( Duda The Series )
Yafiq - Raisa Story
Sedang tahap Revisi, guna meningkatkan kualitas tulisan 🙏
Seorang anak bernama Bagas, yang sangat mendambakan memiliki sosok Ibu.
Untuk menemani hari-harinya, mendampingi, serta menjaganya. Dia sangat iri dengan anak-anak lain apalagi, teman di sekolah TK-nya.
Beberapa bulan ini, Bagas selalu memperhatikan Raisa, seorang pelayan di cafe sahabat Papa-nya. Karena, gadis itu polos, cantik, ceria, dan juga sangat menyukai anak kecil. Maka dari itu, dia mencari cara agar Raisa bisa menjadi Ibu sambungnya, dan, menikah dengan Yafiq Ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A-yen94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 21
Juan sebelumnya tidak pernah bersikap seperti ini pada Lidia, dia jadi tidak enak hati karenanya. Akan tetapi, dia juga tidak mungkin tidak membela para karyawannya. Terlebih dia adalah Raisa, gadis yang sudah sangat dia sayangi, sejak pertama kali bekerja di tempatnya.
Sudah saatnya dia memang tidak boleh berlarut-larut dalam keadaan seperti ini, dimana dia mencintai seseorang akan tetapi, cintanya tak terbalaskan.
Terdengar suara ketukan pintu, dan dia mempersilakan untuk masuk.
" Assalamualaikum, Mas ! " ujar Reno.
Pria tampan sedikit ngondek itu melambaikan tangannya, Juan tersenyum melihat tingkah sepupunya itu.
" Waalaikummussalam, Ren. Kok kamu kesini sih ? " tanya Juan.
" Aku bosen, jadi jalan-jalan deh. Eh iya, aku juga lagi cari sahabat cantikku. Dia bilang kalau dia kerja di sini ! " ujar Reno.
Juan mengangguk,
" Oh siapa namanya ? " tanya Juan.
" Namanya, Raisa Mas ! " jawab Reno.
Spontan Juan membelalakkan matanya, jadi sahabat cantiknya adalah seseorang yang selama beberapa tahun ini dikaguminya. Tidak lain, adalah Raisa Azilah Fauziah, salah satu karyawannya.
" Kenapa, sepertinya Mas begitu terkejut ? " tanya Reno penasaran, " ... jangan-jangan dia yang selalu Mas ceritakan ke aku ? " .
" Baiklah, memang sepertinya aku tidak bisa berbohong padamu. Oh iya, jam istirahat sebentar lagi, aku akan antar kamu ke Raisa ! " ujar Juan.
" Dan, seorang sahabat yang membuat perjanjian kontrak dengan Raisa itu, tidak lain adalah Yafiq, ayah dari Bagas, apakah tebakanku benar ? " ujar Reno.
Juan mengangguk, Reno paham dengan reaksi sepupunya tersebut, dia menghela napasnya.
" Hah, sudahlah lupakan. Aku akan ceritakan semua tentang Raisa padamu. Jadi ... ! "
Pria itu kemudian duduk di sofa, dia mulai bercerita mengenai masa remajanya bersama Raisa. Juan kemudian memberi titah kepada bawahannya, agar membuatkan 2 buah susu hangat, dan, dibawa ke ruangannya melalui sambungan telepon.
Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu, dan Juan mempersilakan untuk masuk. Orang tersebut mengucapkan salam, dan kemudian, mereka menjawab salam tersebut.
" Suara ini ? " batin Reno.
" Raisa, kenapa kamu. Yang lain kemana ? " tanya Juan.
Reno menoleh, dia kemudian berdiri dengan berteriak histeris .
" Kyaaa, RAISA ... ! "
Raisa tersentak ketika Reno meneriakkan namanya.
" Aduh si Reno ini, beneran bikin aku kaget. Untung aja aku nggak jantungan. Dasar ! " batin Raisa.
" Astagfirullah... Reno Berisik tahu ! " ujar Juan.
Reno tersenyum lebar, menampilkan deretan gigi putihnya.
" Iya Mas, Maaf habisnya aku begitu terkejut hehehe ! " ujar Reno.
Sedangkan Raisa seolah tidak peduli, padahal dia juga terkejut dengan kedatangan sahabatnya kemari. Kemudian seperti biasanya, mereka akan dengan bangga melakukan tos tangan ciri khas mereka.
Tingkah dua anak berbeda jenis kelamin ini, membuat Juan tertawa kecil. Dia menggelengkan kepalanya, sembari bersidekap.
" Orang-orang pernah berkata, jika persahabatan antara lelaki dan perempuan, adalah suatu hal yang tidak murni. Seperti kebanyakan yang ditayangkan di televisi. Akan tetapi, Reno tidak sama sekali. Dia menganggap Raisa hanyalah adik dan juga sahabat kecilnya. Bahkan, Reno menikah dengan seorang gadis dan mempunyai anak dengannya. Tetapi musibah datang menghampiri, bukannya berniat menjadikan Raisa kekasih, dia justru bersikeras hanya ingin melindungi gadis itu saja dan akan setia selamanya dengan istri dan juga anaknya yang telah meninggal. Mungkin, jikapun ada niatan untuk menikah lagi, dia bersumpah tidak akan memilih Raisa. Karena Raisa adalah sahabat sekaligus adik baginya. Mereka benar-benar sahabat sejati ! " , batin Juan.
Yafiq dan Lidia saat ini sudah berada di kantor pusat perusahaan shampoo, milik lelaki tampan tersebut. Keduanya sedang bermesraan di sofa ruang pribadi, wanita itu sedang bergelayut manja di leher sang CEO.
Yafiq hanya diam saja, dia memang sudah biasa seperti ini dimana Lidia duduk di pangkuannya dan bermanja-manja sembari menggelayuti dia. Akan tetapi, dia tidak pernah melampaui batas. Karena dia tidak ingin melakukan hubungan intim sebelum menikah. Cukup Bagas saja yang menjadi bukti kesalahannya di masa lalu, kini dia harus menjadi lelaki terhormat tidak boleh mabuk lagi atau sembarang menyentuh wanita, sekalipun itu adalah kekasihnya sendiri.
Ponsel Yafiq berdering, begitu pula dengan Lidia. Sangat kebetulan sekali, entah siapa yang menghubungi Lidia hingga dia meminta izin pada Yafiq untuk keluar sebentar, Yafiq mengangguk sebagai jawaban. Pun dia melakukan hal yang sama.
" Hallo bagaimana ? " ujar Yafiq.
" S**aya kirim photo gadis itu ke WhatsApp Bapak ! " ujar seseorang di seberang sana.
" Baik, terimakasih. Saya tutup dulu ! " kata Yafiq sembari menutup sambungan ponselnya.
Johan Budianto
...Namanya Raisa, pekerja di cafe and resto milik Pak Juan. Dia cantik, baik, polos, banyak lelaki yang jatuh hati padanya, termasuk saya. 😍 Usianya 22 tahun, dia mempunyai rambut yang berkilau, panjang, hitam, dan, lebat. Akan tetapi, foto tersebut terlalu jelek, maklumlah Pak, Hp saya hp kentang jadi, ketika di zoom jadinya seperti ini hehehe 🤧....
Yafiq dibuat tertawa kecil akibat ulah Johan asisten pribadinya, akan tetapi dia ada beberapa kalimat Johan yang membuatnya kesal, entah karena apa. Sehingga, kemudian dia menghubungi bawahannya itu kembali, dan, mengatakan untuk tidak memilih Raisa.
Bukan tanpa alasan, jika Raisa menjadi model, maka akan lebih banyak pria yang mengejar, dan, mengaguminya. Bagaimana dia nanti akan mengurus Bagas, setelah mereka menikah, dan bagaimana bisa dia membiarkan Raisa sama dengan Lidia.
" Lidia saja sudah membuat aku kesal, karena sering sekali tidak ada waktu untuk bersamaku. Apa aku sudah mulai menyukai Raisa? Tidak, tidak, pokoknya Raisa harus fokus dengan Bagas saja karena dia calon istriku, aku tak akan membiarkan dia menjadi model, terlalu beresiko!" batin Yafiq.
Bagas sedang menunggu jemputan dari Raisa, dia sudah terbiasa seperti ini. Karena, seseorang yang dipanggilnya Mama itu begitu baik dan tulus menjemputnya pulang. Ya, walaupun dia sibuk dengan pekerjaannya.
Raisa pernah berjanji padanya, saat sedang dalam perjalanan ke Bandung. Dia mengatakan jika dia akan menyempatkan waktu untuk menjemput Bagas ketika pulang sekolah. Agar, anak itu bisa bahagia, karena saat menceritakan hari-harinya di sekolah Bagas selalu saja di cemooh oleh teman-temannya. Banyak sekali dari mereka yang mengatakan padanya, bahwa Bagas tidak mempunyai orang tua lah, Bagas anak haram lah, dan, masih banyak kata-kata yang tidak enak didengar lainnya.
Seketika setelah menceritakan hari-harinya, Raisa menawarkan diri, untuk menjemput dia sepulang sekolah. Dan dia pun mengatakan jika dia bersedia kalau Bagas memanggilnya Mama di depan teman-temannya.
" Assalamualaikum, Sayang ! " sapa Raisa .
Bagas menoleh dan dilihatnya seorang wanita dewasa yang saat ini sedang melambaikan tangannya.
" Waalaikummussalam, Mama. Kok lama banget sih ? " ujar Bagas.
Terdengar nada kekesalan yang keluar dari mulut pria kecil ini, sehingga membuat Raisa gemas dan mencubit pipinya.
" Idih, ngambekan. Maaf ya, Mama tadi sama Om Reno beli sesuatu dulu buat kamu, ini buku cerita anak yang kamu mau. Semoga suka ya ! " kata Raisa sembari memberikan buku tersebut.
" Wah, iya Ma, suka banget. Terimakasih Mama ! " ujar Bagas.
Anak itu memeluk pinggang ramping Raisa, yang lebih tinggi darinya.
" Sama Om Reno juga gih, harus mengucapkan terima kasih. Kan Om Reno, yang nganter Mama ke toko buku ! " ujar Raisa.
" Baiklah. Om makasih ya ! " ujar Bagas.
Pria itu tersenyum manis ke arah Bagas, kemudian mengacak rambutnya gemas.
" Sama-sama, ya sudah sekarang kamu dan Mama naik ke mobil Om gih, setelah itu kita pulang Oke ! " ujar Reno.
" Okey Om ! " ujar Bagas.
Sembari tersenyum manis, dan, telunjuknya dan ibu jarinya membentuk huruf O.
^^^Bersambung...^^^
^^^***With love ❤️^^^
^^^A-yen94***^^^