberadaan Taufik yang masih entah ada di mana.
''Itu motor Taufik ada di dekat sawah milik Pak Beni.'' Davin berteriak karena dia juga ikut mencari keberadaan Taufik.
Para warga yang Mendengar hal itu tentu saja langsung berlari untuk menuju sawah milik Pak Beni agar bisa melihat Apakah memang Taufik ada di sana, sebab motor pemuda itu terparkir di dekat area persawahan dan kemungkinan dirinya juga ada di sekitar sawah tersebut.
''Ya allah, sedang apa dia sejak tadi malam ada di sawah ini?'' Bu Warti berlari sembari mengangkat rok yang dia pakai.
''Apa dia memang resmi berpacaran dengan Putri?'' Aisyah terdiam karena Pak Beni memang memiliki anak bernama Putri.
''Ya allah!''
''Ibu!'' Revan kaget karena Bu Warti berteriak keras setelah melihat apa yang ada di sana.
''La Ilaha Illallah.'' Pak RT juga mengusap dada berulang kali setelah melihat ke dalam pondok milik Pak Beni.
''Tidak! anakku tidak boleh mengalami nasib seperti ini, Siapa yang sudah melakukan kekejaman kepada Taufik?!'' Pekik Bu Warti sembari memeluk jasad tersebut.
''Ya allah, Allahu Akbar!'' Revan juga terduduk lemas setelah melihat keadaan sang adik.
Taufik ditemukan di dalam pondok dalam keadaan mirip seperti Auzar karena dia sudah tidak memiliki kepala lagi, hanya tersisa bagian tubuh dan itu semua bergelimang darah sehingga banyak semut yang berdatangan ke sana untuk memakan darah yang sudah mulai mengering itu.
''Dia mirip Mas Auzar!'' Ulya tertegun karena dia masih trauma dengan kejadian tersebut.
''Tidak usah melihat kalau kakak tidak kuat!'' Ina menutup mata Ulya.
''Ini pasti pelakunya sangat sama dan dia terus mencari korban seperti ini, kita harus menghentikan pelaku agar dia tidak mencari korban lagi.'' Ulya berkata dengan gemetar.
Pak RT segera memerintah para warga untuk mengurus mayat dari Taufik tersebut agar tidak semakin lama dibiarkan begitu saja di dalam pondok itu, kasihan juga melihat mayat yang sudah bergelimangan dengan darah dan kemungkinan besar tadi malam kejadian itu berlangsung, Revan sampai tidak tahu harus berkata apa lagi karena dia juga sangat syok melihat keadaan sang adik.
''Ayo Kita semua membawa mayat Taufik untuk pulang ke rumah dan segera dikuburkan.'' Pak RT memberi himbauan kepada seluruh warga.
''Apa kita tidak memanggil polisi terlebih dahulu?'' Davin bertanya kepada Pak RT.
''Gimana, Van? apa kita perlu memanggil polisi untuk menyelidiki kasus ini.'' Pak RT bertanya kepada keluarga yang bersangkutan.
''Ya, aku pasti memanggil polisi untuk menyelidiki Siapa yang telah membunuh Taufik.'' Revan justru akan memanggil polisi karena dia ingin masalah ini segera di usut sampai selesai.
''Baiklah, kalau begitu polisi akan menangani kasus ini agar bisa mengetahui siapa yang menjadi pelaku.'' Pak RT juga tidak melarang.
Revan merasa bahwa hanya polisi yang bisa mengurus masalah ini dan dia tidak ada beranggapan bahwa ini bersangkutan dengan hal gaib, tadi Davin ingin menyarankan sesuatu kepada pemuda itu namun melihat Revan yang sangat yakin maka Davin memilih untuk menutup mulut kembali, dia tidak ingin berdebat dan kemungkinan nanti justru hanya akan memicu pertengkaran di antara mereka berdua karena Pemikiran yang sangat berbeda.
...****************...
''Huhuuu Ya Allah kenapa bisa terjadi hal seperti itu kepada Taufik?!'' Bu Warti terduduk lemas di sofa ruang tamu.
''Kasihan sekali memang Taufik karena dia masih muda namun malah mengalami nasib yang seperti itu.'' Intan berkata dengan suara lirih.
''Yang namanya nyawa memang sama sekali tidak ada yang tahu, Lagian kenapa Taufik keluar di malam hari seperti itu?'' Salsa berkata sembari menarik nafas panjang.
''Kalau kata Revan dia berpamitan ingin bertemu dengan Aisyah, tapi Aisyah sendiri mengatakan tidak ada jadwal bertemu dengan Taufik.'' Bu Warti berkata dengan sangat heran.
''Aku memang tidak ada mengajak bertemu dengan Taufik.'' Aisyah berkata pelan dan dia juga bingung dengan ini semua.
''Ponsel Taufik ada di mana sekarang, apa tadi tidak ketemu juga?'' Salsa baru ingat bahwa mereka bisa saja mencari tahu lewat Ponsel itu.
Revan menggeleng pelan karena dia sama sekali tidak menemukan keberadaan ponsel sang adik Ketika menemukan mayat tadi, entah ke mana pergi ponsel Taufik namun yang jelas mereka tidak tahu siapa sebenarnya orang yang telah mengajak Taufik bertemu di malam hari.
Aisyah juga merasa sangat penasaran karena dia usai bertengkar dengan sang kekasih sehingga rasa curiga memenuhi diri gadis itu, rasa ingin bertemu langsung dengan Putri dan bertanya apakah memang dia telah mengajak Taufik bertemu dan apa memang gadis itu yang menjadi teman chat selama ini ketika Aisyah sedang sibuk bekerja.
''Soal gadis yang menjadi permasalahan kalian ribut itu apa kau mengetahui dia siapa?'' Revan bertanya kepada Aisyah.
''Aku tidak tahu secara pasti namun aku memiliki dua tersangka, kalau tidak Iis maka pasti Putri anak Pak Beni.'' Aisyah berkata dengan sangat yakin.
''Iis perawan tua itu?!'' Salsa langsung kaget mendengar ucapan Aisyah.
Aisyah mengangguk karena kalau chat dengan Iis maka dia pernah melihat secara langsung tapi kalau dengan Putri itu masih hanya dugaan saja, mereka bertengkar karena Taufik telah berhubungan dengan gadis lain meski Aisyah tidak tahu apakah itu memang memicu perselingkuhan atau hanya sebatas teman biasa namun yang jelas itu semua menjadi awal mula pertengkaran di antara mereka berdua.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.
ada yg sama ga ya,yg judul sebelah kok di aku ilang ya,yg pembunuh bayaran itu Zora/zena🤔
teman2 gimana?