Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.
Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benih Segel di Dalam Darah
Pesan berdarah di gang sempit itu seperti petir di siang bolong bagi para petinggi Klan Xie. Malam yang seharusnya menjadi puncak kejayaan mereka usai mendapatkan Darah Esensi Kuno berubah menjadi ketegangan mencekam di aula utama kediaman klan.
Tetua Xie Ba berdiri dengan wajah merah padam. Di hadapannya, tiga mayat pembunuh bayaran yang tewas mengenaskan terbaring kaku di atas lantai batu pualam. "Bocah bertopeng itu... dia tidak hanya berani menantang kita di aula lelang, tapi juga membantai pembunuh terbaik kita tanpa jejak?!"
"Tetua, orang bernama Xiao Long itu bukan kultivator biasa," timpal salah satu pengawal dengan suara gemetar. "Luka di dada mereka akibat pukulan mentah tanpa senjata. Kekuatan fisiknya sangat tidak masuk akal."
Xie Yanfeng yang berdiri di dekat pilar ukir memperhatikan kondisi ketiga mayat itu dengan cermat. Matanya menyempit. Kerusakan pada organ dalam musuh hancur hingga menjadi bubuk, seolah dihantam oleh beban ribuan kati secara mendadak. Ada sesuatu yang sangat ganjil dari cara bertarung sosok bertopeng tersebut—sesuatu yang memicu rasa penasaran sekaligus ketakutan yang samar di dalam dirinya.
"Siapa sebenarnya Xiao Long itu? Mengapa dia secara khusus menargetkan Klan Xie?" gumam Xie Yanfeng pelan, suaranya dingin namun dipenuhi teka-teki.
Namun, berbeda dengan kepanikan orang-orang di aula utama, Xie Lin yang berdiri di sampingnya justru tertawa terkekeh-kekeh. Wajah pemuda itu memancarkan kesombongan yang gila. Tangannya mencengkeram wadah giok hitam berisi Darah Esensi Kuno yang baru saja dibeli dengan harga fantastis.
"Peduli setan dengan sosok bertopeng itu!" potong Xie Lin gusar. "Dia hanya seorang penjahat kelana yang bersembunyi di balik topeng kain karena takut pada nama besar klan kita! Setelah aku menyerap darah kuno ini dan menembus ke tahap pertengahan Foundation Establishment, aku sendiri yang akan memburu dan memenggal kepalanya!"
Tanpa membuang waktu untuk berdiskusi lebih lanjut, Xie Lin membalikkan badan dan melangkah lebar menuju Ruang Kultivasi Bawah Tanah miliknya—sebuah ruang batu tertutup berlapisi formasi pelindung khusus yang dirancang agar tidak ada gangguan dari luar.
Xie Yanfeng menatap punggung sepupunya yang menghilang di balik pintu besi tebal. Ada gelombang tidak nyaman yang merayapi benaknya. "Sifat Kakak Lin terlalu terburu-buru. Darah esensi binatang kuno membawa hawa liar yang sangat pekat, menyerapnya tanpa pemurnian ulang sangat berbahaya..."
sayangnya, nasihat itu sudah tidak didengar oleh Xie Lin.
Di dalam Ruang Kultivasi Bawah Tanah yang sunyi, udara begitu dingin dan pekat oleh bau batu bara spiritual. Xie Lin duduk bersila di atas matras kulit monster. Di hadapannya, wadah giok hitam telah terbuka, menampilkan setetes cairan merah keemasan yang mengapung dan memancarkan pendaran cahaya panas yang sangat kuat.
"Luar biasa! Energi darah ini jauh lebih pekat dari apa yang kubayangkan!" mata Xie Lin memerah oleh rasa serakah.
Tanpa ragu sedikit pun, ia merapalkan mantra penyerapan Qi milik Klan Xie, lalu mendorong setetes Darah Esensi Kuno itu masuk secara langsung melalui mulutnya!
BUMMM
Seketika itu juga, ledakan energi panas yang tiada tara meletup di dalam perut Xie Lin! Sensasi terbakar menyapu seluruh organ dalamnya bagaikan lahar mendidih yang menyembur masuk ke dalam pembuluh darah.
"Ngh! Arghhh!" Xie Lin merintih menahan sakit. Wajahnya membiru, pembuluh darah di leher dan dahinya menonjol hijau kaku seolah siap meledak kapan saja.
Energi liar itu terlalu kuat untuk ditampung oleh meridian biasanya. Namun, saat Xie Lin hampir hilang kesadaran akibat rasa sakit yang luar biasa, cairan merah keemasan itu mendadak memisahkan diri menjadi ribuan benang cahaya mikroskopis. Benang-benang itu menyatu dengan sangat sempurna ke dalam sumsum tulang dan meridian utamanya, memulihkan luka-lukanya dan melipatgandakan aliran Qi di dalam tubuhnya secara drastis!
Krek Krek
Bunyi derakan tulang bergema merdu di dalam ruang batu. Gelombang energi berwarna merah keemasan meletup keluar dari tubuh Xie Lin, meruntuhkan batu-batu kecil di sekelilingnya!
"Hahaha! Berhasil! Aku berhasil!" Xie Lin membuka matanya yang kini memancarkan kilatan merah yang liar. Ia merasakan kekuatan fisiknya melonjak lima kali lipat, dan batas kultivasinya mendadak berada di ambang puncaknya! "Kekuatan ini... luar biasa! Ini benar-benar Darah Esensi Binatang Kuno!"
Xie Lin tertawa terbahak-bahak dalam kegilaan, merasa bahwa seluruh batu spirit yang dikeluarkan klannya sangat sepadan.
Namun, apa yang tidak disadari oleh Xie Lin adalah jauh di dalam Dantian dan pusat meridian utamanya, benang-benang cahaya merah keemasan itu tidak sepenuhnya menyatu sebagai energi murni. Di titik terselubung yang tak tersentuh oleh indranya, benang-benang itu membentuk sebuah ukiran pola sisik naga mikroskopis yang terlelap—sebuah Benih Segel Naga tersembunyi!
Darah itu memang darah esensi yang sangat kuat, namun darah itu berasal dari tubuh Zhao Gou yang telah menguasai Kitab Pembakar Jiwa Naga. Setiap tetes darah yang keluar dari tubuh Zhao Gou membawa kehendak jiwanya yang tak terhancurkan.
Xie Lin telah menelan racun paling mematikan yang dibungkus dengan kenikmatan kekuatan. Semakin banyak ia menyalurkan Qi dari darah tersebut, semakin kuat Benih Segel Naga itu mengakar di dalam jiwanya, menunggu saat yang tepat untuk menghancurkannya dari dalam atas perintah sang pemilik sejati.
Sementara itu, beberapa puluh mil di luar Kota Awan Biru.
Di atas puncak bukit batu yang menjulang tinggi menatap gemerlap cahaya kota dari kejauhan, Zhao Gou berdiri tenang dalam jubah hitamnya. Angin malam yang bertiup kencang mengibaskan rambut hitamnya yang panjang. Topeng kainnya telah dilepas, menyingkapkan wajah tampannya yang dingin dengan bibir mengukir senyuman sinis.
Mata berwarna ungu keemasan milik Zhao Gou mendadak bergetar halus. Ia memegang dada kirinya, merasakan sebuah ikatan batin tak kasat mata yang baru saja terhubung dari kejauhan.
"Umpan sudah dimakan..." bisik Zhao Gou pelan, suaranya tersapu oleh deru angin malam.
Ia bisa merasakan dengan sangat jelas getaran energi dari Benih Segel Naga yang kini telah aktif di dalam tubuh Xie Lin. Hanya dengan satu jepitan niat dari pikirannya kelak, ia sanggup membalikkan aliran darah Xie Lin dan meremukkan organ dalamnya dari jarak jauh tanpa perlu menyentuhnya.
Klan Xie berpikir mereka telah memenangkan harta karun terbaik untuk masa depan jenius mereka, tanpa pernah tahu bahwa mereka baru saja menyerahkan nyawa Xie Lin ke dalam genggaman tangan Zhao Gou.
"Xie Lin, nikmatilah kekuatan palsu itu selagi kau bisa," ujar Zhao Gou dingin, kembali memasang topeng kainnya. "Di panggung pendaftaran Sekte Awan Langit nanti... aku akan membuatmu berlutut di hadapan seluruh dunia."
Namun, sebelum ia melangkah menuju tujuan selanjutnya, Zhao Gou membalikkan badannya dan menatap jauh ke arah barat—ke arah Desa Hutan Kabut, tempat rumah panggung kayu tempat orang tuanya berada.
Rasa rindu yang teramat dalam bercampur dengan rasa bersalah menyelimuti hatinya. Ia tahu, kepergiannya yang mendadak pasti telah membuat ibunya menangis tanpa henti dan ayahnya merasa tertekan. Kini, setelah ia memiliki kekayaan melimpah dari hasil lelang dan pil-pil pemulihan tingkat tinggi di kantong spasialnya, ia tidak bisa membiarkan orang tuanya terus menderita dalam kemiskinan dan rasa sakit.
"Ibu... Ayah... tunggu aku," bisik Zhao Gou.
Dengan satu ketukan tumitnya di atas tanah batu, tubuh Zhao Gou memotong udara bagaikan kilat ungu yang melesat dalam kegelapan malam, menuju kembali ke desa pengasingan yang tenang.
jgn ada campuran kata sombong...
"jika aq menjadi penerus sekte, kdepannya musuh²ku akan menargetkan kalian, dan aq tidak ingin hal itu'terjadi"... gitu aja udh ngeh....
klo g mati... cerita ini akan terus berulang² layaknya sinetron...
sedang othor perbaiki bab ini
selamat membaca 🥳🥳
ini wajib djelaskan...
apakah darah naganya bisa mendeteksi racun skecil apapun...??
ttp semangt...💪💪💪
dikotori oleh keserakahan klan...
pada ahirnya, yg terjadi KORBAN PERASAAN.🤣🤣🤣
disaat seseorg kesusahan, terjepit...
jgn pojokkan dia.
krna ktika dia bangkit .. semua sdh terlambat.
adu taktik...bikan tiktok...