NovelToon NovelToon
Jalan Abadi Sang Pengembara

Jalan Abadi Sang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Wuxia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.

Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.

Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesembilan Raja Iblis

​CRAAAK!

​Retakan di kubah langit ungu bertambah lebar hingga membelah cakrawala Dunia Dewa Purba secara ekstrem. Sembilan pasang mata merah raksasa menatap lurus ke bawah secara bersamaan, memancarkan hawa pembantaian tingkat dewa yang sanggup membekukan aliran darah.

​Tekanan jiwa yang meletus begitu masif, memaksa ratusan kultivator dari aliansi sekte luar di atas kapal perang jatuh berlutut secara masal. Bahkan Tetua Agung Sekte Bulan Iblis terhuyung mundur seraya memuntahkan seteguk darah segar.

​"Mustahil..." cicit Tetua Agung itu dengan bibir bergetar horor. "Hanya dari sebaris tekanan tatapan mata jiwanya saja... sudah sanggup meremukkan sirkulasi dantianku?!"

​Shen Yu mencengkeram gagang Pedang Dewa Purba di tangannya semakin erat. Meskipun kedua kakinya gemetar hebat menahan tumpuan gravitasi aura iblis, sorot mata hitamnya di balik topeng perak tetap tajam bagai kilatan pedang.

​Gu Tianxuan melangkah maju dua tapak kaki, berdiri pasang badan memayungi Shen Yu di ambang gerbang Aula Warisan. "Pejamkan sepasang matamu dan jangan sekali-kali menatap pupil merah mereka secara langsung, Shen Yu! Itu adalah manifestasi [Teknik Penghancur Jiwa Purba]... semakin lama kau mengunci pandanganmu, semakin cepat benteng mentalmu akan hancur!"

​Shen Yu serta-merta memejamkan kedua kelopak matanya, mengalihkan seluruh persepsi indra spiritualnya untuk membaca koordinat sekeliling.

​BOOOOMMMM!!!!!

​Sebaris gelombang suara dari salah satu Raja Iblis meletus bagai dentuman ribuan petir yang menghantam bumi secara bersamaan:

​"Gu Tianxuan... wujud sisa jiwamu yang merana itu... ternyata masih belum memadamkan niat keras kepalamu, huh?!"

​Gu Tianxuan mengacungkan bilah pedangnya yang telah patah lurus ke angkasa, menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan keangkuhan seorang Kaisar. "Dahulu kala sewaktu aku masih bernapas di duniaku, aku sanggup menyegel kalian semua di dasar kegelapan. Dan hari ini... meskipun yang tersisa dari eksistensiku hanyalah sepotong sisa jiwa... aku tetap akan berdiri menjadi benteng yang menghalangi langkah kaki kalian!"

​Tawa gelak Kesembilan Raja Iblis mengguncang seisi dimensi terisolasi tersebut, meretakkan struktur pilar-pilar batu di sekeliling aula.

​"Menghalangi kami?! Sungguh sebuah khayalan konyol dari sosok mati! Kau sejatinya hanya sedang menunda waktu kehancuran pewaris barumu!"

​SWISH!

​Salah satu mata merah raksasa di angkasa meletuskan seberkas pilar cahaya hitam pekat. Hantaman energi korosif itu menabrak kubah pelindung Dunia Dewa Purba hingga retak parah. Retakan pertama, retakan kedua, hingga susunan array kuno di seluruh wilayah mulai runtuh berkeping-keping.

​Pemimpin Prajurit Batu Penjaga meraung histeris: "Yang Mulia! Segel pelindung dunia kita sudah berada di ambang batas kehancuran total!"

​Gu Tianxuan mengembuskan napas panjang yang teramat tenang. "Akhirnya... hari takdir ini tetap tiba pada waktunya."

​Ia memalingkan wajahnya, menatap lekat-lekat pada Shen Yu. "Seluruh tugas warisanku telah resmi dituntaskan, Shen Yu. Mulai detik ini... masa depan dan takdir dari Tiga Ribu Alam... sepenuhnya berada di dalam genggaman jemarimu."

​Shen Yu menggelengkan kepalanya tegas. "Senior Gu Tianxuan! Kita masih memiliki modal pertahanan untuk bertarung bersama!"

​Gu Tianxuan menyunggingkan senyuman hangat yang teramat damai. "Tidak, Anak Muda. Alokasi waktuku di dunia fana ini telah habis sepenuhnya."

​Secara perlahan, dari ujung jemari hingga seluruh wujud fisik jiwa Gu Tianxuan mulai meredup, terurai menjadi jutaan butiran pendaran cahaya keemasan yang beterbangan liar di udara.

​Roh Menara membungkukkan jiwanya rendah-rendah dengan derai emosi yang teramat sangat: "Selamat jalan... wahai Kaisar Dewa Purba yang Agung..."

​Gu Tianxuan mengangkat tangan kanannya untuk terakhir kali, menyalurkan sisa pendaran energi keemasannya langsung menembus masuk ke dalam inti Pedang Dewa Purba di genggaman Shen Yu.

​WUUUUUUNGGG!!!!!

​KRAAAKKK!

​Segel batu kedua pada bilah pedang hitam itu retak sepenuhnya! Fluktuasi aura pedang di tangan Shen Yu melonjak ribuan kali lipat lebih tajam dan tirani.

​Gu Tianxuan kemudian memalingkan tatapan matanya pada Naga Dewa Purba yang melayang di angkasa. "Long Tian... lindungi dan dampingilah jalan hidup dari tuan barumu ini."

​Naga Dewa Purba, Long Tian, meletuskan lolongan raungan lembut: "Hamba bersumpah demi jiwa keabadian... perintah Yang Mulia akan hamba patuhi hingga akhir zaman!"

​Gu Tianxuan menatap Shen Yu untuk terakhir kalinya, memberikan pesan penutup yang membakar jiwa:

​"Shen Yu... jangan pernah kau memburu kekuatan hanya demi memuaskan nafsu dendam semata. Jadilah pendekar yang terkuat di jagat raya... agar tidak ada lagi orang-orang lemah yang bernasib tragis seperti masa lalumu!"

​BOOOOMMMM!!!!!

​Usai kalimat tersebut terucap, wujud jiwa Gu Tianxuan meledak menjadi jutaan butir cahaya emas yang menyatu penuh dengan struktur bangunan Aula Warisan, memancarkan pilar pendaran cahaya raksasa yang menembus kubah langit ungu hingga membelah awan!

​Sesaat kemudian... aura eksistensi Kaisar Gu Tianxuan lenyap sepenuhnya dari muka bumi.

​Suasana di dalam Aula Warisan mendadak berubah menjadi hening total.

​Shen Yu perlahan menundukkan kepalanya, menjatuhkan kedua lututnya ke atas tanah berlumpur, lalu memberikan penghormatan sujud takzim tertinggi ke arah singgasana emas yang kini telah kosong tanpa penghuni.

​"Senior Gu Tianxuan..." bisik Shen Yu dengan nada suara yang teramat berat namun padat akan tekad baja. "Terima kasih atas segala kepercayaan dan warisan agungmu. Aku bersumpah demi jiwaku... pengorbananmu tidak akan pernah menjadi sia-sia!"

​WUUUUUNGGG!

​Sumpah baja dari mulut Shen Yu seketika direspons oleh Pedang Dewa Purba. Pendaran cahaya hitam keemasan meledak, menyelimuti seluruh pembuluh darah meridiannya.

​Roh Menara membelalak takjub. "Pedang Dewa Purba telah sepenuhnya menyatu dan mengakui sumpah jiwamu, Shen Yu! Mulai detik ini... kau telah resmi dinobatkan menjadi Penguasa Baru Dunia Dewa Purba!"

​Namun, di luar sana, Kesembilan Raja Iblis meletuskan serangan serentak. Sembilan pilar cahaya hitam menghantam kubah pelindung hingga pecah berkeping-keping.

​DUAAARRRRR!!!!!

​Naga Dewa Purba, Long Tian, melesat ke udara, menyemburkan gelombang api naga hitam untuk menahan runtuhnya retakan dimensi. Namun, gempuran masal dari sembilan iblis agung dan puluhan kapal perang aliansi sekte luar terlalu masif untuk ditahan seorang diri.

​Tetua Agung Sekte Bulan Iblis beserta Han Lie dan Liu Gui meletuskan tawa serakah dari atas kapal perang mereka.

​"Hahaha! Segel terlarangnya akhirnya hancur total! Serbu dan jarah seluruh harta pusaka di dalam sana!" raung mereka penuh keserakahan.

​Shen Yu yang menyaksikan pengkhianatan dan kebuasan sekte-sekte ortodoks tersebut dari dalam aula, menyipitkan matanya sedingin es abadi.

​"Roh Menara... apakah sekte-sekte yang mengaku sebagai golongan ortodoks di dunia luar dahulu juga memiliki tabiat sebusuk ini?" tanya Shen Yu datar.

​Roh Menara mengangguk pahit. "Benar, Shen Yu. Mereka selalu memakai zirah keadilan di depan umum, namun di balik layar... mereka adalah kawanan serigala yang rela membantai sesama demi merampas sumber daya kultivasi."

​Shen Yu mencengkeram erat pedangnya. "Kini aku paham... musuh utama yang harus kuclearkan bukan hanya Penguasa Iblis Langit... melainkan juga sekumpulan manusia munafik yang menjual nurani mereka demi kekuatan!"

​Wush!

​Naga Dewa Purba, Long Tian, mendadak mendarat di depan pintu Aula Warisan, menundukkan kepalanya yang setinggi gunung di hadapan Shen Yu.

​"Tuan Muda... situasi sudah tidak memungkinkan!" desis Long Tian dengan suara gemuruh. "Masih ada satu celah hukum ruang tersisa. Hamba sanggup mengerahkan sisa energi keabadian hamba untuk memicu pembentukan portal pelarian ruang demi mengirim Anda dan Sang Putri keluar dari tempat ini! Namun konsekuensinya... hamba harus tetap tinggal di sini untuk menahan pergerakan musuh!"

​Shen Yu tersentak kaget. "Jika kau tetap bertahan di sini seorang diri, Long Tian... kau dipastikan akan tewas dihancurkan oleh mereka!"

​Ling'er yang telah siuman menarik pelan ujung kain jubah abu-abu Shen Yu dengan mata berkaca-kaca. "Kakak Pendekar... ayo kita pergi bersama..."

​Shen Yu menatap ke dalam sepasang mata emas sang naga purba, lalu menganggukkan kepalanya dengan raut wajah yang penuh penegasan mutlak.

​"Baiklah, Long Tian... pemicuan portal pelarian ini kusetujui! Namun dengarkan janjiku ini baik-baik..." tegas Shen Yu, suaranya memotong hukum angin. "...di masa depan nanti, aku dipastikan akan kembali melangkahkan kakiku ke tempat ini! Bukan lagi sebagai seorang bocah kerempeng yang diburu... melainkan sebagai seorang Penguasa Utama yang sanggup meratakan siapa pun yang berani mengusik ketenangan duniaku!"

​Naga Dewa Purba tersenyum bangga, meletuskan raungan kepuasan. "Itulah jawaban yang teramat sangat layak dari Tuan Muda hamba!"

​WUUUNG!

​Long Tian membuka rahang raksasanya, meremukkan ruang udara di sekitarnya hingga membentuk sebuah Gerbang Portal Ruang Emas yang berputar liar tepat di depan tubuh Shen Yu.

​Namun... tepat pada fraksi milidetik ketika Shen Yu menggendong Ling'er dan bersiap melangkah menembus portal spasial tersebut...

​Sreeet!

​Sebaris gelombang aura energi yang teramat dingin, pekat, dan bergetar menembus hukum dimensi mendadak bergema keluar langsung dari balik celah pusaran portal emas tersebut!

​Sesosok figur pemuda misterius berkaus jubah putih bersih dengan wajah tertutup oleh Topeng Perak Berukir Phoenix perlahan-lahan melangkah keluar dari dalam pusaran portal ruang, memotong jalur pelarian Shen Yu secara instan.

​Fluktuasi tekanan aura energi yang dipancarkan oleh pemuda bertopeng perak tersebut begitu tirani dan liar—bahkan sanggup membuat Naga Dewa Purba Long Tian seketika menegang dalam mode waspada penuh!

​Pemuda bertopeng perak itu mengunci sepasang manik mata sedingin esnya tepat ke arah Shen Yu.

​Lalu... dari balik bibirnya, ia melontarkan sebaris kalimat datar yang seketika membuat seluruh aliran darah di dalam dada Shen Yu membeku total:

​"Pencarian panjangku akhirnya menemu titik terang, Shen Yu... Aku melangkahkan kaki menembus dimensi ruang ini... murni atas perintah dan amanat langsung dari Ibu Kandung aslimu!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!