NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: tamat
Genre:Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Pihak Ketiga / Selingkuh / Romansa / Tamat
Popularitas:105.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: alfajry

Menikahi lelaki tampan, kaya raya, CEO pula! siapa yang tidak tergila-gila??

TIDAK!
Berbeda dengan Hazeline. Ia justru mencintai Sekertaris Suaminya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfajry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Maaf Nathan

Manu tergagu, tentu saja. Yang ia dengar dari Roy tadi adalah Hazeline tengah makan malam dan akan kembali ke kamar. Tapi apa ini? Tiba-tiba saja istrinya itu ada didekatnya, memandangnya dengan senyuman. Senyum yang aneh sekali di mata Manu.

"Mau kemana, tuan? Acara kita belum selesai." Wanita disebelah kanan Manu menahan lengan pria itu saat ingin berdiri.

"Benar. Sesuai dengan janji, kita akan melewati malam yang hangat." Sahut wanita disebelah kiri.

Ini meresahkannya. Manu menoleh kesamping. Sudah tak ia temukan lagi Hazeline disana.

"Tuan. Mau kemana? Tuaan!"

Panggilan dua wanita itu tak ia hiraukan. Yang ada di benaknya saat ini hanya Hazeline. Entah kenapa dia risau pada istrinya. Sudah keberapa kali ia dipergoki seperti ini? Awal-awal dia memang mencoba bersikap tenang. Tapi melihat senyuman Hazeline justru membuatnya agak kacau.

"Tuan Manu, anda mau kemana?"

Temannya yang satu meja menghampiri. Manu mendecak saat langkahnya dihalangi. Matanya terus mencari sang istri.

"Bukankah kita belum menyepakati perjanjian?"

"Itu urusan nanti. Ada yang lebih penting dari ini." Ucap Manu lalu berjalan lagi.

Dia merogoh ponselnya dengan mata yang tak bisa diam, mencari sosok Hazeline yang hilang dari pandangan.

"Kau dimana?" Tanyanya pada Roy, lalu menyimpan kembali ponsel setelah mendengarkan jawaban anak buahnya.

Manu berjalan tegak melewati lorong hotel dan sampailah ia disebuah diskotik. Tanpa berpikir panjang, dia langsung masuk kedalam ruang yang penuh kerlap-kerlip lampu biru. Matanya fokus mencari sosok Hazeline walau hatinya terus mengeluh kenapa istrinya harus masuk ke tempat seperti ini?

Ah, itu dia. Manu bergegas mendekati sang istri. Langkahnya terhenti saat melihat ternyata Hazeline tengah mengobrol dengan pria yang tampak genit. Dan pengawal sialannya itu malah hanya diam dibelakang Hazeline, membuatnya ingin menonjok Roy karena telah membiarkan istrinya berbicara dengan pria lain.

Manu berdiri tegak didepan Hazeline, menghalangi pria itu berbicara dengan wanitanya.

"Excuse me!" Pria itu tak suka Manu berdiri menghalanginya.

Manu merogoh dompet dan mengeluarkan banyak lembaran uang.

"Ambil ini dan cari perempuan lain yang bisa kau sewa."

"Hei, kau pikir kau siapa?!"

"Aku suaminya!" Suara Manu meninggi menyaingi hentakan musik yang membuat jantung ikut berdegub. Dicampakkannya uang itu ke wajah pria tadi lalu menarik tangan Hazeline keluar dari sana.

"Apa yang kau lakukan?" Pekik Manu pada Hazeline. Tangannya mengibas menyuruh Roy pergi.

"Aku.. hanya bermain."

Manu kesal, dia menyugar rambutnya kebelakang.

"Jangan lakukan itu lagi!"

Hazeline berdecak, kemudian berlalu pergi. "Dia boleh, aku tidak boleh." Gumam Hazeline mengoceh sendiri.

Manu geram. Ia ingin menyeret wanita itu ke kamar dan mengurungnya. Tapi ia enggan melakukannya. Sekarang Hazeline terlihat semakin berani.

"Kau mau kemana lagi?" Tanya Manu berjalan mengikuti Hazeline.

"Kemana lagi? Ya ke kamar."

Manu terus mengikutinya sampai ke depan pintu kamar mereka. Dia ingin langsung memastikan Hazeline benar-benar masuk kedalam kamar.

"Istirahatlah." Ucap Manu pada Hazeline.

"Tuan, besok apakah sudah bisa pulang?"

Alis Manu mengerut. "Waktu kita panjang."

"Aku bosan disini. Boleh aku pulang?"

Manu menatapnya tajam. Seperti ini Hazeline sekarang. Biasanya perempuan ini lebih banyak menunduk takut padanya. Sekarang, Hazeline bahkan menatapnya terang-terang.

"Pekerjaanku masih banyak."

"Pekerjaan? Oh, apa maksudnya yang tadi?"

Manu kehabisan kata-kata. Apalagi biasanya dia hanya mengucapkan dua-tiga kata saja pada Hazeline, tapi sekarang seperti harus menjelaskan panjang lebar sebab wanita ini banyak tanya.

"Boleh aku pulang duluan, tuan? Aku tidak bisa menemani anda bermain dengan wanita-wanita disini. Sejujurnya pekerjaanku sangat banyak. Apalagi beberapa hari lagi aku akan mulai kuliah."

Manu tak berkedip menatap Hazeline yang hanya tersenyum tipis padanya. Lancang sekali, pikirnya. Tapi...

"Terserahmu saja." Ucapnya pada Hazeline yang kemudian tersenyum cerah.

"Terima kasih. Baiklah, silakan lanjutkan pekerjaan anda." Hazeline melambaikan tangan dan menutup pintu.

Manu mengepalkan tangan. Rasanya Hazeline semakin kurang ajar. Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa, karena Manu menyadari, semua ini karena perbuatannya sendiri. Justru jauh dalam hatinya, Manu merasa Hazeline bertindak benar. Sebagai perempuan, ia harus bersikap tegas. Tapi ia tak suka dibantah seperti sekarang ini. Ah, entahlah. Manu merasa pusing sampai ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke meja rekannya tadi.

...💐...

Hazeline mengemasi barangnya. Akhirnya ia bisa pulang duluan bersama Roy yang mendampingi. Tadi pagi-pagi sekali Manu sudah berangkat entah kemana. Roy bilang, Manu ada projek besar yang harus ia hadiri rapatnya. Yah, terserah saja. Hazeline tak peduli soal Manu.

"Anda senang sekali, nyonya." Ujar Roy, menyeret koper Hazeline menuju bandara.

"Tentu, aku tidak suka berlama-lama didekat tuanmu."

Roy mengulum senyum. "Atau anda tidak sabar menemui Nathan?"

Langkah yang tadi begitu cepat menjadi lambat. Dia memang rindu pada Nathan tapi.. bagaimana caranya bisa kembali mengobrol seperti dulu?

~

Mobil perlahan masuk kedalam gerbang hitam rumah Imanuel Benzi. Hazeline memijit-mijit jarinya. Ini tak seperti biasa. Padahal dia hanya masuk kedalam rumahnya sendiri, tapi hatinya malah berdebar dan penasaran, apa Nathan ada di dalam sana? Kalau dia ada, apa yang harus dia lakukan? Say hello? Tersenyum? Ah, bodoh sekali. Apakah tidak bisa menyapa seperti biasa saja? Rutuk Hazeline dalam hati.

"Nyonya, kita sudah sampai."

Hazeline menengok keluar jendela. Ah, ternyata sudah berhenti dari tadi. Tapi dia malah bengong.

Roy turun dan beberapa pelayan tampak sibuk menuruni koper Hazeline dari bagasi mobil.

Pelan-pelan Hazeline berjalan menuju pintu utama. Pandangannya menebar keseluruh tempat. Tak ada Nathan dimanapun ia memandang.

"Nyonya, selamat datang kembali." Sapa Robert. Sebagai kepala pelayan di rumah, ia senantiasa ada disana.

Hazeline hanya mengangguk dan naik ke kamar. Ia tak suka berlama-lama dengan Robert, si tukang pengadu. Karena pria tua itu akan menceritakan apa saja yang terjadi padanya sekecil apapun itu.

"Nyonya."

Belum Hazeline masuk kedalam kamar, pelayan dapur memanggilnya dengan membawa minuman diatas nampan.

"Maaf, Nyonya. Saya membawakan ini."

"Taruh di dalam, Bi." Titah Hazeline.

"Dan ini, nyonya." Mata pelayan itu menunjuk ke atas nampan yang ia bawa. Sebuah coklat dan kertas terlipat diatas nampan.

Hazeline mengambilnya. Ia baca kertas itu. Surat permintaan maaf dari Nathan.

'Maaf telah berani menyentuhmu. Semoga kau menerima permintaan maafku dan mau berteman lagi denganku.'

"Dimana dia?" Tanya Hazeline.

"Ah, saya rasa.. ada di ruang cctv."

Hazeline menengok kearah cctv. Sejak kapan dia dipindah tugaskan mengawasi cctv?

Hazeline tak jadi masuk kamar. Dia menuruni tangga menuju gudang bawah untuk menemui Nathan.

Langkahnya cepat, ia genggam kertas milik Nathan. Hatinya tidak tenang sejak kemarin. Bisa-bisanya pria itu hanya mengirim surat permintaan maaf tanpa menunjukkan wajahnya secara langsung.

Hazeline, tanpa mengetuk langsung membuka pintu. Nathan sudah berdiri dengan raut tegang disana.

Hazeline berjalan cepat menghampiri Nathan. Dalam hatinya ia ingin sekali menonjok pria gila yang telah berani mengusik hatinya.

Hazeline mendekat dan menarik jas Nathan sampai tubuh pria itu menunduk. Hazeline pun meraih bibir Nathan untuk dicium. Saat itu, Jayden yang ada disana pun kaku melihat apa yang ia saksikan. Nyonya besar sedang mencium bibir Nathan sambil menutup mata. Dan di detik itu juga, Nathan meraih pinggang Hazeline untuk ia peluk dan membalas ciuman Hazeline dengan sangat berhasrat.

**Tolong kabari kalo ada penulisan dan kata yang salah. Nanti aku perbaiki krn lagi terburu-buru**

1
yetiku86
selalu semangat berkarya Pen 💪💪💪💪
trmksh byk utk semu karya apikmu🙏🙏🙏
Syahdu: sama sama kak
total 1 replies
yetiku86
mantap Pen 👍👍👍👍
yetiku86
why Manu???
yetiku86
mbok ya jangan lari beneran to Nath, siapin mobil atau apa gitu. 😌
padahal sdh di niatkan, kok persiapannya cuma lari.
yetiku86
ternyata mimpi. ...
yetiku86
kira2 mimpi atau nyata neh ???
yetiku86
itu juga yg aku pikirkan Haze. dia bisa bermanis ria dengan perempuan lain tapi kenapa dgn istri sangat ketus dan kasar.
yetiku86
ngga adil bgt Pen, Manu yg selingkuh berulang kali tdk kau hukum
yetiku86
bgmn rasanya dihianati tuan Manu???
yetiku86
hanya ingin Hazeline....prettt...... ngomong sama ember 😡
yetiku86
gmn ini Pen, mau ndukung tapi salah ??? 😔
yetiku86
tutup mata paman Jay 🙈
yetiku86
itu karena mereka semua menyayangimu Haze 😊
yetiku86
bener bgt Haze....👍
yetiku86
sikapmu yg membuatnya tdk nyaman tuan 😔
kurasa siapapun wanita yg diperlakukan seperti itu pasti tdk akan mau , pingin aku tonjok juga 👊
yetiku86
pemimpin K-Group ? Yohan kah???
yetiku86
👍
Shifa Burhan
saat novelis wanita membuat novel yang bertema pemeran utama wanita atau istri selingkuh, itu sama saja kalian menunjukkan kemunafikan kelian sebagai wanita dan cara kalian menunpahkan segala pola pikir munafik kalian kedalam novel

istri selingkuh dengan lelaki lain dan perselingkuhan itu kalian benarkan (munafik)

tapi lihat novet novel2 kalian yang bertema suami selingkuh apa yang terjadi kalian laknat habis2an suami, kalian buat suami menyesal, mengemis maaf, berjuang, dan dapat karma, kalian buat karakter istri tegas dan pergi

tapi lihat saat kalian buat novel bertema istri selingkuh, perselingkuhan itu kalian benarkan, karakter suami kalian buat bodoh yang Terima saja kayak tidak punya harga diri sebagai lelaki,

ini lah bukti kalau pemikiran wanita sangat munafik yang dituangkan kedalam novel, dan mereka akan berlindung ini hanya halu, hanya novel hanya karya, tapi faktanya novel kalian bisa menunjukkan pola pikir kalian
Syahdu: terimakasih kak^^
total 3 replies
Ay Ay Aynaaa
aduuhhh kok mndadak tahan nafas baca nya 😩 bakalan ada tsunami dtg,,,
wulan
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!