NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Sebut Mandul, Kini Menjadi Ratu

Istri Yang Kau Sebut Mandul, Kini Menjadi Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: @Pipin

Ditinggalkan tanpa harta yang sebenarnya adalah haknya, membuat Shella tidak mempunyai apapun, tapi siapa sangka, dia malah di dekati oleh pria yang lebih berkuasa dari suami lama nya, yang sudah ditemani nya sejak NOL..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Pipin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Napas yang tercekik

Mobil SUV mewah milik Reygan akhirnya berhenti di depan sebuah bangunan restoran dua lantai yang tampak sepi. Papan nama restorannya sudah diturunkan, menyisakan bekas hiasan dinding yang mulai berdebu. Tempat ini terletak di sudut jalan protokol yang sangat strategis, dikelilingi oleh gedung-gedung perkantoran elit.

Reygan mematikan mesin mobil, lalu menoleh ke arah Shella yang mendadak terdiam menatap bangunan di luar jendela.

"Menurutmu, tempat ini bagus tidak? Restoran di sini baru saja gulung tikar dan tutup total minggu lalu. Menurut analisis dadakanmu, bagaimana?" tanya Reygan, mencoba menguji keahlian terpendam asisten cuci piringnya itu lagi.

Namun, tidak ada jawaban sarkas dari Shella. Wanita itu hanya terpaku dengan tatapan mata yang bergetar. Dada Shella mendadak terasa dihantam oleh rindu dan rasa sakit yang berbaur menjadi satu. Tempat ini... Shella sangat mengenalnya. Bagaimana mungkin dia bisa lupa? Di tempat inilah, tepat lima tahun yang lalu, dia pertama kali bertemu dengan Bramantyo.

Saat itu, Bramantyo masih menjadi seorang pria biasa yang kemejanya sedikit kusut, dengan berani menghampiri meja Shella untuk mengembalikan dompetnya yang terjatuh. Di restoran ini pula, mereka menghabiskan malam-malam awal kasmaran yang penuh tawa. Tempat ini adalah saksi bisu bagaimana Shella jatuh cinta setengah mati pada pria yang akhirnya mengkhianatinya.

Shella mengatur napas panjang, memaksa dirinya kembali ke masa kini. Ia menggeleng pelan, menghalau bayangan Bramantyo dari kepalanya.

"Tempat ini... sangat bagus, Pak. Bahkan terlalu bagus," ujar Shella, suaranya mendadak berubah agak serak.

Shella membuka pintu mobil dan berjalan mendekati pintu kaca restoran yang terkunci. Reygan ikut turun dan berjalan di sampingnya.

"Lokasinya ada di hook jalan utama, akses parkirnya luas, dan pencahayaannya bagus. Alasan restoran ini tutup jelas sama sekali bukan karena faktor tempat," analisis Shella tajam, matanya menelisik ke dalam ruangan yang menyisakan meja dan kursi kosong.

"Saya yakin seratus persen, pelakunya adalah pihak manajemen mereka sendiri. Entah karena food cost yang tidak terkontrol, atau karena mereka terlalu malas untuk berinovasi mengikuti selera pasar yang dinamis. Kalau Bapak mengambil alih tempat ini untuk cabang baru, ini adalah keputusan yang sangat jenius."

Reygan yang berdiri di samping Shella terdiam. Sepasang matanya tidak lagi menatap bangunan kosong di depan mereka, melainkan terkunci sepenuhnya pada wajah Shella dari samping.

Ada kilat kecerdasan yang luar biasa terpancar dari mata wanita itu setiap kali dia berbicara tentang konsep bisnis. Caranya berpikir, ketajaman intuisinya, dan bagaimana dia bisa membaca situasi dalam sekali lihat—semuanya membuat Reygan benar-benar kagum.

'Siapa sebenarnya wanita ini? Bagaimana bisa seseorang dengan kapasitas otak sekelas konsultan bisnis papan atas seperti ini berakhir menjadi buruh cuci piring di dapurku?' batin Reygan, rasa penasarannya pada masa lalu Shella kini tumbuh semakin raksasa.

Namun, rasa kagum itu mendadak buyar oleh rasa lelah yang luar biasa. Sejak pukul lima pagi tadi, Reygan belum sempat beristirahat ataupun menyentuh makanan dengan benar karena jadwalnya yang super padat. Ditambah lagi, udara di sekitar bangunan kosong itu cukup berdebu.

Uhuk! Uhuk!

Reygan membuang muka, terbatuk kecil sambil mengepalkan tangan di depan mulutnya.

"Pak Reygan? Bapak tidak apa-apa?" tanya Shella tanpa menoleh, jemarinya masih sibuk menunjuk ke arah tata letak jendela atas yang menurutnya perlu direnovasi. "Kalau bagian atas itu diganti kaca penuh, pasti view-nya makin mahal saat malam hari..."

Reygan tidak menyahut. Dadanya mendadak terasa seperti dihimpit oleh sebongkah batu besar. Napasnya mulai terasa berat dan pendek-pendek, mengeluarkan suara ngikngik yang tipis.

Uhuk! Uhuk!

Penyakit asma kronis yang sudah lama tidak kambuh, kini mendadak bergejolak akibat kombinasi kelelahan fisik, stres tuduhan "belok" dari Shella sepanjang hari, dan paparan debu jalanan. Reygan mencengkeram dadanya yang luar biasa sesak, perlahan merosot dan bersandar pada kap mobilnya sendiri. Suhu tubuhnya mendadak dingin, dan wajah tampannya mulai memucat.

Sementara itu, Shella masih saja sibuk mondar-mandir di depan pintu kaca, sama sekali belum menyadari bahwa Tuan CEO yang angkuh itu kini sedang berjuang mati-matian hanya untuk menghirup seulas oksigen di belakang tubuhnya.

"Shella.. " Panggil Reygan tanpa sadar, namun sayang, wanita itu terlalu sibuk dengan kesibukan dadakannya.

1
Lili Inggrid
lanjut..
Pipin: mksih udh mmpir kk, siap ☺
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
semoga shella dpt yg lebih² segalanya dari reygan
Pipin: Kedepan kita liat alur nya kak 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
shella shella bucin emang bikin orang bego sih
Pipin: Dmana aja sama kk 😂
total 1 replies
Adinda
semoga shella didekatin CEO ganteng biar Reagan cemburu
Pipin: kwkwkwk, apa msukin tokoh lain ya 😍
total 1 replies
Firmahadi
halo bos ku izin mampir
Pipin: hallo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!