Namaku adalah Rida,usiaku 21 tahun.
hidupku selalu penuh dengan cerita yang tak terbaca, penuh kejutan dan misteri yang harus aku jalani.
hingga aku harus tersesat di sebuah dimensi lain dan bertemu dengan beberapa orang asing di sana.
namun yang membuatku merasa debaran aneh adalah sang kaisar yang selalu membuatku menjadi seorang yang acuh karena sikapnya.
mohon bijaksana dalam membaca, karena ini hanyalah cerita fiksi belaka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masuk ke hutan
"Apa saya boleh keluar istana yang mulia?" tanya Ridha kepada Kaisar Zain.
"Kalau untuk keperluan istana lebih baik tabib sing yang kemari!!" jawab kaisar Zain.
"Kan sekalian aku jalan-jalan yang mulia!." seru Ridha.
"Kau ke sini bukan untuk jalan-jalan!" seru Kaisar Zain.
"Tapi kan aku juga manusia ingin jalan-jalan yang mulia." jawab Ridha.
Akhirnya perdebatan kedua manusia itu hanya bisa didengar oleh komandan zhao sambil menghela nafasnya ingin melerai pun dia akan salah karena dalam kondisi ini kemungkinan Kaisar Zain sedang marah.
"Kau ini Kaisar yang semena-mena, menyuruhku untuk menolongmu tapi aku ingin jalan-jalan saja tidak boleh!!" seru Ridha. kemudian gadis itupun berlalu pergi dan menutup kamarnya. Sedangkan murid tabib sing Diam tidak berani berbicara.
"Katakan kepada gurumu, untuk menghadap." seru kaisar Zain.
"Baik, Yang Mulia." jawab murid tabib sing akhirnya pria muda itu pergi meninggalkan kediaman Ridha, sedangkan Ridha di dalam kamarnya sedang uring-uringan dan tidak tahu apa apa dan bagaimana dengan nasibnya di kerajaan itu. untuk sesaat terfikir untuk melarikan diri dari kerajaan itu, agar dia terbebas dari kaisar Zain beserta anak buahnya.
Hidup di istana bagaikan penjara yang tidak bisa kemana-mana dan harus selalu melapor kepada sang Kaisar, entah darimana keberanian Rida tapi kalau di dunia nya rida memang terkenal berani apalagi hanya dengan para preman. akhirnya rida merencanakan untuk kabur dari kerajaan Biakyo.
"Aku akan kabur dari sini, dasar kasar gendeng bilangnya kalau aku menolong Kerajaannya dia akan membebaskanku. Mana buktinya, ini sudah hampir tiga bulan aku berada disini malah dia semakin mengekangku dan tidak memperbolehkan aku kemana-mana, Apalagi setiap hari aku harus di ikutin sama komandan zhao," gerutu Ridha dalam hati sambil melihat situasi di luar kamarnya.
Memang di kediaman Ridha tidak dijaga ketat oleh pengawal karena kaisar berpikir Ridha tidak akan kemana-mana karena kerajaan Biakyo adalah tempat asing baginya. namun hari ini pemikiran itu telah terpatahkan dengan pemberontakan Ridha.
Ridha mulai mengendap-ngendap untuk keluar dari Istana, dan memulai memanjat pohon yang ada di belakang kediamannya.
"Begini-begini, aku ini tukang kabur tau." guman Ridha sambil memanjat pohon besar itu, sesaat kemudian sudah nampak tempat yang sangat sunyi seperti hutan. saat Rita sudah meloncat keluar dari dinding tinggi yang sangat besar itu kemudian...
"Hap.."
Ridha telah meloncat dari tembok tinggi itu, jangan lupa Rida menggunakan selendang yang disambung sangat panjang
"Wewewe.. akhirnya aku bisa terbebas juga dari Kerajaan dan Raja penipu itu,"
Kemudian Ridha pergi dari sana dengan membawa beberapa baju dan perhiasan yang ada di kamarnya. ternyata Ridha tidak tahu kalau di belakang Istana Kerajaan Biakyo adalah hutan yang sangat menakutkan, karena Kerajaan Biakyo adalah Kerajaan yang berada di dekat perbatasan jurang kematian.
"What!! di mana ini, kok sepi banget.. gelap lagi. wadduh.. dududu tersesat nih pasti aku. apalagi aku nggak bawa senter." gerutu Ridha yang mulai panik, kemudian Rida pergi lebih ke dalam di hutan itu. lamat-lamat terdengar suara lolongan serigala buas.
"Matilah dalah .. aku udah keluar dari istana dan Kaisar penipu itu malah sekarang masuk hutan dan ada lolongan serigala lagi. Walah kampret bener hidupku ini." gerutu Ridha dalam hati sambil berjalan lebih masuk ke dalam hutan itu
"Ini hutan angker banget ya" guman Ridha dalam hati kemudian suara lolongan serigala itu makin menjadi.
"Aduh mak.mak ngapain gue tadi lari ke hutan ini? kalau gue tahu ini hutan enggak bakalan lari, mending tidur cantik aja deh di kamar." Ridha yang terus menggerutu setelah mendengarkan lolongan anjing atau serigala. karena memang benar suara lolongan itu semakin mendekat ke arah Ridha.
"A a u ...." akhirnya nya serigala itu mendekati Ridha hal itu membuat Ridha langsung diam membeku.
"Yailah serigala beneran tuh kan, mati disini deh, udah hutannya angker banget nanti mayatku dimakan habis sama serigala itu. jadi mumet di kepalaku." gerutu Ridha lagi akhirnya serigala itu makin mendekati Rida bukan satu serigala melainkan lima serigala yang sudah ah menunjukkan giginya yang tajam. sedikit demi sedikit Rida mulai mundur dan memegang erat bungkusan yang dia bawa kabur.
"Serigala jangan mangsa aku ya, tubuhku ini kering kurus tidak ada daging." guman Ridha sambil mengusir serigala itu, hal itu bukan membuat serigala itu pergi malah membuat serigala itu makin mendekat.
"Aaa!!!! lari!!." seru Ridha sambil kabur dari gerombolan serigala itu. Ridha berlari tanpa mengenal arah, dia terus berlari menyusuri hutan itu hingga dia bertemu dengan segerombolan orang yang ada di Hutan itu.
biar ceritanya bedah dr yg sudah"
kosa katanya kayak terjemahan bahasa Inggris