NovelToon NovelToon
Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool

Status: tamat
Genre:Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:40.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irish_kookie

Mia Colton, putri dari pasangan Lilian dan Alex Colton terpaksa harus menanggung beban berat. Orang tuanya menjual Mia karena mereka tidak mampu membayar hutang mereka kepada seorang rentenir yang bernama James Arthur.

James menyukai kecantikan Mia, dia pun menjual Mia dengan harga tinggi di pasar budak di desa itu. Karena harga yang dia tawarkan sangat tinggi, maka tidak ada orang yang sanggup membeli Mia. James tak patah arang, dia menawarkan Mia kepada Finn Walter. Seorang pria kaya raya yang tinggal di sebuah kota besar. Dia memiliki hampir setengah wilayah di desa itu.

Finn setuju membeli Mia dengan harga yang ditawarkan oleh James, dengan syarat, Mia harus menikah dengannya. Mia menolak dan berusaha kabur, tetapi dia berhasil ditangkap oleh James dan dikembalikan lagi kepada Finn dengan ancaman, hutang orang tuanya akan di tangguhkan kembali.

Finn memberikan hukuman kepada Mia dengan menjadikannya seorang tawanan di rumahnya. Bagaimana nasib Mia selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi-lagi Beth

Satu bulan kemudian,

"Tuan Walter dan Nyonya akan kembali hari ini. Siapkan kamar mereka, ganti semua dengan yang baru, bersihkan sudut-sudut kamar dan rumah, jangan sampai meninggalkan satu mili debu pun!" titah Josh pagi itu.

Sebulan yang lalu, tepat tujuh hari Finn dan Mia berbulan madu, Josh menunggu dengan antusias. Dia sudah menyiapkan karangan bunga mawar merah muda yang cantik sebanyak seratus tangkai. Namun sayangnya, bunga cantik itu berakhir di tangan Willia. "Terimalah. Aku tidak tega membuangnya."

"Terima kasih, Tuan. Tapi, ini untuk apa?" tanya Willia heran.

"Mia. Aku pikir mereka akan kembali sekarang, ternyata Finn menunda jadwal mereka sampai bulan depan," kata Josh suram. Dia berjalan dengan tertunduk, langkahnya terlihat berat sekali.

Pada akhirnya, hari ini Joshlah yang sangat semangat menyiapkan kepulangan gadis tercintanya. Namun lagi-lagi dia harus menelan pil pahit, saat dia bertemu Dave di ruang kerjanya.

"Ingat, kau mencintai istri temanmu. Hahaha!" ejek Dave dengan nada mencemooh.

"Aku tau!" ucapnya kesal. Dia memberengutkan bibirnya. Rasanya sakit sekali jika dia teringat Mia sudah resmi menjadi milik Finn. "Aarggh! Kenapa aku baik, Dave?"

Pertanyaannya itu membuat Dave tertawa. "Kau bukan baik. Berkali-kali sudah kukatakan kepadamu, kalau baik dan bodoh itu berteman sangat akrab jadi sulit sekali membedakan mana baik dan mana bodoh. Hahaha!"

"Sudahlah, Dave. Senang sekali sepertinya kau mengejekku!" kata Josh lagi.

"Jam berapa gadismu itu pulang? Apa kita akan menjemput mereka?" tanya Dave lagi.

Josh melihat jam tangannya lalu menggeleng. "Tidak. Walter tidak memerintahkanku untuk mengirimkan supir dan mobil,"

Hari mulai menjelang siang, matahari sudah memamerkan sinarnya yang terik hari itu. Harus masakan dan bunga-bunga memenuhi setiap sudut ruangan.

"Sebentar lagi mereka akan sampai," ucap Josh mengingatkan kepada juru masak dan para pelayan.

"Baik, Tuan Winston," jawab mereka patuh.

Josh juga mengerahkan para pengawal dan pelayan pribadi Mia untuk berjaga di depan gerbang (Mia memilih Willia sebagai pelayan pribadinya).

Satu jam kemudian, sebuah mobil hitam panjang dengan emblem RR di depannya, berhenti di depan tempat kediaman Finn. Salah seorang pengawal, membukakan pintu mobil itu dan keluarlah Mia diikuti dengan Finn.

Para pengawal dan pelayan membungkukkan badan mereka. "Tuan Walter, Nyonya, selamat datang," sambut mereka dan para pelayan itu segera membawakan barang-barang milik Tuan mereka.

"Hai, Josh!" sapa Mia ceria, dia memeluk pria itu dengan hangat. "Ah, aku merindukanmu,"

Finn melepaskan dekapan Mia pada tubuh Josh. "Ya, Ya, Mia. Kau sekarang istriku dan jangan sembarangan memeluk pria ini!"

Josh meringis. "Tidak masalah. Mia bisa menganggapku sebagai kakaknya. Bukan begitu, Mia? Aku juga merindukanmu, apa kabarmu?"

Mia membalas senyuman Josh dengan ceria dan dia mengangguk. "Benarkah aku bisa menganggapmu sebagai kakakku? Aku senang sekali. Haruskah aku memanggilmu kakak mulai sekarang?"

Josh mengangguk. "Silahkan, adikku yang cantik,"

Setelah bersorak gembira, Mia berlari sambil memanggil-manggil nama Willia. "Willia! Willia! Aku punya kejutan untukmu!"

"Bagaimana kabarmu, Finn?" tanya Josh menepuk lengan temannya itu.

"Siapa yang kau maksud? Aku atau Mia? Jujur saja, aku lelah. Aku seperti mengasuh seorang anak remaja, dia membuatku berkeringat pagi, siang, dan malam," jawab Finn dengan wajah memerah.

Wajah Josh pun merah padam. "Kenapa kau ceritakan itu padaku, Finn? Otakku jadi melanglang buana! Sudahlah!" tanya Josh. Pria itu mengibas-ngibaskan tangannya untuk mengusir pikiran kotor dari otaknya.

"Maksudku, dia selalu berlari, Josh! Nyaris tak pernah berjalan! Energinya luar biasa," jawan Finn menjelaskan.

Josh tersenyum lega sesaat. "Wajarlah, umur kalian terpaut tujuh tahun. Kau kakek tua baginya."

"Sialan!" tukas Finn.

Setelah pasangan yang baru menikah itu beristirahat, Finn segera sibuk kembali di ruang kerjanya. "Apa yang diinginkan Pasangan Colton? Kau memberi mereka uang?"

Josh mengangguk. "Ya, dan kuharap kau mengganti uangku itu, hehehe! Ah, mereka hanya ingin mengkonfirmasi kabar yang beredar."

"Ambillah!" sahut Finn melemparkan seikat uang ke arah Josh yang segera menghitungnya sambil menyeringai lebar. "Kabar apa?"

"Kau membuang Mia dan melelangnya di Pasar Budak," jawab Josh mengantongi uangnya.

"Mereka hanya takut jatah mereka berkurang. Pasangan tua tak diri itu, apalagi yang mereka khawatirkan kalau bukan itu," sahut Finn dengan mulut mencebik.

Josh mengingat kedatangan Colton kembali. "Tapi, Nyonya Colton memang tampak khawatir, Finn. Oh, satu lagi. Beth Parker. Dia hampir saja menggodaku. Tangannya itu, shitt! Benar-benar racun yang berbahaya, pantas saja kau sempat menggilainya,"

"Parker? Apakah kau tergoda dan memasukkannya?" tanya Finn terkekeh.

Josh menyilangkan kedua tangannya. "Tentu tidak! Pertahananku tidak mudah goyah, tapi aku mengakui kalau permainan tangan Parker hebat,"

"Aku tetap suka Mia. Dia tampak polos tapi wow! Aku saja terkejut. Dia tidak pernah membuatku bosan," ujar Finn sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.

Kemudian, Finn menceritakan pengalamannya disana bersama Mia. Josh mendengarkan sambil membayangkan jika dia dan Mia yang berada disana, mungkin ceritanya akan berbeda.

Sayangnya, kebahagiaan Finn dan Mia harus kembali diuji. Keesokan harinya, Beth Parker datang dengan membawa koper berisi baju serta satu koper kecil berisi peralatan make up dan lain-lainnya.

"Di mana Walter? Aku ingin bertemu dengannya," ucap Beth menaikkan kacama hitamnya ke atas rambutnya yang ikal.

"Tuan sedang beristirahat, Nyonya. Anda bisa menunggu di sini sementara saya memanggilkan Tuan Walter," jawab salah seorang pengawal Finn.

Beth mendekati pria kekar itu dan menemukan sesuatu di antara kedua kakinya dan kemudian dia memainkannya sedikit sehingga Sang Junior pun kini berdiri tegak. Beth mendorong pria yang sedang asik menggigit bibirnya itu, menahan kenikmatan dan melanjutkan permainan tangannya dengan cepat.

Tak hanya itu, dia mendekatkan bibirnya ke arah telinga pengawal itu dan berbisik, "Aku tidak akan menyiksamu, Tampan. Aku hanya butu masuk tanpa izin darimu. Itu membuang waktuku,"

Dessahan kecil pengawal itu kini tak dapat dia tahan lagi saat tangan Beth bergerak makin cepat dan tiba-tiba saja, dia menumpahkan cairan hasil karya tangan Beth itu di celana yang dia pakai. "Aaaahhhh, si-, silahkan masuk, Nyonya,"

"Terima kasih. Punyamu oke juga," jawab Beth sekenanya.

Dengan menyeret koper besarnya, Beth memasuki rumah itu dan membuka ruangan Finn. "Tidak ada? Di mana dia?"

Tepat saat itu, Finn dan Mia keluar dari kamar. Mereka masih mengenakan pakaian tidur.

"Selamat pagi, Tuan Walter Yang Berbahagia," sapa Beth. Suaranya bergaung memenuhi ruangan tengah itu.

"Parker, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Finn. Dia menggandeng tangan Mia dan menggenggamnya erat, memastikan jika kali ini, dia tidak akan melakukan kesalahan lagi.

Beth merogoh tasnya dan mengeluarkan selembar kertas yang berisi tulisan tentang sesuatu. "Selamat atas pernikahan kalian, Tuan dan Nyonya Walter. Tapi, aku rasa kau harus menambahkanku sebagai Nyonya Walter juga,"

"Apa maksudmu?" tanya Finn, dia mengambil kertas putih itu dari tangan Beth.

"Seperti yang sudah tertulis di kertas itu. Aku mengandung. Aku mengandung anakmu, Walter. Kau ingat kejadian malam itu? Di dalam sini ada jantung yang berdetak, dan jantung kecil itu milik anak kita, Walter," jawab Beth sambil mengusap perutnya.

...----------------...

1
Noviyanti
fin jangan maen sosor cewe lain donk!! 😔
Noviyanti
bertahan luigi, walau kesal juga sama sosok luigi awalnya ini. tapi dia mati2an menolong mia
Noviyanti
ampun deh sama si beth parker dan si arthur masih aja memburu si mia
Noviyanti
bung mendarat
Noviyanti
Alex maksa bnget sih, kamu sebagai ayah hrusny yang menafkahi
Noviyanti
jangan mati josh
selfyana
good
selfyana
bagian fin dan pat q bacanya ngebut...kaget q, ternyata lagi ajep-ajep...😂
gina02
good
gina02
good story, thor... ditunggu cerita lainnya
~Ķímhwä~
Bahagia selalu Mia dan Fin🥰 engak nyangka udah tamat aja🤧
~Ķímhwä~
🥰
~Ķímhwä~
Entah kenapa, malah jadi ngakak Kim bacanya🤧
Noviyanti
cape deh si beth. masih belum minggir juga
~Ķímhwä~
😶
Noviyanti
udah ya finn jangan kaya es batu lagi,
Noviyanti
apakah fin atau josh
Noviyanti
ayo josh atau fin selamatkan mia
Noviyanti
fin apa sih sebenarnya yang kau inginkan, dingin sana sini tapi butuh kehangatan dari sana dan sini.
(⁠๑⁠♡⁠⌓⁠♡⁠๑⁠)park Nath(⁠•⁠ө⁠•⁠
mia sama gran aja, thor....rikuest ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!