NovelToon NovelToon
Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Pada malam Tahun Baru 2035, seluruh manusia di bumi menerima sebuah notifikasi misterius yang muncul tepat di depan mata mereka.

【Integrasi Dunia akan dimulai dalam 365 hari.】

Tak ada yang tahu siapa pengirimnya. Tak ada yang mampu menjelaskan bagaimana layar itu muncul. Setelah berbulan-bulan tanpa kejadian apa pun, dunia mulai melupakannya dan menganggapnya sebagai fenomena aneh semata.

Namun, tidak dengan Leon.

Di malam yang sama, ia menerima notifikasi kedua yang hanya bisa dilihat olehnya.

【Sistem Simulasi Satu Tahun berhasil diaktifkan.】

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 — Naluri Seorang Pemburu (Bagian 1)

Suasana hutan berubah mencekam.

Burung-burung yang sejak tadi berkicau mendadak terbang meninggalkan pepohonan. Angin yang semula berembus pelan kini terasa lebih dingin, seolah ikut memperingatkan bahaya yang ada di depan mata.

Leon menggenggam pedang kayunya lebih erat.

Di hadapannya, dua puluh lebih Forest Gob berdiri dalam formasi yang jauh lebih rapi dibandingkan sebelumnya. Mereka tidak lagi bergerak sembarangan. Setiap langkah terlihat teratur, seolah mengikuti aba-aba pemimpin mereka.

Forest Gob berkalung taring mengangkat tongkat tulangnya.

"Kii...!"

Jeritan pendek itu langsung diikuti seluruh kawanan.

Beberapa Forest Gob maju ke depan sambil mengangkat perisai kayu kecil.

Di belakang mereka, empat ekor lainnya mengambil batu sebesar kepalan tangan.

Leon mengernyit.

"Mereka... bisa membuat formasi?"

"Jangan meremehkan monster."

jawab Rowan tanpa mengalihkan pandangan.

"Semakin lama mereka hidup, semakin banyak yang mereka pelajari."

"Monster yang hanya mengandalkan insting biasanya tidak akan bertahan lama."

Leon mengangguk pelan.

Kalimat itu masuk akal.

Kalau makhluk-makhluk ini hanya menyerang membabi buta, mereka mungkin sudah lama punah.

Tiba-tiba...

"Wusss!"

Sebuah batu melesat ke arah Leon.

Refleks, ia memiringkan tubuh.

Batu itu melintas hanya beberapa sentimeter dari wajahnya sebelum menghantam batang pohon di belakang.

Buk!

Belum sempat Leon menarik napas, batu kedua dan ketiga kembali melayang.

"Jangan diam!"

teriak Rowan.

Leon langsung berlari menyamping sambil memanfaatkan pepohonan sebagai perlindungan.

Batu-batu itu menghantam batang pohon satu demi satu.

Buk! Buk! Buk!

Serpihan kulit kayu beterbangan.

Leon baru menyadari bahwa meski tubuh Forest Gob kecil, lemparan mereka cukup kuat untuk mematahkan ranting-ranting tebal.

"Kalau kena kepala..."

Ia tidak melanjutkan kalimatnya.

Akibatnya sudah jelas.

Rowan memperhatikan setiap gerakan Leon.

Ia sama sekali tidak berniat ikut bertarung.

Tugasnya hari ini bukan membunuh monster.

Melainkan melihat bagaimana Leon mengambil keputusan saat berada di bawah tekanan.

Leon berlindung di balik sebuah pohon besar.

Ia mengintip perlahan.

Forest Gob terus bergerak maju.

Barisan depan membawa perisai.

Barisan belakang melempar batu.

Pemimpin mereka tetap berdiri di belakang sambil mengamati medan.

"Mereka seperti pasukan kecil..."

gumam Leon.

Pikirannya bekerja cepat.

Jika terus bertahan di balik pohon, cepat atau lambat ia akan terkepung lagi.

Ia harus memecah formasi mereka.

Namun bagaimana caranya?

Matanya menyapu sekitar.

Tanah.

Akar pohon.

Semak.

Lalu...

Ia melihat sesuatu.

Di sisi kiri terdapat lereng kecil yang dipenuhi batu-batu longgar.

Sebuah ide langsung muncul.

Leon mengambil napas dalam.

Kemudian ia keluar dari balik pohon dan berlari ke arah lereng.

"Kiii!"

Forest Gob langsung mengejar.

Hujan batu kembali melayang.

Leon terus bergerak tanpa menoleh.

Satu batu mengenai bahunya.

"Ugh!"

Rasa nyeri menjalar hingga lengan kirinya.

Namun ia tetap berlari.

Beberapa langkah lagi.

Sedikit lagi.

Saat mencapai lereng, Leon mengambil batu sebesar kepalanya.

Bukan untuk dilempar ke monster.

Melainkan ke bagian atas lereng.

Brak!

Batu itu menghantam tumpukan batu lain yang sudah tidak stabil.

Sesaat...

Tidak terjadi apa-apa.

Kemudian...

Krrr...

Suara gesekan terdengar pelan.

Retakan kecil muncul di tanah.

Mata Leon berbinar.

"Berhasil."

Detik berikutnya...

GEMURUH!

Puluhan batu menggelinding menuruni lereng seperti banjir.

Forest Gob yang sedang mengejar tidak sempat menghindar.

"Kiii!"

"Kiii!"

Mereka berhamburan ke segala arah.

Beberapa tertimpa batu.

Beberapa lainnya kehilangan keseimbangan.

Formasi yang tadi rapi langsung hancur.

Rowan mengangguk puas.

"Bagus."

"Kau menggunakan medan."

"Itulah yang dilakukan pemburu sejati."

Leon tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Ia langsung menyerbu Forest Gob yang terpisah dari kelompoknya.

Pedang kayu berayun cepat.

Buk!

Satu Forest Gob terpukul hingga terjatuh.

Tendangan Leon mengenai dada monster kedua.

Makhluk itu terpental ke semak-semak.

Untuk pertama kalinya sejak memasuki hutan, Leon mulai mengendalikan ritme pertarungan.

Namun...

Forest Gob berkalung taring sama sekali tidak panik.

Makhluk itu justru tersenyum.

Senyuman yang membuat bulu kuduk Leon berdiri.

"Kenapa dia..."

Belum sempat pikirannya selesai.

Tanah di bawah kaki Leon tiba-tiba ambles.

Craaak!

Leon refleks melompat ke belakang.

Lubang sedalam dua meter muncul tepat di tempat ia berdiri beberapa detik sebelumnya.

Di dasar lubang itu...

Puluhan pasak kayu runcing mengarah ke atas.

Leon membeku.

"Itu..."

"Jebakan."

Rowan menatap pemimpin Forest Gob dengan wajah serius.

"Ternyata mereka sudah menyiapkannya sejak awal."

Forest Gob berkalung taring kembali mengangkat tongkatnya.

Kali ini, suara jeritannya terdengar lebih nyaring daripada sebelumnya.

Dari kejauhan...

Suara langkah kaki yang berat mulai menggema.

Bukan langkah Forest Gob.

Melainkan sesuatu yang jauh lebih besar.

Rowan perlahan menghunus pedangnya sepenuhnya.

Wajahnya yang selama ini tenang akhirnya berubah tegang.

"Leon."

"Mulai sekarang..."

"...jangan pernah menjauh dariku."

Untuk pertama kalinya sejak latihan dimulai...

Rowan benar-benar menganggap situasi itu berbahaya.

1
Dragonovic#
semoga seru nih 🫡
D'Silent Novel: Kalo ada masukan atau pun kritik, langsung komen aja ya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!