NovelToon NovelToon
Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:240
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

​Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.

​"Ini... di mana?"

​Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.

​Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.

​Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.

​"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27.Tiga keluarga

Malam itu, Ibukota dicekam oleh keheningan yang tidak wajar. Gerimis tipis yang turun sejak sore mendadak berubah menjadi hujan badai yang menderu, seolah-olah alam pun tahu bahwa malam ini adalah malam penghakiman.

Tiga kotak kayu hitam berukir naga dikirimkan secara serentak ke kediaman Keluarga Lin, Keluarga Ye, dan Keluarga Gu oleh pasukan khusus di bawah komando Jenderal Qin. Saat kotak-kotak itu dibuka, yang ada di dalamnya hanyalah tumpukan abu putih yang masih menyisakan hawa panas spiritual yang samar, disertai secarik kertas pendek: *“Waktu bermain habis.”*

Di kediaman Keluarga Lin, tiga kepala keluarga raksasa itu berkumpul dalam satu ruangan bunker bawah tanah yang paling aman. **Lin Jingtian**, **Ye Cang**, dan **Gu Tianxiong** duduk mengelilingi meja dengan wajah yang tidak lagi memiliki rona darah.

"M-Master Qingxu... tewas? Menjadi abu?!" suara Gu Tianxiong bergetar hebat, tangannya yang memegang cerutu gemetar hingga abu cerutunya jatuh berantakan. "Dia adalah utusan dari Gunung Kunlun! Bagaimana bisa bocah itu membunuhnya semudah ini?!"

"Kita tidak punya pilihan lagi," ucap Lin Jingtian dengan mata merah karena panik. "Aktifkan seluruh sistem pertahanan otomatis! Panggil semua tentara bayaran elit dan Master beladiri yang kita bayar! Kita harus bertahan sampai bala bantuan utama dari Sekte Gerbang Langit tiba!"

*BUMMM!!!*

Belum sempat kalimat Lin Jingtian selesai, langit-langit bunker beton setebal dua meter di atas mereka meledak hancur berkeping-keping. Tekanan udara di dalam ruangan langsung anjlok secara drastis, membuat ketiga paru-paru pria paruh baya itu serasa diperas.

Dari lubang reruntuhan, sesosok pemuda turun perlahan dengan kemampuan *Sky Walking*, menapakkan kakinya di atas meja bundar dengan sangat anggun.

Fang Yuan berdiri di sana. Jubah hitam panjang kasualnya sedikit basah oleh air hujan, dan rambut biru keputih-putihannya yang *stylish* membingkai wajah tampannya yang dingin bagai malaikat maut. Mata kirinya yang keemasan menyala di kegelapan bunker, memancarkan aura arogansi yang mutlak.

Di belakangnya, Su Ruyi melompat turun dengan cekatan, memegang sebuah belati perak pendek, siap mengeksekusi perintah apa pun.

"Kalian mengira bunker bawah tanah ini bisa menyembunyikan kalian dari pandangan spiritualku?" Fang Yuan bertanya dengan suara merdu yang santai, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubah.

"F-Fang Yuan! Jangan melangkah lebih jauh!" Ye Cang berteriak, menarik sebilah pistol berlapis emas dari pinggangnya dan mengarahkannya tepat ke dada Fang Yuan. "Jika kamu membunuh kami, seluruh perekonomian dan stabilitas Ibukota akan lumpuh! Pemerintah tidak akan tinggal diam!"

Fang Yuan bahkan tidak memandang moncong pistol tersebut. Dia hanya melirik Su Ruyi sekilas. "Ruyi, bersihkan serangga-serangga ini."

"Baik, Tuan Muda!"

*SHUT! SHUT! SHUT!*

Tubuh Su Ruyi melesat bagai bayangan merah marun. Dengan kultivasi yang belakangan ini ikut dibimbing langsung oleh Fang Yuan, kecepatannya sudah melampaui batas manusia biasa. Dalam tiga gerakan cepat, belati peraknya telah menggores tenggorokan Ye Cang dan Gu Tianxiong sebelum mereka sempat menarik pelatuk.

*BRUAK! BRUAK!*

Dua kepala keluarga raksasa itu tumbang ke lantai, tewas dalam genangan darah mereka sendiri dengan mata melotot penuh penyesalan.

Lin Jingtian, satu-satunya yang tersisa, langsung menjatuhkan dirinya berlutut di atas pecahan beton, membenturkan kepalanya berkali-kali hingga berdarah. "Ampun! Tuan Muda Fang, ampun! Keluarga Lin menyerah! Kami memiliki peta rahasia menuju pintu masuk kuno Gunung Kunlun! Saya akan memberikannya pada Anda!"

Fang Yuan melangkah turun dari meja, berdiri di depan Lin Jingtian yang gemetar. "Peta kuno?"

Fang Yuan mengulurkan tangan kanannya, dan dengan kekuatan hisap *Qi*, sebuah gulungan kulit domba tua melesat dari laci meja langsung ke dalam genggamannya. Setelah memeriksa isinya sekilas, senyum nakal yang sedingin es muncul di sudut bibirnya.

"Informasi yang bagus. Sebagai hadiah..." Fang Yuan membalikkan badannya dan melangkah pergi menuju lubang keluar. "...aku akan memberikanmu kematian tanpa rasa sakit."

*JENTIK!*

Sebuah percikan *Api Jiwa Cangqiong* jatuh ke bahu Lin Jingtian. Tanpa sempat berteriak, dalam sekejap mata, kepala keluarga terakhir dari tiga faksi raksasa itu lenyap menjadi abu, menyusul dua rekannya yang lain.

Malam itu, tiga keluarga raksasa yang menguasai Ibukota selama setengah abad resmi dihapus dari sejarah dunia fana.

Fang Yuan berdiri di bawah guyuran air hujan di luar kompleks, membiarkan jubah hitamnya berkibar ditiup angin badai. Gulungan peta Gunung Kunlun di tangannya bergetar seolah merasakan energi sang Penguasa Surgawi.

"Ibukota sudah sepenuhnya bersih," ucap Fang Yuan, matanya yang berwarna biru dan emas murni menatap lurus ke arah barisan pegunungan barat yang diselimuti kabut misterius. "Ruyi, siapkan pasukan. Besok pagi, kita berangkat menuju Gunung Kunlun. Saatnya mengajari sekte kultivasi itu... siapa pemilik langit yang sesungguhnya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!