Seorang ilmuan jenius yang meninggal di usia muda akibat kelelahan, karena memiliki tubuh yang lemah. Tidak disangka jiwanya merasuk pada seorang pria desa yang hidup sebagai petani miskin.
Orang tua baru saja mati dan dia mendapatkan jatah tanah warisan paling sedikit?
Dikenal orang yang pasif karena tidak pernah melawan?
Namun dia tidak mengeluh, dengan melihat tubuhnya yang kuat dan sehat saja dia sudah sangat bersyukur.
[ Selamat! Kamu telah terikat pada sistem Sugar Daddy ]
"Ha?!"
Dengan sistem yang aneh ini, Lin Chen mendadak menjadi Sugar Daddy zaman kuno.
"Suami, carilah istri lagi... Kami tidak kuat, huhuhu..." Istri pertama mengumpulkan keberanian nya dan menyuarakan suara hati para istri.
***
Kembali lagi di cerita author RAS(BY/AR)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Alis Lin Chen terangkat, dia berjongkok dan mengusap air mata yang hampir keluar itu. Dia menarik An Roro ke pelukan nya sambil berbisik menenangkan. "Sudah,, jangan menangis~"
Melihat laki-laki itu ternyata benar-benar seperti yang di katakan An Roro-- baik dan penyayang. Chi Yao diam-diam merasa bersyukur dengan takdir yang di miliki An Roro.
"Sudah, sudah sstt~ Nanti pedagang budak itu bisa dengar kalo kamu menangis." Lin Chen mengusap-usap rambut An Roro dengan lembut.
"Katakan pada suamimu, kamu ingin aku menyelamatkan kedua gadis itu juga?"
Setelah di tenangkan dengan begitu lembut oleh suaminya, emosi An Roro menjadi tenang. Dia menatap suaminya, "benar bisa?"
Lin Chen mengangguk. "Namun, apakah mereka setuju?"
An Roro tertegun, kemudian dengan senyum di wajah nya dia menatap Chi Yao dan kedua perempuan itu.
Chi Yao tidak menyangka alurnya akan jadi seperti ini, dia pikir setelah ini suami An Roro akan membawa An Roro pergi. Namun dia malah setuju menyelamatkan mereka bertiga, dan itu semua terlihat jelas demi An Roro.
Chi Yao melihat kedua gadis lainnya, mereka telah menjadi sahabat dan masing-masing memiliki pemahaman lewat kata-kata.
Perempuan dengan rupa yang terlihat lemah dan rapuh itu sudah melihat sikap laki-laki itu kepada An Roro, sikapnya sangat lembut dan penyayang. Jika meminta untuk menjadi pelayan saja, dia tidak yakin jika laki-laki ini adalah mau dan apakah dia sangat kaya sampai bisa memberi makan seorang pelayan. Jadi yang realistis adalah melamar menjadi selirnya.
Dia telah memutuskan dalam hatinya, meskipun hanya menjadi selir, tapi dia bertaruh jika laki-laki ini benar-benar baik dan bisa memberikan nya kehidupan yang baik.
"Aku... Aku setuju" Dia berbicara dengan ragu-ragu namun sorot mata penuh tekad bulat.
Chi Yao menatap gadis di sampingnya yang memiliki tatapan mata tajam dan selalu berwajah dingin dan galak. "Aku mengikuti keputusan mu"
Chi Yao menatap mata keduanya selama beberapa saat, hingga akhirnya berbalik menatap An Roro dan kemudian mengangguk.
An Roro tersenyum senang dengan rasa haru lalu menatap ke arah Lin Chen. "Suami"
Lin Chen mengangguk dengan senyum tipis, namun sorak sistem tidak bisa berhenti di dalam benaknya.
[ Selamat! Selamat! Tiga gadis, kualitas bagus, kualitas bagus! ]
[ Tuan, kamu benar-benar luar biasa! ]
Lin Chen mengabaikan sorakan sistem, dan kemudian tatapan nya beralih pada mereka. "Jika sudah di putuskan, aku akan keluar dan memberitahu pedagang itu."
Lin Chen mengusap sisa air mata di sudut mata An Roro, "hapus air mata mu dulu" Lin Chen tersenyum lembut lalu segera keluar.
An Roro mengangguk dengan senyum-- rona bahagia. Dia berbalik menatap Chi Yao dengan senyum canggung, "Chi Yao, setelah ini, bisa tolong bantu aku tidak?"
Chi Yao. "???"
Keluar dari dalam kereta, Lin Chen langsung mendapatkan wajah antusias pedagang budak itu. "Tuan, bagaimana? Apakah transaksi bisa di lanjutkan?"
Lin Chen mundur selangkah, melihat jarak pedagang budak itu begitu dekat sampai bau mulut nya bisa di cium.
An Roro keluar dari dalam kereta dengan wajah masam dan sinis. "Kereta mu ini begitu pengap, aku kepanasan dan terpaksa keluar. Kamu bawa mereka keluar dulu, biarkan aku melihat mereka lebih baik"
Pedagang budak itu mengangguk-angguk dan masuk ke dalam kereta, tidak lama kemudian terdengar suaranya berkata "keluar" dan pedagang budak pun keluar di ikuti Chi Yao dan teman-teman nya.
An Roro mengangguk-angguk, menatap mereka seolah menilai. Pedagang budak itu berdiri di sisi depan dan ketiga gadis itu berdiri sejajar.
"Sebenarnya mereka ini memang berkualitas dan Kakak ku menyukai ketiganya."
"Menyukai ketiganya? Itu bagus! Anda bisa mengambil ketiganya" pedagang budak itu berkata dengan wajah sumringah.
"Yah, namun seperti yang di katakan orang-orang. Reputasi sudah jelek, di jadikan istri pun orang-orang akan menggunjing."
"Anda benar, saya memang tidak pantas untuk di jadikan istri. Saya telah kotor dan tidak suci lagi, Kakak anda berhak menerima perempuan yang lebih baik"
Kedua perempuan itu saling pandang, lalu melihat kedipan singkat di mata An Roro. Akhirnya mereka paham.
"Benar, saya ini pembawa sial. Saya bisa membawa nasih buruk untuk Kakak dan keluarga anda"
"Saya berhati dingin dan tidak suka laki-laki, jika Kakak mu mendekati. Mungkin aku aku akan menyerangnya sampai mati"
Lin Chen agak was-was dengan kata-kata perempuan berwajah dingin itu, dari ucapannya seperti nya dia tidak main-main. Namun apa hanya perasaan nya saja, karena dari awal dia selalu melihat wajah dingin perempuan itu.
Wajah pedagang budak itu berubah muram, selalu saja seperti ini. Ketiga jalang sialan ini!
"Hah... Sayang sekali, padahal sepertinya kalian juga sudah melewati masa muda dan hampir jadi perawan tua. Jika terus menunggu mungkin tidak akan ada yang menyukai lagi"
Hati pedagang itu memegang, benar! Itu lah yang di takutkan juga, dia khawatir dia telat menjual mereka, membuat kualitas mereka menurun dan tidak ada yang mau.
"Aduh, nona cantik, nona cantik. Anda ini bicara... Mereka ini baik-baik saja. Tapi jika anda khawatir... Begini saja, aku lihat Kakak mu juga sangat menyukai mereka. Bukankah kalian memiliki masalah dengan harganya, bagaimana jika aku turunkan?"
Lin Chen tersenyum, pedagang budak ini ternyata cukup satset dan tidak bertele-tele. Dia tahu benar apa yang dia inginkan.
An Roro masih berpura-pura tidak peduli. "Oh, berapa yang ingin kamu tawarkan?"
"15 tael---"
"Tidak bisa!" An Roro buru-buru memotong ucapan pedagang budak itu, dia ingat ucapan suaminya, jika sudah menbahas tentang uang, dia harus berpura-pura tidak peduli dan potong saja atau abaikan saja ucapan nya.
"15 tael, lebih baik mencari istri dengan Mak comblang saja. Meskipun mereka cantik, tapi reputasi itu penting!"
"Aduh... Itu"
"Apakah kamu kira kami bodoh? Di keluarga miskin, kami bisa memberikan mahar istri 5 sampai 10 tael!"
"Tidak kok, tidak!" Pedagang budak itu menggeleng dengan wajah yang terlihat seperti sembelit.
"Nona, anda benar, reputasi itu penting. Anda cari saja gadis keluarga lain, meskipun miskin mereka memiliki kehormatan. Tidak seperti kami..."
"Diam!" Pedagang budak itu merasa muak pada wanita yang terus saja menghancurkan usahanya ini. Yang satu pandai berbicara dan tidak takut melawan, yang satu pembawa sial dan yang satu dia pun merasa takut.
Akhirnya dengan segala pertimbangan, pedagang itu memutuskan. "B-berapa yang bisa kalian berikan?"
An Roro melirik Lin Chen dengan senyum tipis, An Roro mengangkat lima jarinya.
"Apa? 5 tael!?"
Sebelum pedagang budak itu memberikan penolakan, Chi Yao sudah lebih dulu berbicara. "Tuan, aku ingat kau hanya membeli ku dari tuan ku dengan harga 3 tael." Dua gadis lainnya juga mengangguk.
"Dengar tidak? Tambahan dua tael ini anggap saja untuk uang makan dan upah"
Wajah pedagang budak itu menjadi muram, namun dia tidak memiliki banyak pilihan lain. Ingin bernegosiasi pun jalang budak ini telah membeberkan secara langsung harga beli nya.