NovelToon NovelToon
Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Selama tujuh tahun, Zahira Narapati mengorbankan karier dan mimpinya demi mendampingi Deris Adikara membangun usaha. Namun, saat kesuksesan akhirnya diraih, Deris justru menceraikannya karena menganggap Zahira tak lagi sejalan dengan kehidupannya dan memilih wanita lain.

Semua orang mengira perceraian itu akan menghancurkan Zahira. Nyatanya, ia bangkit dari nol, membangun kembali kariernya hingga menjadi perempuan sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri.

Dalam perjalanan itu, Zahira bertemu Revan Wiranata, pria yang menghargai kesetiaan dan memberinya kebahagiaan baru. Ketika Deris menyesali keputusannya dan ingin kembali, Zahira memilih melangkah bersama seseorang yang benar-benar menghargainya. Sebab, setiap luka bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode — 6.

Dua hari berlalu.

Zahira menghabiskan waktunya memperbarui curriculum vitae, menyusun kembali portofolio, serta mencatat semua pengalaman yang pernah ia lakukan selama membantu membangun perusahaan Deris.

Ia tidak menulis dirinya sebagai ibu rumah tangga, tapi menulis apa yang benar-benar pernah ia kerjakan. Mengatur operasional, mengawasi arus kas. Bernegosiasi dengan para pemasok, menyusun strategi efisiensi perusahaan dan mengelola lebih dari seratus karyawan.

Saat Nina membaca CV itu, wanita tersebut sampai menggeleng kagum. "Kalau aku tidak mengenalmu, aku pasti mengira kamu pernah menjadi direktur operasional di perusahaan besar."

"Aku hanya menuliskan apa yang memang pernah kukerjakan." Zahira tersenyum kecil.

"Itulah masalahnya." Nina menunjuk layar laptop. "Selama ini... semua orang mengenal Deris Adikara sebagai pendiri perusahaan. Padahal di balik layar, ada kamu yang menjaga semuanya tetap berjalan. Cih! Si Deris itu, dasar pengkhianat tak tahu diri! Cepat atau lambat, karma akan segera datang menghancurkan hidupnya. Sama seperti dia menghancurkan hidupmu, Ra."

Zahira hanya menghela napasnya.

Tak lama kemudian, Nina menekan tombol kirim. "Sudah. CV-mu masuk ke sistem perusahaan."

"Semoga saja ada kabar baik." Zahira mengembuskan napas panjang.

Di waktu yang sama.

Gedung Wiranata Corp.

Puluhan berkas lamaran memenuhi meja kerja Revan. Sebagai direktur utama, ia memang tidak memeriksa semua pelamar. Namun, untuk posisi General Manager, keputusan akhir tetap berada di tangannya.

"Pak, ini dua belas kandidat terbaik hasil seleksi HR," ujar sekretarisnya.

"Letakkan."

"Baik."

Satu demi satu berkas dibuka, Revan membaca setiap data dengan teliti. Hingga tangannya berhenti pada satu nama, Zahira Narapati. Tatapannya berubah lebih fokus, Ia membuka halaman berikutnya. Pengalaman mengelola operasional perusahaan, menyusun laporan keuangan.

Bahkan restrukturisasi saat perusahaan mengalami krisis, dengan efisiensi biaya operasional. Revan membaca semuanya tanpa melewatkan satu baris pun.

Beberapa saat berlalu, ia menutup berkas itu perlahan.

"Pak?" Sekretarisnya kembali masuk.

"Masukkan Zahira Narapati ke daftar kandidat yang lolos wawancara."

"Baik, Pak."

"Lalu, pastikan proses seleksinya tetap sama dengan kandidat lain."

"Tentu, Pak."

Tak ada perlakuan istimewa, Revan meloloskan Zahira karena satu alasan... kemampuan wanita itu memang layak.

Keesokan harinya, pukul sembilan pagi. Zahira datang ke Wiranata Corp mengenakan blazer krem sederhana dan celana bahan hitam. Rambutnya disanggul rapi, riasannya tipis. Ia menarik napas panjang sebelum memasuki lobi, gedung itu jauh lebih megah dibandingkan perusahaan Deris.

Karyawan berlalu-lalang dengan langkah cepat. Beberapa menit kemudian, seorang resepsionis menghampiri.

"Selamat pagi, Mbak. Ada yang bisa kami bantu?"

"Saya Zahira Narapati, saya mendapat undangan wawancara."

"Silakan menunggu sebentar."

Saat resepsionis sedang memeriksa data, pintu lift VIP terbuka.

Beberapa karyawan langsung menepi.

"Selamat pagi, Pak Revan."

"Selamat pagi, Pak."

Zahira ikut menoleh karena penasaran.

Seorang pria bertubuh tinggi keluar dari lift dengan langkah tenang dan mantap. Setelan jas hitam sederhana membungkus tubuh tegapnya, memancarkan wibawa tanpa perlu berlebihan. Tatapannya tajam, sementara ekspresi dingin di wajahnya tetap sulit ditebak, sama seperti bertahun-tahun lalu. Bedanya, kini gurat-gurat kedewasaan yang tegas semakin memperkuat karisma pria bernama Revan itu.

Revan juga melihat ke arah ruang tunggu, tatapannya berhenti sesaat pada Zahira. Hanya satu detik, lalu berlalu begitu saja. Ekspresinya tidak berubah, seolah mereka hanyalah dua orang asing.

Zahira pun tidak menyapa. Baginya, ini adalah tempat kerja bukan reuni sekolah.

Namun, saat Revan memasuki lift khusus menuju lantai eksekutif, bayangan wajah Zahira masih terlintas di benaknya. Wanita itu tampak jauh lebih kurus dibandingkan yang ia ingat.

...*****...

Di sisi lain, rumah keluarga Adikara. Hari itu seluruh keluarga besar sedang berkumpul merayakan penghargaan yang diterima Deris, sekaligus merayakan ulang tahun Bima.

Paman.

Bibi.

Sepupu.

Semuanya hadir.

Di ruang tamu terdengar tawa riuh.

"Untung Deris cepat menceraikan Zahira."

"Bertahun-tahun menikah, perutnya tetap kosong."

"Dari dulu aku sudah bilang, perempuan itu mandul!"

Beberapa sepupu Deris ikut tertawa, mereka adalah orang-orang yang dulu berkali-kali menyebut Zahira mandul setiap acara keluarga. Wulan hanya terdiam, ia mulai merasa tidak nyaman mendengar pembicaraan itu.

Saat itulah seorang kurir datang.

"Permisi, ada surat untuk Bapak Deris Adikara."

Deris menerima amplop berlogo sebuah rumah sakit.

"Oh, mungkin hasil pemeriksaan kesehatan waktu medical check-up perusahaan."

Tanpa curiga, ia langsung membukanya. Beberapa lembar hasil laboratorium keluar. Tatapannya membaca perlahan, semakin lama wajahnya berubah pucat.

"Deris? Ada apa?" Bima mengernyit.

Deris tak menjawab, dia masih terpaku pada hasil pemeriksaan. Di bagian kesimpulan tertulis jelas. Hasil analisis semen menunjukkan azoospermia non-obstruktif, yaitu tidak ditemukan sel sperma (spermatozoa) dalam ejakulat setelah pemeriksaan mikroskopis dan sentrifugasi. Kondisi ini menyebabkan infertilitas faktor pria. Disarankan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis andrologi untuk evaluasi penyebab gangguan spermatogenesis.

Lembar hasil pemeriksaan terlepas dari tangan Deris, Bima segera mengambilnya.

Matanya membelalak.

"Wulan... Cepat kamu baca ini.“ Suara pria itu bergetar.

Wulan membaca setiap kalimat dengan wajah semakin pucat, tangannya mulai gemetar.

"Ini... ini tidak mungkin...."

Salah seorang bibi penasaran.

"Memangnya hasil apa?"

Tak menunggu jawaban, ia mengambil lembar pemeriksaan dari tangan Wulan.

Beberapa saat kemudian, ruang tamu mendadak hening. Seluruh anggota keluarga membacanya secara bergantian, raut wajah mereka perlahan berubah. Senyum dan ejekan pada Zahira yang semula memenuhi ruangan lenyap tanpa jejak.

Sepupu yang dulu paling sering menyebut Zahira mandul menelan ludah.

"Paman... berarti...."

Kalimatnya terhenti.

Semua orang memahami arti hasil pemeriksaan itu. Selama tujuh tahun ini, masalah tidak pernah berada pada Zahira. Yang mengalami infertilitas atau mandul justru... Deris.

Namun, kebenaran itu datang saat Zahira sudah tidak lagi menjadi bagian dari keluarga mereka.

1
Muft Smoker
tenang aj almira Kayla ,, harus ny km bersyukur masuk penjara ,, kalian gx perlu repot2 mikirin makan tiap hari ,, semua udh dtanggung pihak penjara ,, Selamat menempuh hidup baruuuu ,, duo kuntiii ,, 😏😏😏😏
Muft Smoker
nah kan ,, anda bermain dg org yg slah almira😏😏😏😏
Muft Smoker
untung pak bos peka yx ,,
Mundri Astuti
jangan sampai ada jaminan dari keluarganya, Revan jaga tetu jangan kasih kendor
Aditya hp/ bunda Lia
rasain ... merasa diri pintar padahal Revan lebih jenius .. selamat bobo cantik di hotel prodeo 👍
Aditya hp/ bunda Lia
mampus kalian lampiiirrr . gerandong
Muft Smoker: sabar bunda ,, mereka emnk turunan makhluk astral ,, tp jgn di perjelas juga ,,
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
gina altira
Hayo loh Almira
gina altira
untung ada revan
Uba Maoludin
Almira, Kayla kamu sebentar lagi mendapatkan kehancuran arena kamu berdua biangnya kerusuhan karena hati busukmu
Muft Smoker
orang panik biasa ny akan melakukan kesalahan ,, 😒😒😒
Dan kesalahan tu yg bikin mereka gx ingin melihat Dunia luar lgii ,, 😏😏😏😏😏😏
Muft Smoker
orang sirik tanda tak mampu ,,
dsnii bakal keliatan ,,
mana yg berdiri dg kaki ny ,,
Dan mana yg berdiri msh menggunakan kaki orang tuany ,, 😒😒😒😒🤭🤭🤭🤭
Aditya hp/ bunda Lia
duh gantung udah pinisirin bingit padahal ... gak sabar
Rita Rita
makin seru dan makin ingin tau aksi brutal 2 Mak Lampir.🤔🤭 yg udah sebenarnya udah kalah talak dengan Zahira,,
Mundri Astuti
gitu dong Revan, itu baru laki" keren
Rita Rita
gimana Kayla,,, dapet merebut pria mandul 🤭🤔🤣🤣🤣
Rere🌠: ngetawainnya puas banget kayaknya 🤣🤭
total 1 replies
Rita Rita
merebut dan akhirnya kena tampar ditengah perkumpulan orang banyak betapa rendahnya nilai harga diri. Kayla,,, Kayla wkwkwk,,,
Rita Rita
nyesel ya RIS,,,? makanya jangan tergiur dengan batu kali
Rita Rita
yang merebut milik orang hidup nya tak tenang ia akan selalu dibayangi rasa takut khawatir dan tak percaya
Rita Rita
lah,, ngapain juga Zahira noleh loe lagi Daris,,,? sesuatu yang udah loe buang ga bakalan balik lagi,dan Zahira pasti nganggap loe sampah yg tidak perlu dipungut.
Aditya hp/ bunda Lia
buat senjata makan tuan Thor kayaknya dia mau kasih Zahira obat setan terus ... ya gitu lah tapi buat si Almira yang kena sama si kayla
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!