Novel ini menceritakan tentang kisah cinta seorang gadis cantik bernama Vania Angelista.
Dia yang terjebak cinta antara sang mantan kekasih dimasalalu nya dan dengan orang yang di jodohkan dengan nya.
Bagaimana cara Vania Angelista menghadapi hidupnya ketika harus menerima perjodohan, namun hatinya masih dimiliki oleh seseorang di masa lalunya....?
Dan apa yang akan dilakukan seorang Vania Angelista, ketika dirinya mulai merasakan cinta pada pria yang telah dijodohkan dengannya namun tiba-tiba sang mantan kekasih muncul kembali menjelang hari pernikahan nya.
Siapa pula yang akan Vania pilih diantara dua cinta yang hadir di dalam hidupnya
Siapakah sebenarnya cinta sejati Vania Angelista...?
Apakah sang mantan kekasih dimasalalu nya, atau justru pria yang telah dijodohkan dengannya.?
Temukan jawabannya di novel TAKDIR CINTAKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah AF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Happy reading 🤗
🌷🌷🌷🌷🌷
“Segitu tertekan nya kah dirimu Van, Sampai harus curhat masalah perjodohan kita ke orang,” ucap Aditya hati-hati karna takut menyinggung Vania tapi dari pertanyaan nya terdengar penuh selidik.
“Bukan gitu! Dia kan sahabat aku, jadi aku ceritalah sama dia, itung-itung cari pendapat, biar nggak salah ambil keputusan nantinya,” jawab Vania, Aditya menoleh sebentar mengamati raut wajah Vania yang terlihatlah penuh kekhwatiran.
“Jadi dia belum ambil keputusan soal perjodohan itu,” batin Aditya.
“Aduh...! Koq jadi bahas soal ini sih, kalo dia nanya soal keputusan aku, jawab apa ni, kan belom ada keputusan yang aku ambil,” pikir Vania.
“Eh koq berhenti,” kagetya, ketika Vania menyadari mobil yang membawa dirinya dan juga Aditya tiba-tiba saja berhenti ditengah jalan.
“Lampu merah, Van.” Ujar Aditya
Yah.., Rambu lalu lintas itu memang tengah menyala berwana merah, menandakan kendaraan haruslah berhenti sejenak.
“Benarkah.? Hahaha aku koq nggak sadarin yak,” jawab Vania. Menatap rambu lalu lintas dan benar saja, memang lampu lalu lintas itu menunjukkan warna merah.
“Masa iya sih? kita jalan terus, ditilang dong kita ntar,” ucap Aditya
“Siapa tau aja, kamu nekat menerobos," canda Vania mencoba mencoba mengalihkan perhatian Aditya dari pembicaraan perjodohan itu.
“Hahahaha...” Aditya tertawa sebelum melanjutkan ucapannya “aku nggak senekat itu ya Van, gini-gini juga aku masih taat peraturan lalu lintas.”
“Hahahahaha kali aja kamu gitu,” balas Vania tertawa.
Berhasil....! Yah pembicaraan Vania mengenai lampu merah itu berhasil mengalihkan pembahasan perjodohan antara dirinya dan Aditya.
Lampu merah itu menyelamatkan nya...!
“Nggaklah...!” sangkalnya. Lalu kembali lagi melajukan mobilnya karna lampu lalu lintas sudah berganti warna mengganti warna menjadi hijau.
“Padahal dulu waktu kecil kamu orangnya nekat loh,” seru Vania mengingat masa kecil mereka kala masih bertetangga dulu.
“Hahahahaha, iya dulu aku pernah nekat naik pohon mangga demi sembunyiin boneka kelinci kamu.” ujar Aditya yang ikut mengingat masa kecil mereka.
Dulu, semasa kecil meraka, Aditya memang selalu menjaili dirinya, ada saja yang dilakukan Aditya untuk membuat Vania kecil menangis.
Pernah waktu itu Aditya, dengan sangat nekatnya mengambil dan menyembunyikan boneka kelinci kesyangang Vania pada sebuah pohon mangga yang tumbuh disampang rumah Aditya. Tinggi pohon itu tak terlalu menjulang tinggi hingga membuat Aditya kecil kala itu mampu memanjat pohon mangga tersebut, namun sayang dirinya tak dapat turun karna dirinya tak bisa.
“Dulu kamu itu jail banget, suka ngerjain aku dan bikin aku nangis,” keluh Vania
“Habisnya dulu kamu cengeng banget, apa-apa nangis,” ucap Aditya.
“Tapi dulu kamu sok-sokan manjat pohon tapi nggak bisa turun,” ledek Vania tertawa.
“Pengalaman buruk itu,” sahut Aditya.
Tanpa terasa canda tawa pun menghiasi suasana dalam mobil itu, karna perbincangan Vania dan Aditya yang flashback masa kecil mereka.
Sepertinya mereka mulai menemukan kecocokan satu sama lain.
🌷🌷🌷🌷
“Van, mau mampi ngopi-ngopi atau apa gitu Van, nongki-nongki dulu lah,” ajak Aditya.
“Nggak deh, Dit.” Tolak Vania.
“Kita, langsung pulang aja, soalnya aku capek banget, seharian ini kerjaan numpuk banget," sambung Vania.
“Yaudah deh,” jawabnya. ucapan Aditya itu seperti mengandung kekecewaan karna penolakan Vania barusan.
“Padahalkan, kalo mampir sebentar ke cafe jadi bisa lebih lama sama dia, batal lagi deh," batin Aditya.
“Mungkin lain kali bisa, Dit.” Ucap Vania disertai senyum sumringah
Ketika dirinya menangkap raut kekecewaan pada wajah Aditya.
Aditya tersenyum senang, seperti mendapatkan angin segar.
“Baiklah, aku anggap itu adalah janji mu padaku, Vania.!” seru Aditya.
“Ya,, ya,, terserah kau saja,” balas Vania.
🌷🌷🌷
Beberapa saat kemudian, mobil yang membawa Vania dan Aditya telah sampai di depan rumah Vania, dan telah memasuki pelataran rumah mewah milik Vania.
“Thanks, Dit." Ungkap Vania sembari membuka seatbelt.
“Iya, sama-sama,” jawab Aditya.
“Mampir dulu yuk!” ajak Vania
“Sebenarnya sih mau mampir tapi udah sore banget ini, jadi lain kali aja deh,” ucap Aditya seraya melihat jam tangan yg bertengger di pergelangan tangan kirinya.
”Iya deh,” ujar Vania lalu turun dari mobil Aditya.
“See you next time,” ucap Aditya.
“See you..!” balas Vania dengan senyuman.
🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa beri aku LIKE dan KOMENTAR serta VOTE
Beri dukungan juga yak dengan cara RATE bintang lima dan jangan lupa beri Love untuk memfavoritkan agar tak ketinggalan kelanjutan ceritanya 🤗
ini sudah tahun 2021 lho Thor
aku mampir dan membawa like.
ditunggu feedbacknya di " A Falling Memory 2"
mari saling mendukung
Salam dari
🌹 "Infinity" (teenlit)
🌹 "Ve" (mystery thriller)
🌹 "Aku Bukan Pelakor" (romance)
mampir dan baca kisah ku juga ya dalam
HIDUPKU BERSAMA CEO
&
I LOVE YOU
yuk mampir di cerita novelku😉🤗
Salam, CINTA SANG JUITA