Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15 Harus Bangkit
Lavanya baru saja mandi, Dokter wanita dipanggil khusus untuk mengobati lukanya. Lavanya hanya di dokter diam dengan rambutnya yang digerai, tatapan matanya kosong dan mungkin masih schok.
Lavanya melihat ke arah pintu ketika Arumi memasuki kamar tersebut.
"Bagaimana Dokter teman saya?" tanya Arumi.
"Saya sudah mengobati seluruh lukanya, Nona Lavanya masih harus diberikan waktu beristirahat dan terlebih lagi gangguan pada psikolog di atas apa yang terjadi, sebaiknya memberikan beliau waktu untuk sendiri," ucap Dokter.
"Begitu! Lavanya kamu jangan takut lagi, sekarang kamu sudah berada di sini, kamu sudah berada di tempat yang aman dan tidak akan ada yang berani menyakiti kamu," ucap Arumi.
Lavanya justru semakin sakit mendengar perkataan Arumi, sahabatnya itu benar-benar pintar berkata-kata, ingin rasanya Lavanya memberi satu tamparan di wajah Arumi yang bisa-bisanya memiliki hubungan dengan suaminya.
"Aku keluar sebentar," ucap Arumi kemudian langsung pergi.
"Nona Lavanya sebaiknya beristirahat, jangan memikirkan apapun dan benar-benar harus rileks," ucap wanita tersebut dengan sangat ramah membuat Arumi menganggukkan kepala.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu!" Dokter wanita itu kemudian langsung pergi.
"Aku tidak menyangka jika Arumi menjadi duri dalam pernikahanku. Aku juga tidak menyangka jika kak Mike bisa melakukan hal itu, mereka semua jahat, pengkhianat, manipulatif, keluarga ini penuh drama, penuh hanya demi bisnis, semua yang dilakukan tidak lepas dari sebuah bisnis," ucapnya menangis sesenggukan.
Untuk saat ini Lavanya tidak ingin bertemu dengan siapapun dan termasuk pihak kepolisian, Lavanya betul-betul hanya ingin beristirahat, ingin tenang dan mencoba untuk meratapi semua yang terjadi.
********
Keluarga Brahmana hari ini meninggalkan Bali dengan memasuki jet pribadi termasuk Arumi yang berjalan terlebih dahulu dan disusun oleh Lavanya. Dengan sangat tidak tahu malu Arumi duduk di samping Mike.
"Hay Mike!" sapa Arumi dengan tersenyum.
"Hay," Mike menyapa kembali.
Lavanya melihat hal itu bagaimana Arumi benar-benar tidak menghargai dirinya sebagai istri Mike.
"Arumi!" tegur Lavanya saat ini sudah berada di samping Arumi.
"Iya Lavanya?" tanyanya dengan santai.
"Kamu yakin akan duduk di situ?" tanya Lavanya.
Arumi kebingungan mendengar pertanyaan itu dan karena suasana di dalam pribadi terasa begitu hening membuat orang-orang yang lain yang sudah duduk di tempat masing-masing melihat Lavanya.
"Hmmm, maksudnya bagaimana?" tanya Arumi.
"Itu tempatku sebagai istri," jawab Lavanya.
Arumi sampai tidak bisa berkata-kata, penekanan yang diberikan Lavanya membuatnya tersenyum getir.
"Oh, aku pikir kamu tidak akan duduk di sini, soalnya aku tidak bisa duduk di belakang. Its oke, duduklah di sini!" ucap Arumi berdiri tampak terpaksa dan untuk menghilangkan rasa malu harus tersenyum dan kemudian berlalu dari hadapan Lavanya.
Brahmana bersama istrinya saling melihat yang membuat Brahmana mengangkat kedua-duanya, seolah tidak ingin mau tahu apapun yang terjadi. Sementara Naomi yang sudah duduk punya tempat tersenyum miring seolah-olah merasa puas dengan teguran Lavanya yang secara tegas.
Mike cukup heran dengan sikap Lavanya yang saat ini sudah duduk di samping.
"Aku boleh bukan untuk duduk di sini?" tanya Lavanya.
"Ya, silahkan," sahut Mike masih tidak menyangka.
Sementara Arumi harus duduk di kursi belakang, dengan wajahnya tampak begitu kesal melihat bagaimana Lavanya yang duduk di sebelah Mike.
"Apa-apaan Lavanya? tumben sekali dia ingin duduk di samping Mike dan bisa-bisanya dia berkata seperti itu kepadaku yang secara tidak langsung mempermalukan di depan semua orang. Wanita itu benar-benar memuakkan!" umpat Arumi harus menahan kemarahannya.
Lavanya berusaha untuk duduk di sebelah Mike, Ini pertama kali untuknya dan jelas dia gugup. Pramugari menghampiri tempat duduk mereka berdua seperti biasa melakukan pelayanan.
"Nona ingin makan apa?" tanya pramugari tersebut.
"Saya tidak makan," jawab Lavanya.
"Tuan Mike?" pramugari itu juga tidak lupa mempertanyakan hal yang sama kepada Mike.
"Saya mau istirahat saja, kamu ambilkan saya earphone dan penutup mata," jawab Mike.
"Baik tuan!" sahut pramugari yang langsung pergi dan tidak lama kembali lagi untuk memberikan apa yang telah diminta Mike.
Lavanya memperhatikan bagaimana Mike yang memang tidak berbicara apapun kepadanya dan langsung memakai earphone tersebut di telinganya dan juga menutup matanya dan langsung benar-benar beristirahat sesuai dengan apa yang dikatakan.
"Ini sudah cukup untukku, aku tidak bisa membiarkan dan bertanya menonton saja, kalian semua terlalu jahat," batin Lavanya saat ini kemarahannya mungkin sudah bercampur dengan dendam.
*****
Keluarga besar Brahmana akhirnya sampai juga istana mewah milik mereka, sudah pasti mereka dijemput beberapa mobil dan Arumi maupun Naomi tidak ikut ke rumah tersebut karena bukan bagian dari keluarga. Clara terlebih dahulu keluar dari mobil setelah dibukakan oleh bodyguard dan kemudian disusul oleh Maria bersama dengan Brahmana.
Lavanya juga menyusul setelah pintu mobil dibukakan untuknya dan begitu juga dengan suaminya yang berjalan terlebih dahulu meninggalkan dirinya.
Langkah Lavanya sempat berhenti melihat kepergian suaminya itu menaiki anak tangga
"Bahkan dengan yang bukan istrinya saja dia berjalan bergandengan, menuntun dengan tidak tahu malu," batin Lavanya menghela nafas.
Kesal dengan sikap sang suami yang mengabaikan dirinya. Mike ternyata menoleh ke belakang dan melihat bagaimana istrinya bengong, tetapi Mike mengabaikan dan kemudian langsung melanjutkan langkahnya memasuki rumah. Lavanya juga memasuki rumah.
Di ruang tamu mereka harus kembali berkumpul dan begitu juga Lavanya yang ternyata ditunggu oleh keluarganya.
"Kamu itu berjalan seperti siput, apa Kamu pikir kamu adalah orang yang paling penting di rumah ini sehingga harus ditunggui," sahut Clara sinis.
"Clara kamu bisa diam!" tegur Maria membuat Clara menghela nafas.
"Duduk Lavanya, kita semua ingin istirahat dan tidak punya waktu untuk menunggu kamu!" ucap Maria membuat Lavanya menuruti dan ikut bergabung di ruang tamu.
"Kita saat ini sudah sampai ke Jakarta, pembicaraan media tentang hilangnya kamu terus saja berkembang sampai saat ini yang penasaran dengan keadaan kamu. Papa rasa kamu saat ini sudah baik-baik saja dan sudah waktunya untuk klarifikasi kepada media atas apa yang terjadi, tetapi ingat berbicara yang baik untuk tidak menimbulkan spekulasi negatif!" tegas Brahmana.
"Mama sudah menyiapkan konferensi pers bertemu dengan media dan kamu akan dite Mike," sahut Maria.
"Lavanya belum siap untuk bertemu dengan media dan menurut Lavanya tidak ada klarifikasi apapun yang harus diberikan," sahut Lavanya.
"Kamu bilang apa?" tanya Maria.
"Lavanya masih menunggu keterangan dari polisi sejauh mana menyelidiki atas apa yang terjadi, ada orang yang berniat untuk mencelakai Lavanya, itu artinya nyawa Lavanya tidak sedang baik-baik saja!" tegas Lavanya.
"Untuk masalah tindak kriminal yang kamu alami saat ini sedang ditangani polisi dan akan terus diselidiki. Jangan khawatir semuanya akan selesai dan akan diketahui siapa pelakunya," sahut Brahmana.
"Munculkan dulu pelakunya dan setelah itu Lavanya akan memberi klarifikasi," sahut Lavanya.
"Kamu memerintahkan kami untuk melakukan semua yang kamu inginkan?" tanya Maria.
"Nyawa Lavanya dalam bahaya dan Lavanya tidak ingin melakukan klarifikasi apapun atau bertemu dengan orang lain, Lavanya merasa bahaya jika harus keluar rumah dan lebih baik untuk tetap di rumah sampai pelakunya ditemukan!" jawab Lavanya.
"Kamu tidak dengar apa yang kami katakan, untuk urusan itu maka pihak kepolisian yang akan mengurusnya!" tegas Maria.
"Klarifikasi hanya membuat pelakunya semakin tersembunyi. Jadi jangan mengambil keuntungan dari insiden buruk yang terjadi pada Lavanya untuk kepentingan pemilihan!" tegas Lavanya berbicara secara blak-blakan membuat mereka semua sampai terdiam.
Bersambung......
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga