NovelToon NovelToon
Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rasa kagum Neta ke Eric.

Tatapan empat orang di depan Eric seakan membuat Eric semakin ciut dengan nyalinya, dia ingin segera mengatakan kejujuran yang telah dia pendam dan sembunyikan selama beberapa tahun terakhir. Pikiran dan akal Eric semakin lama semakin tidak bisa dia kendalikan, rasanya kini dia ada di dalam sebuah ruangan yang tidak ada jalan keluar sama sekali.

Eric yang tidak ingin terlihat lemah berusaha menenangkan pikirannya yang tengah kacau, dia menatap ke arah Neta dan tersenyum lembut ke arah wanita yang kini menjadi kekasih pura puranya.

"karena selama ini saya sangat mencintai putri anda om Neo, sengaja saya sembunyikan identitas saya karena sangat ingin mendapatkan hati putri cantik anda yang sangat sulit untuk di dapatkan."

Neo yang mendengar ucapan dari Eric tertawa lepas, begitu juga Nana dia tersenyum melihat keberanian seorang Eric yang berani berbicara terus terang di depan semua orang.

Berbeda dengan Neta, dia masih terkejut dengan penuturan Eric yang spontan tanpa adanya briefing lebih dulu sebelumnya.

Kedua mata Neta terlihat seakan bertanya dengan Eric, dengan apa yang dia katakan. Sedangkan James yang seakan kalah telak mengepalkan tangannya erat, sampai kuku jarinya memutih.

"jadi selama ini kamu sudah tertarik dengan putri kami Eric...?"

Suara Neo terdengar sangat bangga dengan kejujuran dari Eric, dia suka melihat sikap jantan Eric.

"begitulah om, putri anda sangat sulit di dapatkan. Sampai saya harus berbuat sejauh ini."

Eric tersenyum, dia bangga dengan dirinya sendiri. Tapi tanpa Eric sadari tatapan Neta terlihat sangat tidak senang dengan apa yang Eric ucapkan, dia merasa jika ucapan Eric terlalu mengada ada.

"apa yang kamu katakan Eric, kenapa kamu tidak minta persetujuanku lebih dulu sebelum mengatakan semuanya." batin Neta terlihat kesal.

"jadi selama ini kamu mempunyai niat terselubung ibarat kata ada udang di balik batu."

James menatap tajam, menatap Eric yang hanya diam tanpa bereaksi apapun.

"kenapa kamu membohongiku dengan mengatakan jika kamu berasal dari keluarga sederhana...?"

James berusaha mencari tahu alasan Eric sebenarnya, yang James kenal jika Eric berasa dari keluarga sederhana.

Sejak kuliah bersamanya dulu waktu di LN, Eric selalu kerja paruh waktu untuk bertahan hidup di negri orang. James juga sering membantunya waktu Eric kesulitan, sampai Eric pernah di tawarkan untuk tinggal bersama James di apartemennya.

"sorry James, aku memang bukan anak manja yang harus hidup bergantung dengan bantuan orang tua. Memang aku akui jika aku belajar di LN itu karena beasiswa dan aku juga bekerja paruh waktu untuk mencukupi kehidupanku di sana, jadi sorry aku sudah membohongi kamu selama ini."

Eric menatap James, dia tahu jika setelah mendengar semuanya James akan kecewa dengannya.

Tapi berbeda dengan neta, rasa kesal yang dari tadi Neta rasakan di gantikan dengan rasa kagum mengetahui jika pemikiran dan sikap Eric lebih dewasa di bandingkan James.

Neta menatap Eric penuh rasa kagum, laki laki tampan yang selama ini dia manfaatkan ternyata punya sisi lain yang membuat Neta sangat mengaguminya.

suara bik sum membuat pandangan ke lima orang di ruangan tersebut teralihkan, art tersebut mendekati Nana dengan tergesa dan mengatakan jika ada tamu yang menunggu di depan teras.

"ya ampun ma, kenapa kita sampai lupa kalau pak Simon akan datang."

Neo menepuk dahinya, dia menyalahkan dirinya sendiri karena lupa jika akan ada tamu yang akan berkunjung hari ini.

"bik tolong bilang suruh nunggu ya, sebelum itu persilahkan mereka masuk dan tunggu di ruang tamu. Sebentar lagi kami akan ke sana, jangan lupa beri mereka minuman dan beberapa camilan yang sudah kita siapkan tadi."

Nana mengintruksi bik sum, dengan sigap art tersebut segera pergi menemui tamu yang masih menunggu di depan teras.

James melihat ke arah Nana yang beranjak akan pergi, sedangkan Neo yang akan mengikuti Nana gerakannya terhenti, dia teringat jika masih ada Eric yang masih duduk menatapnya.

"Eric, om tinggal dulu ya. Biar James dan Nana yang menemanimu, om ada tamu penting di depan."

"baik om." balas Eric.

Neo pergi menyusul Nana, dia akan membersihkan dirinya dulu sebelum menemui tamunya.

Sedangkan James, Neta dan Eric saling diam. seakan mereka berada di dalam pikirannya masing masing, Neta yang merasa suasannya sedikit canggung segera membuka obrolan.

"sepertinya hari sudah semakin sore, apa kalian tidak ingin pulang atau ..."

Belum juga Neta menyelesaikan ucapannya, dengan cepat James menyalanya.

"malam ini aku akan menginap di sini, jadi aku tidak akan pulang."

Neta menautkan kedua alisnya, dia terkejut dengan penuturan James. padahal jarak antara rumah James dan Neta tidak begitu jauh, tapi kenapa James memilih menginap di rumah Neta.

"kenapa kamu tidak pulang James, bukannya om dan Tante ada di rumah...? Pasti mereka akan senang melihat kepulanganmu."

Neta sengaja mengatakan jika kedua orang tua James merindukannya, dia berharap James akan pulang dan mengurungkan niatnya.

"aku sudah bilang sama om dan Tante akan menginap di sini." jawab James dengan ketus.

Eric kenapa James dan juga Neta bergantian, Eric merasa panggilan James dengan kedua orang tua Neta terdengar janggal.

"tunggu James, kamu tadi mengatakan ke Neta om dan Tante...? sedangkan kamu tadi memanggil orang tua Neta dengan papa dan mama...?"

James tersenyum samar, dia dapat menebak pasti Eric akan merasa penasaran dengan panggilannya ke kedua orang tua Neta.

"kamu tahu Eric, dia tidak suka jika aku memanggil mama dan papanya dengan panggilan yang sama seperti yang Neta lakukan."

James menunjuk Neta yang bermuka masam, dia sangat suka menjahili Neta jika sudah seperti ini.

"jelaslah, Meraka kedua orang tuaku. Bukan orang tuamu, ngapain juga kamu memanggil orang tuaku dengan panggilan mama dan papa.".

sungguh Neta terdengar berapi api, menimpali ucapan James.

"om dan Tante sendiri yang memintaku memanggil mereka dengan panggilan yang sama kayak kamu memanggil mereka, memang apa aku salah."

Jawab James tak mau kalah dengan Neta, Eric yang melihat pertengkaran Neta dan James sampai menggelengkan kepalanya berulang kali, dia seakan melihat masa kecil Neta dan James yang tidak pernah akur.

"hei dasar anak manja, emang aku setuju kamu merebut kasih sayang orang tuaku. Aku dari dulu tidak suka kamu memanggil mama dan papa ku seperti itu."

Neta menumpukan kedua tangannya ke atas dada, dia ingin memperlihatkan jika dia benar benar kesal dengan James.

"terserah, aku juga tidak keberatan kalau selama ini kamu juga panggil kedua orang tuaku mama dan papa."

Eric menautkan kedua alisnya, dia terkejut mengetahui jika ternyata selama ini bukan hanya James yang sangat akrab dengan orang tua Neta, melainkan Neta juga sudah akrab dengan orang tua James.

1
Nurgusnawati Nunung
hadir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!